Ia ingin menulis cerita. Menulis banyak cerita. Banyak hal yang kadang muncul di kepalanya, berebut tempat hingga sebagian hanya muncul sekejap lalu menghilang. Kadangkala imajinasi itu hanya sekadar mengganggunya, tenggelam begitu saja ketika dia mulai berniat menuliskannya. Ia sudah mencoba menuliskan beberapa ide di buku catatan. Sebagian dibiarkan di kepala, sebagian yang lain sudah utuh dalam angan-angannya. Setelah berminggu-minggu ia tenggelam dengan banyak ide, dengan banyak peristiwa tetap saja tak satu pun yang bisa ia tuangkan ke dalam sebuah tulisan.
Pikiran mungkin sering rakus, setidaknya itulah yang sering dia hadapi. Ketika berencana menuliskan cerita A yang sudah berontak di kepalanya, tiba-tiba muncul ide B yang terasa begitu baru, terasa begitu hangat. Kisah-kisah yang muncul sejenak ini kadangkala sempat dicatat dan diingat tetapi sering lewat begitu saja. Meski demikian kertasnya tetap saja kosong meski sudah berjam-jam ia duduk di depan komputer, berbungkus rokok tandas di asbak, bergelas kopi sudah ia minum. Tetap saja, kisah-kisah hanya bertengger di kepalanya, tapi tak pernah bisa ia tuliskan.



