<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-32296052</id><updated>2012-01-24T22:52:42.455+07:00</updated><category term='perjalanan'/><category term='Ngoceh di Blog'/><category term='curhat'/><category term='tulisan malas'/><category term='obituari'/><category term='info tak penting'/><category term='pilem'/><category term='yang hidup yang dicatat'/><category term='puisi'/><category term='cerpen'/><title type='text'>Kuli pelabuhan</title><subtitle type='html'>Mencatat (yang) Hidup</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://indriankoto.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32296052/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indriankoto.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32296052/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>indrian koto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>177</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32296052.post-6906601469321663489</id><published>2012-01-20T07:22:00.000+07:00</published><updated>2012-01-20T07:36:57.147+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='info tak penting'/><title type='text'>Koruptor Dibakar dan Digebuk Massa, di telanjangi, Kuku Dicabut, Jari Diinjak, Di Sundul Rokok, Mati di Sel, ....</title><content type='html'>&lt;div class="mbl notesBlogText clearfix" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://opiniorangbiasa.blogspot.com/2010/08/skali-korupsi.html" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-TS-kSd5JfKQ/TxizgcwoiAI/AAAAAAAABRI/QGYKKCzePmU/s320/gantung+koruptor.jpg" width="275" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;Sudah saatnya koruptor dianggap sebagai tindak kriminal yang layak masuk Meteor, Merapi, Pos Kota, Lampu Hujau dan koran kuning apa pun di negeri ini, dengan narasi dan foto2 yang 'berani'. Sudah saatnya koruptor masuk buser, patroli dan berita kriminal sejenis di televisi. Kita memperlakukan koruptor terlalu wah, menempatkannya dalam isu politik dan hukum, menjadikannya headline di sejumlah media bercampur dengan peristiwa politik, sosial, bencana dan semacamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Koruptor adalah maling, harusnya juga bisa digebug warga, ditelanjangi, diarak keliling kampung, diantar beramai2 ke kantor polisi dengan wajah tak bnerbentuk. Dia itu pencuri yang dibakar massa, dia itu resedivis yang yang mengambil sesuatu sembarangan, yang mendapat nilai buruk dari masyarakatnya, tak dianggap, diomongkan di setiap pembicaraan para tetangga, tak diterima di tempat ibadah, terhina dan tak punya pekerjaan. Koruptor itu pemerkosa dan pembunuh, maka balsem saja kelaminnya, tempatkan dia dengan rombongan penjahat homo. Karena dia menipu, maka telanjangi dia, hajar telinganya sampai pekak, pukul mulutnya biar darah menyebur dari situ, giginya patah, dan wajahnya remuk...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koruptor adalah kriminal, jempol kakinya harus diinjak bangku dan kaki meja, kuku2nya harus dicabut, bahu, tangan, perut dan pahanya harus dibakar rokok. Dia harusnya berjalan terpincang2 dan meraung2 pada keluarganya minta dibebaskan. Koruptor harusnya penjahat yang mati di kantor polisi dengan wajah hancur lalu dibilang bunuh diri, dilakukan otopsi sekadarnya, dan kasus selesai. Koruptor adalah ia yang ditembak dan pelurunya diambil tanpa dibius.Koruptor adalah ia yang ditemukan mati mengambang di sebuah kali. Koruptor adalah wajah yang berminggu-minggu di kamar mayat tanpa ada yang mengenali, Koruptor adaah mayat yang dimutilasi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena koruptor adalah pelaku kriminal yang lain, maka perlakukan ia sepereti maling ayam, pencuri celana dalam, tukang palak, perampok di angkutan umum, maling penjebol atm. Atau perlakukan maling, pembunuh, pemerkosa kelas coro agar hak yang sama dengan koruptor. Bersih, rapi, dan gagah, elegan, penuhs enyum ke pengadilan, bis atak adatang alasan sakit, bisa diperiksa ke rumah sakit, disorot media berkelas dan menjadi selebriti....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siksa dia seperti menghukum teroris. berlakukan tembak di tempat untuk koruptor, giring dia seperti layaknya maling besar (dan memang maling besar) dan pengamanan tetat batapa ia adalah teroris sejati. Serbu rumahnya, panggil media untuk meliput pengepungan semalam suntuk, besoknya tembak dia di kamar mandi, katakan, inilah penjahat yang sudah lama kami cari-cari. nanti boleh saja dianggap salah tangkap, asal masih koruptor sejenis...Kita tak menganjurkan kekerasan, tapi jika kekerasan bisa dialami dan diderita oleh penjahat2 kecil atau mereka yang dituduh penjahat kenapa tak bisa juga hal yang sama dialami koruptor? Mereka lebih brengsek lo, lebih kejam lo, lebih sadis, lebih najis, lebih tak berperikemanusiaan, lebih tidak manusiawi, lebih tak bermoral, tak beradab, busuk, kotor, hina, dari penjahat lainnya. Setidaknya, dia tak lebih baik dengan apa yang kalia pikir tentang penjambret, pemerkosa, lonte, pemabuk mana pun di dunia. Koruptor adalah BAPAK KEJAHATAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stop korupsi dan yang lebih penting, BERHENTILAH UNTUK MELAKUKAN KEKERASAN.&amp;nbsp; Ane akan pertamax, gan! Tolong, jangan biasakan kami dengan peristiwa kotor, darah, teror dan ancaman ketakutan. Jangan wariskan anak-anak kami dengan kongkalingkong tengik, busuk, najis, gak hue banget, lu-gue, end. Anak-anak kami akan terbiasa dengan hukum kentang dan lebay itu. Plis dech. Jangan over ke orang kecil, jangan banyak alasan untuk membela yang besar. Hukum, bertingkalah yang sama dan adil. Kami memang tak tahu hukum, tapi apakah maling yang tewas di pasar itu mengerti hukum dan hak-hak terdakwa, apakah penjambret itu paham akan teori hukum pidana yang diperdebatkan di layar kaca, ketika kasus seorang korupror sedang 'pura2' di meja hujau?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biarkan anak-anak kami merasa ngeri dengan kata 'korupsi'. Biar mereka dengan wajah tegang menyimpan masa lalu generasi kita. "Cerita gag ea......"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Selamat datang, selamat bersandar di sini,sebelum anda pergi lagi&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32296052-6906601469321663489?l=indriankoto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indriankoto.blogspot.com/feeds/6906601469321663489/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32296052&amp;postID=6906601469321663489' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32296052/posts/default/6906601469321663489'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32296052/posts/default/6906601469321663489'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indriankoto.blogspot.com/2012/01/koruptor-dibakar-dan-digebuk-massa-di.html' title='Koruptor Dibakar dan Digebuk Massa, di telanjangi, Kuku Dicabut, Jari Diinjak, Di Sundul Rokok, Mati di Sel, ....'/><author><name>indrian koto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-TS-kSd5JfKQ/TxizgcwoiAI/AAAAAAAABRI/QGYKKCzePmU/s72-c/gantung+koruptor.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32296052.post-4607450969824549921</id><published>2012-01-17T23:56:00.001+07:00</published><updated>2012-01-17T23:57:08.173+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='curhat'/><title type='text'>Kontrakan</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;   &lt;m:dispdef&gt;   &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;   &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;   &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;   &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;   &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;   &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;  &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt;&lt;/m:wrapindent&gt;&lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://rumahku.com/advices/read/10055-Rumah-mungil-agar-tetap-tampil-cantik" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://4.bp.blogspot.com/-u3ls1lNMUtQ/TxWoHBziFiI/AAAAAAAABRA/grEp78ArbYc/s320/rumah_mungil1.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Jika pergi ke suatu tempat, saya selaluberpikir akan kembali ke sana dan memiliki dan memiliki sebuah rumah. Di sebuah kotaasing, di tempat yang baru, ada pintu yang bisa dimasuki, sungguh betapanyamannya. Saya orang yang setia,sungguh. Jika pun saya mengatakan ada rumah untuk pulang. emiliki banyak rumah seperti memilikibanyak tempat untuk sembunyi. Saya tidak muluk-muluk, saya tahu harga tanahyang selangit. Rumah yang saya maksudkan, tentu rumah yang saya kontrak danbisa diperbarui setiap tahun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Impian punya tempat tinggal banyak inisudah sejak lama ada di kepala saya. Sejak kecil malah. Awalnya mungkin sekedarkamar dengan segala perlengkapan yang membuat saya tak ingin ke mana-mana.Sebuah kamar di mana saya bisa melakukan hal apa pun tanpa takut diketahuiorang lain. Lama-kelamaan saya ingin punya rumah diatas bukit. Bukit yang sendirian di antara tumpukan pegunungan yang memanjangdi belakang kampung saya. Gunung yang saya datangi sekali saja, yang ternyatamemang demikian indah. Rumah di puncak bukit, duhai…&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;“Bagaimana kalau mandi atau kebutuhan habismalam-malam? Jauh loh kalau mau turun ke bawah,” kata seorang kawan yang sayasudah lupa namanya. Saat itu, jarak dan kebutuhan tidak penting bagi saya. Saatini saya memang memikirkan kata-kata itu. Kesimpulan kecil yang bisa sayapetik: realitas itu tak bisa melulu dibangun dari mimpi, meski pun mimpi bisamenghidupkannya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Di Yogya, saya ingin punya rumah lainselain kos-kosan saya yang sekarang dan sebentar lagi habis masa kontraknyaitu. Meski pun punya rumah lain, tempat yang sekarang saya tempati ini tetapakan saya tempati, begitulah keinginan. Saya ingin punya rumah di tengah sawah, di pinggir rel keretaapi, di perkampungan sepanjang Malioboro, di perbukitan sekitar Wonosari, didekat stasiun, di perkampungan pinggir sungai, di… banyak sekali.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Jika saya bosan di kos, saya akan pergi kerumah yang lain, di mana tak seorang pun bisa menemukan saya. Meski sayapikir-pikir tak akan ada orang yang akan mencari-cari saya. Namanya jugaimpian, jadi tolong jangan protes!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Saya juga ingin punya rumah di luar kota.Ketika bosan di Yogya saya bisa mengisi ransel dengan kebutuhan, naik keretaapi lalu menghilang ke kota lain. Jauh.. jauh.. Saya bisa kembali sesuka sayaatau pergi ke tempat lain lagi yang hanya saya yang tahu di mana tempat itu. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Tempat baru, orang-orang baru, kebiasaanbaru, aduh, bagaimana saya bisa menyesuaikan diri dengan itu? Tapi dalamangan-angan saya, semuanya berjalan dengan sangat sempurna. berkeliling kesebuah tempat dan memiliki rumah, di mana kembali tidak sekedar niat belaka.Sebab seringkali ketika bertemu tempat baru yang terlihat bagus, saya berpikir:“Wah, besok harus ke sini lagi nih.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Kontrakan itu hanya hidup dalam kepalasaya, baru ada dalam pikiran saja. Sebuah tempat saya pulang, bersembunyi dan mengajakteman-teman saya berkumpul, main kartu atau menonton pilem India sampai pagi. Tapibenarkah saya akan bisa di sebuah tempat asing, dengan orang-orangnya yang barujika saya masih saja takut melakukan apa pun sendirian? Bisakah saya bertempattinggal di sebuah kota yang padat jika saya masih saja orang yang takutmenyeberang jalan?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Saya tak punya jawabannya. Tapi saya banggadengan keinginan memiliki banyak tempat pulang, tempat aku melepas sakit,menghilang sebentar dari dunia, membuka semua yang pribadi. Namun demikianlah, ini nyaris sebuah igauan saja. Bulan-bulan ini, kos-kosan saya sudah habis. Saya ingin meneruskan, tapi hingga kini saya susah menjelaskan persoalan sederhana ini: duit. Di sisi lain saya ingin mengontrak sebuah rumah, kecil saja, tempat aku bisa menempatkan buku pribadi dan buku jualan. Sebuah rumah kecil dengan halaman yang cukup luas, misalnya, dengan dua kamar, atau tiga. Ruang tengah yang ingin saya sulap menjadi ruang kerja. Ruang kerja, huh, usaha untuk menipu diri sendiri untuk tak mau mengaku sebagai penganggur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah kontrakan, sudah lama saya menginginkan. Sepanjang malams aya berharap ini bukan lagi sekedar mimpi. Saya ingin mengontrak dengan satu-dua orang teman, melakukan kerja-kerja kecil, memiliki tetangga, menyapu halaman, merawat bunga, memelihara kucing, menerima tawaran kerja yang bisa dilakukan di rumah...&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Saya mulai kembali diburu dongeng di buku bahasa indonesia tentang Dongeng Ikan Gabus yang ditolong seorang nenek tua. Ikan gabis yang berada di kolam&amp;nbsp; kering. dan rajin berdoa. Saya membayangkan akhir dari dongeng itu, di mana Nenek Tua tersebut kejatuhan, dijatuhkan lebih tepatnya sebuah karung oleh tetangga dengan tumpukan kertas karena si Nenek tua terlalu banyak berdoa dan menganggunya. Apa terjadi? Tumpukan kertas dalam karung itu menjelma tumpukan duit.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Nenek Tua itu saja membutuhkan kekayaan di akhir hidupnya, sementara saya, sebuah rumah kontrakan saja, tidak mubngkinkah? Sayangnya, saya bukan hamba Tuhan yang baik. tapi baiklah, mulai malam ini saya mungkin akan berdoa, lebih panjang, lebih serius, lebih keras. Jika tidak dijatuhi duit sekarung, siapa tahu saya diberikan jalan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Sementara kos saya mendekati masa akhir. Jika nanti&amp;nbsp; sempat tak punya tempat tinggal bolehkah sayamengetuk pintumu kelak, saat kemalaman dan berteduh dari hujan?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Selamat datang, selamat bersandar di sini,sebelum anda pergi lagi&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32296052-4607450969824549921?l=indriankoto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indriankoto.blogspot.com/feeds/4607450969824549921/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32296052&amp;postID=4607450969824549921' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32296052/posts/default/4607450969824549921'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32296052/posts/default/4607450969824549921'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indriankoto.blogspot.com/2012/01/kontrakan.html' title='Kontrakan'/><author><name>indrian koto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-u3ls1lNMUtQ/TxWoHBziFiI/AAAAAAAABRA/grEp78ArbYc/s72-c/rumah_mungil1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32296052.post-1233013596946578932</id><published>2012-01-09T18:36:00.003+07:00</published><updated>2012-01-17T23:58:53.498+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='yang hidup yang dicatat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngoceh di Blog'/><title type='text'>Mengenang Seorang Kawan: Afris Irwan</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;   &lt;m:dispdef&gt;   &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;   &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;   &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;   &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;   &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;   &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;  &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt;&lt;/m:wrapindent&gt;&lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-AlUuLeeIaxE/TwrUMrUEQ4I/AAAAAAAABQc/eKrkYPi3usc/s1600/26564_1324047674022_1615778708_802837_670437_n.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://4.bp.blogspot.com/-AlUuLeeIaxE/TwrUMrUEQ4I/AAAAAAAABQc/eKrkYPi3usc/s320/26564_1324047674022_1615778708_802837_670437_n.jpg" width="240" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-eHbpTrzDoKU/TwrTa1hYXGI/AAAAAAAABQM/I0uGG8pWcjA/s1600/26564_1324044633946_1615778708_802833_4505850_n.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-ZIbE4RjHiso/TwrTcfE2AGI/AAAAAAAABQU/vBvPDoiHnrs/s1600/14343_101767476515121_100000456061563_49014_6412138_n.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;Afris Irwan namanya, saya diperkenalkan olehDwi Cipta yang datang suatu malam ke kosku. Mereka datang bertiga, tak biasanya,seperti sekawanan maling. Ketiganya tampak begitu menyeramkan dan mata saya,sarat dengan pengetahuan mengetahui seluruh dunia dan seisinya. &lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?fbid=1324054514193&amp;amp;set=t.1241247097&amp;amp;type=3"&gt;Dwi Cipta&lt;/a&gt;memperkenalkan dua rekannya, yang kemudian selalu mengiringinya kemana-mana yang saat itu adalah calon presiden yang harus diurusi olehsekelompok paskompres. Mereka berdua inilah.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;“Ini &lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?fbid=1324044753949&amp;amp;set=a.1251950151629.37521.1615778708&amp;amp;type=3"&gt;Ipang&lt;/a&gt;,” demikian lelaki pertamadiperkenalkan kepada saya. “Menguasai syair Timur Tengah. Menterjemahkan banyaknaskah dan mengelolah sebuah situs yang mengurusi sastra arab,&lt;a href="http://www.duniaarab.com/"&gt;www.duniaarab.com&lt;/a&gt; (&lt;i&gt;sekarang lagi pause)&lt;/i&gt;.” Ia memperkenalkan seorang lelaki gempal yang layak menjadi tukangpukul itu. Seram, saya merinding, luar biasa kemampuannya. Dwi Ciptabenar-benar dikelilingi orang luar biasa. Lelaki besar dan mirip tentara gagalitu mengangguk pada saya. Tak banyak bicara, dia menyodorkan Marlboro. Saya mengangguk, agak cemas dan waspada.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Belakangan, jauh setelahnya sayatahu, lelaki ini bernama Irfan Zakki Ibrahim, nama imut dan penuh barokah. Sosok lembut dan sejuk, layaknya sajak Nizar Qabbani yang dia terjemahkan dankebetulan saya memperolah rahmat membacanya. Belakangan pula saya tahu, lelakiini ternyata tak segarang waktu saya mengenalnya pertama kali. Mata merahnya takmenyurutkan selera humornya yang berlebihan. Dia pintar melucu dan paling jagomenceritakan legendaris Madura bernama &lt;b&gt;Sayuri&lt;/b&gt; itu. Dia punya versi lengkapmelebihi siapa pun. Sepertinya klegenda itu miliknya, diciptakan olehnya, dan terjadi hanya untuknya. Dan saya rasa cukuplah memperkenalkan lelaki tangguh yangsemoga sebentar lagi benar-benar akan menikah ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;“Yang ini namanya &lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?fbid=1324044633946&amp;amp;set=a.1251950151629.37521.1615778708&amp;amp;type=3"&gt;Afris&lt;/a&gt;,” Dwi Cipta kembalibersuara. Lelaki yang dimaksud itu adalah seorang lelaki kurus tinggi layaknyapecandu yang sudah tobat, berambut gondrong dan memakai aksesoris di tangan,tali pada dompet, macam anak band yang sedang top saat itu.&amp;nbsp; Ah, barangkali dia sodaranya Ariel Peter Pan. Siapa tahu, bukankah Dwi Cipta selalu memiliki orang-orang dekat yang menakjubkan? Saya berpikirjangan-jangan dia intel atau semacam mata-mata yang disusupkan Negara dandisebar ke kampus-kampus. Dia menyunggingkan senyum kecil dan menyodorkan DjarumSuper ke hadapan saya. Marlobro dan Djarum Super, rokok yang benar-benar takmenggugah minat saya. Mereka pastilah anak-anak brengsek, suka menggodaperempuan, dan jagoan di diskusi-diskusi kampus, dan rajin turun ke jalan. Duahal terakhir mendekati benar, dua praduga pertama sepertinya tak beralasan samasekali. Jauh-jauh hari kemudian ini saya ralat, mereka tak lebih dari sekelompok anak baik-baik, alim dan memiliki segudang pengetahuan yang siapdiwariskan kepada saya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Demikianlah adanya. Sejak malam itu kamiresmi berteman. Mereka merupakan sekelompok, maksud saya, &lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?fbid=1324047594020&amp;amp;set=a.1251950151629.37521.1615778708&amp;amp;type=3#%21/photo.php?fbid=101767476515121&amp;amp;set=a.101767389848463.4313.100000456061563&amp;amp;type=3&amp;amp;theater"&gt;dua pemuda&lt;/a&gt;, tepatnya &lt;a href="http://www.facebook.com/media/set/?set=a.101767666515102.4314.100000456061563&amp;amp;type=3#%21/photo.php?fbid=101768056515063&amp;amp;set=a.101767666515102.4314.100000456061563&amp;amp;type=3&amp;amp;theater"&gt;bertiga &lt;/a&gt;yangdiharap-harapkan Soekarno mampu mengangkat gunung, dan sangat rajin dan ramah.Ipang menyegarkan saya dengan humor-humornya yang segar, memiliki banyakrahasia kawan-kawan, yang kalau sedikit saja dia bocorkan membuat kami tertawasepanjang malam. Di kosku, kos Cipto dan &lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?fbid=2183666283026&amp;amp;set=t.100000482745260&amp;amp;type=3"&gt;Erwin&lt;/a&gt;, burjo…&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Mereka berdua rajin berkunjung ke kosku,demi tugas-tugas yang mereka emban. Mereka tahan begadang dan ternyata memangtak pernah tidur malam. Demikian saja, kami akrab dan intim. Saya yang paling diuntungkan dari situasi itu. Afris bertugas mengurusisaya, mengantar sesuatu atau menjemput saya untuk pesta bakwan di suatu tempat, atau ketika kawan-kawan berkumpul di malam-malam penuh keajaiban.Seketika dia memberikan saya banyak. Tak hanya soal traktir makan dan rokok. Iamenghadapkan saya para sastra terjemahan, baik klasik maupun modern. Layaknya &lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?fbid=1223148111596&amp;amp;set=a.1222261009419.33958.1615778708&amp;amp;type=3"&gt;Tia Setiadi&lt;/a&gt;, ketika bicara sastra dunia ia terlihat berapi-api. Penuh semangat dengansegudang referensi dan buku-buku. Saya mendapat kesempatan main ke kosnya,luar biasa, dia nyaris tak mengenal sastrawan Indonesia. Dan itu pun diakuinya.Dia lalu membekali saya beberapa buku wajib yang harus saya baca. "Masaksastrawan Indonesia tak mau berguru pada sastrawan luar, " dia mengejek selerabaca saya. Buku-buku tersebut masih mendekam di kamar saya, setengah enggansaya sentuh. Buku manis Orham Pamuk, James Joyce, Lu Shin, Ernest Hemingwayadalah teks pembuka untuk saya dari Afris.