27 Apr 2007

Berita duka

hu..hu.. niatnya sih mau ganti templete dah dibantuin kak wahyu, eh akunya lupa simpan temlet lama. duh.. hilang deh tampilannya. hahha.. gpp.. gpp.. nyantai aja bos...

23 Apr 2007

Selembar Surat yang Menghukum

Kali ini aku akan bercerita lewat selembar surat. Dengarlah:

kau membalas suratku juga.
Tahukah, saat aku membacanya, aku hanya tercengang. Pelan aku merasakan ada yang basah dan berat di kedua mataku.
: Aku memang cengeng.


Aku membaca surat terakhirmu dengan kecamuk ingatan. Segalanya berkelebat di kepalaku. Sesaat aku dihinggapi sejuta rasa bersalah. Aku berhadapan dengan serpihan kenangan yang memburu
ku tanpa ampun.

20 Apr 2007

Sajak Sutan Tsabit Kalam Banua

Sumpah, aku kaget ketika membaca puisi ini dan dikatakan ini karya Tsabit. bagimana tidak? duh, aku yang barangkali terlambat mengikuti gerak-gerik bocah kecil ini.

12 Apr 2007

Harie IP: Tiba-tiba Vinni, Tiba-tiba viddi, Tiba-tiba dia Vicci, Tiba-tiba..


Haruskah aku menyayat lukaku padamu?
Jika padamu luka itu sendiri
(Jika Aku Datang, Harie IP)

Dia makhluk yang penuh kejutan dan keajaiban, percayalah pada saya si tukang cerita.


Ia datang bulan puasa ketika kami berkumpul di rumah Mas joni Ariadinata. Waktu menjukkan hari jumat, aku lupa apakah saat itu tahun 2004 atau tahun 2005. tapi aku lebih percaya yang pertama. Siang itu dia datang dan menjabat tangan kami satu-satu, Mas Joni, bang Raudal, Ibed Surgana Yuga dan Aku.

11 Apr 2007

kangen Tsabit Nih......

aduh, kangen ma Tsabit nih.... (Sekelumit Tentang Ponakanku)

Sutan Tsabit Kalam Banua tiba-tiba aku merindukannya, setelah pertemuan kami yang terakhir ketika acara "Obituari Seorang Gus" Malam mengenang Almarhum Zainan Arifin Thoha. Itu malam terakhir saya melihatnya.


9 Apr 2007

poetika Riwayatku Kini II

Kami sepakat menempati rumah yang dibagi kamar per kamar itu. Ada enam kamar yang pintunya saling membelakangi dan sebuah ruang tengah kecil memanjang tempat kami bisa berkumpul nanti.

Alasannya sederhana: pertama, waktu kami (aku dan Ucup) hampir habis, kami tidak mau membikin masalah dengan ibu kos yang lama. Kedua, Pak Kos baru kami dengan sedikit baik hati mau mempercayakan rumahnya pada kami orang-orang yang tak punya uang ini. Ini menjadi alasan kedua kami. Selain itu, di belakang ada sungai dan sedikit ada ruang kosong dan kursi tua tempat kami bisa berkumpul dan ngobrol-ngobrol nantinya. Dan yang keempat adalah ada sedikit kebebasan bagi kami untuk berteriak di tengah malam sekali pun, siapa pun akan boleh menginap dan sebagainya.

5 Apr 2007

Tentang Kehilangan



aku kehilangan banyak hal beberapa waktu ini. kehilangan sesuatu yang tampak, nyata dan ada sampai kehilangan sesuatu yang khayali, imaji dan nihili.