26 Okt 2006

agenda rumahpoetika bulan desember

Komunitas Rumah Poetika akan menyelenggarakan Temu Penyair Muda Empat Kota yang akan diikuti oleh kawan-kawan penyair dari Padang, Bandung, Jogjakarta, dan Bali.Acara tersebut akan dilaksanakan selama dua hari pada tanggal 29-30 Desember 2006 di Taman Budaya Yogyakarta dengan agenda baca puisi, diskusi sastra, dan proyek antologi.
adapun untuk diskusi kita bagi dalam dua sesi; pertama diskusi dari perwakilan masing-masing daerah yang mengambil tema proses kepenulisan dan kendala yang dihadapi. sesi kedua adalah diskusi dengan menghadirkan pembicara (yang direncanakan) diantaranya; Nirwan Ahmad Arsuka, Nenden Lilis A., Saut Situmorang.
adapun koordinator untuk masing-masing kota adalah; Bandung; Widzar Al-ghifari, Bali Muda Wijaya, Padang; Koko Sudarmoko dan Yogyakarta; Mahwi Air Tawar.
Untuk naskah puisi yang akan diikuti oleh masing-masing kota akan dioseleksi oleh kurator yang ditunjuk oleh koordinator untuk menghindari ketidakobjektifan pemilihan penyair.

demikianlah, semoga ada tambahan dan lain sebagainya dari kawan-kawan amat kita nantikan. sebagai tambahan acara ini diperuntukkan bagi penyair 'muda' di masing-masing daerah yang diharapkan untuk terus berlanjut dan terus bertambah keanggotaannya.

salam,
Indrian Koto

22 Okt 2006

 
Pada sebuah waktu, Ketika kehidupan terhenti sejenak. aku dan beberapa kawan-kawan tengah 'memploklamirkan diri'. mereka, kesemua orang muda yang riang ini adalah kumpulan dari sedikit orang dari sekian banyak orang yang mencintai puisi.

18 Okt 2006

suatu waktu


















kawanku, suatu waktu kita tak akan ada lagi. percayakah engkau bahwa putaran waktu selalu berubah? dan hidup adalah kemalangan bagiku. dan kau, adikku dan kau kawanku, kelak selalulah tersenyum saat kita tak ada lagi.

Kepada Adikku, kepada kekasihku


Dik, keriangan akan segera padam ketika malam tiba-tiba datang. begitulah yang kita tahu. tak segalanya menjadi nyata. dan imaji kecil, tentang ingatan pada kampung, amak dan rumah. ketika malam tiba-tiba menyerobot, padamlah segalanya. dan kaum, adikku, selalulah tumbuh dnegan riang...

mencintaiku engkau harus tiada


sebab ketiadaanlah yang bisa memiliki apa yang aku punya saat ini. bermula dari ketiadaan, berakhir di ketiadaan pula. selamat makan