15 Mei 2011

Berguru Pada Pesohor Resensi Diana AV Sasa dan Muhidin M Dahlan



Judul Buku      : Berguru Pada Pesohor
  Panduan Wajib Menulis Resensi Buku
Penulis             : Diana AV Sasa, Muhidin M Dahlan
Penerbit           : 1# dbuku
Cetakan           : I, April 2011
Tebal               : 266 halaman

Harga             : 60.000

            Saya memulai paragraf pertama ini sesuai petunjuk yang ada dalam buku yang baru selesai saya baca berjudul Berguru Pada Pesohor Panduan Wajib Menulis Resensi Buku  Berguru pada Pesohor Panduan Wajib Menulis Resensi Buku, uh pasti buku tips lagi nih. Dalam buku ini dikatakan, jika paragraf pertama  bisa ditaklukan, maka (paragraf) selanjutnya akan lebih mudah (hal. 92). Lalu ia memberikan beberapa model paragraf pertama yang biasa dipakai dalam menulis sebuah resensi buku.
            Nah, saya menyelesaikannya tanpa tahu apakah saya sedang meniru salah satu gaya pembukaan paragraf seperti yang disarankan. Setidaknya, menurut buku ini, paragraf pertama sebuah resensi memiliki beberapa metode dan bentuk, di antaranya pola dan metode yang biasa digunakan dalam jurnal-jurnal ilmiah, bisa pula dengan pertanyaan, membicarakan penulis buku, mengupas gaya penulisan, deskripsi, kisah yang paling menarik dari buku, bentuk dan fisik buku, langsung masuk dengan mengkritik, mengutip tulisan  seseorang untuk ditempelkan, mengupas keunggulan buku, memperbandingankan isi atau karya pengarang yang sama, memasukkan angka-angka unik sebagai data atau bisa pula dengan sebait puisi atau kata-kata indah lainnya.
            Tak sampai di situ, buku Berguru Pada Pesohor Panduan Wajib Menulis Resensi Buku  Berguru pada Pesohor Panduan Wajib Menulis Resensi Buku ini memiliki pretensi besar mengajarkan seseorang untuk bisa menyelesaikan bacaan dan mengakhirinya dengan sebuah resensi. Kedua penulis ini memulai dengan menjelaskan apa itu resensi, untuk apa, bagaimana bentuk resensi, mengapa harus resensi dan soal-soal lainnya. Setelah menjelaskan bagian tersebut mereka lalu mengajak kita mempersiapkan segala sesuatunya. Di mulai dengan memilih buku, jenis buku, lalu menekuninya dan menuntaskannya dengan beberapa cara, menyiapkan beberapa pertanyaan terkait buku yang dibaca. Setiap jenis buku ternyata memiliki daftar pertanyaan yang berbeda. Bergantung buku apa yang hendak diresensi.
            Mereka juga memperkenalkan halaman 4 yang jarang diperhatikan para pembaca umum. Setelah itu mereka mulai menjelaskan model-model resensi. Dalam pandangan mereka setidaknya ada beberapa bentuk resensi pada umumnya; ada yang berbentuk rangkuman, mungkin seperti saya lakukan sekarang, yaitu menceritakan keseluruhan isi buku tersebut, model resensi lebih dari dua buku, ditulis dalam bentuk catatan perjalanan atau dengan model kritik, serta bisa pula dengan gaya bercerita. Mereka hendak mengatakan, “suka-suka lu aja deh chin.. pilih mana yang membuat elu nyaman.”
            Apakah kita akan langsung menulis sebuah resensi? Eit, tunggu dulu. Ada beberapa strategi yang harus dilakukan untuk membuat judul agar pembaca terus bertanya-tanya begitu judul resensi anda ada di depan mata mereka. Pola memilih judul ini mereka jelaskan satu persatu lengkap pula dengan contoh dan dikutip dari mana dan oleh siapa. Setelah itu masuk ke paragraf awal yang saya gambarkan sebelumnya tadi. Setelah anda merasa mampu menaklukan paragraf pertama, masuklah ke tubuh buku dengan beberapa pola yang ada disertai contoh sebelum akhirnya anda menguncinya dengan paragraf terakhir.
            Tak sampai di situ, buku Berguru Pada Pesohor Panduan Wajib Menulis Resensi Buku  Berguru pada Pesohor Panduan Wajib Menulis Resensi Buku ini benar-benar memprovokasi kita, setidaknya saya, untuk segera mencoba menulis resensi, seperti yang saya lakukan sekarang ini. Ia mengajarkan kepada kita beberapa tips-tips setelah anda melampaui proses-proses tadi. Keduanya lantas mengajak kita untuk menulis resensi sebanyak-banyaknya dan mempublikasikannya, baik di halaman media massa yang listnya diberikan mereka, atau dib log pribadi dan semacamnya. Jika tertarik, bisa menerbitkannya. Intinya mereka seperti pengen bilang. “Kerja elo enggak sia-sia kok say.” Mereka juga mengajarkan bagaimana proses menerbitkan buku hingga mendistribusikan. Dengan baik hati diberikan pula list beberapa situs dan blog yang konsen pada resensi, Koran dan halaman resensinya serta alamat e-mailnya. Betul-betul pemurah mereka.
