Tampilkan postingan dengan label yang hidup yang dicatat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label yang hidup yang dicatat. Tampilkan semua postingan

15 Okt 2023

Sebelum Mawan Menikah, Sebuah Cerita

Sumber gambar: https://www.facebook.com/photo/?fbid=10227732334872567&set=a.4818053687931

“Kenapa kau mau menikah denganku?” Pertanyaan itu muncul dari Selvi saat mereka video call di hari-hari yang mendekati masa pernikahan mereka.

“Aku sudah pernah bilang,” Jawab Mawan setengah gamang. Ia tak ingin salah dan membuat Selvi tiba-tiba mematikan HP. “Aku merasa sedang berjudi. Kurasa, kau adalah kemenangan yang paling layak kupertaruhkan.”

Ia mengutip kalimat itu dengan sembarangan dari salah satu film India. Ia tidak tahu tepatnya kalimat film itu bagaimana, tapi demikianlah kira-kira. Tak salah, persis itulah yang ia pikirkan saat itu. Soal kemenangan.

Lalu jeda yang panjang. Di layar HP-nya yang retak, Mawan melihat Selvi tampak bungah. “Bertemu denganmu, semangat hidupku tumbuh lagi. Energiku bertambah. Gagasan-gagasan di kepala jadi tidak tertanggungkan. Kurasa, setelah berkeluarga akan sepenuhnya menghidupi keluargaku dengan menulis.”

29 Mar 2019

Kisah Penulis Muda (3)



5. Pada Sebuah petang


            Syahdan, pada sebuah petang yang cerah, seorang mahasiswa yang didera deadline skripsi mengunjungi seorang cerpenis. Untuk mempermudah saja, kita sebut saja pemuda itu bernama Reddy dan sang cerpenis kita panggil dengan nama Sunlie. Mereka sudah janjian sebelumnya.
            Dua orang tampan akan bertemu. Senja merunduk malu-malu. Reddy mahasiswa yang ketampanannya membuat ia demikian betah di kampus, dan Sunlie berkat ketampanan pula bertahan sebagai penulis. Tak usah diperdebatkan, orang kedua yang saya sebut, setidaknya merasa nyaman jika ditulis demikian.
          

17 Feb 2018

Kisah Penulis Muda (2)


3. Masnya penulis juga ya?
Sehabis acara diskusi buku, Tamu Kita, sastrawan dari luar kota itu, diajak berkumpul sama teman-teman mudanya. Mereka pindah obrolan ke warung kopi.
            Sastrawan kita yang dari Jakarta ini sangat antusias bercerita, bukan soal sastra, tentu saja. Tema-tema lain jauh lebih asoy, mulai dari kopi, daging, hingga cara menggaet perempuan. Para cerpenis dan penyair muda kita yang lain sibuk mendengarkan, mengomentari dan memperdebatkan. 
            Lalu muncul seorang anak muda, menghampiri kawan-kawannya yang ada di sana. Si anak muda itu tidak tahu kalau Tamu Kita habis diskusi bukunya.  Dia juga gak kenal Tamu Kita ini siapa. Dia kebetulan mampir karena ada kawannya yang menyuruh datang ke sini. Biasalah sesama penulis muda saling menjenguk, saling berbagi bualan.

10 Feb 2018

Kisah Penulis Muda (1)



1. Percakapan Penyair Seasal
“Kamu dari SMA mana?” Setelah agak lama saling berdiam diri, Bhea Gronjol bertanya. “Oh, ya namamu siapa tadi.”
            Gagah betul. Penuh percaya diri, begini seharusnya penulis itu, Randhy Bangkin terkagum dalam hati.
            “Randhy. Randhy Bangkin. SMA 2 Sungaikeras. Angkatan 2008.”
            “Wah SMA 2 Sungaikeras. Aku pernah tuh punya pacar juga di sana. Sekira tahun 2009.”
            “Oh ya, siapa namanya?”

