Tampilkan postingan dengan label tulisan malas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tulisan malas. Tampilkan semua postingan

29 Okt 2021

Mau Ngapain Lagi Sih Denny JA, eh Satupena?

Menyambut Bulan Bahasa 2021 Satupena versi kepemimpinan Denny JA melakukan sebuah kerja sensitif dan kontroversial, dengan tema besar dan Panjang: 100 BUKU YANG MEWARNAI SEJARAH DAN BUDAYA INDONESIA SEJAK ERA KOLONIAL DIPILIH DAN DITERBITKAN KEMBALI. Penjelasannya bisa dibaca di sini: https://www.facebook.com/denny.ja.754. Sudah? Yuk, Kembali ke tulisan ini.

Apa-apa yang dilakukan Denny JA memang rentan berimbas polemik. Tampaknya dia juga menyukai itu sebagai strategi marketing. Dari sejumlah hal yang menjadi dasar pemikiran penyelenggaraan, saya hanya mengambil 3 poin saja. Tiga saja sudah capek, apalagi banyak-banyak.

6 Apr 2019

Salah Lirik




Setiap kali menonton atau mendengar OST Adit Sopo Jarwo yang ditonton anak saya, saya merasa aneh denga lirik lagu yang terdengar. “Armand Maulana kok gitu banget ya nyari rimanya.” Suatu kali keluar juga ucapan itu di depan istri.

“Kenapa dengan liriknya?”

“Itu bunyinya aneh. Ayo berani, jangan berhenti kita baimimpi. Itu maksudnya bermimpi kan? Kok bunyinya kayak baimimpi.”

24 Sep 2016

Novel Martin


Kiat Sukses Hancur Lebur menurut saya bukan buku yang harus habis dibaca sampai selesai, kemudian menemukan sesuatu di belakangnya. Harapan pembaca akan terlonjak di akhir bacaan, membanting ke lantai, mencecap lidah, butuh seteguk minum untuk akhirnya keterpesonaannya pecah dalam satu kata: "Gila!".

Keterpesonaan itu justru muncul di bab-bab awal, pengantar, daftar isi dan bab pertama. Pengantar yang ganjil, judul yang tak masuk akal, dan kalimat serta struktur sejak bab awal sudah tidak benar. Selebihnya kita dijebak pada keterpesonaan tadi, pada akhirnya di dua bab selanjutnya saya menyerah, "tai, apa ini?"

5 Mei 2016

Horor di Masa Kecil



Mungkin kau perlu merasakan  langsung untuk tahu sensasi apa yang kurasakan saat kejadian yang akan kuceritakan ini terjadi. Pengalaman itu kan sensasinya orang-perorang ya. Pengalaman Irwan Bajang menulis cerita untuk serem mojok.co memang cukup berani, tapi tak terlalu mengerikan, namun tetap patut ditertawakan. Tapi buat dia tentulah seseram-seramnya pengalaman. Resolusi tahun 2016 saya adalah: mempertahankan durasi menggunjing, mempertebal kadar ejekan. Maka tinggalkan dulu Bajang, selamanya pun tak apa.

29 Nov 2013

#Kamisan 10: Hitam-Warna


Apa yang akan kutulis mengenai semut? Soal kontrakan yang sekarang makin banyak semutnya karena jarang dibersihkan? Saya kira selesai begitu saja. Kontrakan ini sering waktu kotor ketimbang rapi. Soal lagu masa kecil yang liriknya, "Semut-semut kecil, saya mau tanya, apakah kamu di dalam tanah punya mama-papa.."