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Di luar itu ia merusak selera bermusik sayadengan mengenyahkan hobi saya mengoleksi dangdut koplo yang itu pun diwarisidan diajarkan dengan sepenuh hati oleh &lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?fbid=1301807558033&amp;amp;set=a.1251950151629.37521.1615778708&amp;amp;type=3"&gt;Arek Njomplang&lt;/a&gt; kepada saya bertahun-tahunlamanya. Dangdut koplo dan sugesti dari seorang kawan, saya harusmenghargainya. Itu belum cukup, lelaki tengik itu juga menitipkan seorang SPGyang terus mempromosikan dangdut koplo terbaru kepada saya: &lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?fbid=1251956391785&amp;amp;set=a.1251950151629.37521.1615778708&amp;amp;type=3"&gt;Kiting&lt;/a&gt;. Dua lelakiyang telah membuat saya begitu tergila-gila dengan dangdut koplo. Ditambah pula&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?fbid=1223154271750&amp;amp;set=a.1222261009419.33958.1615778708&amp;amp;type=3"&gt;Thendra Malako Sutan &lt;/a&gt;yang mengajari saya dangdut nakal pantura, menyodorkannama-nama imut macam Mela Berbie atau Lina Geboy. Tapi si Arek dan Kiting takhabis akal, dirayunya pula kawan saya yang lain &lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?fbid=1223147391578&amp;amp;set=a.1222261009419.33958.1615778708&amp;amp;type=3"&gt;An Ismanto&lt;/a&gt; untuk menyukailagu-lagu Monata, mengenalkan Sodiq dan Alfi Damayanti. Apa daya, sayaterlena dan memang Joss…&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Ah, ah, kalau sudah ngomong dangdut koplosaya jadi suka ke mana-mana. Dan si Afris Irwan membujuk saya untukmendengar Radiohead. Ah tidak juga, dia sengaja membawa flashdisk berisi album Radiohead yang dengan demikian dia memberikans aya kesempatan untuk mencuriny. Luar biasa, saya tak kenal pemuda Inggris unik ini dansumpah mati jadi menyukainya. tak hanya musik dan sastra. Dia mengacak-acakpikiran saya tentang film yag layak ditonton dan tak layak. Film yang tak layaktentu saja dia menyebut, Film Indonesia penuh adegan sampah dan murahan. Diatak mengatakan persis seperti itu, saya hanya meminjam suara dia untuk memakifilm kita ini. habis kesal sih. Lalu dia memberi saya daftar puluhan film yang dia hapal di luarkepala yang dibagi menjadi beberapa kelompok: Kisah Nyata, Kisah wartawan,Adaptasi dari Novel, Hanya Ada di Amerika, Film yang Bikin Pusing dansebagainya. Luar biasa. Dan dialah yang merekomendasikan film &lt;i&gt;Once&lt;/i&gt; kepada saya yanglebih dulu diperkenalkan lagu-lagunya sebelum kemudian dia membawakan filmtersebut special untuk saya. Dan sialnya, setiap pilihan dia selalu pas di hati.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Kami kemudian memasuki masa-masa sibuk danpenuh inovasi. Kami anak-anak muda yang sepertinya layak diberi penghargaanatas kerja-kerja tak jelas kami. Kami bukan pemuda bengal yang bisadiincar petrus di tahun 80-an, diawasi polisi. Kami bukan sekumpulan anak-anak pejabat yangnongkrong dengan mobil lengkap pula dengan perempuan. Kami bukan anak-anak para koruptor yang begadang sepanjang malam dengan menenteng minuman di tangan. Aku paling takjub denganteman-teman baru ini. Mereka orang-orang hebat, &lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?fbid=1050316694675&amp;amp;set=a.1414518799500.2054885.1128462594&amp;amp;type=3"&gt;Aim&lt;/a&gt; yang dewasa, &lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?fbid=1223147671585&amp;amp;set=a.1222261009419.33958.1615778708&amp;amp;type=3"&gt;Afif&lt;/a&gt; yang serius tanpakehilangan selera humor, &lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?fbid=1295686384806&amp;amp;set=a.1442638538518.2058408.1009721950&amp;amp;type=3"&gt;Sunlie &lt;/a&gt;yang imut dan bikin sebal tapi pandai menghibur, &lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?fbid=1223147591583&amp;amp;set=a.1222261009419.33958.1615778708&amp;amp;type=3"&gt;Fayyad &lt;/a&gt;yang tenang dan ramah, &lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?fbid=1223148831614&amp;amp;set=a.1222261009419.33958.1615778708&amp;amp;type=3"&gt;Nuruf "Hartodjo" Hanafi &lt;/a&gt;yang kalem, santun dengan lontaran-lontaran yang menakjubkan, &lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?fbid=1354332219330&amp;amp;set=t.100000482745260&amp;amp;type=3"&gt;Faisal&lt;/a&gt; yang selalu berbahagia. dan Dwi Cipta terus memperkenalkan nama-nama barukepada kami: &lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?fbid=1669515911081&amp;amp;set=a.1489386207951.70340.1632863820&amp;amp;type=3"&gt;Rif’an&lt;/a&gt;, Ibud, &lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?fbid=10150199769870822&amp;amp;set=t.574851825&amp;amp;type=3"&gt;Subhan&lt;/a&gt;, Khrisna….&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Afris juga menterjemahkan banyak karyasastra. “Untuk dibaca saja,” aku pemuda yang meninggalkan jurusan Arkeologiini.&amp;nbsp; Dia menikmati perjalanan,menikmati petualangan dari satu tempat ke tempat lain, menghapal semua namakota di Jawa Tengah.&amp;nbsp; Dia bercita-cita suatu hari akan melakukan sebuah perjalanan besar. Saya takjub mendnegarnya. “Kau pun harus belajar menterjemahkan, dengan cara inilahkau bisa belajar bahasa Inggris,” katanya lagi. Tak sekedar kata-kata, diamewariskan saya belasan cerpen dalam bahasa asing sebagai tugas untuk saya.Sampai hari ini tak sekali pun amanahnya saya lakukan. Maafkan saya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Dia kembali dengan membawa cerpennya yangeksploratif. “Saya mengembangkan teknik narasi tokoh. Kau liat pengulangan yangdiucapkan tokohnya, “maksud saya, maksud saya” dalam banyak bagian. Kamu tahusiapa yang menjadi bayangan saya sebagai tokoh utama? Maksud saya kau tahu?”Dia terkekeh, sialan, itu saya, maksud saya, dia meniru gaya bahasa saya yang bicara gagap dan terlalu cepat yang bahkanpacar saya, maksud saya, mantan pacar saya sendiri pun tak mengerti saya sedangbicara apa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Begitulah cerpen menurut Afris. Realis.Bukan melulu imajinatif. Dia tekun dan sabar sudah begitu telaten pula. tak lama kemudian diapulang. Sebuah kepulangan yang lama. Saat itu kami tak memiliki banyakpekerjaan dan nyaris tak ada yang kami lakukan. Afif menikah, disusul Sunlie,tak lama Tia juga tak mau kalah. Dwi Cipta pergi, membawa beban yang hanya diayang tahu, Erwin sendirian, Ipang sibuk di Kali Opak, Rifan kembali ke LKIS,Aim sibuk dengan tugas-tugas di kampus, Bung Har suntuk dengan bacaan yang tak bisa ditinggalkan dan terjemahan-terjemahan berkilau yang dihasilakan (ah, suatu waktu aku ingin sekali mengenalkan bung Nurul "Hartodjo" Hanafi ini pada sodara-sodara sekalian). Dan saya terpuruk di kamar sempit,tanpa ada SMS “Ke Burjo dekat kosmu, ada bakwan…” Sementara Afris tetap takkabar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Lalu saya dilanda galau yang maha hebat,soal masa depan, rencana jangka pendek, rencana jangka panjang. Saya diserangpanik dan penyakit susah tidur. Saya disibukan dengan urusan-urusan personalyang membingungkan, di saat-saat itu Afris datang. Saya stress danmengabaikannya. Dia agak kaget dengan sikap saya seperti perawan sedangmenstruasi itu. Mengenang Afris hari ini saya menyesali hari-hari terakhirbersamanya itu. Kenapa saya tak bertanya mengapa demikian lama di rumah,mengapa HP-mu tak diaktifkan, ada kawan-kawan yang menanyakan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Kondisi kami masih saja vakum. Belum ada lagi yangkami kerjakan. Afris mengeluh sedikit. “Saya ke Yogya untuk melakukankerja-kerja kecil seperti dulu,” katanya. Apa daya, suatu hari dia mengambilkeputusan unik, dia berhenti kos dan akan “menggelandang” di Yogya. Diamenitipkan barang-barangnya di tempat teman. Sialan, coba buku-bukunya dititipdi tempat saya ketika itu. Dan setelah itu ia memulai petualangan gila yangsudah lama dia idam-idamkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Lalu dia pergi. Pulang lagi ke rumah.Kedangannya yang tak sampai sebulan itu meninggalkan sesal yang menumpuk didada saya. Saya tahu, menyuruhnya tetap di Yogya bukanlah kapasitas saya. Lagi pulasaya tak bisa melakukan “kerja-kerja kecil” yang dia maksudkan ketika itu. Diaorang yang cekatan dan selalu ingin melakukan hal-hal baru. Saya menyesal takbisa membantu mewujudkan keinginan kecilnya itu. Dan dia hilang. Kali ini tanpabekas. Jika dulu kami bisa mengontrol kosnya di dekat tugu itu, sekarang diatak punya alamat. HP-nya kembali tak aktif. Pasti dia beralasan, rusak.Facebooknya tetap sepi dan kosong. Ah, jangan-jangan ia memang merencanakan ini dengan matang, pergi diam-diam dan membiarkan kami, kawan-kawannya kalang kabut mencari info tentangnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Sampai kini ia masih tak ada ditengah-tengah kami. Kepergiannya disusul kesibukan kawan-kawan membuat sayaberpikir, saya pun harus hijrah. Saya percaya, kepergiannya, sebagaimanakawan-kawan yang kemudian mengambil keputusan-keputusan besar, memilikikontrakan, mendapat pekerjaan dan melakukan inovasi-inovasi dalam hidup, adalahhal yang juga kini dilakoni Afris. Saya merindukan Afris ketika dia benar-benarnyaris tak bisa ditemukan. Dia pulang, dan tak ada yang tahu di mana diatinggal. Dia perenung dan suntuk dengan bacaan, musik dan film. Dia orangromantik yang merindukan masa lalunya dengan seorang gadis di kampus yang terusdikenangnya, dan dikekalkan sebuah foto lusuh dan buram. dia penuh rencana danmelakukan banyak terobosan dalam hidupnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Kadang saya berpikir, jangan-jangan Afrisitu tak ada. Ia muncul di tengah-tengah kami memberikan sebuah warna danpetunjuk kepadaku: mengubah beberapa hal, menujukkan kelemahan-kelemahanku,lalu pergi lagi ke tempat dan waktu yang lain untuk melakukan hal yang sama. Bagaimana pun dia pasti ada di sebuah kota di Jawatengah sana, sebuah kota kecil &lt;/span&gt;&lt;span class="commentBody" data-jsid="text"&gt;dicapai setelah melewati temanggung&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;. Aku percaya suatuwaktu dia pasti datang. Dia pasti akan kesepian.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Dia pernah merasa kehilangankampungnya sendiri, masa kecil dan semua kawan bermain. “Bahkan saya nyaris takmengenal tetangga lagi. Orang-orang datang dan pergi di kompleks saya, layaknyastasiun,” katanya. Saya membayangkan tempat tinggalnya dipenuhi orang-orangsibuk, dan digantikan orang sibuk lainnya yang bahkan tak mengenal tetanggasendiri. Aku masih berharap suatu waktu dia datang, mengangkat telepon dan pasti suaranya&amp;nbsp; benar-benar ada di seberang. saya membayangkan ia bisa membaca tulisan inidan marah, ah saya baru sadar, ternyata saya belum pernah melihat dia marah,dan mendatangi saya dengan rambutnya yang keriting dan panjang, jenggot yangdianggap serupa kawanan teroris, celana biru yang sobek dilutut, kaos hitamlayaknya musisi underground, aksesoris kaum skinhead yang membuatnya selaluaman dalam perjalanan kereta api.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Saya rasa, suatu waktu, kami, maksud sayakami semua akan merindukan masa-masa ini: berkumpul di MCR bersama Krishna,duduk di burjo makan bakwan, bertandang ke kos Aim, panik mencari pakaian yangpantas untuk datang ke sebuah pernikahan. Tentu saya mengingat ketika Afifmenikah, Afris, Ipang di Cipto mesti sibuk sejak pagi mencarikan&amp;nbsp; kemejabatik dan sepatu untuk saya. Saya merindukan kawan-kawan yang berkumpul dikontrakan Cipto dan Erwin. Dan saya merindukan Afris, seseorang yang tak lagiada bersama-sama kami. Seseorang yang tak bisa lagi diajak bicara ketika ingin,seseorang yang tak membalas inbox dan pesan di facebook. Aku mengenang seorangrekan Aliansi Pemakan Ubi, kelompok yang menjauhkan diri dari riuh-rendahnyakehidupan, melakukan perlawanan dengan membakar dan pesta ubi bakar, sebagaimanasaya alami di masa remaja dulu Dia menyukai cerita itu, dia menyukai perlawanan sederhana itu Dan kini ia melakukannya pada kami….&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: right;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: right;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Yogyakarta,Januari 2012 &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Selamat datang, selamat bersandar di sini,sebelum anda pergi lagi&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32296052-1233013596946578932?l=indriankoto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indriankoto.blogspot.com/feeds/1233013596946578932/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32296052&amp;postID=1233013596946578932' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32296052/posts/default/1233013596946578932'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32296052/posts/default/1233013596946578932'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indriankoto.blogspot.com/2012/01/mengenang-seorang-kawan-afris-irwan.html' title='Mengenang Seorang Kawan: Afris Irwan'/><author><name>indrian koto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-AlUuLeeIaxE/TwrUMrUEQ4I/AAAAAAAABQc/eKrkYPi3usc/s72-c/26564_1324047674022_1615778708_802837_670437_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32296052.post-5497264380974822739</id><published>2012-01-02T23:49:00.000+07:00</published><updated>2012-01-02T23:49:14.685+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tulisan malas'/><title type='text'>Tahun Baru, resolusi Lama</title><content type='html'>&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?fbid=2221393268177&amp;amp;set=t.1615778708&amp;amp;type=1&amp;amp;ref=nf" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="203" src="http://2.bp.blogspot.com/-RtzvJeExzXk/TwHfpL0tERI/AAAAAAAABPk/h_tLfaWBZno/s320/379469_2221393268177_1648060445_1595373_1177120349_n.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Nyuri dari &lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?fbid=2221393268177&amp;amp;set=t.1615778708&amp;amp;type=1&amp;amp;ref=nf"&gt;Caca Kartiwa&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Agak telat memang, tapi tak ada salahnya kalau saya bilang, buat kalian yang sempat berpesta di akhir Desember kemarin, selamat tahun baru. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga tahun ini benar-benar baru dan banyak hal baru yang bisa kita temukan di tahun ini. Semoga tahun ini, rencana-rencana yang disusun, target-target yang sudah diatur bisa terlaksana dengan semestinya. Ada banyak yang ingin saya tulis di akhir tahun kemarin, bisa renungan di tahun-tahun kemarin, harapan di tahun ini, hal-hal geli dan menyedihkan dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin karena pengaruh tahun baru, maka saat ini izinkanlah bisara begini:&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;&lt;b&gt;Selamat Tahun Baru yaaa..&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Selamat datang, selamat bersandar di sini,sebelum anda pergi lagi&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32296052-5497264380974822739?l=indriankoto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indriankoto.blogspot.com/feeds/5497264380974822739/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32296052&amp;postID=5497264380974822739' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32296052/posts/default/5497264380974822739'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32296052/posts/default/5497264380974822739'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indriankoto.blogspot.com/2012/01/tahun-baru-resolusi-lama.html' title='Tahun Baru, resolusi Lama'/><author><name>indrian koto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-RtzvJeExzXk/TwHfpL0tERI/AAAAAAAABPk/h_tLfaWBZno/s72-c/379469_2221393268177_1648060445_1595373_1177120349_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32296052.post-7253353551465228157</id><published>2011-12-25T20:33:00.002+07:00</published><updated>2011-12-25T20:33:48.361+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='obituari'/><title type='text'>Facebook dan Kematian</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-tORSBDXYzsA/TvcmJ5bMmRI/AAAAAAAABPM/ExDIvWyPaxk/s1600/6292_100322183312462_100000040416922_11761_2493189_n.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://4.bp.blogspot.com/-tORSBDXYzsA/TvcmJ5bMmRI/AAAAAAAABPM/ExDIvWyPaxk/s320/6292_100322183312462_100000040416922_11761_2493189_n.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Beberapa mingguyang lalu saya melihat dinding seseorang yang menjadi teman di facebook. Kamisepertinya tak saling kenal. Saya memperhatikan dindingnya yang masih bersisaungkapan kerinduan. Aku baru sadar pemilik ‘rumah’ itu telah meninggal. Usianyamasih muda.&amp;nbsp; Aku mencari-cari ke bawah,beberapa sapaan akrab, penuh rindu masih ada bersisa di situ. Beberapa sapaanseorang gadis makin ke bawah kulihat semakin banyak. Tepat, November 2009 diameninggal dan kau tahu gadis itu pacar almarhum. Status terakhir almarhummenyebut soal waktu pernikahan mereka dengan menyebut tanggal setahun ke depandan mengatakan “Mulai sekarang, waktu berjalan mundur.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Itu dia tulismalam hari, siangnya ia kecelakaan dan koma selama lima hari. Tulisan itusekaligus sebagai ‘pertanda’ kepergiannya. Saya lihat facebook sang pacar yangtak berteman dengan saya: ia memakai pakaian pengantin, beberapa bulan lalubaru menikah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Saya pernahmendengar seorang adik kelas meninggal ketika melahirkan. Aku melihatfacebooknya dan suaminya. Dunia berjalan maju demikian cepat, meninggalkan lukahari ini yang secepat kilat dapat disembuhkan. Tapi waktu di dinding facebookterasa diam dan beku. Ia menjadi lebih abadi dan awet. Rasanya, tiap kalimelihat dinding mereka yang sudah pergi, waktu berhenti. Semua seperti barusaja terjadi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Saya sering agakmenyesal ketika teringat beberapa nama-nama yang saya tahu di dunia sastratiba-tiba tiada. Kenapa saya tak menggunakan waktu saat kami sama-sama ada inidengan menyapa? Kenapa setelah ia pergi rasanya ia menjadi dekat sekali? Nama-namayang menjadi teman di facebook kadang kita biarkan terlantar tanpa tegur sapa.Kita menyimpannya dan membiarkan demikian saja.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Wan Anwar,tiba-tiba saya berpikir ah, mengapa saya tak mengenalnya lebih jauh dulu difacebook? &lt;/span&gt;Saya belum sempat bertemandengan beliau, tiba-tiba ia sudah tak ada. &lt;span lang="EN-US"&gt;Lalu KangAsep Sambo&lt;/span&gt;d&lt;span lang="EN-US"&gt;jasebelum tawaran pertemanan saya dikonfirmasi, saya dengar beliau meninggal.Sakit apa? Astaga, mengapa saya tak pernah tau catatan dan kabar kawan-kawansaya di facebook. Rasanya facebook seperti apartemen, yang kita berkumpul dalamsatu rumah tapi memiliki tetangga sendiri-sendiri. Lebih mengagetkan lagiketika saya tahu beberapa hari setelah beliau meninggal, kami telah berteman.Astaga!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Beberapa waktuyang lalu Ibu Ratna Ind&lt;/span&gt;r&lt;span lang="EN-US"&gt;aswari Ibrahim. &lt;/span&gt;J&lt;span lang="EN-US"&gt;ustru di hari bel&lt;/span&gt;i&lt;span lang="EN-US"&gt;a&lt;/span&gt;u&lt;span lang="EN-US"&gt;meninggal saya baru &lt;/span&gt;menyadari kalaukami blum berteman. Saya hanya bisa &lt;span lang="EN-US"&gt;mengamati dindingfacebooknya dengan &lt;/span&gt;lebih &lt;span lang="EN-US"&gt;serius&lt;/span&gt;.&lt;span lang="EN-US"&gt; Apa makna pertemanan di facebook itu sebenarnya?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Agak perih dancukup menyentak saya adalah ketika saya menemukan info penjualan buku MbakNurul F. Huda, penulis dasyat dari FLP itu. Saya baru tahu kalau beliau sakitdan sedang dirawat di rumah sakit di daerah Yogyakarta. Saya minta berteman,berharap kondisi beliau baik-baik saja, dan suatu waktu pertemanan saya akandikonfirmasi. Di waktu yang hampir bersamaan, tiba-tiba saya membaca di dindingFB beliau, bahwa beliau baru saja menghembuskan nafas terakhir. Inalillahi wainailai rajiun.&lt;/span&gt; Permintaan pertemanansya masi menggantung hingga kini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Kami tak sempatberteman di facebook, ba&lt;/span&gt;h&lt;span lang="EN-US"&gt;kan berhari-hari kemudian hingga kini pun. Mungkin saja, password FBbeliau hanya diketahui sendiri. Saya hingga kini tak tahu, perlukah passworde-mail, FB dan semacamnya kita wariskan? Di satu waktu saya senang sekaliguskaget melihat dinding ia yang meninggal masih saja aktif menulis status. Kadangsaya demikian nayaman dan gamang meihat dinding seseorang yang telah pergiikut-ikutan sepi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Dan hari ini, 25Desember 2011 ketika saya masih online, saya membaca status seorang kawan yangmengabarkan seorang Lan Fang meninggal. Ha, Lan fang meninggal, pikir saya.Saya memastikan ke dindingnya, benar, sudah ada banyak komentar dan ucapanbelasungkawa. Seperti biasa, saya mencari status terakhirnya yang semoga sajabisa menjadi penanda. Saya tak menemukan dan merasa pusing. Betapa asingnyasaya dengan beranda ini. Kami berkawan, tapi nyaris tak pernah menjenguk barangsebentar.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Saya masihmerasa tak percaya dengan kepergian macam ini. Meski internet mengabarkan lebihcepat dari sms yang kemudian masuk. Sebentar, saya merasa akrab dengan seorangLan Fang, merasa tak percaya bahwa ia telah tiada. Rasanya begitu tak mungkin,meski perkara maut tak ada yang bisa menafsirkan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Setelah itufacebook akan kembali ke bentuk semula, saling tertawa, menawarkan kesedihan,kemarahan, kegembiraan dan status-status gila lainnya. Bagaimana jika tibawaktunya saya? Adakah seseorang yang akan berkunjung dan menengok semacamkuburan maya ini?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Di harikeberangkatan seseorang, yang namanya mungkin kita kenal, rasanya kita menjadidemikian karib dengannya, dan memiliki secuil dua cuil kenangan kecil, baiklangsung atau tidak. Makin hari, barangkali ia makin sepi, makin lenyap danikut tiada. Barangkali juga tidak!