23 Jan 2018

Aku, Komunitas dan Sastra


Aku, Komunitas dan Sastra

Asalamualaikum w...w...
            Kawan-kawan dan para hadirin yang saya hormati,
            Saya berasal dari desa kecil di sebuah kabupaten tertinggal di pesisir bagian selatan  kota Padang. Dari kota provinsi perjalanan naik turun bukit dengan pantai di bagian barat, gunung di bagian timur. Jalan satu-satunya yang menghubungkan kabupaten kami dengan kota provinsi di utara, Jambi dan Bengkulu di bagian selatan. Jalan kecil yang membelah kampung kami disebut jalan Lintas Barat. Berlubang, sempit dan diperbaiki menjelang lebaran. Di kilometer 120 dari jalur hampir sejauh 240 km inilah saya tinggal. Rumah saya di pinggir jalan raya, menghadap pantai, sawah dan pegunungan di bagian belakang.
Di tengah ruang demografis semacam itu perhatian kami terhadap bacaan sangat terbatas. Aksesnya apalagi. Koran ada, hanya di antar ke kantor-kantor pemerintah. Saya sudah menyukai buku sejak kecil. Hari minggu, adalah hari pasar di kampung kami, saya selalu berharap bisa ke pasar untuk membeli majalah. Satu-satunya gerai buku di dua kecamatan di daerah kami. Saya pernah punya koleksi buku satu lemari kayu, yang dikumpulkan sendiri yang menjadi referensi pula bagi teman-teman sekampung saya, terutama remaja putri.

5 Mei 2016

Horor di Masa Kecil



Mungkin kau perlu merasakan  langsung untuk tahu sensasi apa yang kurasakan saat kejadian yang akan kuceritakan ini terjadi. Pengalaman itu kan sensasinya orang-perorang ya. Pengalaman Irwan Bajang menulis cerita untuk serem mojok.co memang cukup berani, tapi tak terlalu mengerikan, namun tetap patut ditertawakan. Tapi buat dia tentulah seseram-seramnya pengalaman. Resolusi tahun 2016 saya adalah: mempertahankan durasi menggunjing, mempertebal kadar ejekan. Maka tinggalkan dulu Bajang, selamanya pun tak apa.

26 Mar 2015

Saya dan UIN Sunan Kalijaga




Saya dan UIN Sunan Kalijaga
Bagaimana pun, saya sudah berhasil memakai gelar sarjana saya di undangan pernikahan, setelah bapak mertua setengah mati memaksakan. Itulah pertama kali gelar keren yang saya tak terlalu paham maknanya itu berlaku dalam hidup saya yang payah ini. Adek-adek yang masih sesak nafas dan kepayahan dengan urusan skripsi, saudara-saudari yang sedang dirundung duka lara karena ancaman DO, percayalah gelar sarjana sesekali menggoda juga loh untuk dipajang di momen yang tak terduga. Soal ijazah terpakai atau tidak, perkara nanti. Gelarnya itu loh, cukup membuat orang tua di kampung senyum-senyum hambar; antara pasrah dan bahagia.

13 Mar 2015

Ona Sutra dan Rahasia Hebat Para Sastrawan


Pada suatu waktu, dalam sebuah acara budaya di Semarang, seorang kawan penyair yang lebih jago membaca puisi dan improvisasi, ‘dipaksa’ membaca sebuah puisi ‘titipan’. Dengan setengah harga diri hilang sia-sia, pemuda bernama Kedung Darma Romansha yang akrab kupanggil Mancrot (tolong, kalian jangan ikut-ikut memanggilnya demikian) yang baru menerbitkan buku puisi berjudul Uterus itu, terpaksa membaca puisi tersebut dengan atraksi yang cukup canggung. Lembaran puisi itu ‘pesanan’ dari Jogja, sekira 2-3 lembar folio panjangnya, diselipkan ke pinggang Mancrot persis saat ia akan berangkat ke acara.

29 Jan 2012

Over Bad In Action: Ini Tentang Adi

Saya mendapat kiriman video yang sudah diposting di youtube. begini teks pengantarnya:

"Ini adalah Kelompok Musik Hiphop yang beranggotakan 3 orang, Adi, Oki dan Taufik. Mereka masih SMP dan SMA tapi soal karya pastinya keren. Over Bad nama kelompok mereka, digagas di Rejowinangun, Yogyakarta, Indonesia. Selamat mendengarkan. Overbad In Action."


9 Jan 2012

Mengenang Seorang Kawan: Afris Irwan


 Afris Irwan namanya, saya diperkenalkan oleh Dwi Cipta yang datang suatu malam ke kosku. Mereka datang bertiga, tak biasanya, seperti sekawanan maling. Ketiganya tampak begitu menyeramkan dan mata saya, sarat dengan pengetahuan mengetahui seluruh dunia dan seisinya. Dwi Cipta memperkenalkan dua rekannya, yang kemudian selalu mengiringinya ke mana-mana yang saat itu adalah calon presiden yang harus diurusi oleh sekelompok paskompres. Mereka berdua inilah. 

10 Okt 2011

Da Hen

 


Hari Sabtu Delapan Oktober 2011 pastilah hari yang sedikit penting bagi sepupu saya, Da Hen. Dia menikah di tanggal itu dengan dara ayu asal Sukabumi. Meskipun belum menikah, aku tahu, itu merupakan momen penting bagi seseorang, memasuki fase baru dalam hidupnya.