Semut-semut itu sudah pindah ke ikan bakar, dan semua yang bisa dimakan di kontrakan ini, Melisa. Bahkan ke sisa makanan Jhumpa. Barangkali saja semut-semut di sini termasuk kelompok semut-semut kere. Tapi lagu Melisa itu bagus. Saya jadi ingat waktu sunatan, Pak Gaek, bapaknya Abang (duh, saya malas memanggilnya abang) Mugil, sepupuku, yang memutar lagu itu bergantian dengan kaset Itje Trisnawati "Duh Engkang" dengan lagu dangdutnya Ine Shintia "Cinta Sayur Asem" yang asem itu. Liriknya gini kan, "Cari jodoh jangan bingung-bingung/ Cari saja seperti saya/Bisa masak dan cuci pakaian/ Soal dandan tak ketinggalan.// Coba bolehlah di coba/Mencoba buah durian/Dicium, di makan lalu di bayar..."

20 Nov 2013

#kamisan 9: Meteor (Setengah Matang)


Apa rasanya ketimpa meteor? Tidak serulah pastinya. Maksud saya, itu berbahaya sekali. Ketimpa meteor itu kesialan yang ngehek bangetlah pokoknya. Bayangkan, meteor, meteor loh, tiba-tiba jatuh menimpamu. Apa-apaan nih. Yang benar saja.

Tapi sial memang tak mengenal tempat, tak mengenal waktu. Bisa saja saya atau kamu tertimpa meteor, siapa tahu?

28 Sep 2013

Kutukan Puisi “Penyair Midas” Nanang Suryadi

Catatan Singkat Tentang Pembacaan Singkat

Dengan kedua belah tangannya, Midas mengubah apa saja menjadi sebongkah emas. Setiap yang disentuh, menjelma emas. Ini keajaiban sekaligus malapetaka bagi dirinya. Bagaimana ia bisa merasa bahagia jika setiap yang disentuh menjadi bongkahan harga berharga? Jika saja boleh berkehendak Midas tentu memilih apa-apa saja yang boleh menjadi emas, apa-apa saja yang tetap menjadi dirinya sendiri. Itulah takdir, ia punya kemampuan merubah apa saja menjadi emas, meskipun tak semua emas itu ia sukai.
Midas mungkin ingin berhenti, tapi ia tak berdaya. Ia menerima kutukan, satu sisi ia bias menciptakan kekayaan, di sisi lain, Midas kehilangan dirinya sendiri.

22 Jun 2013

Benar

Saya ingat suatu hari, hampir 20 tahun lalu, saya diusir ketika menonton film India di TPI di rumah tetangga karena saya kentut diam-diam. Film sedang diputar, para remaja yang putus sekolah sedang seru-serunya melihat aksi Govinda dengan televisi hitam-putih menggunakan aki, lewat siaran TPI yang mengambil gelombang siar TVRI, saya kentut diam-diam. Kentut diam-diam ini menjadi perkara karena saya tak menyangka bahwa baunya akan membuat ruangan seketika ribut. Saya yang pertama kali menutup hidung, namun tak bisa menyembunyikan kebenaran bahwa sayalah yang kentut diam-diam dan membuat heboh seluruh ruang tamu tetangga itu. Saya dimarahi dan pergi, karena benar, saya yang kentut.
            Di waktu dan tempat yang berbeda, di tahun-tahun yang tak terlalu jauh berbeda saya pernah berkelahi dengan seorang kawan karena saya dituduh kentut, padahal saya tidak sedang kentut. Saya membela diri. Benar, saya pernah kentut dan membuat berang remaja putri, tapi saya tidak selalu kentut dan menimbulkan bau tak sedap. Saya merasa dituduh, saya marah, karena benar, saya tidak sedang kentut waktu itu.
            Dalam dua hal ini saya merasa sudah jujur dan benar. Mereka saja yang tidak bisa menerima kebenaran.

14 Jun 2013

“Malam Jahanam” memang jahanam



Malam Jahanan karya Motinggo Busye yang memenangkan hadiah pertama Sayembara Penulisan Drama yang diselenggarakan Bagian Kesenian Depertemen PP & K tahun 1958 hingga saat ini masih sering dipentaskan karena dianggap memiliki kekuatan teks dan kedalaman karakter ketokoan. Naskah ini bercerita tentang masyarakat pesisiran di pedalaman Sumatera yang sedang mengalami pergesaran budaya. Dia berhasil membidik karakter-karakter khas ala pesisir yang notabene keras, riuh, penuh omong kosong dan kata-kata besar. Juga terlihat dominasi-dominasi kekuasaan kolonial yang ditinggalkan.
  