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Setelah kematianseseorang, masihkah dinding FB itu sempat ditengok olehnya?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Yogyakarta,25 Desember 2011&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Selamat datang, selamat bersandar di sini,sebelum anda pergi lagi&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32296052-7253353551465228157?l=indriankoto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indriankoto.blogspot.com/feeds/7253353551465228157/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32296052&amp;postID=7253353551465228157' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32296052/posts/default/7253353551465228157'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32296052/posts/default/7253353551465228157'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indriankoto.blogspot.com/2011/12/facebook-dan-kematian.html' title='Facebook dan Kematian'/><author><name>indrian koto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-tORSBDXYzsA/TvcmJ5bMmRI/AAAAAAAABPM/ExDIvWyPaxk/s72-c/6292_100322183312462_100000040416922_11761_2493189_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32296052.post-8606105553023967457</id><published>2011-12-21T00:33:00.001+07:00</published><updated>2011-12-21T00:41:44.287+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='curhat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pilem'/><title type='text'>The Illusionist: Seperti Badut Pasar Malam</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-eIHCDZet1T0/TvDExTMietI/AAAAAAAABO4/zftfXReweEk/s1600/affiche-L-Illusionniste-The-Illusionist-2009-1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-eIHCDZet1T0/TvDExTMietI/AAAAAAAABO4/zftfXReweEk/s320/affiche-L-Illusionniste-The-Illusionist-2009-1.jpg" width="236" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;Tanggal Rilis : 16 June 2010 (Belgium)&lt;br /&gt; Jenis Film : Animation | Comedy | Drama &lt;br /&gt;Diperankan Oleh  : Jean-Claude Donda, Eilidh Rankin and Duncan MacNeil&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Secara umum beginilah seharusnya saya bercerita tentang film The Illusionist yang dalam bahasa Aslinya di Belgia sana judul aslinya adalah: L’ILLUSIONNIST. resensi ini saya curi di &lt;a href="http://www.downloadfilem.com/film-the-illusionist-aka-lillusionniste.html"&gt;downloadfilm.com&lt;/a&gt;. Yang saya kutip adalah yang bertanda miring. &amp;nbsp;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;Pertemuan&lt;/i&gt;&lt;i&gt; antara The Illusionist (Jean-Claude Donda) dan Alice (Eilidh Rankin) memang tak pernah direncanakan. Namun pertemuan ini juga yang telah mengubah hidup Sang Ilusionis yang semula sudah tak berarti lagi. Sejak bertemu Alice pula Sang Ilusionis seolah kembali menemukan makna hidupnya.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dunia entertainment memang sudah bukan milik The Illusionist lagi. Sejak band rock bermunculan, dunia hiburan seolah bergeser dan sulap tak lagi jadi pertunjukan yang mampu memukau penonton. Pelan namun pasti Sang ilusionis kehilangan pekerjaannya. Ia tak lagi jadi seorang superstar. Di saat mengalami krisis inilah ia bertemu Alice yang kemudian menjadi putri angkatnya.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Saat melihat Sang Ilusionis sedang beraksi, Alice seketika terpesona. Ia mengira apa yang dilakukan pria asal Perancis ini benar-benar nyata. Alice bahkan tak ragu-ragu meninggalkan rumahnya di Skotlandia untuk mengikuti The Illusionist yang pulang ke Perancis. Tak perlu waktu lama buat mereka berdua untuk mulai saling akrab, meskipun mereka tak saling memahami bahasa yang mereka gunakan.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;The &lt;span lang="EN-US"&gt;Illusionist, sebuah film yang lembut dengan teknik kartun ala Eropa, yang halus, detail tapi tak terkesan rumit. Gadis-garis yang jelas ditambah warna cat air yang sendu, menjadikan film yang nyaris tanpa dialog ini berjalan dengan manis. Seperti gaya pilem Prancis umumnya, pilem mengalir dengan pelan dan seperti tidak dibuat-buat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;   &lt;m:dispdef&gt;   &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;   &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;   &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;   &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;   &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;   &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;  &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt;&lt;/m:wrapindent&gt;&lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Sepanjang pilemkita disuguhi musik lembut mengiring lelaki tua, pemain sulap yang berkelilingdari satu tempat ke tempat lain, dengan penonton yang terus dan semakin sepi.Dia bermain sulap tidak semata-mata untuk hidup. Dia seorang yang total denganapa yang digelutinya. Dia tidak mencari uang. Ia seperti ditakdirkan jadipesulap, berkeliling, menghibur orang dan tak pernah berniat berhentimelakukannya. Ia sendirian. Tidur di penginapan murah ke penginapan murah. Uangpertunjukan habis untuk kebutuhan sehari-hari dan bekal untuk perjalananberikutnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: small;"&gt;Sang Illusionist &amp;nbsp;berjalan dari satu panggung ke panggung lain.Dari satu penolakan ia berhadapan dengan penolakan yang lain. Diacuhkan, tidakdiperhatikan, bahkan ia bermain nyaris tanpa penonton. Dan ia melakukannya semuadengan total. Setotal kawan-kawan senasibnya: badut yang kesepian dan berniatbunuh diri, di pemain boneka tangan dengan suara perut yang lebih dramatis,menjual boneka tangannya, tanpa ada yang mau membeli, dan hidup dari jalan kejalan. Si pemain sulap kita tak ingin demikian. Dunianya adalah dunia sulap, iaharus hidup&lt;/span&gt; dengan itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Cerita diwarnai dengan kagumnyaseorang gadis di sebuah penginapan pada aksi panggung tokoh kita, sehingga sigadis diam-diam mengikutinya. Dia merasa punya teman dan membelikan apa punyang diinginkan si gadis yang menganggap semua keajaiban itu bisa keluar daritangan si pesulap idolanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; Alur peristiwa ini sebenarnya agakpendek. Fokusnya di sebuah kota kecil di lereng bukit, entah di Yunani, Wina,Inggris, Irlandia, Prancis, Swiss, Atau apa pun. pada akhirnya, si pesulap kitayang sendirian melepaskan satu-satu yang dimilikinya dan melanjutkan hidup darisatu kota ke kota lain, melanjutkan karier dari satu pertunjukan ke pertunjukanlain.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; The Illisionis berjalan dengan narasi sangatlembut dan terasa dekat dengan kita. Profesi yang nyaris tak diminati, sepertipenjual obat di pasar kecamatan, seperti tukang foto di pusat wisata, sepertipenjual mainan anak-anak di perayaan kecil. Ah, dunia bergerak, yang lamaditinggalkan, yang pernah jaya terabaikan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Silahkan simak:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="315" src="http://www.youtube.com/embed/d5TglK8v1xs" width="560"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Selamat datang, selamat bersandar di sini,sebelum anda pergi lagi&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32296052-8606105553023967457?l=indriankoto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indriankoto.blogspot.com/feeds/8606105553023967457/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32296052&amp;postID=8606105553023967457' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32296052/posts/default/8606105553023967457'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32296052/posts/default/8606105553023967457'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indriankoto.blogspot.com/2011/12/illusionist-seperti-badut-pasar-malam.html' title='The Illusionist: Seperti Badut Pasar Malam'/><author><name>indrian koto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-eIHCDZet1T0/TvDExTMietI/AAAAAAAABO4/zftfXReweEk/s72-c/affiche-L-Illusionniste-The-Illusionist-2009-1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32296052.post-7602949888427522600</id><published>2011-12-19T18:23:00.003+07:00</published><updated>2011-12-19T18:42:10.787+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pilem'/><title type='text'>(Sekali Lagi) Pilem Horor Indonesia</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;   &lt;m:dispdef&gt;   &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;   &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;   &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;   &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;   &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;   &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;  &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt;&lt;/m:wrapindent&gt;&lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-Eccxri0j2rk/Tu8eaIn2sCI/AAAAAAAABNw/lOwU-XBZ70I/s1600/wallpaper8.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://3.bp.blogspot.com/-Eccxri0j2rk/Tu8eaIn2sCI/AAAAAAAABNw/lOwU-XBZ70I/s320/wallpaper8.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Saya kira sayaakan kapok nonton pilem-pilem horor Indonesia yang terus diproduksi tahun-tahunterakhir. Entah kenapa, godaan untuk tahu dan berharap yang ini akan berbedadengan yang sebelumnya memperkuat keinginan saya. Hal lain adalah, sayamencintai produksi dalam negeri dan berharap ia memberikan sesuatu yang baikuntuk saya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Berikut beberapapilem yang saya tonton belakangan ini. Pilem-pilem yang saya dapatkan di warnetini, memang banyak bertema horor. Dan saya lihat belakangan K2K memproduksimakin banyak pilem horor dengan pemain yang terbatas, dan naskah yang seolahhanya punya garis besarnya saja. Artinya, posisi naskah sangat renggang dangoyang, serupa improvisasi di komedi OVJ. Beberapa pemain bisa saja dihilangkanatau ditambahkan sedemikian rupa. Beberapa naskah, seperti yang saya tulisdiresensi sebelumnya, diambil, minimal inspirasi ceritanya dari pilem-pilemyang dianggap bagus menurut selera mereka. Seting cerita diganti menjadiIndonesia dengan persoalan yang harapannya sangat lokal, tapi sangat tidakIndonesia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Saya heran,kenapa pula saya bikin-bikin pengantar semacam ini. Baiknya kita lihat sajapilem-pilem berikut ini:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Lost In Papua(2011)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-td64VPjAjBA/Tu8egDSHPUI/AAAAAAAABN4/kFYQbfl8ZY4/s1600/zWlFLoYKiW.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="160" src="http://1.bp.blogspot.com/-td64VPjAjBA/Tu8egDSHPUI/AAAAAAAABN4/kFYQbfl8ZY4/s320/zWlFLoYKiW.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Saya bersemangat menonton pilem ini,meski kata Lost rasanya sudah sangat tidak enak. Tersesat di Papua? Bayanganpenonton tentu saja akan diantarkan pada Papua yang primitif, semua hanyahutan, Papua yang sangat jauuhhh dari bumi Endonesia, seperti orang asing dinegara sendiri, yang tiket pesawatnya lebih mahal dari pada keluar negeri. Wah,belum-belum saya sudah ngomel duluan nih. Tapi ayo jujur, bukankah demikianlogika berpikir kita selama ini?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Dan pemain utama kita juga berpikir tak beda-beda amat dari anda.Dia merinding begitu tahu akan ditugaskan di Papua. Namun, sebagaimana layaknyagaya realis dalam pilem kita, tokoh utama kita ini akhirnya berangkat dan, astaga,ia benar-benar menemukan semacam kenyataan yang ia cemaskan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pikiran saya ketika sampai di bagianini, pilem akan berbicara soal kebangsaan dan nasionalisme. Di bagian awal, kitadisajikan tentang hal-hal seram mengenai suatu daerah, kemudian kita diberikankesadaran baru bahwa apa yang kita pikirkan tidaklah benar. Minimal akanterjelaskan, oh Papua tidak demikian lo. Itu hanya ketidaktahuan kita sajaselama ini, Sayangnya, harapan saya salah. Di pilem ini, kita disuguhi tentangsuku kanibal yang ada di Papua. Astaga! Sensasi apa yang hendak dikabarkan diabad modern ini?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kenapa masih juga kita berbicarasoal remeh semacam ini sementaraada banyak persoalan besar di tanah air yangperlu kita selesaikan bersama-sama. Apa tidak ada hal lain yang bisa kita tulissoal Papua, daerah Timur Indonesia tercinta itu? Soal pembalakan hutan,eksploitasi lahan, semangat nasionalisme, kemiskinan, rasa asing dansemacamnya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Pilemnya sudah baik ketika kita disuguhi kota di Merauke, jalannyayang penuh lumpur dan rusak parah. Ia menampilkan realitas sekaligus sebuahkritik. Meski pun gambar-gambar di potong, adegan di berbagai lokasi,setidaknya kita tahu, itu loh kota Merauke. Tapi soal suku pemakan manusia?Suku perempuan yang meneruskan keturunan dengan memperkosa laki-laki dansetelah mereka hamil, si laki-laki dibunuh dan diambil jantungnya? Atau tentangkepala suku yang doyan perempuan alias lesbian? Aih, aih.. Malu dong, yang jadisponsor yang notabene lembaga-lembaga cerdas semacam RRI, kepolisian danpemerintah daerah segala tapi fokus cerita berkutat soal-soal imajinatifsemacam ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Mau apa lagi. Cerita sudahdibentang, tafsir sudah terbaca. Cerita yang intinya adalah, seorang perempuandatang ke Papua karena tugas, malah ingin masuk ke hutan untuk mencari pacarnyayang hilang di pedalaman hutan Papua. Kesannya, dramatis, penuh petualangan,sebuah perjalanan yang cukup menantang. Bertemu dengan suku-suku asli, bertemudengan hutan Papua dan masyarakatnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Semua menjadi nonsense karena ceritadigarap dengan versi Jakarta: instan, serba mungkin, logika tidak penting, danhal-hal yang absurd lainnya. Belum lagi bumbu-bumbu Jakarta yang dimasukkan dankonflik aneh. Fauzi Baadillah mau-maunya menjadi tokoh yang perannya amat takjelas dan tidak logis dalam cerita macam ini. Yang saya kecewakan lagi,legendaris MOP si “epenka” ikut-ikutan tampil, sepukul dua pukul dalam ceritaini, posisinya demikian tak jelas dalam jalinan cerita. Sisanya, tak ada yangsebenarnya bisa kita tangkap dari kisah ini, selain keganjilan-keganjilancerita da keanehan. Kesannya, Papua tempat yang aneh, seram, berbahaya, macampedalam Afrika (Afrika dalam logika berpikir sederhana kita lo ya).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tokoh kita ini bisa saja tersesat diKalimantan, bisa saja tersesat di Merapi, atau tersesat di pedalaman kota besaryang jauh lebih kanibal ketimbang dia payah-payah ke Papua untuk menghasilkansesuatu yang menjadi sangat tidak Papua. Keragaman budaya, persoalan-persoalanlokal, akan sangat keren disajikan ketimbang suku perempuan yang pemerkosa.Seakan tidak ada hal lain yang bisa kita bicarakan tentang Papua. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Bayangkan, tokoh kita sudah jauh ke hutanbertemu dengan suku Korowae dan disambut dengan baik oleh suku tersebut, tiba-tibakedatangan tokoh angkuh dari Jakarta yang mencintai si pemain utama kita tadi.Bagaimana mereka ke sana? Berapa waktu yang dibutuhkan? Emamg Papua sebesarBekasi? Dan ini dihadirkan untuk satu tujuan: bagaimana caranya biartokoh-tokoh kita bertemu dengan suku perempuan yang pemerkosa dan kanibal itu. Atau,atau, soal kepala suku lesbian, yang shutingnya bisa saja diambil di Bogor. Dalamhutan, semua menjadi tak jelas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kecuali tokoh utama di &lt;i&gt;Lost InPapua&lt;/i&gt; mereka mati semua. Tidak banyak yang bisa diungkap. Bahkan narasipenutup pun tak membantu sama sekali, karena digarap dengan gaya yang sokpuitis dan sok dramatis. Ini sejenis pilem thriller biasa, yang hanya mengambilPapua sebagai judul, mungkin seperti Hantu Goyang Karawang, Hantu puncak DatangBulan yang kemudian diganti Dendam Setan Mupeng, atau Dedemit Gunung Kidul,yang hanya mencuri dan menempelkan nama daerah untuk menarik penonton dan inginmenawarkan eksotisme mitos setempat. Selebihnya dia menjadi horor biasa danmurahan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Marilah kita bicara Papua sepertimembaca persoalan di daerah lainnya. Mungkin tak harus terlalu ketat dan seriusmacam garapan Garin Nugroho atau Nia. Memunculkan Papua ke ranah hiburan kita,seperti mendekatkan kita pada yang seolah berjarak. Mari kita cari yang positifdari itu semua. Bukan semata menjadikan itu lelucon dan bahan olok-olokan,macam acara sahur yang dibikin TransTV itu, yang menghadirkan tokoh dari Timur:Hitam dan keriting, lalu diolok-olok. Rasis betul kita. Cukuplah sudah kjta memparodikanJawa yang katrok, Sunda yang lugu, Minang yang matre, Batak yang Galak.Janganlah meledek gaya bicara Ambon yang eksotik untuk dibikin bahan tertawaandan menampilkan hal buruk lainnya jika semata-mata hanya dieksploitasi belaka.Kita bukan negara yang dihidupkan dengan semangat rasisme, yang meledek sesamakita untuk kepentingan hiburan semata.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Jadi, &lt;i&gt;Lost In Papua&lt;/i&gt;, sayakira sebagai pembuka okelah. Semoga akan ada pilem-pilem sejenis yang lebihserius yang tidak sekedar mengabarkan kaum primitif. Saya khawatir jikakemudian mereka menggarap suku Dayak, Kubu, dan Mentawai dengan perspektif ini.Satu sisi, mereka menampilkan sesuatu yang jarang dinikmati, di sisi lain,mereka tidak sungguh-sungguh menyajikannya kepada kita. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;“Bapak kepala suku dia bilang, semoga tidak kapok.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Hantu Puncakdatang Bulan atawa Dendam Setan Mupeng (2010)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-XzRVPXXrkQ4/Tu8emKD6L_I/AAAAAAAABOA/PdbE96TjCBQ/s1600/Horrorfest-2007-Hantu-Puncak-Datang-Bulan.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-XzRVPXXrkQ4/Tu8emKD6L_I/AAAAAAAABOA/PdbE96TjCBQ/s1600/Horrorfest-2007-Hantu-Puncak-Datang-Bulan.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Jika dulu pilem hantu kita dimulaidengan pembunuhan, balas dendam atas kematiannya dan diselesaikan oleh ulama.Kini, mengikuti gaya horor dari barat, cerita tak pernah selesai: horor terusberlanjut. Dan tidak terlalu jelas siapa korbannya. Hantu Indonesia selalu sukamembunuh…&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Lalu Hantu Puncak Datang Bulan? Akuharus tulis dari mana, Tuan, jika tidak ada satu pun yang bisa kita jadikanpatokan standar? Dia seperti kebanyakan pilem horor lainnya atau komedi-komediyang menampilkan keseksian dan cerita tak lagi penting. Semua bisa ditempelkan.Kita seperti berhadapan dengan pilem Indonesia tahun 90-an yang asal jadi. Yangpenting ada adegan seksnya, ada tawaran &lt;i&gt;berahi&lt;/i&gt; dan ada ranjang danperempuan mandi. Cerita, berputar dalam sebuah rumah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Rumah ini yang menjadi fokus cerita,dan memang seluruh kisah berputar di sini saja. Pasti sangat hemat biayaproduksi begini ya. Kabarnya ada adegan mandi telanjang betulan yang tentu sajatetap dihabisin oleh Lembaga Sensor Film. Tapi itu nilai jula. Andi Sorayatampil bugil, sebuah promo yang bagus. Kadang saya berpikir, kalau kita takpunya lembaga sensor dan pakai gunting-gunting pilem macam di Malaysia sana,kita kayaknya sudah sangat banyak menghasilkan pilem yang menampilkan perempuantelanjang, yang memperlihatkan buah dada, dan melulu adegan ranjang macam diThailand. Entahlah, mungkin kita masih beruntung, sehingga produser dan rumahproduksi tidak bisa memajang artis-artis muda dan baru dan memaksanya main di3-5 scane dan hampir di seluruh adegan mereka hanya disuruh menanggalkanbusana. Cerita di luar produksi, tentu soal lain.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Nah balik lagi ke rumah tempat HantuPuncak Datang Bulan (apa hubungannya dengan cerita sih?). Rumah yang dibelioleh saudagar Arab ini diniatkan sebagai kos-kosan yang sampai akhir ceritahanya diisi oleh empat anak kos saja. Dua cowok, dua cewek. Ngapain aja merekakos di sana dan apa pekerjaan mereka? Jangan tanya. Itu bukan hanya dosa pilemini sendiri. Ceritanya, rumah ini dulu pernah dihuni oleh pasangan, entah suamiistri entah selingkuhan, yang suatu malam keduanya mati sebelum bercinta. Siperempuan jauh dari tangga, setelah mengetahui si lelakinya mengintip suara airdi kamar mandi. Maksudnya tentu mengintip orang mandi. Si lelaki juga matikarena kesetrum begitu saja. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dan hari ini, 10 tahun kemudianempat anak muda ini tinggal di rumah ini, bersama si banci yang mengurusirumah, dan si Arab yang tak pernah ke mana-mana. Si hantu betah di sini. Entahkarena alasan apa. Mereka hantu yang lucu dan menggemaskan. Si pocong cowokmasih suka mengintip orang. Lalu seperti yang bisa Anda duga, tokoh-tokoh kitabersirobok dengan sang hantu, lalu mereka minta didatangkan orang pintar, dantak ada yang mampu mengusir mereka. Itukan bisa kita temukan dalam banyakpilem-pilem hantu 3-4 tahun belakangan ini kan?&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Di bagian penutup, untuk melogiskancerita, entah bagaimana mulanya, ayah si perempuan yang jadi hantu ini datang.Dia seorang kyai. Ternyata pasangan yang mati itu dikubur di sekitar rumah itu.Kenapa ya? Entahlah. Biar kesannya, kalau matinya belum diurus, arwahnya kanterus gentayangan. Maka diuruslah. Kuburan digali dan tentu hantunya pergi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Selesai? Enggak dong. Kan diawalsaya sudah bilang, trend sekarang kan teror terus berlanjut. Seperti kecemasanbarat terhadap timur saja. Si anak kos ngambeg dan hengkang. Si bos Arab begitusaja ditabrak mobil dan mati di depan rumah yang sudah dijualnya. Salahnya apa?Entah! Yang jelas, rumah berpindah ke orang baru, hantu baru tentu mulaibergentayangan di rumah ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sebagai penutup, bos rumah baru yangterus tertawa tanpa alasan ini mesti dibunuh juga, untuk menampilkan efekdramatis kisah dan ancaman berikutnya. Artinya tak ada yang boleh menempatirumah bagus ini. Ada Hantu Puncak Datang Bulan, ada Dendam Setan Mupeng. Ih…&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Cerita selesai. Muncul daftar pemainyang tak sampai 15 orang ini. Semoga kru bisa mendapat honor yang lebih besar.Dan semoga produser kaya. Amin!