Sumber gambar: https://www.facebook.com/photo/?fbid=10227732334872567&set=a.4818053687931
“Kenapa kau mau menikah denganku?” Pertanyaan itu muncul dari Selvi saat mereka video call di hari-hari yang mendekati masa pernikahan mereka.
“Aku sudah pernah bilang,” Jawab Mawan setengah gamang. Ia tak ingin salah dan membuat Selvi tiba-tiba mematikan HP. “Aku merasa sedang berjudi. Kurasa, kau adalah kemenangan yang paling layak kupertaruhkan.”
Ia mengutip kalimat itu dengan sembarangan dari salah satu film India. Ia tidak tahu tepatnya kalimat film itu bagaimana, tapi demikianlah kira-kira. Tak salah, persis itulah yang ia pikirkan saat itu. Soal kemenangan.
Lalu jeda yang panjang. Di layar HP-nya yang retak, Mawan melihat Selvi tampak bungah. “Bertemu denganmu, semangat hidupku tumbuh lagi. Energiku bertambah. Gagasan-gagasan di kepala jadi tidak tertanggungkan. Kurasa, setelah berkeluarga akan sepenuhnya menghidupi keluargaku dengan menulis.”

















