Akhir Desember 2025 kami berhenti berlangganan koran. Kami berlangganan dua koran sejak sebelum covid 19: Jawa Pos dan Kompas. Selain harganya yang berubah, koran langganan kami kualitas karyanya rasanya makin menurun. Kami memilih koran akhir pekan karena ada ruang sastranya. Di luar itu, kami tidak mungkin lagi menyimpan koran di rumah yang makin sempit. Kami ingin berburu lagi koran minggu seperti dulu—dan kali ini jauh lebih sulit.
Minggu 15 Februari 2026 saya akhirnya membeli koran pertama di agen koran di perempatan Jokteng Timur. Tempat yang dulu menjadi langganan saya ketika mencari edisi koran yang terbit sehari sebelumnya atau minggu sebelumnya, yang kadang masih tersisa di sana. Sudah lama saya tidak mampir. Itu satu dari dua loper koran yang saya ingat masih ada di kota Yogya. Dua tempat koran yang saya tahu masih punya Kompas, Jawa Pos, Suara Merdeka, selain KR+Minggu Pagi, Tribun dan Harian Jogja. Harjo saya malah belum tahu apakah ia masih terbit atau sudah berhenti versi cetaknya. Semoga masih.
Di masa awal tinggal di Yogya saya membeli dan mengecek koran minggu di satu loper daerah Krapyak dan jika tutup harus mendaytung sepeda lebih ke utara tepatnya di selatan Alun-alun Kidul. Di sana ada Pikiran Rakyat, koran dari Jawa Barat. Di situ kita juga bisa membuka halaman tabloid Nova sambal membacai sejumlah pengalaman sedih di halaman menjelang akhir halaman.




