26 Jul 2007

Sebuah Petang, Aku Tengah Menduga Petang Lain yang Berisi Petang yang Lain.

Aku bertemu banyak orang, aku kehilangan banyak orang.
Petang ini, waktu merujuk pada tanggal 26 Juli 2007. Aku merindukan banyak orang, begitu saja. Barangkali matahari yang cahayanya terasa teduh ini telah membangkitkan sedikit imajiku pada masalalu. Benar katamu Zen, masa lalu tak bisa dipintal. Ia hanya bisa diingat, memaafkan dan membiasakan diri dengannya.

22 Jul 2007

sebuah rencana, sebuah perkara

saya akan bersoal soal perkara dulu:
-sebagai seorang yang terlalu tolol dan bodoh (hanya kuli, saudara-saudara, yang berdebar menunggu kapal lewat. mantan kuli tepatnya, di mana dulu pelabuhan ini pernah ramai oleh deru keberangkatan dan kepulangan) saya selalu gagap dengan tampilan blog saya. tentang parangraf-paragraf yang tak muncul di posting, tentang pilihan2 yang hilang. aduh, aku bingung.

Penyair Yogya yang Bagaimanakah?




(Soal FKY dari Genthong dan Aguk Irawan; sebuah kegelisahan identitas)
Munculnya polemik seputar penyelenggaraan event tahunan Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) telah membukakan mata kita akan ruang-ruang kreativitas yang selama ini abai diperhatikan. Gugatan dan pertanyaan atas siapa penyelenggara, siapa koordinator dan sebagainya telah membukakan kita akan sebuah ‘ranah’ kreativitas. Sebuah gugatan akan lokalitas, tempat dimana sang penyair lahir, tumbuh dan besar. Jika polemik semacam ini menyadarkan kita akan kekosongan ruang kreativitas, boleh jadi ke depan –untuk waktu yang tak bisa dirumuskan– kita memerlukan polemik, setidaknya menjaga dan mempertahankannya untuk keberlangsungan proses kreatif dalam dunia kepenulisan.

16 Jul 2007

sebuah kehilangan

ia menyerahkan tubuhnya pada kereta api yang melesat dari Yogya menuju Solo. pagi itu pukul 07 pagi hari Jumat 13 Juli 2007. selesai shalat subuh berjamaah waktu itu. dari Utara dia berjalan ke Selatan demi maut yang ingin dosongsongnya.

segalanya sudha direncanakan begitu pasti. surat itu dikirimkan seharis ebelumnya. sebuah surat wasiap yang lebih kurang berbunyi:
"jika kalian membaca surat ini, berarti aku sudha mati. jemput mayatku di sebuah masjid yang ada dalam denah bagian belakang surat ini..."
selebihnya absa-basi lainnya.