5 Des 2011

Rencana Lomba Rensensi Buku


Pengantar

Saya berjualan buku. Semula saya jualan di acara-acara sastra tertentu. Saya juga menjualnya secara online di blog jualan buku sastra serta membuat group di FB dan juga punya akun FB sendiri.

Tadinya saya hanya menjual buku-buku sastra yang memang saya punya stoknya. Buku-buku tersebut terutama terbitan Akar Indonesia dan Framepublishing. Selebihnya ada beberapa kawan yang ikut menitipkan bukunya maupun buku yang diterbitkan oleh mereka. jika boleh berencana, tahun 2012 nanti saya akan mencoba memperbaiki lapak, kontrak kerjasama setahap demi setahap.

Sejauh ini saya belum bisa benar-benar mengurus blog dan group FB (Jualan Buku Sastra) ini dengan profesional. Bahkan Facebooknya pun lebih sering menganggur. Saya hanya memfokuskan pada buku-buku yang ada dalam kardus di kamar saya. Pesanan-pesanan buku baik di group FB maupun SMS seringkali saya abaikan. Nah, ini salah satu bagian yang ingin saya rombak. Saya akan lebih bersedia untuk memperpanjang sayap dengan melakukan kerja sama dengan toko buku di shopping misalnya jika ada pesanan buku-buku tertentu.

Keinginan saya sebenarnya sederhana saja. Saya ingin menjual buku-buku sastra alternatif. Maka pesanan buku di group lebih banyak saya abaikan. Bisa saja saya melayani permintaan semua teman-teman yang mencari buku, selama buku itu masih bisa ditemukan di toko buku, ini yang mungkin akan saya lakukan di waktu-waktu ke depan. Bukan membiarkan juga sebenarnya, di group itu saya ingin memberikan kebebasan untuk kawan-kawan menjual dan membeli buku. Jika ada yang pesan, dan kebetulan ada kawan lain yang tahu buku tersebut, sebuah kerjasama telah terjalin antar teman-teman saya. Sementara saya bisa lebih fokus pada buku-buku yang memang susah dicari di toko buku. 

Dalam satu bulan, sejak juli tahun 2011 ini, beberapa kali saya datang ke kantor pos untuk mengirimkan buku. Meski demikian, ini masih jauh dari harapan. Pemesan buku yang saya pegang stoknya belum banyak, dan buku yang saya miliki juga sangat terbatas. Untuk promosi lebih kencang saya masih belum bisa. Untuk internet saya harus ke warnet dan itu pun lebih sering saya lakukan malam hari, dengan pertimbangan happy hour. Itu pun tak bisa setiap malam. Mengandalkan hidup dari jualan buku macam ini jelas belum bisa. Meski demikian saya selalu ingin publik mengenal buku-buku sastra yang diterbitkan dari berbagai daerah dengan biaya sendiri dan oplah terbatas. Untuk buku-buku sastra yang saya tak punya stoknya yang kebetulan saya tahu covernya saya pajang di Pustaka Pelabuhan.

Tahun 2012 nanti beberapa pembenahan ingin saya mulai. Pertama jelas melunasi pembayaran ke teman-teman penerbit yang bukunya terjual di tahun 2011 ini. Kedua tentu pemberbesar jaringan ke kawan-kawan yang lain agar bukunya bisa terpajang di lapak saya. Ketiga kerja sama dengan toko buku yang memiliki stok buku jika kebetulan ada kawan-kawan yang memesan buku tertentu. Tapi tidak untuk semua buku sastra, karena beberapa buku sastra tertentu masih gampang ditemukan di toko buku berbagai kota. Keempat tentu saja strategi penjualan. Saya agak sedih, lebih banyak buku yang sama sekali belum pernah dipesan, meskipun buku tersebut menurut saya sangat menarik dan layak mendapat apresiasi.

Saya juga berencana mengadakan Lomba Resensi Buku Sastra yang ada di lapak penjualan saya. Tujuan utama jelas untuk promo, kedua saya juga ingin buku sastra tertentu mendapatkan apresiasi meskipun sebatas resensi belaka. Ini yang sedang saya pikirkan sekarang dan inilah sebabnya saya membikin tulisan ini.

Semula saya berpikir, semua buku yang kebetulan saya pegang stoknya akan saya lombakan. Peserta lomba resensi buku sastra wajib membeli buku yang hendak diresensinya. Namun saya khawatir, jika saja peminatnya sedikit saya akan bermasalah dengan hadiah yang direncanakan. Saya khawatir tak bisa mencukupi target untuk memberikan hadiah bagi pemenang.