2 Jan 2012

Tahun Baru, resolusi Lama

Nyuri dari Caca Kartiwa

Agak telat memang, tapi tak ada salahnya kalau saya bilang, buat kalian yang sempat berpesta di akhir Desember kemarin, selamat tahun baru.

Semoga tahun ini benar-benar baru dan banyak hal baru yang bisa kita temukan di tahun ini. Semoga tahun ini, rencana-rencana yang disusun, target-target yang sudah diatur bisa terlaksana dengan semestinya. Ada banyak yang ingin saya tulis di akhir tahun kemarin, bisa renungan di tahun-tahun kemarin, harapan di tahun ini, hal-hal geli dan menyedihkan dan sebagainya.

Mungkin karena pengaruh tahun baru, maka saat ini izinkanlah bisara begini:

2 Nov 2011

Penghargaan Sastra Balai Bahasa Yogyakarta: Menyoal Penerbit dan Apresiasi Terhadap karya


Senin malam, 17 Oktober 2011 Balai Bahasa Yogyakarta memberikan penghargaan untuk kumpulan cerpen Sepotong Bibir Paling Indah di Dunia karya Agus Noor. Dua nominasi lainnya adalah kumpulan cerpen Mata Blater karya Mahwi Air Tawar dan novel Dendam di Bumi Mangir karya Antonius Darmasto. Dalam rangkaian kegiatan itu juga diberikan penghargaan bahasa yang tidak ada pemenang. Tidak ada penghargaan terhadap penerbit seperti sebelumnya. Menurut panitia, hanya ada 15 buku sastra terbitan penerbit Yogyakarta yang masuk pada tahun ini. Pemberian hadiah ini dilangsungkan di Gedung Balai Pamungkas dengan konsep acara yang cukup padat.

30 Agu 2011

Idul Fitri pun Sama Berantakannya dengan Mudik


Akhirnya diputuskan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1432 Hijriyah atau tahun 2011 jatuh pada hari Rabu, 31 Agustus 2011. Saya sudah menduga demikian, tapi saya sudah keduluan berniat lebaran selasa 30 agustus ini. Apa boleh buat, saya sudah membayangkan besok akan shalat Ied di masjid lapangan halaman SD Muhammadiyah Sapen, karena masjid UIN atau Laboratorium Agama Masjid UIN Sunan Kalijaga mesti mengikuti peraturan pemerintah. Saya bisa saja besok bangun subuh-subuh, seringkali bahkan saya belum tidur sepicing pun sampai waktu itu tiba. Saya bisa sahur lalu tidur sepanjang hari sampai bedug magrib bergema. Lagi pula, ubu lebaran keempat sayadi luar kampung. Tak akan banyak yang saya jelang dan salamin, paling hanya calon mertua, makan opor ayam di sana, pulang dan bisa kembali tidur.

25 Agu 2011

Bisakah Menjual Buku Sastra Mengandalkan FB dan Blog?


"Bisakah menjual buku sastra dengan mengandalkan FB dan Blog?" itulah yang beberapa waktu terakhir saya pikirkan. Buku sastra, sebagaimana kita tahu, memiliki banyak problem dan kerumitan. Mulai dari persoalan penerbitan, royalti, distribusi hingga nasib buku (laku dan tak laku).

Namun begitu, buku-buku sastra tetap lahir dan diterbitkan di tiap daerah. Ada banyak penerbitan yang muncul menerbitkan karya-karya sastra dengan beragam genre, beragam usia, beragam personal. Namun kemduian saya merasakan, soal berikutnya adalah distribusi. Toko buku tak selalu punya ruang untuk menampung banyak buku sastra yang lahir tersebut. Jadilah, sebagian besar buku sastra yang terbit (apalagi di daerah) tetap menumpuk, dibagikan ke kawan dekat berharap ada apresiasi atas karya tersebut dan lain sebagainya.