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Dedemit GunungKidul (2011)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-gneLXo4XFMo/Tu8erPCFNMI/AAAAAAAABOI/73K4WynuEMc/s1600/bdcad5cef930e55f45a51cb938874b52.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="296" src="http://3.bp.blogspot.com/-gneLXo4XFMo/Tu8erPCFNMI/AAAAAAAABOI/73K4WynuEMc/s320/bdcad5cef930e55f45a51cb938874b52.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Jangan berharap anda akan menemukantempat-tempat eksotik di Gunung Kidul, Yogyakarta. Tak ada bedanya dengan pilemsebelumnya dengan produksi K2K juga.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kali ini mereka memakai pemain Bule.Sepertinya artis Bokep lagi tuh. Jadi tanpa ada penjelasan apa pun si tokohbernama Vicky ngomongnya pake Inggris, padahal bapak dan saudara perempuannyabahasa Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Teknik pilem ini agak aneh. Banyakpotongan adegan yang diulang-ulang. Gaya pergantian antar adegan pun pakaiseperti flash. Membingungkan, apalagi alur rada kacau dan melompat-lompat dankurang jelas. Tujuannya jelas, ingin menyajikan ke penonton dugaan-dugaan yangdi bagian akhir semua terkuak. Meski demikian pemecahan kasus pun menjadi unikdan lucu. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Lagi-lagi sebuah pilem yang tidakserius. Alur yang aneh, memakai nama tempat tanpa berfungsi sama sekali,seperti kata Gunung Kidul. Dedemit Gunung Kidul? Aduh. Posisi pemain dan ceritapun sangat remeh dan disajikan dengan gaya norak. Sudah, tak ada yang bisa kitadapatkan dari teknik dan jalan cerita macam begini. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kekagetan di bagian akhir, tentangsiapa yang jahat pun tidak cukup memberikan pertolongan. Beberapa adegandipotong dengan semena-mena. Bahkan penutup pun menjadi seperti belum selesai.Seperti dikejar deadline. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Seharusnya bagaimana menonton pilemIndonesia ya, apalagi dengan tema horor yang seragam macam begini. Kita hanyadiantarkan pada ruang, alur dan pemain yang berbeda, tetapi secara garis besarcerita tetap begitu-begitu juga. Namun di sini keseksian ditelusupkan dengancara (yang sebenarnya tak) cantik. Toko utama adalah fotografer yang memotretdong. Nah, sesi pemotretan ini menjadi abgian promo model-model yang entahdibayar berapa untuk berbikini ria dan sedikit fragmen, tanpa beha. Cari diyoutube deh potongannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;SetanFacebook&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-soVq8fMZA78/Tu8euoEruWI/AAAAAAAABOQ/dmZRwh6oo0o/s1600/setan+facebook.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-soVq8fMZA78/Tu8euoEruWI/AAAAAAAABOQ/dmZRwh6oo0o/s320/setan+facebook.jpg" width="229" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Saya rasa beberapa komentar sayatentang film Indonesia tetap relevan ketika membicarakan film Setan Facebook.Di mana kerancuan dan logika menjadi sangat tidak diperhitungkan. Namun, daribeberapa film sejenis yang terbit tahun 2010, saya rasa Setan Facebookmerupakan salah satu yang cukup berhasil meneror penontonnya, meskipun alur danjalan cerita dibikin sekadarnya saja.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Demikian status saya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Selamat datang, selamat bersandar di sini,sebelum anda pergi lagi&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32296052-7602949888427522600?l=indriankoto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indriankoto.blogspot.com/feeds/7602949888427522600/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32296052&amp;postID=7602949888427522600' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32296052/posts/default/7602949888427522600'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32296052/posts/default/7602949888427522600'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indriankoto.blogspot.com/2011/12/sekali-lagi-pilem-horor-indonesia.html' title='(Sekali Lagi) Pilem Horor Indonesia'/><author><name>indrian koto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-Eccxri0j2rk/Tu8eaIn2sCI/AAAAAAAABNw/lOwU-XBZ70I/s72-c/wallpaper8.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32296052.post-373472605272807814</id><published>2011-12-11T22:25:00.001+07:00</published><updated>2011-12-12T00:03:13.524+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngoceh di Blog'/><title type='text'>Honor</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;   &lt;m:dispdef&gt;   &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;   &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;   &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;   &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;   &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;   &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;  &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt;&lt;/m:wrapindent&gt;&lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-siLsPApMEDY/TuTMsvlXTbI/AAAAAAAABNU/hR0bQx7_I6c/s1600/sedekah.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="250" src="http://2.bp.blogspot.com/-siLsPApMEDY/TuTMsvlXTbI/AAAAAAAABNU/hR0bQx7_I6c/s320/sedekah.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;1&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Ungkapan klasiktentang “terimalah honor sebelum keringatmu mengering,” (emang ada filosofimacam begitu?) rasanya jauh dari dunia tulis-menulis, apalagi sastra, kacanganpula macam saya. Buku-buku sastra kalau pun diterbitkan belum tentu akanmembuat si penulis memiliki anggaran untuk merancang liburan dari hasilpenjualan. Beberapa penulis, memilih mempromosikan sendiri bukunya. Untuk yangini pun nasibnya berbeda-beda. Nama dan siapa, menjadi demikian berharga.Penulis yang dianggap belum punya nama, meskipun karyanya bagus, tak bagus pulapromosi, alamat lebih banyak memeras keringat, dibanding mereka yang sudahdikenal, pintar pula strategi dan pemasaran, selamatlah ia, nasibnya takseburuk penulis kacangan kelas kampung dan namanya tak dikenal. Bah, kenapakarya kemudian menjadi pembicaraan paling akhir dalam dunia publikasi?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Mungkin itulahuntungnya bagi sebagian besar penulis yang mempublikasikan karyanya lewatmedia. Setidak-tidaknya dalam soal publikasi dan nama. Siapa yang tidak gemetarketika sebuah komentar begini terdengar: “Siapa sih penulis ini? Karyanyadimuat di mana?” Publikasi di media, salah satu dampaknya, dari berjuta alasan,adalah menjadi jalan untuk mengatakan kepada publik: “Hoi, orang banyak, iniloh saya… Ini loh karya saya.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Di negeri iniisi memang selalu menjadi nomor sekian setelah banyak faktor di belakangnya.Tentu tak perlu kita bercakapkan dulu soal itu. Bahwa yang paling ujung daripublikasi karya adalah perkara honor. Honor, royalti sodara-sodaraku yangtercinta. Mungkin ada yang menganggap honor tidak penting dengan berbagaikemungkinan: bisa jadi dia sudah demikian mapan dan merasa risih dengan duit,penulis yang masih memperjuangkan publikasi dan namanya, menganggap duit darikoran haram, penulis santun yang selalu ingin beramal, dan lain sebagainya. Initentu tak akan kita perbincangkan lebih panjang di sini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Tahun-tahunbelakangan kita dibuat tergetar karena haru, bangga dan rasa cemas melihatnama-nama penulis (sekali lagi penulis, bukan karya) yang pertumbuhannya luarbiasa. Setidak-tidaknya kita bisa lihat di status minggunya &lt;a href="http://www.facebook.com/bamcahyadi"&gt;Bamby Cahyadi &lt;/a&gt;yangkemudian menjadi rujukan bagi sebagian kawan-kawan. Perbincangan hangat, lucu,keren, norak dan &lt;i&gt;unyu&lt;/i&gt; bercampur jadi satu. Kita bisa melihat demikianbanyak, demikian besar antusias para penulis, baik yang sudah senior hinggayang baru coba-coba mengirim karya. Kita seperti bisa membaca, demikian besarminat orang terhadap karya sastra, jauh lebih besar dari partai politik, dantentu lebih bersih. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Di luarkegembiraan di hari minggu itu, terselip rasa pilu bagi sebagian penulis. Honordari tulisan yang dimuat berminggu bahkan berbulan lalu tak juga sampai ketangan mereka. Gerangan apa pula ini? Sastra tentu tak sekedar dimuat di koran,ucapan selamat, dan sekedar angkat gelas. Itu pembicaraan berat, membuat rumitpenulis. Itu tugas calon akademikus sastra macam &lt;a href="http://www.facebook.com/bamcahyadi#%21/photo.php?fbid=1993034470556&amp;amp;set=a.1415672156859.2056655.1384245795&amp;amp;type=3&amp;amp;theater"&gt;Eko Triono&lt;/a&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;2.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Pernahkah kitabertanya, apa sih maunya koran memuat karya sastra setiap hari minggu? Sungguh,saya tak tahu. Untuk menaikkan oplah rasanya tidak. Tak semua penulis karyasastra di koran membeli koran setiap minggunya, mungkin membeli jikasewaktu-waktu tulisannya dimuat. Apalagi mereka yang tak mengirimkan karya kekoran. Beberapa nama Besar (dengan b besar) mungkin akan cukup membantupenjualan barang 10-20 eksemplar karena ada pembaca yang tertarik dengan namapenulisnya—membuat pelanggan eceran koran minggu kebingungan mengetahui koranyang dicari habis di loper langganannya. Rasanya pemuatan karya bukanlahkeuntungan besar bagi media. Tapi entahlah, saya belum pernah bekerja di media.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Jawabanringannya mungkin sebagaimana sering kita dengar, bahwa hari minggu adalahwaktu bersantai, saat berkumpul keluarga, jadi pembaca harus dimanjakan. Beritapenting hanya ada di halaman utama, sisanya rangkuman macam-macam peristiwa.Mulai dari trend, mode, tempat wisata, teka-teki silang, halaman anak,konsultasi, hingga cerpen dan puisi. Aih, aih, aih.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Tidak, tidak bukansoal sastra dianggap pelengkap saja yang saya maksudkan (Hem… berat memang ya,jika sastra selain menjadi ruang hiburan, ia ikut pula menanggung beban“kontekstual”).&amp;nbsp; Karena lebih sebagairangkuman pula, makanya ada koran minggu yang bahkan sudah terbit sejak harijum’at. Saya pernah melihat Suara pembaruan terbit macam begitu. Rugilah diakalau ada peristiwa besar dan menarik di sabtu malam. Media macam JurnalNasional bahkan hari minggunya terbit dengan konsep tabloid (yang Jurnas Minggubelakangan saya tidak tahu).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Yang repotnya,kadang bersantai-santai ini jatuh juga pada soal pembayaran honor penulis. Nahini yang sebenarnya ingin saya tulis. Sayangnya, pengantar sudah cukup panjang,saya akan membahasnya lagi berpanjang-panjang. Plis, jangan bosan ya?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Setiap penuliscerpen dan puisi (maaf, saya tidak tahu nasib mereka menulis artikel, laporanperjalanan, esai, resensi dan semacamnya, semoga saja nasib kita berbeda. Amin!Atau jangan-jangan teman-teman ini juga mau curhat) pasti pernah mengalami honoryang tak dibayar hingga tulisan ini saya tulis. Entah dimuat bulan lalu,berbulan, atau bertahun lalu. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Perlakuan mediaterhadap penulis berbeda-beda. Di media yang sama pun perlakukan terhadappenulis, terkait honor, kadangkala berbeda pula. Ada koran yang lancar dangampang pembayarannya, kecuali penulisnya berniat menyumbangkan honornya, atausengaja/lupa tidak melampirkan no rekening. Ada koran tertentu bagi sebagianorang pelit honor, bagi yang lain malah sangat gampang mengurusnya. Namun ada pulakoran yang benar-benar tak beres dengan pembayaran dan 99% menyetujuinya. MenyebutRepublika mungkin banyak jari yang mengacung jika ditanya: “Siapa yang belumdibayar honornya?” Tapi saya belum pernah dimuat di Republika, jadi tidak tahu kebenarannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;3. &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Saya inginbercerita pengaman saja, semoga tidak membuat media tertentu tersinggung,menutup halaman sastranya macam Media Indonesia dan mengatakan saya merusaknama baik mereka. Ah tulisan macam ini, apa yang diharapkan darinya, Pak? &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Pengalaman danmotivasi kita pastilah berbeda-beda ketika mengirimkan karya ke media. Inilagi-lagi Pe-ernya &lt;a href="http://www.facebook.com/bamcahyadi#%21/photo.php?fbid=1993034470556&amp;amp;set=a.1415672156859.2056655.1384245795&amp;amp;type=3&amp;amp;theater"&gt;Eko Triono&lt;/a&gt;. Saya mengirimkan tulisan ke koran/majalah denganpertimbangan masih memungkinkan saya melacak, setidaknya tahu info pemuatannya,meskipun pada akhirnya saya tetap tak punya arsip. Di awal-awal menulis dimedia saya pernah punya pengalaman buruk. Judul cerpen saya dipotong, bahkanisinya dimutilasi jadi semacam ringkasan, dan honor saya tak dibayar. Sayabela-belain datang ke kantornya, karena kebetulan ada teman yang berniatmeminta honor juga. Hari sabtu yang menyedihkan ketika itu, saya selalumengingatnya dengan baik. Kami mencemaskan bensin buat pulang, karena si temanberpikir akan mendapat honor. Apa daya, “hari sabtu, koran kami tidak melakukanpengeluaran apa pun.” Setengah menangis kami keluar dari gedung megah itu,berdoa agar bensin kami tak habis di jalan dan ban motor tidak bocor. Ketikaitu Tuhan masih gampang memberikan keringanan bagi mereka yang teraniaya (Tidakmacam sekarang, waktu di mana semua orang merasa teraniaya). Ketika itu sayasempat menanyakan honor tulisan awal saya yang dimuat di media mereka, setahunlampau itu. “Kamu di &lt;i&gt;black list&lt;/i&gt;, karena selain di Solo Pos (ups, sayamenyebut medianya juga), cerpen itu juga dimuat di majalah wanita.” &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Dimuat dimajalah lain? Di &lt;i&gt;black list&lt;/i&gt; karena pemuatan ganda setelah cerpen saya diacak-acak?Majalah wanita mana yang dimaksudkan? Kenapa tidak boleh mengirim karya yangdimuat di media lokal tertentu ke media lokal lainnya, apalagi di zaman itu taksemua koran punya situs dan selalu &lt;i&gt;update&lt;/i&gt; sastra, dengan pertimbangansastra diapresiasi lebih luas? Apa-apa pasti penulis yang disalahkan. Soalpemuatan ganda, penulislah yang ditunjuk hidungnya sebagai biang kerok. Mediatak pernah mau introspeksi, bahwa keterbatasan mereka mengamati media sainganjuga berlaku, atau soal mereka menumpuk naskah berbulan-bulan lamanya tanpakabar. Pokoknya penulis, kenapa tidak sabar, kenapa ngirim ke beberapa koran,kenapa begini, kenapa begitu. Macam lagi anak-anak banget deh. Aduh, aduh, kitagak usah ngomong ini dulu ya?&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;4.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Saya langsung kepoin saja deh. Pengalaman belakangan ini membuat saya jengkel jika mengingatnyaadalah ketika puisi saya dimuat di Seputar Indonesia Agustus lalu. Sebulan sayatunggu, tak ada kabar. Di televisi milik jaringan mereka saya lihat merekamenambah jaringan radio, portal berita online dan televisi jaringan sertaketerlibatan mereka ke dunia politik (apa hubungannya denganku coba). Kayasekali mereka, pikirku. Berapa sih ya honor karya sastra? Saya kembali meradangmengingat honor saya tak diberikan. Kekesalan saya yang lain, berkait denganpertanyaan saya beberapa paragraf di atas, yakni: “untuk apa sih sebenarnyamedia memiliki halaman sastra (dan kenapa pula sekarang berkumpul di hariMinggu?” Nah, karena saya tak punya jawaban, saya kemudian berpikir, Sindo punseperti tak punya jawaban. Buktinya, tidak selalu sepanjang minggu ada halamansastra. Sewaktu-waktu puisi bisa hilang, tak jarang paket puisi dan cerpen raibdiganti halaman iklan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Apa sih komitmenmedia mengenai sastra? Lagi-lagi saya bertanya, kali ini dalam hati. Benar,sepertinya mereka memang tak punya tanggung jawab sebenarnya. Sekedarikut-ikutan, biar sama dengan media lain, atau kebetulan ada wartawannya yangpenulis jadi perlu juga nih bikin halaman sastra (tentu setelah sang wartawanmati-matian mengungkapkannya di sidang redaksi). Ah, pasti tidak sesederhanaitu, tapi PR aja deh ya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Melihat caramedia yang dengan “seenak mereka” memperlakukan sastra, kita dibuat jengahjuga. Mentang-mentang mereka tak punya kewajiban, lalu bisa dengan entengberujar, “sudah enak lu gue kasih ruang publikasi.” Ih, sehina itukah sastra,jika pun iya, maksud saya, “jika elo emang media yang sudi menghibahkanhalamannya untuk publikasi karya sastra yang sama sekali gak ada hubungannyadengan orientasi media elo, bayar honor gue juga dong.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;“Ini bukansemata-mata perkara uang,” hati kecil saya berbisik. “Ini masalah Hak!” Pastibanyak orang sependapat dengan saya. Kenapa sih hak kita sebagai warga negara terus-terusandirampas di negeri ini? Terlalu keras kita nanti dituduh mencemarkan nama baik,terlalu ngotot kita dikira rakus. Tak enak memang menjadi rakyat, tapi menjadiwakil rakyat lebih berbahaya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Suatu malam, disela-sela status norak saya di FB saya menulis surat ke redaksi Sindo (Nah,kembali ke Sindo nih) yang intinya menanyakan honor saya. Besoknya saya lupadengan surat tersebut, tapi mereka tidak. Saya kirim email tengah malam, dipangkal hari rabu, saya di telepon ketika adzan magrib berkumandang hari rabuitu juga. Intinya mereka membaca e-mail saya dan bilang setelah dicek, tidakada nomor rekening saya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;“Tapi tak adanomor rekening, jadi kami tak bisa mengirimkan. Kalau tak ada nomor rekening,kami tak akan mengirimkan sampai kapan pun.” &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Sejenak saya membayangkanhonor saya yang sudah disiapkan itu berlumut, uang koinnya mulai berkarat, jikaterbuat dari coklat, honor saya pasti sudah meleleh dan dirubung lalat, ulatdan belatung. Mengingat itu segera saya sebutkan nomor rekening dan diulangoleh mereka. Wah besok saya bisa ngenet semalam suntuk nih, ucap saya dalamhati. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Sebelumnya Sindodalam sebulan sudah dikirim, meskipun kadang mesti ditelepon. Tapi sekarangagak ribet. Saya katakan itu pada mereka. “Ini bukan tulisan pertama saya diSindo, tapi pengalaman pertama yang tak dikirim setelah beberapa bulan. Tapiteman saya yang lain juga belum dikirim lo, Mas.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Dia lalu bertanyanama teman saya, saya sebutkan, dia bertanya bulan pemuatan, saya kira-kirasaja, mereka menemukan dan bilang memang belum dikirim honor teman saya itu. Merekaminta nomor kontak. Kabarnya, teman saya langsung mereka di tengah magrib itujuga. Sekali lagi saya membayangkan bisa semalam suntuk di warnet. Sayatersenyum lebih bahagia lagi membayangkan teman saya akan dengan girang SMS,“Dasyat bung, honor saya sudah dikirim.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Berhari, danseminggu pun lewat. Saya yang penuduh ini beranggapan, “karena mereka disentilsaja maka langsung klarifikasi.” Nama baik. Karena seminggu lewat dan belumdikirim juga nonor yang kami percakapkan itu, saya bikin email kedua,menyatakan protes saya dengan bahasa yang sesantun-santunnya versi saya. KepadaBung &lt;a href="http://www.facebook.com/budiphatees"&gt;Budi Hutasuhut&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://www.facebook.com/media/set/?set=a.101949016493164.4330.100000341986507&amp;amp;type=3#%21/photo.php?fbid=102221226465943&amp;amp;set=a.101949016493164.4330.100000341986507&amp;amp;type=3&amp;amp;theater"&gt;Muhammad Ali Fakih&lt;/a&gt;, rekan senasib, saya lampirkan suratitu. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Hingga hari initak ada lagi telepon, tak ada uang yang masuk. “Kita sudah berbuat Nak Nyo.Kita sudah melawan sebisa-bisa kita,” kata Nyi Ontosoro pada saya. Eh, itu kanMinke, bukan saya. Dampaknya mungkin kira-kira begini: “Awas ya, gak bakal guemuat lagi elo. Berisik sih” Mungkin begitu bunyi geramnya. Dan inilah yangbanyak ditakutkan oleh banyak kawan-kawan yang tidak menerima honor, mungkin.Dengan rendah hati sebagian orang mengalihkan kesedihannya dengan hiburan, “Ah,yang penting dimuat saja sudah cukup. Perkara duit itu sensitif.” Nah, ini jugaperkara bagi saya. Gak bisa dong, untuk media yang komersial, dan jelas-jelaspula ada bayarannya, saya pun harus dibayar. Saya tidak ingin melakukan kerjaamal begitu saja. Gak mungkin juga saya mau mengirimkan karya untuk sekedarhiburan (syukur-syukur ada pembacanya) ke media yang secara orientasi danpembacanya sudah berbeda dengan saya. Kecuali saya mengirimkan ke mediaalternatif, dan saya juga bisa tulus. Saya juga mengirim tulisan ke media didaerah—itu pun dengan beberapa pertimbangan yang sudah saya sebutkan tadi dandiulang lagi. Setidaknya: Saya tahu dimuat dan kapan waktunya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;5.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Soal honor kasusnyalebih sering sangat sederhana. Dia tidak berhubungan langsung dengan kebijakan,redaktur atau apa pun. Perkaranya ada di bagian keuangan. Ya, gak? Bahwa memangada koran yang pembayaran tiap tanggal berapa setiap bulan, ada yang memangdalam satu minggu anggaran pembayaran turun. Soal kedua mungkin kebijakanpengiriman honor. Bagian keuangan entah mengabaikan, atau karena memang terlalubanyak kerjaannya (mungkin aja toh, ada wartawan yang minjam duit, ngambilhonor mingguan, atau bayar kredit apa gitu) sehingga tak ada waktu untukmentransfer uang. