16 Feb 2007

sepenggal gelisah










  
Aku ingin mencatat apa saja. Segalanya. Tapi betapa aku tak bisa mehuliskan apa-apa. Tak ada yang bisa kusampaikan, tak ada yang ingin keluar dari kepalaku.

Setelah naskah-naskahku hancur, catatan, daftar referensiku hilang semua, segalanya jadi tidak menyenangkan. Tak ada yang bisa aku lihat, tak ada yang bisa aku edit sama sekali. Segalanya menjadi begitu jauh. Begitu sulit.

Semula aku masih punya beberapa naskah puisi dan cerpen yang masih bisa diedit dan dilanjutkan. Tapi sekarang, dengan kondisi seperti ini, rasanya sudah tidak ada apa-apa lagi.


Sudah lama memang aku tak lagi menulis. Sejak aku september tahun kemarin. Sampai hari ini tak ada satupun cerpen yang bisa kuselesaikan. Sebenarnya ada apa ini? Apakah aku memang tidak akan pernah menjadi penulis?


Dan kini, setelah segalanya hilang, aku merasa sudah semakin asing. Aku tak bisa lagi menulis apa pun. Aku semakin jauh. Jauh... jauh.. jauh dan semakin jauh...


Kamis, 15 Februari 2007

2 komentar:

lelaki pelabuhan mengatakan...

komentarin dong.....

master69 mengatakan...

Salam Kenal,
Kegelisahan adlah sebuah refleksi diri akan adanya suatu tuntutan perubahan hidup, biasanya diawali oleh sebuah keinginan yang belum terpenuhi, sehingga perasaan yang demikian selalu membayangi... survive terus .... tetap jaga semangat, dan jangan banyak menyendiri..., banyak pelaut yang tetap eksis sampai usia senja dan mereka sukses seperti Ayahku "sang penakluk Gelombang" mendidikku sampai sarjana, dan aku bisa bekerja di Pelayaran tertua di Indonesia Djakarta LLoyd, tanks tetap semangat Friend

http://infotaintment.blogspot.com