Saya kemudian berpikir mencoba mengajak kawan-kawan baik yang sudah menitipkan bukunya ke Jualan Buku Sastra maupun yang lain untuk mau bekerja sama dalam lomba ini. Untuk kepesertaan tersebut saya membayangkan pemilik buku mau membantu dana awal 100.000 untuk buku mereka. Saya benar-benar tak siap dengan ini. Niatnya sebagai upaya apresiasi mengapa pula harus menyumbang uang sebanyak itu? Jangan-jangan itu hanya akan membebani penulis saja. Iya kalau ada yang membeli buku mereka dan kemudian meresensi, kalau tidak ada bagaimana?

Saya tak punya sponsor, dan saya tak punya modal. Dengan membatasi buku untuk bahan Lomba Resensi Buku Sastra sebanyak 25 buku, saya membayangkan bisa menge-save dana sebesar dua setengah juta. Cukup banyak rasanya sebagai modal awal. Hadiahnya saya bayangkan juara pertama 1 juta, kedua 750 ribu, ketiga 500 ribu dan ditambah 7 orang lainnya yang mendapat paket buku dan sertifikat/piagam. Sisa modal yang lain mungkin bisa dikumpulkan dari penjualan buku sepanjang lomba tersebut berlangsung.

Saya tahu ini amat berat. Bukan soal uangnya. Seperti yang saya sebutkan di atas untuk resensi saja mengapa harus mendaftar dan membayar? Ini jelas tidak adil. Tak ada lagi yang bisa saya lakukan sementara ini sodara-sodara. Modal awal harus ada, dan saya tak berani mengambil resiko yang membahayakan. Saya hanya berharap akan ada kawan-kawan yang punya buku sastra mau berpartisipasi dengan membantu pendanaan awal tersebut. Jika saja 25 buku terpenuhi, tentu rencana selanjutnya akan berjalan lebih teratur.

Rencananya begini. Setiap peserta Lomba Resensi Buku Sastra diwajibkan membeli satu buku yang sudah dimasukkan ke dalam daftar buku yang dijadikan bahan untuk lomba. Karena belum tahu seberapa besar minat peserta, maka akan dibatasi 20 resensi. Begitu satu buku sudah teresensi sebanyak 20, maka untuk naskah tersebut ditutup dulu, untuk memberi kesempatan pada buku-buku lainnya diapresiasi. Jika peserta melimpah diluar target peserta sebanyak 250 resensi (ah, dengan hadiah segitu, ditambah dengan kewajiban tertentu, adakah yang akan berminat?) maka dibebaskan berapa pun resensi untuk buku tertentu. 20 resensi adalah target. Sebab, saya berharap penulis yang bukunya ingin diresensi juga diharuskan menyertakan bukunya 10-20 eksemplar untuk kami bagikan ke peserta lomba resensi. Ini tentu menjadi syarat karena itu akan menjadi syarat pula bagi peserta resensi.

Apakah tulisan saya bisa dipahami? Mungkin jika membuat semacam pengumuman, saya akan membuatnya seperti berikut, yang tentu akan mengalami beberapa perubahan tertentu jika ada masukan nantinya. Berikut kira-kira bahasanya:

Persiapan Naskah untuk Lomba Resensi Buku Sastra

Jualan Buku Sastra yang beralamat di http://jualbukusastra.blogspot.com, dan group di FB/Jualan Buku Sastra berencana mengadakan lomba Resensi Buku Sastra pada tahun 2012 ini, Ada pun buku-buku yang akan diresensi adalah buku-buku yang stoknya tersedia di blog tersebut. Peserta resensi diwajibkan membeli salah satu buku yang sudah disiapkan daftarnya, nota pembelian sekaligus menjadi kupon kepesertaan mereka.

Ide ini berangkat dari satu pemikiran sederhana. Ada banyak buku sastra yang diterbitkan sepanjang, namun tidak semua buku sastra mendapat apresiasi yang layak. Seringkali buku-buku yang diterbitkan secara terbatas, oleh penerbit kecil, tak jarang dimodali oleh penulis sendiri memiliki kendala dalam apresiasi, maupun distribusi. Distribusi buku yang tidak berimbang ini membuat buku-buku sastra tertentu sulit dicari di tempat lain.

Untuk itu, kami mengundang kawan-kawan yang memiliki buku sastra untuk bekerjasama dengan kami dalam rangka Lomba Resensi Buku Sastra, di mana bukunya dijadikan salah satu naskah yang dilombakan. Kami mengutamakan buku-buku sastra yang diterbitkan secara indie/alternatif yang secara distribusi, jumlah, dan apresiasi masih memiliki banyak kendala. Undangan ini ditujukan kepada penulis, bukan untuk penerbit. 

