Igauan Tentang Diri
akhirnya, aku mahir menggambar hujan menirukan langkah-langkah pulang menulis reklame-reklame sunyi dan menempelnya di bebatang pohon sepanjang jalan
(di halte malam jatuh, Zen Hae)
Mungkin beginilah hidupku nanti; Pada sebuah waktu yang panjang, yang tak aku duga saat tepatnya, aku hanyalah sendirian tanpa kawan. Pada suatu pagi, ketika seseorang membangunkanku, ia mendapatiku sudah tak ada. Kepergian yang betul-betul sendiri, di sebuah tempat yang asing. Orang-orang nyaris tak mengenal diriku. Mati dengan sendiri, tanpa ada yang menyaksikan. Aku tak ingin mereka yang hidup melihatku begitu cengeng berhadapan dengan maut.