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Persoalan laindan menjadi keluhan bagian keuangan tentu saja beragam Bank yang hendak dituju.Maka jika sodara-sodara menelepon media tertentu, mereka minta, kirim dongrekening bank yang ini aja. Kalau gak ada, pinjam teman deh, gitu. Tapibukankah juga sekarang perkara transfer lebih gampang dan untuk beberapa bankbisa lewat satu bank saja. soal biaya toh dipotong dari honor kita juga, takapa kan? Seperti pajak, kita kan demikian taat membayarnya. Astaga, kitaternyata pembayar pajak yang rajin sodara-sodara, lalu mengapa sastra demikiantak terperhitungkan di negeri ini. Mau sastra dihargai macam FFI? Gak deh,pliss…&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Nah, balik lagisoal bagian keuangan. Kadang ada bank yang bagian keuangan yang mungkin kerjasendirian. Ya ngurus karyawan, ngurus wartawan, ngurus pengeluaran lain-lainsehingga gak ada waktu lagi untuk untuk ke Bank atau ATM. Kasian sekali merekaya. Maka, kadang-kadang kawan kita ‘memegang’ redakturnya. Nah redakturlah yangkadang datang ke bagian keuangan, meminta honor si ini, dimuat tanggal segini,lalu menunggu dan mentransferkannya untuk kita. Sungguh mulia. Sayangnya yangbaik-baik tak selalu tersedia banyak di negeri ini. Kitanya juga suka gak enaktoh? &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Persoalan laindalam kirim-mengirim honor adalah, bagian keuangan tidak tahu nomor rekeningpenulis. Dia tahu ada honor yang belum dikirim, tapi mau dikirim ke mana? Adamemang penulis yang lupa melampirkan no rekening, tapi rata-rata merekamelampirkannya bersama biodata. Persoalannya adalah mungkin redaktur lupamemberikan nomor rekening ke sekretarisnya, kalau punya, atau lupa memberikanke bagian keuangan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Yang agak seramadalah cerita kawan saya. Dia wartawan di suatu media nasional, milik partaipula. Suatu ketika honor tak datang-datang, jadi mesti ditelepon dulu. Honornyajuga berkurang jumlahnya. Nah inilah istimewanya kita. Seiring naiknya hargadan gaji pegawai, tapi honor sastra di media cenderung monoton juga banyak yangturun. Logika terbalik nih. Misalnya Pikiran Rakyat honor cerpen yang 400 ribudan dipotong pajak tiba-tiba turun jadi 200 ribu sekarang ini. Misal yang lainnih, saya pernah liat wesel dari Suara pembaruan untuk honor puisi akhir tahun90-an 150 ribu, sekarang juga gak beda-beda amat kan? Duh, Silet, pil, danrokok saja naiknya ratusan persen, kok honor tulisan gak ya? Perbandingan honor di setiap media juga berbeda lo. &lt;a href="http://semuaguru.blogspot.com/2011/04/alamat-nama-rubrik-dan-jumlah-honor.html"&gt;Silahkan cek&lt;/a&gt;!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Eh, eh, eh,sampai di mana tadi? Oh ya, soal honor di koran tempat teman saya bekerja itu..Nah, usut punya usut, teman saya cerita bahwa bagian keuangannya akhirnyadicopot dnegan tak hormat, karena ternyata dia memakai duit perusahaan untukbikin usaha diluar. Jadi honor penulis ‘dipinjam’ dulu. Dan tragisnya, yangmengurus keuangan ini punya kebijakan sendiri, memotong sendiri honor penulisyang seuprit persen jika dibandingkan gaji wakil kita yang menyokong mediatersebut. Dia mengkorupsi honor. Bayangkan jika ternyata honor sodara di sebuahkoran bukan 200.000 tapi dua juta. Hayoo.. lagian para penulis kan terlalu baikhati, selalu terima dan alhamdulillah aja….&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Media memang perluketegasan dalam pembayaran honor. Pengetatan itu tidak rumit, tinggalmelimpahkan tugas ke bagian keuangan (pasti kesian kali si ibuk itu). misalnya,tanggal segini tugasnya ke bank untuk transfer sebulan ini, dan demikian pulabulan depannya. Keren ya. Kita merindukan media macam kompas yang bayar honordalam minggu itu juga. Seandainya, seandainya, lancar saja dulu aja pembayaranhonor, betapa menyenangkan menjadi penulis di ngeri ini. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Biasanya yangagak bermasalah adalah ketika pertama kali tulisan dimuat di media. Kealpaan redakturmemeberikan nomor rekening penulis, atau penulis yang terburu-buru membuatbagian keuangan juga tak bisa apa-apa. Namun seharusnya, penulis yangs udahmenulis beberapa kali dengan sendirinya sudah tercantum di arsip keuanganlengkap dengan nomor kontak, sehingga gampang jika hendak mengirimkan jikasewaktu-waktu tulisan dimuat lagi. Asal tidak berganti-ganti nomor rekening.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Sepertinya,bercita-cita jadi penulis (apa lagi puisi) di koran minggu adalah sebuahkesenangan semu. Seperti atlet yang berjaya di lapangan, tapi teronggok pasi diakhir-akhir masa hidupnya. Tapi atlet pun sudah berbeda nasibnya, negara mulaimemperhatikan mereka. Tapi koran dan sastra di hari minggu punya siapa? Apa adakontrak media dengan &lt;i&gt;pemerintah, &lt;/i&gt;tidak kan? Atau, hmm… jangan-jangankita memerlukan &lt;i&gt;reward&lt;/i&gt; untuk karya-karya yang dimuat di media tertentudari pemerintah. Meski ada yang menolak, tapi mungkin akan banyak yang setujusoal ini. Artinya karya sastra yang dimuat di media tertentu akan mendapathonor dari pemerintah, sebagaimana yang dilakukan penerbit atas buku-bukumereka yang diresensi para penulis. Tapi negara kan bukan penerbit. Rasanya,membicarakan karya di koran minggu, lalu penulis dibayar sama pemerintah,seperti memegang tai saja: bau; memalukan; jijik; najis; tabu; dan kayak gakada kerjaan aja; serta ngapain elo?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Duh, sastra dikoran minggu, sastra di hari minggu, apa sih maumu?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;6.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Setiap penulis punya kerumitan yang berbeda di koran yang berbeda.Mungkin diperlukan siasat. Nah, sebagai penutup ini mungkin semacam pengalamanyang tiap teman-teman pasti punya tips sendiri-sendiri. Untuk koran LampungPost, biasayanya saya meminta tolong sama &lt;a href="http://www.facebook.com/media/set/?set=a.101949016493164.4330.100000341986507&amp;amp;type=3#%21/profile.php?id=1109914269"&gt;Arman AZ&lt;/a&gt; (Saya sering tidak enak sama&lt;i&gt;almuqaram&lt;/i&gt; ini, karena harus repot gara-gara saya), untuk Riau Pos, kadang jikakondisi sudah benar-benar terjepit saya minta tolong bang &lt;a href="http://www.facebook.com/media/set/?set=a.101949016493164.4330.100000341986507&amp;amp;type=3#%21/photo.php?fbid=53119138569&amp;amp;set=a.436454883569.236389.841173569&amp;amp;type=3&amp;amp;theater"&gt;Harry Kori’un&lt;/a&gt;, sekalilagi memang tak enak, karean pastilah doi punya kesibukan lain. Dan kadang sayatak tahu apakah benar ada, atau berapa tulisan saya di Riau Pos yang belumdikirim. Jika ke Haluan ada jeng &lt;a href="http://www.facebook.com/media/set/?set=a.101949016493164.4330.100000341986507&amp;amp;type=3#%21/profile.php?id=1253867244"&gt;Yetti A. KA&lt;/a&gt; dengan sangat luar biasamemperjuangkan honor saya. Hihihi… Padang Ekspress sewaktu-waktu saya pulang,honornya diambil, dan kadang-kadang diambilkan teman-teman.&amp;nbsp; Suara Merdeka ada kantorcabangnya di Yogya, Pikiran rakyat saya biasanya telepon kantor cabang diYogya. Untuk KR, Minggu Pagi, dan Merapi saya ambil langsung ke redaksi. Bagiteman-teman yang punya tulisan di 3 media terakhir ini, bisa diambilkan keredaksi macam yang dilakukan bang Arman AZ dengan Lampung Post, tetapi mestimenggunakan surat kuasa, pakai materai dan tanda tangan serta fotokopi KTP. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Cara-cara macamini mungkin menjadi salah satu jalan, meski saya tidak mengharapkan ini terus-terusanberlangsung apalagi Anda nanti menghubungi mereka pula. Itu langgananku tau..hahaha… Yang lain mungkin punya pengalaman berbeda-beda. Silahkan dibagi keyang lain pengalamannya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: right;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Yogyakarta,11 Desember 2011&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Selamat datang, selamat bersandar di sini,sebelum anda pergi lagi&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32296052-373472605272807814?l=indriankoto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indriankoto.blogspot.com/feeds/373472605272807814/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32296052&amp;postID=373472605272807814' title='10 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32296052/posts/default/373472605272807814'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32296052/posts/default/373472605272807814'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indriankoto.blogspot.com/2011/12/honor.html' title='Honor'/><author><name>indrian koto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-siLsPApMEDY/TuTMsvlXTbI/AAAAAAAABNU/hR0bQx7_I6c/s72-c/sedekah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>10</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32296052.post-2628538132337994760</id><published>2011-12-05T23:04:00.001+07:00</published><updated>2011-12-05T23:17:41.550+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='info tak penting'/><title type='text'>Rencana Lomba Rensensi Buku</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;   &lt;m:dispdef&gt;   &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;   &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;   &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;   &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;   &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;   &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;  &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt;&lt;/m:wrapindent&gt;&lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-sAtY-9uzicA/TtzuD5n4p6I/AAAAAAAABM0/j0yDMZlm0W4/s1600/DSCN0716.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-Hwlunekd6XY/TtztoBvumEI/AAAAAAAABMs/XYd4BDGBu4g/s1600/DSCN0716.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://3.bp.blogspot.com/-Hwlunekd6XY/TtztoBvumEI/AAAAAAAABMs/XYd4BDGBu4g/s320/DSCN0716.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Pengantar&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Saya berjualanbuku. Semula saya jualan di acara-acara sastra tertentu. Saya juga menjualnyasecara online di blog &lt;a href="http://jualbukusastra.blogspot.com/"&gt;jualan buku sastra&lt;/a&gt; serta membuat &lt;a href="http://www.facebook.com/#%21/groups/116965865058228/"&gt;group di FB&lt;/a&gt; dan jugapunya &lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100003040045523&amp;amp;ref=tn_tnmn"&gt;akun FB&lt;/a&gt; sendiri. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Tadinya sayahanya menjual buku-buku sastra yang memang saya punya stoknya. Buku-bukutersebut terutama terbitan Akar Indonesia dan Framepublishing. Selebihnya adabeberapa kawan yang ikut menitipkan bukunya maupun buku yang diterbitkan olehmereka. jika boleh berencana, tahun 2012 nanti saya akan mencoba memperbaikilapak, kontrak kerjasama setahap demi setahap.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Sejauh ini sayabelum bisa benar-benar mengurus &lt;a href="http://jualbukusastra.blogspot.com/"&gt;blog&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://www.facebook.com/#%21/groups/116965865058228/"&gt;group FB &lt;/a&gt;(Jualan Buku Sastra) inidengan profesional. Bahkan &lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100003040045523&amp;amp;ref=tn_tnmn"&gt;Facebooknya &lt;/a&gt;pun lebih sering menganggur. Saya hanya memfokuskan pada buku-buku yang ada dalam kardusdi kamar saya. Pesanan-pesanan buku baik di group FB maupun SMS seringkali sayaabaikan. Nah, ini salah satu bagian yang ingin saya rombak. Saya akan lebihbersedia untuk memperpanjang sayap dengan melakukan kerja sama dengan toko bukudi shopping misalnya jika ada pesanan buku-buku tertentu. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Keinginan sayasebenarnya sederhana saja. Saya ingin menjual buku-buku sastra alternatif. Makapesanan buku di group lebih banyak saya abaikan. Bisa saja saya melayanipermintaan semua teman-teman yang mencari buku, selama buku itu masih bisaditemukan di toko buku, ini yang mungkin akan saya lakukan di waktu-waktu kedepan. Bukan membiarkan juga sebenarnya, di group itu saya ingin memberikankebebasan untuk kawan-kawan menjual dan membeli buku. Jika ada yang pesan, dankebetulan ada kawan lain yang tahu buku tersebut, sebuah kerjasama telahterjalin antar teman-teman saya. Sementara saya bisa lebih fokus pada buku-bukuyang memang susah dicari di toko buku.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Dalam satubulan, sejak juli tahun 2011 ini, beberapa kali saya datang ke kantor pos untukmengirimkan buku. Meski demikian, ini masih jauh dari harapan. Pemesan bukuyang saya pegang stoknya belum banyak, dan buku yang saya miliki juga sangatterbatas. Untuk promosi lebih kencang saya masih belum bisa. Untuk internetsaya harus ke warnet dan itu pun lebih sering saya lakukan malam hari, denganpertimbangan &lt;i&gt;happy hour&lt;/i&gt;. Itu pun tak bisa setiap malam. Mengandalkanhidup dari jualan buku macam ini jelas belum bisa. Meski demikian saya selaluingin publik mengenal buku-buku sastra yang diterbitkan dari berbagai daerahdengan biaya sendiri dan oplah terbatas. Untuk buku-buku sastra yang saya takpunya stoknya yang kebetulan saya tahu covernya saya pajang di &lt;a href="http://pustakapelabuhan.blogspot.com/"&gt;Pustaka Pelabuhan&lt;/a&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Tahun 2012 nantibeberapa pembenahan ingin saya mulai. Pertama jelas melunasi pembayaran keteman-teman penerbit yang bukunya terjual di tahun 2011 ini. Kedua tentupemberbesar jaringan ke kawan-kawan yang lain agar bukunya bisa terpajang dilapak saya. Ketiga kerja sama dengan toko buku yang memiliki stok buku jikakebetulan ada kawan-kawan yang memesan buku tertentu. Tapi tidak untuk semuabuku sastra, karena beberapa buku sastra tertentu masih gampang ditemukan ditoko buku berbagai kota. Keempat tentu saja strategi penjualan. Saya agaksedih, lebih banyak buku yang sama sekali belum pernah dipesan, meskipun bukutersebut menurut saya sangat menarik dan layak mendapat apresiasi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Saya jugaberencana mengadakan Lomba Resensi Buku Sastra yang ada di lapak penjualansaya. Tujuan utama jelas untuk promo, kedua saya juga ingin buku sastratertentu mendapatkan apresiasi meskipun sebatas resensi belaka. Ini yang sedangsaya pikirkan sekarang dan inilah sebabnya saya membikin tulisan ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Semula sayaberpikir, semua buku yang kebetulan saya pegang stoknya akan saya lombakan.Peserta lomba resensi buku sastra wajib membeli buku yang hendak diresensinya.Namun saya khawatir, jika saja peminatnya sedikit saya akan bermasalah denganhadiah yang direncanakan. Saya khawatir tak bisa mencukupi target untukmemberikan hadiah bagi pemenang. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Saya kemudianberpikir mencoba mengajak kawan-kawan baik yang sudah menitipkan bukunya keJualan Buku Sastra maupun yang lain untuk mau bekerja sama dalam lomba ini. Untukkepesertaan tersebut saya membayangkan pemilik buku mau membantu dana awal 100.000untuk buku mereka. Saya benar-benar tak siap dengan ini. Niatnya sebagai upayaapresiasi mengapa pula harus menyumbang uang sebanyak itu? Jangan-jangan ituhanya akan membebani penulis saja. Iya kalau ada yang membeli buku mereka dankemudian meresensi, kalau tidak ada bagaimana?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Saya tak punyasponsor, dan saya tak punya modal. Dengan membatasi buku untuk bahan LombaResensi Buku Sastra sebanyak 25 buku, saya membayangkan bisa menge-&lt;i&gt;save&lt;/i&gt;dana sebesar dua setengah juta. Cukup banyak rasanya sebagai modal awal.Hadiahnya saya bayangkan juara pertama 1 juta, kedua 750 ribu, ketiga 500 ribudan ditambah 7 orang lainnya yang mendapat paket buku dan sertifikat/piagam.Sisa modal yang lain mungkin bisa dikumpulkan dari penjualan buku sepanjanglomba tersebut berlangsung.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Saya tahu iniamat berat. Bukan soal uangnya. Seperti yang saya sebutkan di atas untukresensi saja mengapa harus mendaftar dan membayar? Ini jelas tidak adil. Takada lagi yang bisa saya lakukan sementara ini sodara-sodara. Modal awal harusada, dan saya tak berani mengambil resiko yang membahayakan. Saya hanyaberharap akan ada kawan-kawan yang punya buku sastra mau berpartisipasi denganmembantu pendanaan awal tersebut. Jika saja 25 buku terpenuhi, tentu rencanaselanjutnya akan berjalan lebih teratur.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Rencananyabegini. Setiap peserta Lomba Resensi Buku Sastra diwajibkan membeli satu bukuyang sudah dimasukkan ke dalam daftar buku yang dijadikan bahan untuk lomba.Karena belum tahu seberapa besar minat peserta, maka akan dibatasi 20 resensi.Begitu satu buku sudah teresensi sebanyak 20, maka untuk naskah tersebutditutup dulu, untuk memberi kesempatan pada buku-buku lainnya diapresiasi. Jikapeserta melimpah diluar target peserta sebanyak 250 resensi (ah, dengan hadiahsegitu, ditambah dengan kewajiban tertentu, adakah yang akan berminat?) makadibebaskan berapa pun resensi untuk buku tertentu. 20 resensi adalah target.Sebab, saya berharap penulis yang bukunya ingin diresensi juga diharuskanmenyertakan bukunya 10-20 eksemplar untuk kami bagikan ke peserta lombaresensi. Ini tentu menjadi syarat karena itu akan menjadi syarat pula bagipeserta resensi. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Apakah tulisansaya bisa dipahami? Mungkin jika membuat semacam pengumuman, saya akanmembuatnya seperti berikut, yang tentu akan mengalami beberapa perubahantertentu jika ada masukan nantinya. Berikut kira-kira bahasanya:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;PersiapanNaskah untuk Lomba Resensi Buku Sastra &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Jualan Buku Sastra yang beralamat di &lt;a href="http://jualbukusastra.blogspot.com/"&gt;http://jualbukusastra.blogspot.com&lt;/a&gt;,dan group di FB/Jualan Buku Sastra berencana mengadakan lomba Resensi BukuSastra pada tahun 2012 ini, Ada pun buku-buku yang akan diresensi adalahbuku-buku yang stoknya tersedia di blog tersebut. Peserta resensi diwajibkanmembeli salah satu buku yang sudah disiapkan daftarnya, nota pembeliansekaligus menjadi kupon kepesertaan mereka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Ide ini berangkat dari satu pemikiransederhana. Ada banyak buku sastra yang diterbitkan sepanjang, namun tidak semuabuku sastra mendapat apresiasi yang layak. Seringkali buku-buku yangditerbitkan secara terbatas, oleh penerbit kecil, tak jarang dimodali olehpenulis sendiri memiliki kendala dalam apresiasi, maupun distribusi. Distribusibuku yang tidak berimbang ini membuat buku-buku sastra tertentu sulit dicari ditempat lain.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Untuk itu, kami mengundang kawan-kawan yangmemiliki buku sastra untuk bekerjasama dengan kami dalam rangka Lomba ResensiBuku Sastra, di mana bukunya dijadikan salah satu naskah yang dilombakan. Kamimengutamakan buku-buku sastra yang diterbitkan secara indie/alternatif yangsecara distribusi, jumlah, dan apresiasi masih memiliki banyak kendala.Undangan ini ditujukan kepada penulis, bukan untuk penerbit.&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Ada pun syarat-syaratnya sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start="1" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; margin-top: 0cm;" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Jumlah buku maksimal untuk daftar buku yang dijadikan Lomba     resensi Buku Sastra adalah 25 buku.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Buku yang ingin dijadikan daftar buku yang diresensi merupakan     buku-buku sastra yang terdiri dari kumpulan cerpen, Puisi, Novel, kumpulan     esai dan kritik sastra.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Buku tersebut diterbitkan sepanjang 2009—2012&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Tiap penulis hanya boleh menyertakan satu buku saja.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Bersedia memberi sumbangan sekaligus biaya promosi sebesar     100.000 rupiah.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;menyediakan 10-20 eksemplar buku dan dikirimkan ke panitia.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;untuk alasan kualitas dan mutu karya, keterwakilan pengarang,     serta jumlah buku yang diresensi, panitia memiliki hak untuk memilih buku     sastra tertentu yang akan dijadikan bahan Lomba resensi, dan buku lainnya     tetap akan dijual dan dipromokan dengan sistem biasa. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Tawaran kerjasama ini terbuka hingga 31 Januari 2012.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Kesediaan sebagai peserta harap dikonfirmasi ke nomor kontak:     081802717528.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Ketentuan Lainnya:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start="1" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; margin-top: 0cm;" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Bagi teman-teman bersedia bekerjasama silahkan mengkonfirmasi     kami di nomor 081802717528 (Indrian koto) dan mengirimkan donasi sebagai     bantuan persiapan lomba dan hadiah bagi pemenang ke&lt;b&gt; &lt;/b&gt;BNI Cabang UGM dengan     No rekening 0117443522 atas nama Indrian Toni.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Buku yang ingin disertakan sebagai naskah lomba dikirimkan ke:     Indrian koto, Jalan Bimo Kurdo No 8, Sapen Yogyakarta sebanyak 10-20     eksemplar buku.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Adapun syarat-syarat kerja sama penjualan di Jualan Buku Sastra     adalah memberikan potongan 40-50%. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Kami membatasi maksimal 20 resensi untuk masing-masing buku     yang menjadi naskah lomba dengan pertimbangan buku-buku yang lain juga     mendapat kesempatan yang sama. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; margin-left: 18pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Hadiah untukpeserta Resensi Buku Sastra adalah: Juara 1 mendapat uang tunai senilai Rp1000.000 ditambah piagam dan paket buku, Juara II mendapat uang tunai sebesarRp 750.000, pagam dan paket buku, dan juara III uang tunai senilai Rp 500.000ditambah piagam dan paket buku. Tujuh nominator lainnya akan mendapat piagamdan paket buku. