16 Feb 2007

tentang hidup, tentang mati, hari ini, besok dan setelahnya....

ah..aku ngantuk.. capek...lelah.. aku tak tahu lagi mau apa dan sedang apa
segalanya begitu tidak meyakinkan. segalanya tampak begitu suram. apa yangs edang aku pikirkan? apa yangs edang aku lakukan? apa yang sudah aku bisa?
segalanya tampak tak ada. dan aku...
oh, aku semakin senja. akus emakin lelah.
aku ingin sedikit berkata, sekedar mengingatkan kau bahwa:

ketika bumi ini terlelap dalam kesunyian abadi

aku masih terjaga menungguimu.

ketika malam merangkak di pucuknya, aku masih berkata-kata

tentang cinta.


dan bila hidup mengembalikan apa saja ke asal mula

aku masih saja merapal ingatan kepadamu

bahkan, malam pun serupa lantunan doa

sebab cinta tak mengenal batas siang atau malam

tidur atau jaga


maka, sempurnakanlah pejammu

sebab pada mimpi buruk sekali pun

akan kau temukan tanganku terulur kepadamu

dan cinta adalah yang bisa merapikan segalanya

dari dosa dan rahasia.


ketika malam mengembalikanmu pada

kesucian paling purba

segala asal mula sedang digarap untukmu

dan ketika terbangun dan kau menjumpaiku dengan seonggok kisah basi

maka itulah cinta.

demikianlah aku. demikianlah kisah, demikianlah hidup demikianlah waktu..

demikianlah...

2 komentar:

badri mengatakan...

Bung, aku sudah singgah ke pelabuhanmu... Suasananya begitu dingin, seperti sebuah ruang perenungan, ruang berimajinasi... Memberangkatkan kata, mendatangkan kata, menyemainya menjadi karya yang luar biasa....

salam hangat

lelaki pelabuhan mengatakan...

terimakasih jika anda sudah berlabuh di sana. ah, pelabuhan tak pernah menjanjikan banyak hal selain gemuruh keberangkatan dan tangis pertemuan. ah, apa yang bisa kita maknai dari kepergian dan kepulangan? bukankah keduanya serupa telur dan ayam?

dan bung, sekarang aku mau tanya-tanya bikin blog yang menarik serupa milikmu itu. nuhunnn....

salam,
koto