30 Des 2007

Ujung Tahun, coretan kemarahan

...Dan Kepedihan Berjalan Seperti Biasa pada Setiap Pintu

Adakah sungguh-sungguh baru setelah ini?

aku tak yakin ada yang berubah. besok, ketika bangun, aku akan menemukan matahari yang sama, embun di batu yang kemarin juga. dan hujan ini, tidakkah kemarin dia lewat di jendela kamarku? atau kesepian ini, ia selalui menyapaku sepanjang hari. dan kini pun.

21 Des 2007

Gumam Akhir Tahun

Malam Idul Adha

hujan jatuh di sebelahku
sebelahnya lagi sepi bernyanyi
dingin menyusup dalam dadaku
inilah gerhana jiwa
letupan hati yang peling sempurna
ada payung
yang tak satu pun bisa kukenal betul warnanya
tanah basah yang aromanya
bagai tawa manis kekasih
lalu meninggalkanku diam-diam
(Sebuah Hujan)
Selalu, di waktu-waktu special dan intim, aku merasa sendirian. Ini malam, 19 Desember 2007. besok orang-oramng merayakan Idul Adha. Aku mendengar gema takbir berkumandang, aku merasa kian sendirian.

12 Des 2007

Masih Kisah Tentangmu Andi Wiranata II

Orgen Tunggal, Mistik dan tanah Rantau
(Tentang kawanku Andi Wiranata II)

lanjutan dari Andi Wiranata I


Rasanya baru kemarin aku merasakan kau menyentuh bahuku atau berteriak di kupingku setiap pagi, kawan Andi Wiranata. Dan aku bergegas mandi, atau sekedar mencuci muka lalu segera memakai seragam sekolah yang apak dan kotor. Aku tak pernah bisa memakai baju putih. Dan sekejab, motor HRZ buatan Malaysia yang diseludupkan Iwan – kakakmu – menderu di telinga diiringi makian Uni Si’eng kakakku yang terlalu cerewet.


Tentu kita terlambat lagi hari ini.

5 Des 2007

tulisan konyol

Refleksi Rumah

Hakikat rumah ialah menampung kepulangan bagi pengelana semacam kita. Hakikat rumah ialah yang melindungi kita dari angin jahat dan rasa dingin.


Tapi apa artinya rumah jika kita mulai mengenal tempat lain untuk berteduh?