30 Apr 2011

William, Kate, Saya dan Pernikahan


Sehari ini saya berpikir-pikir (sebanrnya tidak sehari ini sih, saya hanya mendramatisirnya sajaI Apa kira-kira rasanya menjadi seorang Pangeran William atau misalnya Kate Middleton? Bagaimana rasanya berhadaan dengan sebuah pesta pernikahan dengan istilah keren royal wedding atau di sini dikenal dengan Pernikahan Abad Ini.

Saya juga jadi bertanya-tanya, pernikahan abad ini? Memang abad ini sedang menikah? Dengan siapa, Cin? Atau jika ini istilah, mereka yang baru, sudah dan sedang menikah di abad-abad ini kemana aja? Ih, cerewet, itu cuma istilah, sambar Amigos kucingku yang sedang tiduran ini seperti sedang berbicara demikian kepadaku.

25 Apr 2011

Blajar Ngeblog (Lagi)

Hari ini aku ingin belajar ngeblog lagi. Aku membayangkan suatu hari nanti aku akan rajin menulis di sini dan banyak orang yang rajin pula berkunjung ke sini.

Kubayangkan ada orang yang segera bertanya, "Bung Kuli, mana nih postingan terbarumu?"

Ih, senang rasanya dirindui macam begitu.

5 Sep 2010

Yoyakarta: Kota yang Bergerak dan Ditinggalkan

 
 Dalam sebuah kebudayaan, perubahan yang terjadi tidak selalu konstan dan dinamis. Yogyakarta yang saat ini mengalami dinamika dan perubahan yang luar biasa. Di tempat tertentu perubahan berjalan dengan sangat teratur, tapi di ruas sebuah jalan, tanpa disadari, tiba-tiba saja menjadi tempat yang begitu padat dan ramai. Di bagian lain dari sebuah kota tiba-tiba menjadi tempat yang ditinggalkan dan lengang.

Ada banyak hal yang menyebabkan hal tersebut. Yogyakarta sebagai kota pelajar sekaligus kota tujuan wisata mengalami dinamika yang cukup menarik. Dalam 2-3 tahun belakangan, jalanan menjadi padat-merayap. Aneka kendaraan pribadi dengan plat yang beragam bermunculan. Mungkin sangat kontras dengan Yogyakarta sebelum gempa bumi.

26 Apr 2010

bingung mau nulis

pengen nulis tapi bingung mau menulis apa. hmm apa ya???

punya tawaran gak?

10 Mar 2010

subuh, malas, dan 17tahun.com

apa yang sedang kupikirkan dan sedang aku lakukan? tidakkah ini pemborosan? uangku di kantong ada 20 ribu, sementara penunjuk waktu di warnet sudah 4:35 menit lamanya aku pakai fasilitas ketika aku mulai mengetik ini.

24 Feb 2010

catatan ngawur

empat jam dua puluh delapan menit aku di warnet, hanya untuk menunggu video bisa diuunduh ke Facebookku. sampai saat ini aku tak tahu akan berapa lama lagi aku menunggu.

mengungguh, mengapa banyak orang-termasuk aku-tidak suka dnegan kata menunggu? menunggu rasanya sebuah pemborosan. padahal aku bukanlah seorang yang irit waktu. kupikir, aku memang sedang menipu diriku sendiri.

5 Feb 2010

(Jangan) Salahkan Aku Untuk yang Buruk

Jangan salahkan agamaku atas dosa yang telah kuperbuat dan kurencanakan. Sebab agama telah membekaliku untuk menjadi ummat dengan akhlak baik dan terpuji. Aku saja yang masih tidak bisa menempatkan mana yang pantas dan mana yang tidak pantas. aku mengalami disorientasi dan kekacauan imaji di negeri ini.