
(Sebuah Ingatan Sederhana)
Awal tahun 2006 aku mencoba hidup nomaden. Setelah dua tahun di Rumahlebah aku ingin jalan-jalan keluar dulu, menghirup hawa yang lain. Perempuan tentu juga salah satu alasannya. Di selatan, di Sewon sana, seseorang telah membuat aku tak bisa tidur olehnya. Peristiwa sederhana yang membuatku sangat tersiksa. Mengapa jatuh cinta membuat diri terasa begitu kanak?
Yuli, sebut saja dia begitu. Aku mengenalnya begitu saja di antara anak-anak ISI. Teater dia. Kisah kami berjalan seminggu, tapi menyiksaku berminggu-minggu kemudian. Tak ada apa-apa yang terjadi, percayalah. Kisah kanak yang singkat. Di mana kesepian telah menyuburkan sesuatu yang lain di hatiku.
Maaf, aku sedikit melankolik. Kembali ke leptop, ya. Apa? Sudah, jangan ditanya lagi perempuan ini. Kukatakan ini hanyalah kisah kecil yangs ederhana, sebagai bentuk kesunyian saja. Dia pergi tanpa pernah tahu aku mencintainya. Ke Kalimantan, tak ada yang tahu jejaknya. Kalau pun kini aku bertemu tentu persoalannya tidak akan sama lagi, karena dua bulan sejak kejadian itu aku sudah selesai dengan semua persoalan itu. Kuharap kau tidak akan bertanya lagi.