Mulhendri namanya. Dia lahir sekitar tahun 78 atau sekitar-sekitar itu. kami, adik-adiknya memanggil Uda Hen, yang jika disapa Da Hen saja. Aku juga memanggilnya demikian. Beberapa kawan lain yang kenal dia juga memanggilnya demikian. Di kos-an lamanya, daerah Sewon sekitar ISI dia dipanggil Mahen.

Aku ingin menulis sesuatu tentang dia di blog saya. Namun saya rumit menuangkannya. Ada banyak cerita dan pengalaman dengannya.

27 Agu 2011

Kenang-Kenangan Untuk Amigos Kucing Persia Berbulu Tebal milik saya


Amigos, nama kucing persia berbulu tebal yang saya pelihara 8 bulan belakangan. Jumat, 19 Agustus kemarin dia hilang untuk kedua kalinya, dan kurasa ia tak akan kembali pulang. Sebelumnya dia pernah hilang di bulan april lalu, dan “nyasar” ke rumah tetangga belakang kosku, nyaris selama seminggu. Selama itu pula ia pastinya kurang makan, terkurung dan ketika kembali ke rumah dia tampak begitu stres, terpukul dan ketakutan.

Tetangga kami “menyelamatkan” kucing itu dan nyaris mau berpindah tangan jika saja saya tak jadi menempel pamflet di beberapa tempat di sekitar kampung saya tinggal. Untunglah, tetangga saya yang lain memberitahukan kalau kucing kami ada di rumah tetangga kami yang itu. Saya lega, Amigos, kucing persia saya yang berbulu tebal telah kembali ke rumah. Saya akan menjaganya lebih baik, itu janji saya ketika itu.

22 Agu 2011

Pelajaran Hari Ini: Cara Cepat Membuat Link Blogspot


http://www.kutukutubuku.com/2008/_res/picture/10264-nge-blog_dengan_hati.jpg
Ketika mencari keyword “cara cepat membuat link blogspot”, entah bagaimana ceritanya aku nyasar ke situs bernama allnewesttech. “Kok ada ya situs yang membahas masalah teknologi (tech) dengan sangat detail, runut, intens, dan fokus. Gak ada kerjaan banget sih,” pikirku.

Ceritanya, aku lagi main ke tempat teman. Si teman ini sedang doyan-doyannya ngeblog. Heran deh. Tiap ketemu, dia nyaris selalu bilang, “Aku lagi sibuk koto, menulis paling tidak 10 berita setiap hari untuk blogku.” 

11 Agu 2011

Abu Bakar: Menyingkir Pameran Tunggal Seni Rupa

Abu Bakar: Menyingkir


Pameran Tunggal Seni Rupa


Pembukaan: Kamis, 11 Agustus 2011 pkl. 19.30 Wib

Oleh: Dyan Anggraeni
dan Baca Puisi Dolanan Abu Bakar (Nur Wahida Idris, Ahmad Kekal Hamdani, Retno Iswandari, dll)

Diskusi:
Jumat, 12 Agustus 2011 pkl. 15.30 Wib
Tema: Karya dan Intensitas Perupa

Pembicara:
Rain Rosidi, Abu Bakar, Yusuf Siregar (moderator)

Sangkring Art Project
Nitiprayan No. 88 RT 01 RW 02
Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, DIY

2 Jun 2011

Keliling Sumatera Barat (3): Masih di Pesisir Selatan Sumatera Barat

(Nyaris) Keliling Sumatera Barat:
"Terjebak" Perjalanan yang Mengasyikkan (3)
 

Tak lama, perjalanan di sepanjang kawasan Pesisir Selatan Sumatera Barat dilanjutkan. Pertama-tama, kata Angga sang sopir tunggal kami, kita akan berhenti di Painan, Ibu kota Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Dia akan memasang pemancar radionya. Dia memang sengaja membawa radio panggilnya itu untuk berbicang-bincang dengan kawan-kawannya di berbagai pelosok wilayah. “Sekalian menguji frekuensi,” ujarnya diplomatis. Komeng bengong, Anton sibuk lagi dengan urusan perutnya.
            Komeng dan Anton memperhatikan radio panggil milik Angga saling lirik dan cekikik.


22 Apr 2011

Sore yang Aneh

 
Tumben, hari ini aku merasa agak nyaman dari biasanya. Agak baik dan tentu sangat tidak absurd. Bayangkan, aku bangun pagi, jam setengah enam. Meskipun baru sekedar niat dan tak jadi menjalani shalat subuh, kurasa pagi ini lumayan mendekatkanku pada rasa syukur.