            Membaca buku ini saya rasa anda akan menjadi saya yang sekarang. Begitu menuntaskan bacaan lalu bersegera meresensinya. Dengan bahasa yang ringan buku ini mengajak kita berpikir yang ringan-ringan tentang sebuah buku. Ia menjebak kita untuk segera mencoba meresensi. Muhidin dan Sasa menganalogikan resensi buku seperti rumah yang memiliki bagian depan, ruangan dan halaman belakang serta perabotan-perabotan di dalamnya. Ibarat KTP, buku juga memiliki identitas sendiri yang bisa anda kenali di sini. Komplit-plit deh.
            Tak butuh waktu lama untuk menghabiskan 266 halaman buku yang ‘nakal’ dan ‘genit’ ini. Namun tak segampang itu mengenyahkan dari kepala. Mereka memperlakukan resensi dengan sangat wah dan mewah. Bahwa resensi bukanlah semata-mata sekedar hobi, atau sekedar mencari uang, tetapi resensi juga bisa menjadi “pembunuh” sebuah buku.
            Dengan contoh-contoh yang tersebar di sepanjang halaman, kedua penulis pecinta buku ini berusaha menjebak pembacanya untuk terlibat. Sebuah buku yang memperlakukan pembaca untuk bersikap aktif. Mereka habis-habisan menguliti resensi dan menelanjangi resensi yang ternyata begitu seksi. Dengan royal mereka membagi-bagi semua ilmu resensi di sini. Resensi betul-betul mereka kupas sampai bugil. Jika mau, meski mereka tak meniatkan, buku ini tak semata-mata sekedar ditujukan untuk resensi, tetapi juga bisa menjadi pengantar menulis artikel, esai, atau juga cerpen.
            Sejak dari cover buku Berguru Pada Pesohor Panduan Wajib Menulis Resensi Buku  Berguru pada Pesohor Panduan Wajib Menulis Resensi Buku ini memang sudah tampak nakal dengan menampilkan kata-kata yang menjadi sub-bab dengan beberapa warna yang sungguh mati saya tak paham. Susunannya sampai detik ini tak saya kenali. Jika anda tahu, tolong kasih tahu saya. Selebihnya buku dengan cover dominan warna hitam ini minta segera dibuka.
            Sebuah “ancaman” di bagian bawah cover tertulis nyata, Limited Edition. Anda harus bersegera membelinya. Saya pastikan tak akan tersebar di took buku, kalau pun ada tak akan banyak. Ada sangat beruntung bila mendapatkannya. Saya merekomendasikan buku ini sebagai buku pertama untuk jenis-jenis buku yang layak dibaca. Apalagi untuk anda pecinta sastra dan terutama pecinta buku. Saya memasukkannya sebagai kategori buku tips atau sejenis buku how to yang mesti anda baca sekarang. Tidak ada alasan untuk menunda. Jika anda tak punya bukunya, dengan tegas saya katakan: segera Beli!
            Beberapa kali buku ini menyebut kata indeks namun tak disertai dengan itu, sebab ini buku tentang resensi buku, bukan tentang buku. Meski terkenal teliti, dan melibatkan Gita Pratama sebagai pemeriksa aksara (sialan, nah kan, saya terjebak juga untuk membaca identitas buku), beberapa kesalahan ketik terselip juga dalam halamannya. Halaman  72 sebagai umpama, kata satu menjadi sau, dan di dua halaman lain, yang astaga, saya lupa mencatatnya. Buku yang saya pegang halaman 75 turun ke bawah, dua halaman berikutnya kosong, lalu disusul dengan halaman 76 yang naik ke atas. Kekurangan yang terakhir ini tentu saja kesalahan dalam proses cetak-mencetak.
            Kenapa pula salah ketik di tiga halaman itu saya persoalkan, sementara tulisan saya dipenuhi kata yang salah ketik dan nyaris tidak diedit? Semata-mata mengikuti saran buku ini, yang katanya, “Meskipun kesalahan bahasa atau kesalahan ketik adalah urusan editor dan pemeriksa aksara, tapi ini bisa menjadi cacat kecil dari sebuah buku yang bagus”. Ini buku sebuah buku yang, saya harus jujur mengatakan, bagus. Kalimat terakhir ini yang memaksa saya melakukannya. Lagi pula tak ada lagi kekurangan yang bisa saya tuliskan.
Untuk anda semua, saya katakan: “Segera baca buku ini. Jika anda tak tahu harus mendapatkannya di mana, silahkan pesan ke saya saja. Mari Berguru Pada Pesohor Panduan Wajib Menulis Resensi Buku  Berguru pada Pesohor Panduan Wajib Menulis Resensi Buku ”.

Yogyakarta, 14 Mei 2011


2 komentar:

kelana tak bersejarah mengatakan...

wah, bagus sekali praktek menulis anda, mas. habis membaca langsung dipraktekkan. saya tunggu karya resensi mas di koran-koran deh. :-)

kuli Pelabuhan mengatakan...

aih kelana tak bersejarah ganti nama blog lagi ya?? hehehhe...

begitulah, ternyata pengen ngeblog terus nih