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Resensi akandigunakan sebagai promo buku dan diposting di: &lt;a href="http://jualbukusastra.blogspot.com/"&gt;http://jualbukusastra.blogspot.com&lt;/a&gt;,dan &lt;a href="http://pustakapelabuhan.blogspot.com/"&gt;http://pustakapelabuhan.blogspot.com&lt;/a&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Begitulahkira-kira. Ah saya memang tidak pandai berbahasa. Berilah saya semacam komentaryang membangun. Pliss..!!!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Selamat datang, selamat bersandar di sini,sebelum anda pergi lagi&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32296052-2628538132337994760?l=indriankoto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indriankoto.blogspot.com/feeds/2628538132337994760/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32296052&amp;postID=2628538132337994760' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32296052/posts/default/2628538132337994760'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32296052/posts/default/2628538132337994760'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indriankoto.blogspot.com/2011/12/rencana-lomba-rensensi-buku.html' title='Rencana Lomba Rensensi Buku'/><author><name>indrian koto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-Hwlunekd6XY/TtztoBvumEI/AAAAAAAABMs/XYd4BDGBu4g/s72-c/DSCN0716.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32296052.post-454880308765161330</id><published>2011-11-28T01:07:00.001+07:00</published><updated>2011-11-28T01:33:18.447+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngoceh di Blog'/><title type='text'>Apresiasi Terhadap Sastra(wan)</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;   &lt;m:dispdef&gt;   &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;   &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;   &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;   &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;   &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;   &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;  &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt;&lt;/m:wrapindent&gt;&lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://jarijaritangan.wordpress.com/2011/02/21/kenapa-bersalaman-menggunakan-tangan/" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://1.bp.blogspot.com/-hTLfBhp6MUQ/TtJ-guHH8OI/AAAAAAAABMk/B9OxzxkV-QY/s320/64366_ilustrasi_jabat_tangan.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Ekspresikemarahan masih terpancar di wajah teman saya ini. Ia merasa benar-benar gondokdan dibodohi. Ia baru saja diundang menjadi pengisi acara di sebuah kampus yangdiselenggarakan oleh sebuah lembaga kebudayaan. Bungkusan bermotif batukkenang-kenangan dari panitia tersandar di sudut rak bukunya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;“Saya hanyadiberi sebuah buku dan sertifikat sebagai pembicara,” ujarnya masih denganekspresi kemarahan. Saya bisa memaklumi kemarahan saya ini. Pasalnya, iadiundang secara resmi oleh lembaga tersebut untuk menjadi salah seorang pengisiacara bersama dua narasumber lain. Undangan itu bersifat formal, dan terlihatbegitu profesional. Mereka mengirimkan proposal dan meminta kesediaan temansaya membikin makalah. “Saya memang tak membuat makalah. Tapi saya lihatmakalah Afrizal Malna demikian tebal dan tentu digarap dengan serius.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Kemarahan temansaya itu bermula ketika acara selesai. Panitia memberinya kenang-kenangan dalamtas kertas bermotif batik tadi. Sampai di rumah, ia tak menemukan apa-apaselain sebuah buku dan sertifikat tadi. “Memangnya saya mahasiswa atau guruyang butuh sertifikasi!” Makinya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Ia mengontakpanitia dan memastikan bahwa tidak ada yang tercecer. Panitia mengatakan memanguntuk semua pembicara hanya disediakan hadiah yang sama. Lalu honor? “Tidak adahonor. Kami memang belum bisa memberikan honorarium untuk setiap pembicarakami,” kata teman saya menirukan laporan panitia tadi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;“Saya merasaditipu,” kata teman saya. “Dan ini bukan perkara uang.” Ia kembalimenceritakan, seorang Afrizal yang datang naik taksi ke acara tersebut,menyiapkan makalah dengan serius lalu terlibat diskusi yang berkepanjangan.“Saya marah untuk Afrizal. Seorang Afrizal dengan sertifikat, kau bayangkan! Jikamereka bicara dari awal bahwa tidak punya dana, saya akan mengerti. Siapa yangmenyangka acara yang digarap dengan baik dan rapi itu ternyata tidakmenyediakan honor satu persen pun untuk pembicara. Untuk diketahui, diskusi inidiselenggarakan untuk yang kelima kalinya dan berjalan setiap bulan.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Panitiamenjanjikan akan mencoba menyelesaikan ini. Mereka akan mengontak Afrizal danmeminta nomor rekening teman saya itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Teman sayabenar. Ini tentu bukan perkara uang. “Jika sikap mereka ke semua pembicara macamini, saya yakin hampir semua mereka merasa kecewa. Cuma untuk ribut-ribut soalini mereka merasa tak enak. Tapi tak bisa terus-terusan mereka begini. Ini samasaja melakukan pengkhianatan intelektual.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Pengkhianatanintelektual, tentu tak hanya teman saya saja yang mengalami hal ini. Saya jugamendapat beberapa cerita mengenai kasus macam ini. Dan ini bukan lagi rahasia.Ada banyak sastrawan mengalaminya. Mereka diminta menjadi pembicara dan juridalam sebuah acara sastra dan budaya, pulang diberi hadiah-hadiah “yang takdiinginkan”. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;“Yang palingparah adalah, seringkali ini dilakukan oleh lembaga resmi. Kampus sastra yangseharusnya memberikan apresiasi terhadap sastrawan malah lebih sering tidakmenghargai sastrawan,” kata salah satu cerpenis senior bercerita suatu malam.“Bahkan itu untuk acara yang serius, di mana peserta membayar denganiming-iming sertifikat.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Kalau pundibayar, kata cerpenis ini, kadang tidak dengan semestinya. “Saya pernahmengembalikan aplop dari panitia sebuah kampus yang bikin acara seminar denganpeserta berbayar macam itu.” Katanya. Bahkan, katanya, seorang temannya yangjuga sastrawan di Jakarta mengalami nasib yang lebih menyedihkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;“Sebuah lembagapemerintah mengundang dia. Ia berbicara hampir dua jam dan dibayar 200 ribuan.Perhitungan lembaga pusat itu, pembicara dihitung seperti dosen yang mengajardi kelas. Per pertemuan dihitung dua jam pelajaran. Untuk satu jamnya honor 75ribu.” Ia tertawa miris. “Di acara yang sama, di sela-sela diskusi diundangseorang pelawak yang mengisi tak lebih dari setengah jam dengan bayaran takkurang dari 15 juta.” &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Sekali lagi initentu bukan persoalan uang. Kasus teman saya yang pertama dan cerita yangdisampaikan oleh cerpenis senior ini memang sudah menjadi pembicaraan di antarakami juga. Beberapa kejadian semacam ini terus bergulir. Acara-acara formalyang diselenggarakan dengan serius kadang menyisakan soal kecil: tak ada honoruntuk pembicara. Tuntutan mereka yang merasa “ditipu” ini sederhana, seharusnyadijelaskan dari awal.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;“Ini berbedadengan acara komunitas, tempat silaturahmi berlangsung dan kita bisa mengertikondisi panitia. Tapi ini bukan diskusi dan bedah buku yang dibuat di kedaikopi, atau pojok kampus,” kata teman saya yang hampir sama dengan yangdiungkapkan cerpenis di atas. Artinya, tempat, waktu dan siapa penyelenggara tentu menjadi salah satu pertimbangan seseorang untuk mau hadir di sebuah kegiatan tertentu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Kenyataan ini jelas semacam pukulan bagi saya.&amp;nbsp; Seringkali ketika membikins ebuah diskusi sastra, saya dan kawan-kawan hanya memberikan ucapan terima kasih dan terus demikian. Apakah ini tidak seperti memanfaatkan seseorang dan mengkhianatan secara intelektual? Apakah memang selesai dengan ucapan terima kasih? Di Yogya sebagai contoh,kegiatan-kegiatan diskusi sastra dan pembacaan karya pembicara dan pengisiacara hampir tak pernah dibayar.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Inilah kenyataankita saat ini. Peristiwa semacam ini bisa terjadi di mana, kapan dan oleh siapasaja. Ini tentu tak sekedar soal kekecewaan apalagi—lagi-lagi—soal uang.Persoalan utamanya adalah komunikasi dari awal. “Jika dijelaskandari awal orang bisa paham. Lagi pula, kita bisa tahu kapan dan dalam kondisiapa honor mesti diberikan ke pembicara.”&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Kita menjadi terbiasa dengan itu. Omongan teman saya yang lain menjadi benar ketika berkata suatu kali: “Sudahsaatnya kita mulai menghargai pembicara dan pengisi acara. Jika pelaku sastratak menghargai sastrawannya, bagaimana orang lain bisa menghargai kita?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Saya teringat beberapa pertunjukan teater yang memakai tiket. Kami sering menghindari ini. Kalimat seorang teman yang merupakan aktor potensial membuat saya berpikir ulang: "Upaya pelaku teater untuk mencoba menghargai pertunjukan. Harus dimulai dari dalam."Ya, menghargai dan memulai dari dalam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Saya rasa iabenar. Saya tiba-tiba merasa berdosa. Jangan-jangan kebiasaan akan ucapanterima kasih ini kemudian menjalar ke kampus-kampus sehingga pembicara denganmakalah tebal pun pada akhirnya cuma mendapat ucapan terima kasih.&amp;nbsp; Saya betul-betul dibuat gelisah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Tulisan ini tidak berniat menghina lembaga, atau kelompok mana pun. Ini menjadi tawaran saya untuk berembug bersama. Berdialog soalini mungkin akan sangat diperlukan sekarang. Apa yang saya tulis ini hanya pemantik. Mari berdiskusi, marisaling mengingatkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Selamat datang, selamat bersandar di sini,sebelum anda pergi lagi&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32296052-454880308765161330?l=indriankoto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indriankoto.blogspot.com/feeds/454880308765161330/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32296052&amp;postID=454880308765161330' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32296052/posts/default/454880308765161330'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32296052/posts/default/454880308765161330'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indriankoto.blogspot.com/2011/11/apresiasi-sastra-sastrawan-penghinatan.html' title='Apresiasi Terhadap Sastra(wan)'/><author><name>indrian koto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-hTLfBhp6MUQ/TtJ-guHH8OI/AAAAAAAABMk/B9OxzxkV-QY/s72-c/64366_ilustrasi_jabat_tangan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32296052.post-6194247444096678393</id><published>2011-11-21T23:39:00.001+07:00</published><updated>2011-11-21T23:45:05.976+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngoceh di Blog'/><title type='text'>Tukang Sring</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Saya tidak tahu kata yang benaruntuk menunjukkan apa yang ingin saya ceritakan ini. Saya mendengarnya “sring”,namun dalam kamus bahasa Inggris imut warisan leluhur di kamar saya ada kata“string” dengan arti mengikat dengan tali, tali rami, tali gitar. Kata “sring”tak ada dalam kamus bahasa yang saya cari. Kata “string” sementara waktu lebihdekat dengan apa yang hendak saya maksud, namun karena saya lebih nyaman, makasaya akan menggunakan kata “sring” saja. Siapa tahu, anda, pembaca yangterhormat akan membantu saya mengungkapkan bahasa mana yang tepat sehingga sayabisa menggantinya dalam tulisan ini nanti. Bantulah saya. Bahasa asing ituseperti mantra buat saya: susah dirapalkan, susah pula untuk diingat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Sementaraterimalah otoritas saya sebagai pemilik cerita untuk menggunakan kata “sring”sebelum kata ini bisa disepakati atau nanti akan segera diganti. Tolong jangantertawakan saya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Dalamcetak-mencetak buku, ada banyak proses yang harus dilewati, sampai pembacamenyentuh, memilih, memperhatikan cover, membawa ke kasir, atau justrumeninggalkan sambil mencibir. Buku yang kita baca, tidak ada begitu saja. Ialahir dari pikiran pengarang. Seburuk apa pun buku, ia mengalami proses yangnyaris sama dengan buku-buku yang lain. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Buku itu sepertipuisi. Tafsir kita tak selalu bisa objektif. “Bulu kuduk mesti berdiri,” kataAcep tentang puisi yang baik. Lalu buku? belum ada rekomendasi. Mungkin saja tampilannya, pertama-tama.Cover, judul, endorsement, bentuk dan semacamnya tentu akan mendapat perhatianpara pembaca yang tak mengenal penulis dan judul buku tersebut sebelumnya.Tentu juga harga. Isi ada di dalam, ia terbungkus dalam plastik tipis. Takselalu bisa kita menengok apa yang ada di dalam buku tersebut selain apa yangtampak di luar. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Buku tentu tak sekedar cover. iamembutuhkan seorang penulis. Tak soal bagaimana ide bisa tertuang jadi tulisan.Tak peduli juga bagaimana dia membikin tulisan itu. Yang menjadi fokustulisan ini adalah, buku mengalami proses yang cukup panjang. Dari kerjamenyunting, editing, lay-outing, cetak-ting, covering, lem-ing, potong-ing…panjang deh. Begitu buku selesai di lem, di satukan antara isi dan cover,dipotong, buku masih saja belum kelar. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Kerja berikutnya adalah sring. Ini yangsaya maksud di awal tulisan tadi. Tukang sring menerima buku yang sudah jadi,siap diedarkan. Ia tak punya kuasa apa pun atas salah cetak, dan kerusakan apapun. Namanya tak tercatat di keterangan buku, sebagaimana editor, penata isi,desai cover, hingga tukang foto penulis. Sebagaimana tukang cetak, nasib tukangsring tak lebih baik. Ia bekerja di bagian akhir, lebih sering ketika deadlinemenjelang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Kerja akhir ini tak sederhana. Nge-sringgak bisa sendiri. Harus ada tukang potong kertas yang pas untuk buku,memasukkan buku ke dalam plastik, lalu mengunci keempat sudut itu dengan mesinpotong kertas. Setelah itu buku masuk ke mesin panas yang berjalan sepertieskalator. Setiap buku mengalami kesulitan sendiri. Buku tipis memangmembutuhkan kerja ekstra. Buku sering padat dan terlipat sehingga harusdiulang. Belum lagi jika robek. Saya tak tahu, dari kesemua kerja ini yang manasebenarnya yang disebut “sring” itu. Memotong kertas, memasukkan buku ke dalamkertas, atau proses pemadatan plastik sehingga pas jadi ukuran buku? &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Setelah semua selesai. Buku dihitung,dimasukkan kardus dan siap diedarkan. Seberapa penting kerja tukang sring?Penting, dia menjaga rahasia isi buku. Tidak pentingnya, setiap orang denganenteng merobek plastik pembungkus buku tanpa pernah peduli betapa membungkusbuku bukanlah pekerjaan yang sederhana. Belum lagi jika plastik pembungkus itu susah dirobek. Uuuhh... bikin sebel kan? Lalu berapa bayaran tukang sring? Nol koma nol sekianpersen dari harga buku. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Tukang sring seperti pahlawan tanpa tanda jasa.&amp;nbsp;Ia menjaga buku dan rahasianya, melindungibuku dari kerusakan yang diakibatkan dari luar. &amp;nbsp;Ia ada, tapi terasa demikian tak penting. Ia pelengkap, tapidibutuhkan. Ia bernilai tapi gampang diabaikan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;i&gt;Yogyakarta,21 November 2011&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Selamat datang, selamat bersandar di sini,sebelum anda pergi lagi&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32296052-6194247444096678393?l=indriankoto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indriankoto.blogspot.com/feeds/6194247444096678393/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32296052&amp;postID=6194247444096678393' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32296052/posts/default/6194247444096678393'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32296052/posts/default/6194247444096678393'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indriankoto.blogspot.com/2011/11/tukang-sring.html' title='Tukang Sring'/><author><name>indrian koto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32296052.post-5414708466077538477</id><published>2011-11-16T21:41:00.001+07:00</published><updated>2011-11-17T01:08:16.865+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngoceh di Blog'/><title type='text'>Skripsi</title><content type='html'>&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-a5Yd6y3UDOk/TsPNO6jVe8I/AAAAAAAABKU/z73L7rFK92Q/s1600/n1615778708_247186_2305710.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://4.bp.blogspot.com/-a5Yd6y3UDOk/TsPNO6jVe8I/AAAAAAAABKU/z73L7rFK92Q/s320/n1615778708_247186_2305710.jpg" width="242" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: xx-small;"&gt;Bentar lagi nih, beneran deh..&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Hampir dua tahun belakangan saya sukategang dan stres membayangkan kuliah. Ketika ada teman mengajak main atautidur di kosnya, ke luar kota, aku langsung berpikir, “skripsi neee…”Hanya sampai pada tegang dan stress. Tapi itu skripsi tetap saja takdiapa-apain.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Ingat usia men, ane sudah hampir 29 tahun.Kebayang gak kalau ke kampus ketemu sama abg-abg imut dan unyu-unyu itu.Rasanya menyesal dilahirkan buru-buru. Belum lagi ane tak bisa menyesuaikandandanan dengan mereka. Kalau ane disuruh pake celana pensil, rambutdiminyakin, pake parfum, atau baju dimasukkan ke dalam, alamak, ane lebihmemilih makan di burjo tanpa bakwan aja deh.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Rasanya waktu mengejar-ngejar ane kemanapergi. Lebih tepatnya, waktu buat nyelesain skripsi. Teori udah kelar, meskitetap bangga menerima IP di bawah 3, paling tidak gak perlu bangun pagi,menggarap tugas, presentasi, dan ketemu ABG unyu yang wangi dan tubuh merekayang terus menggoda. Sukur-sukur ane ingat, “angkatannye adik gue nih… bocah,bocah…”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Lumayan mempan mengusir keinginan yang takmasuk akal. Sekarang coba bayangkan, seandainya iseng, ABG unyu itu tiba-tibanembak ane dan kalau ditolak dia mau lompat ke Kali Code, artinya mau gak mauane harus terima misalnya. Ohh.. apa yang harus hamba lakukan, Tuhan?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Bagaimana kalau dia SMS malam-malamdan kebetulan saya sendirian, gimana nerjemahin bahasa keren mereka itu? Kalaudiajak jalan-jalan misalnya, bisa semamput ane jika ditarik-tarik di seputarAmplaz, “Beb, liat baju yang itu deh beb. Distro yang itu..” Belum lagi kalaungomong mereka punya istilah yang nauzublillah, kongkow dengan teman-temannyabisa-bisa ane cuma garuk-garuk kepala doang.. makin parah kalau dia nyuruh dandan, pake sepatu, kaos distro yang ramai, celana pinsil, rambut di berdiriindan pake minyak ampuunnn… paling repot kalau diajak foto buat &lt;i&gt;abdet&lt;/i&gt; PPdi FB. Mampus ane, gimana mau nyembunyiin gigi ompong ini kalau ekspresi selaluharus tampak bahagia dan tertawa? Belum lagi jika tangan harus di jidat, dibibir, pipi, wajah dibikin seekspresif mungkin. Waduh.. kalau begini lebih baikane garap skripsi aja deh.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Kalau ada yang dengar ane lagi garap tugasakhir begini, selalu ada celoteh yang rasanya mau bunuh diri: “S2 di mana Mas?”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Ane harus bisa. Ane harus lulus. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Rabu 16 November 2011 ini akan menjadimomen paling menegangkan dalam perjalan hidup ane setelah sunatan. Ane akanmempertanggungjawabkan skripsi di hadapan dua penguji. Istilahnya munaqosah.Keren ya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Mengingat tanggal itu rasanya badan inipanas dingin. Apa yang harus diomongin, apa yang harus dijelaskan? &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Dalam masa menjelang masa-masa ujian tiba,ane lebih banyak melamun di depan komputer. Gimana kalau misalnya begitu anemulai berhadapan dengan penguji, ketika keringat sebesar salak jatuh di dahi,salah satu dosen sakit perut. Ia mencret dan keajaiban tiba, “Udah, gak usahmunaqosah,” katanya. Atau, keajaiban lain datang. Mereka, para dosen tiba-tibamenyalami saya, “Hebat, luar biasa, sampai kami tak sanggup membacanya. Andaselesai, dan bisa diwisuda. Jatah kuliah anda memang sudah habis.” Tak apa. takapa. diusir macam itu pun akan membuat saya sujud syukur.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Ane juga membayangkan, rebana ditabuh, penari semilohai menyemangati dari luar ruang sidang. Begitu ane selesai,mereka menghambur menyerbu ane. Rebutan memeluk dan mencium danmemperlakukannya seperti artis yang baru ngetop dari youtube. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Tapi kenyataan akan berkata lain. Kitatunggu saja. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;*** &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Nah ini die men, Rabu 16 November 2011, jam8 pagi hari dimana masa depan ane ditentuin. Semalaman ane gak bisa tidur.Subuh-subuh sudah terbangun duluan, untuk pertama kalinya enam bulanbelakangan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Jam delapan kurang ane sudah berada di depanruang dosen yang masih terkunci. Deg-degan, apalagi adik-adik kelas banyak yangnunggu juga. Mampus gua kalau diliatin begini. Jam bergerak dengan lamban.Hatiku berdebar semakin kencang. Jam setengah sembilan lebih proses sunatan,eh, munaqosah berjalan tidak setegang yang ada dalam kepala. Seperti sunatan,sakitnya tak seberapa, tapi gemetarnya itu lo.