Temanku Kiting siap-siap mengangkat barangnya. Mau pindahan. An Ismanto terkapar di kamarku, dia bilang (nanti setelah bangun) baru tidur jam 4 subuh. Lha aku sudah tidur dari kemarin sore malahan. Bahkan, anehnya, aku main ke kosnya Irwan Bajang seolah cuma numpang tidur. Tadinya (kemarin sore maksud saya) saya mau ketemuan sama Nozqa dan Mas Deden di tempat si Irwan Bajang, sekalian pula kuajak si Munajat Sunyi dari komunitas Bawah Pohon. 

9 Mar 2011

Semacam catatan perjalanan (2)

(Nyaris) Keliling Sumbar:
“Terjebak” Perjalanan yang Mengasyikkan (2)


Surantih—Painan (40 km)
          “Sudah oke semua?” kata Angga pada kami sebelum mulai menstater mobil. (Mengenai Angga ini sebaiknya dibaca fragmen saya yang mengulas tentang dia, karena saya malas menceritakan ulang. hehehe).
           Setelah saling melambaikan tangan kami berangkat menuju Painan. Yudi masih melongo di depan rumah Mugil, sepupuku. Yudi bertugas mengurusi play station jika si tuan rumah yang sudah menikah dan memiliki Ayyin bocah perempuan yang cantik. Secara otomatis dia tidak lagi tidur di rumah dan memiliki beberapa pekerjaan. Urusan PS kadang-kadang digawangi oleh Yudi. Nah ketika kami lewat di depan yudi, Komeng dan Anton saling mencibir.
            Itu baru beberapa langkah saja dari rumahku. Ke padang arahnya ke utara. Beberapa rumah lagi ada pos ronda, kami menyebutnya rumah undo. Artinya tempat tinggal mereka yang ronda. Itu Cuma penamaan saja karena pos ronda menjadi maskasnya anak lelaki yang tak punya ruang di rumah sendiri.

1 Feb 2011

Semacam Catatan Perjalanan tapi Ngawur (1)

(Nyaris) Keliling Sumbar:
“Terjebak” Perjalanan yang Mengasyikkan
Entah bagaimana caranya, saya pada akhirnya “terjebak” pada perjalanan yang tanpa rencana tetapi menyisakan kenangan yang dasyat. Perjalanan ratusan kilo yang tanpa rencana dan memberikan pengalaman luar biasa bagi saya.
            Semula saya berniat ke Padang—kota provinsi kami yang berjarak 120 dari kampung saya, Lansano—dengan mengendarai motor. Saya ingin seperti kawan-kawan dan anak-anak muda lainnya yang kuliah di kota, maupun yang merencanakan sesuatu di kota dengan mengendarai motor. Keinginan itu sudah lama menggelayut di kepala saya.

14 Des 2010

Potret Kawan Dasyat -1

Angga Yusya Putra
(Pemilik Surantih Radio 98,7 FM)

Saya merasa beruntung punya teman-teman dasyat yang memilih bertahan di kampung halaman dengan melakukan hal-hal yang tak terduga. Visi memajukan masyakarat inilah yang saya kagumi pada mereka. Orang-orang macam ini memang tak banyak, dan selalu susah untuk dicari. Inilah yang ingin saya ceritakan pada anda, tentang orang-orang dasyat yang masih saja terselip di antara banyak orang yang meikirkan dirinya sendiri.
Orang pertama yang akan saya ceritakan adalah Angga Yusya Putra. Lelaki kelahiran 6 Agustus 1983 ini adalah teman satu sekolah dengan saya waktu di SMK 5 Padang. Ia juga sempat kuliah di ITENAS tahun 2002 lalu memilih menetap di rumahnya yang berada persis di pasar kecil dan nyaris satu-satunya kecamatan kami, Surantih.

25 Okt 2010

Gerson Gubertus Poyk Menulis Mengisi Kesepian

  













Di usia 78 tahun Gerson Gubertus Poyk masih tetap menjalankan aktifitas rutin sebagai penulis yang digeluti lebih 55 tahun yang lalu. Di samping itu membaca buku terutama tentang teologi dan filsafat serta berkebun yang lokasinya sekitar 3 kilometer dari kediamannya Gang H Miun No.21 A, Cikumpa, Sukmajaya, Jl Raden Saleh, Depok, Jawa Barat. Dengan mengenjot sepeda, Gerson menuju kebun di tepi danau Cilodong, Depok. Gerson bekerja layaknya sebagai petani, yaitu mencangkul, menanam jagung, singkong, sayuran, membersihkan rumput dan sebagainya. Hasil tanaman itu dimasak dan sebagian dijual.