Ada pun syarat-syaratnya sebagai berikut:
  1. Jumlah buku maksimal untuk daftar buku yang dijadikan Lomba resensi Buku Sastra adalah 25 buku.
  2. Buku yang ingin dijadikan daftar buku yang diresensi merupakan buku-buku sastra yang terdiri dari kumpulan cerpen, Puisi, Novel, kumpulan esai dan kritik sastra.
  3. Buku tersebut diterbitkan sepanjang 2009—2012
  4. Tiap penulis hanya boleh menyertakan satu buku saja.
  5. Bersedia memberi sumbangan sekaligus biaya promosi sebesar 100.000 rupiah.
  6. menyediakan 10-20 eksemplar buku dan dikirimkan ke panitia.
  7. untuk alasan kualitas dan mutu karya, keterwakilan pengarang, serta jumlah buku yang diresensi, panitia memiliki hak untuk memilih buku sastra tertentu yang akan dijadikan bahan Lomba resensi, dan buku lainnya tetap akan dijual dan dipromokan dengan sistem biasa.
  8. Tawaran kerjasama ini terbuka hingga 31 Januari 2012.
  9. Kesediaan sebagai peserta harap dikonfirmasi ke nomor kontak: 081802717528.

Ketentuan Lainnya:
  1. Bagi teman-teman bersedia bekerjasama silahkan mengkonfirmasi kami di nomor 081802717528 (Indrian koto) dan mengirimkan donasi sebagai bantuan persiapan lomba dan hadiah bagi pemenang ke BNI Cabang UGM dengan No rekening 0117443522 atas nama Indrian Toni.
  2. Buku yang ingin disertakan sebagai naskah lomba dikirimkan ke: Indrian koto, Jalan Bimo Kurdo No 8, Sapen Yogyakarta sebanyak 10-20 eksemplar buku.
  3. Adapun syarat-syarat kerja sama penjualan di Jualan Buku Sastra adalah memberikan potongan 40-50%.
  4. Kami membatasi maksimal 20 resensi untuk masing-masing buku yang menjadi naskah lomba dengan pertimbangan buku-buku yang lain juga mendapat kesempatan yang sama.

Hadiah untuk peserta Resensi Buku Sastra adalah: Juara 1 mendapat uang tunai senilai Rp 1000.000 ditambah piagam dan paket buku, Juara II mendapat uang tunai sebesar Rp 750.000, pagam dan paket buku, dan juara III uang tunai senilai Rp 500.000 ditambah piagam dan paket buku. Tujuh nominator lainnya akan mendapat piagam dan paket buku.
Resensi akan digunakan sebagai promo buku dan diposting di: http://jualbukusastra.blogspot.com, dan http://pustakapelabuhan.blogspot.com           

            Begitulah kira-kira. Ah saya memang tidak pandai berbahasa. Berilah saya semacam komentar yang membangun. Pliss..!!!

6 komentar:

M. Faizi mengatakan...

saya masih punya waktu untuk berpikir untuk mengikutsertakan buku saya yang kebetulan dijual secara indie ini :)

ide bagus dan mahal, Kawan Kuli :)

kuli Pelabuhan mengatakan...

Terima kasih Lorah. Saya senang sekali jika Permaisuri Malamku bisa diikutkan. Saya sebenarnya tak ingin ada sumbangan macam ini, cuma saya belum tahu seberapa besar antusias kawan-kawan peserta, apalagi dengan hadiah yang mungkin tidak terlalu besar dan wajib membeli buku itu.

Jika saja ada lebih dari 25 buku yang masuk, akan ada seleksi naskah di mana yang jadi bahan pertimbangan adalah: sistem penerbitan, kota di mana buku itu terbit, jangkauan dan sistem distribusi, seberapa banyak apresiasi terhadap karya yang dimaksud dan tak kalah penting kualitas dan unsur sastrawi.

Semoga Lorah berkenan ikut.

M. Faizi mengatakan...

Semoga rennaca ini berjalan mulus... saya mendoakan secara serius, lebih serius dari komentar ini :-) Bang...

kuli Pelabuhan mengatakan...

makasih Ki Faizi. Amin...

artika maya mengatakan...

menarik ide ini. sukses utk acaranya. mgk nanti saya bantu share di blog dan twitter saia.

kuli Pelabuhan mengatakan...

makasih bu maya. terima kasih sekali. mohon masukannya juga..