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Pada akhirnya ane perlu berterima kasihpada banyak orang. Saya hanya menulis, mereka yang bekerja untuk saya. Aduh adasederet nama dan buanyaaakk sekali jika dituliskan satu-satu. Saya agak gakenak menyebut nama, takutnya yang lain merasa diabaikan. Mereka yang smsmenyemangati saya, yang menguji saya, yang memberikan oleh-oleh, membangunkandan mengantar saya ke kampus dan menunggu selama proses itu, yang meminjamibaju, yang bikin status di FB, yang jadi responden, semua deh. Juga yang bacatulisan ini. Intinya, saya berterima kasih pada semua orang yang saya kenal danmengenal saya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Jadi siapa bilang ujian skripsi itu susah? Hmm.. Awalnya sih emang berasa mau disunat, tapi begitu kelar, wow rasanya (konon) kayak malam pertama. So, cobain deh..&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Mak… bentar lagi ane bakal di wisuda..Anakmu jadi sarjana juga, Mak..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Rasanya ketika jalan ane merasa banggasetengah mati, seperti pertama kali punya tulisan dan dipublikasikan di media.“Awas, kandidat sarjana mau lewat, kandidat lo..” (sesekali ganti 'calon' jadi 'kandidat' juga boleh toh?).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Sepertinya orang-orang menjadi demikianketinggalan info dan gak tahu perkembangan dunia. Mereka tak tahu, aku yangsedang makan, jalan dan merokok ini akan wisuda Insya Allah Desember ini. S.Sosgitu lo. Ih dasar gak gaul, gak ngerti apa-apa deh mereka ini. Lebay, katrok,norak, gak gaul, payah….&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Ketika sadar bahwa tak semua orang pedulidengan ini malunya setengah mati. Saya memandang masa depan yang tiba-tibanampak demikian kelam. Mungkin sebentar lagi hujan. Diri ini tiba-tiba merasa demikian petang...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Yogyakarta,13-16 November 2011&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Selamat datang, selamat bersandar di sini,sebelum anda pergi lagi&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32296052-5414708466077538477?l=indriankoto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indriankoto.blogspot.com/feeds/5414708466077538477/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32296052&amp;postID=5414708466077538477' title='10 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32296052/posts/default/5414708466077538477'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32296052/posts/default/5414708466077538477'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indriankoto.blogspot.com/2011/11/skripsi.html' title='Skripsi'/><author><name>indrian koto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-a5Yd6y3UDOk/TsPNO6jVe8I/AAAAAAAABKU/z73L7rFK92Q/s72-c/n1615778708_247186_2305710.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>10</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32296052.post-2814687719790530255</id><published>2011-11-13T23:41:00.001+07:00</published><updated>2011-11-17T01:02:05.602+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngoceh di Blog'/><title type='text'>Pasangan</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;   &lt;m:dispdef&gt;   &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;   &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;   &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;   &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;   &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;   &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;  &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt;&lt;/m:wrapindent&gt;&lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="goog_1295747405"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="goog_1295747406"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span id="goog_1295747395"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="goog_1295747396"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://blognorak.blogspot.com/2011/09/foto-foto-funny-lucu-dan-unik.html" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="267" src="http://4.bp.blogspot.com/-yRT1qZVySYs/Tr_2vncO2JI/AAAAAAAABJw/VAX7tJAlKa4/s320/photos-taken-at-time-18.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Sering kita mendengar—dari siapa dan darimana itu tak penting—komentar tentang sebuah pasangan. “Si Anu dan si Itu kokaneh ya. Mereka suka begini lo…” Tak jarang pula komentar takjub bisa sajameluncur. “Ih, hebat ya si Nunu dan Nini. Mereka tuh kreatif banget..” Atau:“Saya dengar si Itu dan si Ini lagi bikin anu lo…” Di belakangnya selalu adadecak kagum dan kalimat-kalimat pujian seperti: hebat, dasyat, monumental,keren, ajaib, luar biasa, keren, mantap, inspiratif, maknyus, super.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Tadinya saya tak terlalu kepikir soal itu.Setiap orang, eh setiap pasangan punya ragamnya masing-masing. Ada cocok dantidak cocok. Ada sesuai dan tak sesuai. Namanya juga pasangan, terdiri dari duaorang, berbeda jenis kelamin pula. Belum lagi soal kebiasaan, hobi dan segalamacam soal lainnya. Jadi semua pasangan menurut saya selalu hebat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;Setiap orang akan selalu memiliki pasangan.Nah, itu merupakan keyakinan siapa pun dan tak perlu diuji keabsahannya. Pasti.Berarti memang ada. Jadi soal seperti apa dan bagaimana pasangan kita, yaterima aja. Namanya juga paket. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Sebagai orang yang sedang mencari-caripasangan, saya seringkali dibuat terkagum-kagum dengan pasangan-pasangan yangbaik saya kenal dan yang mengenal saya. Bisa jadi komentar-komentar decak kagumdi awal paragraf ini adalah kalimat yang terlontar dari mulut saya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Selain mengagumi, saya adalah orang yanglebih suka pesimis pada sesuatu. Selama ini, jika ada yang bilang, “mereka itulo…” aku akan bilang: “ya, tapi kan anu…”, “Aah.. itu kan anu…” Sekarang,setelah saya pikir-pikir ulang, betapa banyak yang secara tidak sadar sayamengagumi pasangan-pasangan dan berusaha menyerupai orang-orang di sekitarsaya. Mereka hebat-hebat, sudah lama saya tahu itu. Sebagian besar kawan-kawansaya ini sudah menikah dan berkeluarga. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Apakah menikah itu sungguh-sungguh sebuahpenjara, sebagaimana pikiran itu hidup di kepala saya. Rasanya tidak juga. Takmasuk akal menang, jika pikiran itu bisa menempel di pikiran saya. Kawan-kawansaya yang sudah berkeluarga misalnya, saya lihat sangat pas dan klop. Sebutsaja Dahlia dan Sunlie (tentu nama sebenarnya), mereka pasangan yang selaluriang dan seperti pengantin baru. Mereka masih suka berdua-dua, maklum sajamereka memang cuma berdua. Maksud saya belum punya momongan. Bahagia.Fantastis, pikir saya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Ada juga pasangan Mahwi dan Erna (lagi-laginama sebenarnya), meski sudah punya anak, saya melihat mereka masih sepertipacaran. Ira dan Ipur, mereka juga tetap punya aktivitas. Muchlish dan Zizi,Jusuf dan Mifta. Belum lagi yetti Aka dan Bang Sondri, Faiz dan&amp;nbsp; Agnes. Aduhh... Lalu apa sebenarnya yang menjadi soal bagi saya soalpernikahan? Jika saya runut lagi ada sederet nama yang memiliki keluarga namunia tampak demikian merindukan rumah. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Saya percaya pasangan-pasangan bahagia itubukan tak memiliki masalah. Kepercayaan saya, mereka selalu punya caramenyelesaikannya. Dan memang selesai, meskipun masalah baru akan selalu ada.Masalah itu kan seperti rumput, dipotong ya dia bakal tumbuh lagi. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Tadi saya membaca Kompas yang membahaspilem Mata tertutup karya Garin nugroho. Saya baca nama Eka dan Iman, eh Roman di sana. “Hebat yamereka, bisa main pilem bareng-bareng…” Saya tahu mereka adalah sepasang anakmuda yang sedang pacaran dan membagi kebahagiaan di mana-mana. Dulu sayamungkin pernah begitu juga. Namun mereka jauh lebih serius ketimbang saya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Bagi saya melihat kekompakan pasangan lebihideal adalah ketika mereka sudah menikah. Teman-teman yang tadi sudah sayasebutkan misalnya. Anda sendiri mungkin akan punya daftar panjang tentangpasangan ideal di sekitar anda. Tapi bukan tak mungkin juga mereka yang masihpacaran memberikan inspirasi bagi saya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Pacaran. Uh, makin mencemaskan saja bagisaya. Saya memiliki mimpi yang macam-macam dengan pasangan saya. Pasangan sayapun pasti punya mimpi yang macam-macam pula. Hubungan macam itu, meskipun bisasaja hilang tanpa bekas, tapi kenangannya kan selalu saja hidup. saya selalusenang melihat teman-teman saya dengan pasangan mereka, meskipun beberapa sudahberganti. Tak apa. Namanya juga masa percobaan. Saya suka Eka dan Simbah,Kiting dan Dhini, Romi dan Adek, Esha dan Dhini, Stanis dan Ira. Dulu, duluuuu….Sekali ada Fahmi dan Indah. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Dan tentu juga saya. Eh, maksudnya, kami.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Saya benar-benar bingung sedang membicarakan apa. Bah!&amp;nbsp; Jadi Nobita bagi Sizuka kurasa pilihan paling bijak ketimbang jadi Romeonya Juliet.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: right;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;November 2011&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp; &lt;span id="goog_1295747407"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="goog_1295747408"&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://draft.blogger.com/"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Selamat datang, selamat bersandar di sini,sebelum anda pergi lagi&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32296052-2814687719790530255?l=indriankoto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indriankoto.blogspot.com/feeds/2814687719790530255/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32296052&amp;postID=2814687719790530255' title='8 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32296052/posts/default/2814687719790530255'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32296052/posts/default/2814687719790530255'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indriankoto.blogspot.com/2011/11/pasangan.html' title='Pasangan'/><author><name>indrian koto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-yRT1qZVySYs/Tr_2vncO2JI/AAAAAAAABJw/VAX7tJAlKa4/s72-c/photos-taken-at-time-18.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32296052.post-8060815342829607811</id><published>2011-11-02T00:41:00.001+07:00</published><updated>2011-11-02T00:41:47.036+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tulisan malas'/><title type='text'>Penghargaan Sastra Balai Bahasa Yogyakarta:  Menyoal Penerbit dan Apresiasi Terhadap karya</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-5Y4UDxRmT4Q/TrAvIjhfNhI/AAAAAAAABIA/htE724Bqjr4/s1600/piala.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://4.bp.blogspot.com/-5Y4UDxRmT4Q/TrAvIjhfNhI/AAAAAAAABIA/htE724Bqjr4/s320/piala.jpg" width="271" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Senin malam, 17 Oktober 2011 Balai Bahasa Yogyakarta memberikan penghargaan untuk kumpulan cerpen Sepotong Bibir Paling Indah di Dunia karya Agus Noor. Dua nominasi lainnya adalah kumpulan cerpen Mata Blater karya Mahwi Air Tawar dan novel Dendam di Bumi Mangir karya Antonius Darmasto. Dalam rangkaian kegiatan itu juga diberikan penghargaan bahasa yang tidak ada pemenang. Tidak ada penghargaan terhadap penerbit seperti sebelumnya. Menurut panitia, hanya ada 15 buku sastra terbitan penerbit Yogyakarta yang masuk pada tahun ini. Pemberian hadiah ini dilangsungkan di Gedung Balai Pamungkas dengan konsep acara yang cukup padat. &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Melihat kegiatan yang berlangsung setiap tahun ini, kita perlu mengacungkan jempol atas konsistensi penyelenggaraannya. Kita berharap ke depan kegiatan ini semakin mantap, baik proses dan penyajiannya. Namun demikian, ada dua hal yang mengganjal pikiran saya dan semoga mendapat titik terang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pertama adalah soal batasan buku yang masuk nominasi. Panitia mengakui, minimnya buku sastra yang masuk ke panitia, padahal panitia sudah berusaha “jemput bola' ke penerbit-penerbit. Panitia juga mengakui, hampir tidak ada penerbit yang mau menerbitkan karya sastra terutama cerpen dan puisi (MP Minggu II/Oktober 2011). Harus kita akui bahwa kejelian dan kecermatan penyelenggara sangat tepat, mereka berani mendatangi penerbit. Artinya persoalan tidak banyaknya buku sastra yang terbit dan tak laku di pasaran bukan semata-mata persoalan para sastrawan sendiri. Publik paham itu, dan Balai bahasa ikut mencemaskannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sulitnya penjualan buku sastra dan ketiadaan penerbit yang mau “rugi” melakukan “proyek gila” pada akhirnya tidak terlalu mematikan kreativitas penulisan. Cerpen dan puisi terus diproduksi. Ketika tak ada penerbit yang sudi menerbitkan buku sastra, penulis berusaha menerbitkan sendiri karya mereka dan tentu memodalinya sendiri. Tidak banyak memang, tetapi selalu ada. Jika kita hitung sepanjang tahun 2010 pastilah panitia bisa menerima lebih dari 15 buku sastra, dan tidak semata-mata novel populer dan biografi penulis. Tapi apa lacur, buku yang akan diseleksi adalah buku yang diterbitkan kelompok IKAPI Yogya. Matilah awak, padahal, panitia sudah sangat paham dan tahu betul bahwa hampir tidak ada penerbit yang berani menerbitkan buku sastra dengan alasan yang kita sama-sama paham, mengapa juga masih memakai persyaratan yang menyulitkan penerbit kecil dan penulis yang membiayai bukunya sendiri?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Apa memang cuma 15 buku saja yang terbit sepanjang tahun karya sastra yang ditulis sastrawan Yogya dan diterbitkan di Yogya? Ada banyak penerbit yang punya konsentrasi di penerbitan buku sastra dan terus berusaha menerbitkan buku sastra yang entah kerjasama dengan penulis atau penulis yang membiayai seluruh biaya. Ada banyak pula buku sastra yang diterbitkan secara indie oleh penulis dan didistribusikan dari tangan ke tangan. Tetapi karena ketentuan yang mengikat tersebut karya-karya sastrawan Yogya yang diterbitkan penerbit kecil yang secara kualitas juga baik, tak mendapat apresiasi sama sekali. Sudahlah memodali, macet di distribusi, tak ada pembeli, dalam lembaga resmi pun ia diperlakukan sebagai anak tiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Jika mau lebih netral dan terbuka, bukankah justru usaha kreatif para penulis dan penerbit ini pantas diapresiasi? Secara kualitas karya-karya tersebut juga tidak bisa diremehkan. Ada banyak sastrawan memilih menerbitkan bukunya sendiri dengan berbagai pertimbangan. Seandainya panitia dan penyelenggara mau benar-benar jemput bola dan serius mengapresiasi buku-buku sastra, harusnya dikotomi itu tak harus ada. Kalau pun itu memang harus dipertahankan, jaringan kerjasama juga harus punya “tanggung jawab” sosial dan kontrak yang jelas: mereka mau menerbitkan satu dua buku sastra. sebagai konsekuensi dari kepedulian terhadap sastra jika tak mau disebut ikatan kerjasama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Persoalan kedua adalah apresiasi terhadap karya yang menjadi nominasi penghargaan tersebut. Apakah selesai sebuah penyelenggaraan dengan penghargaan, memberikan sertifikat, hadiah dan foto bersama? Penghargaan kepada penulis selesai, lalu penghargaan kepada karya kapan? Bukankah ini adalah penghargaan atas buku yang terbit, bukan penghargaan pada penulis? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Saya membayangkan sebuah rangkaian kegiatan seputar karya. Misalnya saja, karya yang masuk nominasi diberitahukan kepada publik lengkap dengan keterangan ini-itunya, lalu didiskusikan bersama-sama. Ini merupakan bagian yang sangat penting. Publik harus tahu karya mana yang masuk. Ini juga bagian dari promosi. Ada diskusi khusus tentang karya terpilih. Diskusi karya bisa dilakukan di Balai bahasa atau turun langsung ke kampus-kampus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Jika saja karya ini bisa dibicarakan di depan publik tentu penghargaan ini tak selesai sebagai penghargaan belaka. Tetapi ada apresiasi dan justru inilah yang paling utama: memberi hadiah; memperkenalkan sastra ke publik; mengapresiasi buku; sekaligus memperlakukannya dengan layak. Jika dilihat, acaranya ini baru berhenti sebagai sebuah perayaan. Bahkan pada malam penghargaan, acara diisi dengan sekian banyak pertunjukan hampir tanpa apresiasi terhadap buku yang masuk nomine (bukan nominasi?). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Penyelenggara dengan pengalamannya tentu punya pandangan berbeda dari pembacaan saya. Mengingat ini bukan kegiatan pertama, tentu harapannya kerja kreatif ini tidak berhenti sebagai sebuah proyek perayaan belaka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yogyakarta, Oktober 2011&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Selamat datang, selamat bersandar di sini,sebelum anda pergi lagi&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32296052-8060815342829607811?l=indriankoto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indriankoto.blogspot.com/feeds/8060815342829607811/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32296052&amp;postID=8060815342829607811' title='8 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32296052/posts/default/8060815342829607811'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32296052/posts/default/8060815342829607811'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indriankoto.blogspot.com/2011/11/penghargaan-sastra-balai-bahasa.html' title='Penghargaan Sastra Balai Bahasa Yogyakarta:  Menyoal Penerbit dan Apresiasi Terhadap karya'/><author><name>indrian koto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-5Y4UDxRmT4Q/TrAvIjhfNhI/AAAAAAAABIA/htE724Bqjr4/s72-c/piala.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32296052.post-8974086980239967032</id><published>2011-10-24T01:02:00.002+07:00</published><updated>2011-10-24T01:06:17.515+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngoceh di Blog'/><title type='text'>Ternyata...</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;   &lt;m:dispdef&gt;   &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;   &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;   &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;   &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;   &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;   &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;  &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt;&lt;/m:wrapindent&gt;&lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Malam minggu ini saya nyasar di acara JogjaJava Carnaval yang diadakan di Alun-alun Utara Yogyakarta. Ternyata sejak soreseluruh kawasan sudah dipenuhi pengunjung, seluruh jalan menuju Malioboroditutup. “Menyemut manusia di sini,” kata bapakku dengan bahasa dan dialekLansano yang mantap.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Ketika kami akan pulang, ternyata ada duaorang kawan tuna netra yang berada di trotoar jalan yang lengang, agak jagadari orang-orang. Saya memperhatikan. Bapak saya juga. Luar biasa rasanya,mereka pun ingin terlibat di keramaian, menikmati hiburan layaknya yang lain.Sebuah kenyataan yang membuat saya berpikir banyak. Mereka menonton dengantelinga dan terlihat sangat telaten. Padahal pertunjukan sejati tak mampu merekapandang, bahkan para pengunjung lain pun tak sepenuhnya bisa menikmati danmenyaksikannya berbagai atraksi dan barang-barang yang diminiaturkan itu. Tapibarangkali mereka, dua kawan di trotoar itu, bisa merasakan pertunjukan tersebutdengan lebih hidup dan nyaman tanpa perlu berdesak-desakan dengan yang lain danlebih sering hanya bisa menelan debu. Kurasa, mereka mendapatkan lebih dari apayang kusaksikan sekarang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Kami berjalan melewati parkiran motor.Lumayan jauh. Macet dan tadi saya menyerah sehingga memarkir kendaraan agakjauh dari alun-alun. Aku baru sadar, ternyata karcis atawa sewa parkir tidaklahtetap. Seperti tiket pesawat saja, atau tiket kereta api kalau mau hari-harilibur. Malam itu, saya, dan tentu semua orang yang memarkir kendaraan untukpertunjukan hebat dengan dana hebat juga, merogoh kocek 3000 rupiah per motor.Dari parkir saja rasanya bisa menghidupi diri sendiri setahun atau lebih.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Ternyata persoalan parkir bukanlahpersoalan sepele. Pantas saja ada sengketa lahan parkir segala. Kalaudihitung-hitung, kawasan padat pengunjung dengan tarif parkir 2000, akanmenghasilkan uang puluhan juta dalam sehari. Kawasan macam Ambarukmo Plazamisalnya. Setiap hari ada ribuan kendaraan yang keluar masuk. Hitung sendirideh penghasilan mereka. Alun-alun Selatan, Malioboro, Shopping Center, danlainnya merupakan kawasan-kawasan sibuk parkir, berapa uang yang berputarsetiap hari? Bagaimana pembagiannya? Entahlah, saya tak tahu. Yang jelas, tarifparkir semakin beragam dan lebih sering kita membayar 2000 ketimbang seriburupiah. Ya, di karcis harganya tertulis 2000. Kalau kurang, aduh, mampuslah &lt;i&gt;awak&lt;/i&gt;.Belum, lagi kadang-kadang ada “main-main” di tempat netral macam Taman Budayajika ada pertunjukan atau pentas yang ramai. Parkir motor harus di luar,alasannya tentu saja bisa kita logikakan: padat dan macet. Tentu 2000 harusdisiapkan di kantong. Kalau di tempat-tempat umum macam Malioboro lagi adaacara seperti Sabtu, 22/10 itu, tak jarang karcis &amp;nbsp;melompat menjadi 3000. Eh, kita bicara parkirmotor lo, ingat itu. Saya &lt;i&gt;ndak&lt;/i&gt; punya mobil dan &lt;i&gt;ndak&lt;/i&gt; bisa bawamobil, &lt;i&gt;ndak&lt;/i&gt; pernah pula ditumpangi mobil. Hehehe… Rekor parkir terhebohyang pernah kudapati adalah ketika parkir di depan Kebun Binatang Gembira Lokadi hari minggu yang cantik, aku disodori karcis kertas yang ditulis spidoldengan angka yang gagah: 5000. Lima ribu sodara-sodara.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Sepanjang jalan aku harus banyak menginjakrem motor pinjaman yang bannya sudah botak itu. Astaga, ternyata Yogya sudahsangat macet dan padat. Tempat-tempat tak terduga sekali pun bisa menjadi ramaisekali. di Sapen misalnya, di jalan tempat SD Muhammadiyah berdiri malu-malu,sepanjang pagi dan siang silahkan mengutuk habis-habisan. Apalagi jika malamminggu Anda buru-buru pulang mau buang air besar dan tersesat di Alun-alunSelatan. Mampus, alamat buang air di celana. Macet-cet. Fasilitas umum yang takbertambah ukuran itu telah ditumpangi pula dengan becak dan sepeda hiaskeliling-keliling. Berapa penghasilan mereka semalam? Bukan urusan saya.Apalagi kalau kita bicara Malioboro, di sepanjang Ambarukmo, di Depan Maga, dimana-mana sebenarnya. Amppuun… apakah pemerintah kota sadar akan padatnya jalanraya? Entah. Yang pasti di FTV-FTV yang mengambil lokasi di Yogya, selainmenampakkan Yogya yang adem, lancar terkendali, pengambilan gambar secara acaksehingga kita yang di Yogya jika sesekali menonton &lt;a href="http://www.facebook.com/MasKoto#%21/photo.php?fbid=2069618012968&amp;amp;set=a.1509266444529.2066122.1020368036&amp;amp;type=3&amp;amp;theater"&gt;Pepok&lt;/a&gt; atau &lt;a href="http://www.facebook.com/media/set/?set=a.1447686283137.2057516.1562597413&amp;amp;type=1#%21/photo.php?fbid=2169539689021&amp;amp;set=a.1447686283137.2057516.1562597413&amp;amp;type=3&amp;amp;theater"&gt;Ofi &lt;/a&gt;di FTV, akangeram sendiri melihat tempat dan lokasi ditempel-tempel tak &lt;i&gt;keruan&lt;/i&gt;.Belum lagi di FTV ada bawa motor tanpa helm, jangan coba, 50 ribu coyurusannya. Belum lagi FTV suka memperlihatkan cewek cantik pakai baju batikrumah Joglo besar dan asri tapi ceritanya dia perempuan sederhana, yang ke mana-mananaik sepeda. “Ah, sama-sama tahu sajalah kita,” kata bapakku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Sepeda? Astaga. Sudah sejak kapan Yogyatanpa sepeda? Ya tuhan, tak akan ada lagi rombongan sepeda dengan barisanpanjang di sepanjang jalan Parangtritis di pagi dan sore hari. Taka akan adayang mengembalikan amsa-masa mengharukan mahasiswa UIN Sunan Kalijaga bersepedaria sepanjang waktu. Hmm.. bukankah itu sepeda, yang didayung anak-anak muda?Ah, itu mah Fixie. Fiksi. Benar-benar fiksi. Itu, itu sepeda onthel denganpengendaranya berpakaian lengkap? Ah, itukan lebih kepada komunitasnya, gengdan semacam itulah. Ah, cerewet.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Malam ini ingin pula awak mengajak bapakmakan di angkringan. Makan bakwan, nasi kucing dan segelas teh hangat. Astaga…tak banyak angkringan yang bisa kami temukan. Ternyata, angkringan makin surut.&lt;i&gt;Wong&lt;/i&gt; anak-anak kuliah yang dulu suka &lt;i&gt;ngumpul&lt;/i&gt; sudah pada pindah kewarung kopi di sepanjang Selokan Mataram, dan Gajah Wong. Tak hanya di situ.Warung kopi tumbuh seperti counter pulsa, lengkap pula dengan kelasnya. Jadi?Pilihan terakhir tentu saja burjo yang baru-baru ini ganti cat. Hmm…&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Sudahlah, sebaiknya kami pulang, duduk diteras dan memandang langit dan bintang. Astaga, aku baru sadar, sudah lamasekali kami nyaris tak bisa melihat langit biru. Tak ada bintang yang bisa dipandang.Selain karena kalah oleh lampu-lampu, langit kami tak lagi biru. Kabut dan awandi mana-mana. tak ada langit, tak ada bintang. Bulan pun lebih seringmenampakkan siluet di balik awan. Dari kos ini dulu, aku ingat, jika menghadapke utara, Merapi berdiri dengan wajah lembutnya. Tapi kini, Merapi tenggelam didalam kabut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Ah, susah. Aku ingin tidur saja dan minumair putih. Astaga, aku baru sadar, ternyata Aqua harganya sudah 15 ribu pergalon. Bapakku berbaring, barangkali malam terakhir beliau berbaring di kamarini, karena mungkin nanti aku punya kontrakan baru. Ternyata aku baru sadar,betapa cepatnya waktu. Bapakku selasa ini akan kembali ke kampung. Ah, rasanyabaru kemarin&lt;/span&gt;. Ketika tulisan inidiposting aku sudah merasa rindu. Aku sedih bapakku akan segera pulang. Ternyata pertemuan pun tak selalu mampu menyembuhkanrindu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: right;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;Yogyakarta,22 Oktober 2011&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Selamat datang, selamat bersandar di sini,sebelum anda pergi lagi&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32296052-8974086980239967032?l=indriankoto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indriankoto.blogspot.com/feeds/8974086980239967032/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32296052&amp;postID=8974086980239967032' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32296052/posts/default/8974086980239967032'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32296052/posts/default/8974086980239967032'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indriankoto.blogspot.com/2011/10/ternyata.html' title='Ternyata...'/><author><name>indrian koto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32296052.post-9030625211804914896</id><published>2011-10-17T23:43:00.000+07:00</published><updated>2011-10-18T01:33:07.634+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngoceh di Blog'/><title type='text'>Al-Qur'an</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;   &lt;m:dispdef&gt;   &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;   &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;   &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;   &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;   &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;   &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;  &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt;&lt;/m:wrapindent&gt;&lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://static.arrahmah.net/images/stories/2011/03/keajaiban-al-quran.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="212" src="http://1.bp.blogspot.com/-DbxgxWT9o24/Tpxa8RMy4KI/AAAAAAAABHM/KHTyRPk2oVI/s320/keajaiban-al-quran.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Akhirnya, seumurhidup&lt;/span&gt;,&lt;span lang="EN-US"&gt; inilahkali pertama aku membeli Al-Qu’ran.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Dulu di rumahkami punya satu Al-Qu’ran yang dipakai ngaji buat kami sekeluarga yangjumlahnya lima orang. Punya satu Al-Qu’ran di rumah saja itu sudah lebih daricukup. Qu’ran urusanmasjid, mungkin demikian keyakinan turun temurun.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Kami punya satuAl-Qu’ran yang dibeli ketika saya masih SD. Saya lupa untuk kebutuhan apaketika itu. Yang jelas, ketika mengaji, setiap murid harus membawa Al-Qur’anmilik siapa pun itu. Al-Qur’an adalah barang warisan. Sampai hari ini Qur’anmasa kecilku masih ada, masih awet, hanya lem sampulnya saja yang lepas.Terpajang manis di lemari, yang terwarisi untuk dua ponakan perempuanku yangcantik dan ayu, yang bisa jadi akan diwariskan pula pada anak mereka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Setahuku,kecuali aku, orang-orang di rumah sangat hemat dan hati-hati menjaga barang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Akhirnya akumembeli Al-Qur’an juga, setelah memilih-milih dan saya mendapatkan yang palingmurah. 12,500 dengan diskon. Qur’an yang imut, tidak terlalu kecil dan tidakterlalu gede. Sekilas, kupikir ah, lumayan lah. Kau tahukan kutukan toko buku(dan toko apa pun sebenarnya), segala tampak selalu demikian bagus dan harusdimiliki. Persoalannya adalah, kapan saya akan mulai membacanya, dan masihbisakah saya mengeja huruf-hurufnya?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Waktu itumenjelang bulan puasa. Saya membonceng keponakanku si Tsabit. Dari Sapen kaminaik sepeda melewati rel kereta menuju Gowok lalu keluar lewat jalan ramai disekitar Ambarukmo. Waktu itu aku masih doyan main &lt;i&gt;City Ville&lt;/i&gt;. Kamisinggah di warnet. Menjelang petang kami pulang. Entah bagaimana ceritanya,kami tersesat di toko buku itu. entah bagaimana ceritanya aku tersesat dipojokan yang biasanya paling lengang dan jarang kudatangi. Di depankuterpampang banyak Al-Qur’an, maklumlah, waktu itu menjelang ramadhan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Akuterbengong-bengong melihat demikian banyak desain, bentuk dan ukurannya.Harganya pun rupa-rupa. Aku mengamati. Teringat keponakan di kampung, suatuwaktu aku mau membelikan untuk mereka. Membeli?&amp;nbsp;Ah, kenapa tidak? Di kos kan aku tak punya Al-Qur’an. Lagi pula sudahberapa lama aku tidak membacanya?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Sebentar, sebentar.Aku menghitung uang di kantong. Al-Qur’an yang ideal tentu berbanding lurusdengan harga. Tulisan Arab yang besar, lengkap pula dengan tajwid, tanda merahuntuk sifat Allah dan bersisihan dengan terjemahan, harganya 250 ribuan. Adayang kecil dan murah, tentu tak akan mampu aku membacanya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Mumpung puasa,pikir saya. Setan jauh-jauh hari mungkin sudah diikat. Aku beranjak ke &lt;i&gt;display&lt;/i&gt;sebelah. Ada buku doa, bacaan tahlil dan zikir, buku shalat yang harganya murahhabis. Jauh lebih murah dari buku puisi. Kenapa tidak? Aku tak pernah punyaini. Tuntunan Shalat Lengkap terbitan Toha Putra kami di rumah sudah tercecerentah ke mana. Pastinya aku yang bertanggung jawab kehilangan barang berhargaitu. Aku memilih buku shalat yang imut, lucu dan murah. “Lumayan, bisaditenteng sambil membenarkan bacaan &lt;i&gt;tahyat&lt;/i&gt;,” pikirku waktu itu. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Kucomot pulabuku imut yang berisi Surat Yassin, Ayat Kursi, tahlil, dan Zikir. “Mampus,sekarang aku punya dan bisa membacanya menjelang tidur. Allahu Akbar.” Pikirku.Tak cukup segitu, aku harus melengkapi dengan kumpulan doa, agar lebih terarahdan keren, berdoa dalam bahasa Kanjeng nabi. Tak lengkap rasanya kalau takmengoleksi kumpulan ayat-ayat pendek, siapa tahu bisa menambah koleksi ayat diluar &lt;i&gt;kul fuallahu ahad&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;subirabinnas&lt;/i&gt; yang kuhapal. Ya Allah,betapa, betapa, saya ternyata masih bermimpi bisa menjadi mubaligh.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Lalu soalAl-Qur’an? Entah kenapa hati saya sedang lembut ketika itu. Saya tak pernahpunya kitab ini, tak pernah memilikinya meski selalu terniat membelinya.Kucari-cari yang agak baik dan tentu murah. Subhanallah, terselip satu barangyang luar biasa. Tuhan sedang menrunkan malaikat untukku. Sebuah Qur’anberwarna lembut putih dan biru, eh atau putih dan hijau (jangan paksa akubicara soal warna..) harganya 15 ribu. 15 ribu saudara-saudara, apa lagi yang perludipikir?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;“Buat apa belisebanyak ini? Oom memang belum punya? Belum hapal bacaan shalat?” Kata Tsabitsetengah meledek.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;“Eeh, kan kitaharus selalu memperbaiki ibadah,” sungguh, aku juga terkejut dengan kata-katayang luar biasa ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;“Kenapa belisebanyak ini?” &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;“Stt.. ini kanmau puasa, jadi harus banyak amalan dan ibadah.” Lalu sambil mendayung sepedamulailah aku bercerita: nanti ketika puasa datang, Masya Allah, bulan yanglebih elok dibanding seribu bulan, “Oom akan banyak berzikir dan bertahlil.” &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Malaikat membantukudalam imaji sederhana dan luar biasa ini: menjelang tidur aku akan membacatahlil dan zikir, menghapal satu doa sepanjang malam, dilanjutkan sepotong-duapotong ayat pendek. Menjelang dan sesudah sahur aku akan membaca Al-Qur’andilanjutkan dengan praktek shalat dari buku Toha Putra versi mini itu. Jikabelum ngantuk pembacaan kalam Ilahi akan dilanjutkan kembali. 3-4 halamansepanjang malam sudah lumayan. Khatam Al Baqarah, Ali Imran, dan An Nisa’ ramadhanini saja sudah alhamdulillah, syukur-syukur bisa dilanjutkan ke Al Maidah. AlAn’am, Al A’raf, disusul dengan At Taubah, Yunus, Hud, berkejaran dengan suratJusuf, Ar Ra’d, Ibrahim dan seterusnya…&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Begitulah memangawalnya. Malam pertama ramadhan saya sholat tarawih berjamaah, taktanggung-tanggung, di Laboratorium Agama UIN Suka gitu lo. Hari kedua jugademikian. Baca tahlil dan zikir berlangsung khidmat. Sholat demikian teraturdisusul dengan membaca buku doa yang kadang pakai berurai air mata segala.Al-Qur’an kubuka petang dan pagi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Seperti yangsudah-sudah, demikianlah akhir kisah. Menjelang akhir minggu pertama, bukuzikir tercecer entah ke mana. Pelajaran shalat tertunda begitu saja. Menghapaldoa seolah bisa dikerjakan lain kali saja. Ayat-ayat pendek tak pernah nempeldi kepala. Lalu Al-Qur’an? Sungguh, sepertinya nasib saya ditakdirkan takpernah selesai di Al-Baqarah. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Kini Al-Qur’anitu terletak di rak paling tinggi. Bersih, dan nyaris tak pernah terbuka.Jangan-jangan saya mulai mewarisi semangat keluarga saya: hemat dan yang suciharus dijaga. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Rasanya sayacukup bangga, akhirnya saya punya Al-Qur’an. Mungkin nanti saya benar-benarakan membelikan yang agak baik untuk ponakan. Hadiah yang akan menjadi warisanuntuk anak-cucunya kelak di kemudian hari. Barangkali saja nanti Qur’an taklagi dicetak dengan kertas. Siapa tahu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: right;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;16Oktober 2011&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Selamat datang, selamat bersandar di sini,sebelum anda pergi lagi&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32296052-9030625211804914896?l=indriankoto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indriankoto.blogspot.com/feeds/9030625211804914896/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32296052&amp;postID=9030625211804914896' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32296052/posts/default/9030625211804914896'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32296052/posts/default/9030625211804914896'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indriankoto.blogspot.com/2011/10/al-quran.html' title='Al-Qur&apos;an'/><author><name>indrian koto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-DbxgxWT9o24/Tpxa8RMy4KI/AAAAAAAABHM/KHTyRPk2oVI/s72-c/keajaiban-al-quran.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32296052.post-3170181936074368311</id><published>2011-10-10T23:08:00.003+07:00</published><updated>2011-10-10T23:08:59.982+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='yang hidup yang dicatat'/><title type='text'>Da Hen</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-Uy04uDt0zBs/TpMYV0KEJQI/AAAAAAAABHA/Q4pqrwsyZLc/s1600/n1615778708_247182_6150353.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-uRkLBQYmfPk/TpMYWhX7coI/AAAAAAAABHE/ynxoEK1qYDY/s1600/253585_208436735868504_100001065386183_632636_913968_n.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://1.bp.blogspot.com/-uRkLBQYmfPk/TpMYWhX7coI/AAAAAAAABHE/ynxoEK1qYDY/s320/253585_208436735868504_100001065386183_632636_913968_n.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-bottom: 0cm;"&gt;Hari Sabtu DelapanOktober 2011 pastilah hari yang sedikit penting bagi sepupu saya, DaHen.  Dia menikah di tanggal itu dengan dara ayu asal Sukabumi.Meskipun belum menikah, aku tahu, itu merupakan momen penting bagiseseorang, memasuki fase baru dalam hidupnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-bottom: 0cm;"&gt;Mulhendri namanya. Dialahir sekitar tahun 78 atau sekitar-sekitar itu. kami, adik-adiknyamemanggil Uda Hen, yang jika disapa Da Hen saja. Aku jugamemanggilnya demikian. Beberapa kawan lain yang kenal dia jugamemanggilnya demikian. Di kos-an lamanya, daerah Sewon sekitar ISIdia dipanggil Mahen. &lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-bottom: 0cm;"&gt;Aku ingin menulis sesuatutentang dia di blog saya. Namun saya rumit menuangkannya. Ada banyakcerita dan pengalaman dengannya.&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-bottom: 0cm;"&gt;“Da Hen kan mau nikah,tulislah dia di blog,” kata Beben, adik sepupuku yang cerewet dansok tahu itu. Setelah kupikir-pikir, sepertinya aku perlu membikinbeberapa catatan tentang kakak sepupuku yang ketika tulisan ini andabaca sudah menjadi seorang suami.&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-bottom: 0cm;"&gt;Demikianlah kisah. Diayang asal Lansano, Pesisir Selatan Sumatera Barat, setelah menamatkansekolah di MAN 2 Padang memilih pindah ke Yogya melanjutkan sekolah.Ia kuliah di UAD, bukan UMY, meski sama-sama Muhamaddiyah. Itusekitar tahun 1998. Sastra Inggris, sebuah jurusan yang terasa amatgagah di kampung kami. Tapi ia tak menyelesaikan kuliah di sana.Tahun 2004, ketika saya juga berada di Yogya, ia memutuskan untukmencoba peruntungan di UIN. &lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-bottom: 0cm;"&gt;“Gimana menurutmu kalauUda kuliah lagi, kali ini di UIN?”&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-bottom: 0cm;"&gt;Aku mengangguk setuju.Dia cuma butuh itu. Matanya berbinar. Alhasil tamat juga akhirnyadia. &lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-bottom: 0cm;"&gt;Cerita tak sampai disitu. Umurnya sudah sekira 33. teman-temannya di kampung—dia seringmembicarakan itu—sudah punya anak. Alasan saja, kataku.Teman-temanku di kampung semua juga sudah menikah kok. &lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-bottom: 0cm;"&gt;Tapi dia memang harusmenikah. Dia tak pernah pacaran dan tak pernah bersentuhan denganperempuan.&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-bottom: 0cm;"&gt;“Tangan Uda ini suci,Belum pernah menjamah dan menyentuh perempuan mana pun,” katanyasuatu malam. “Jika harus menikah, Uda ingin dengan perempuan yangdemikian juga.”&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-bottom: 0cm;"&gt;Aku agak tertawasebenarnya, tapi dalam hati. Perempuan mana pula kiranya yangsekarang tidak pernah pacaran dan bersentuhan dengan laki-laki yangbukan muhrim.&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-bottom: 0cm;"&gt;“Ada, ada. Ada kokperempuan yang demikian. Dalam organisasi Uda, ada banyak perempuanyang demikian.” Dia seperti membaca pikiran saya. “Hanya saja Udamasih ingin mencari perempuan lain. Ya untuk menyenangkan orangtua,kalau misalnya di kampung ada, Uda mau-mau saja.” &lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-bottom: 0cm;"&gt;Dia akan menikah dikampung. Itu isu yang tersebar di keluarga kami setahun lalu. Tapi iamengajukan banyak syarat yang rasanya agak susah terpenuhi untukkampung yang transisi. Pertama, harus sarjana. Okelah, sudah banyakyang sarjana sekarang. Kedua, sedikit banyak tahu agama, kalau bisaberjilbab. Hmm.. bisa diusahakan. Ketiga, harus yang belum pernahpacaran. Maaakk.. cari di mana perempuan yang masih jomblo? Itu kalautidak agama yang kuat, perempuan macam itu pastilah perempuan yangbenar-benar tak laku. Keempat, harus mau tinggal di Yogya.&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-bottom: 0cm;"&gt;Kampung diaduk-aduk, paraperempuan diseleksi. Tapi tak satu pun yang memenuhi kriterianya.Jika nomor satu dua sudah oke, mandeg di nomor empat. Paling seringmacet di nomor tiga. Duh.. keluarga menyerah. Antara menyerah danpasrah Mak Gaekku, ibunya Da Hen bilang: “Carilah perempuan yangpantas untukmu. Temukan dia di mana pun dia berada, anak muda..”&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-bottom: 0cm;"&gt;Da Hen mencium tanganibunya dan berbisik: “Aku berangkat Mak.”&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-bottom: 0cm;"&gt;Peruntungan dicoba. &lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-bottom: 0cm;"&gt;“Umur uda sudah di atastiga puluh. Sudah ndak pantas lagi pacar-pacaran. Lagi pula agamatidak menganjurkan kita pacaran. Jadi, jika bisa, uda ingin taarufsaja.”&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-bottom: 0cm;"&gt;Pinangan demi pinangandilayangkan. Foto demi foto diedarkan. Benar saja, kalau jodoh tidakke mana. setelah sekian kali mencari dan menemukan, setelahberkali-kali menolak dan ditolak akhirnya perempuan yang sebenarnyaTuhan turunkan. Seorang perawan imut 21 tahun dari Sukabumi tertarikdengan profil yang diajukan. Mereka bertemu suatu kali, setelahrencana nikahnya sempat dibatalkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-Uy04uDt0zBs/TpMYV0KEJQI/AAAAAAAABHA/Q4pqrwsyZLc/s1600/n1615778708_247182_6150353.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="234" src="http://3.bp.blogspot.com/-Uy04uDt0zBs/TpMYV0KEJQI/AAAAAAAABHA/Q4pqrwsyZLc/s320/n1615778708_247182_6150353.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-bottom: 0cm;"&gt;“Luar biasa. Kami satuorganisasi. Tidak disangka dia ternyataaktifis H***** T**&lt;i&gt;tiiitt&lt;/i&gt;***juga. Dia perempuan yang semoga saja pengertian. Bahkan ketikamembaca profil Uda saja dia sudah berdebar. Uda pun demikian.”Begitu dia berkata.&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-bottom: 0cm;"&gt;Tak sampai tiga bulan.Tanggal 8 Oktober itu pernikahan itu berlangsung. Keluarga hanyadiwakilkan kakakku saja. Aku dan si Beben yang paling kencangberkoar-koar akan mengantarkan, malah menghilang. Kami sembunyi. Takpunya uang otomatis tak bisa datang. Justru teman-teman sepertiGandhi, Rico, dan Mumon yang bisa datang. Betapa aku menanggung rasatak enak sampai kini.&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-bottom: 0cm;"&gt;“Tak apa. Yang palingpenting dari pernikahan adalah ijab,” katanya menghibur. Dia memangluar biasa dan berhati lapang. “Doa, doa kalian saja sudah cukup.”&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-bottom: 0cm;"&gt;Kini dia sudah resmimenjadi seorang suami. Sedang membangun keluarga mawaddah warohma.Semoga impiannya membangun keluarga kecil, membuka toko kelontong,mengajar anak-anak sembari menulis novel berseri. Judul utama darinovelnya sudah dibocorkan padaku, &lt;i&gt;I Love You Because Allah&lt;/i&gt;.Isinya seputar perjalanan dirinya menjelang pernikahan yangmenyedihkan namun heroik, dan sesudahnya, ditambah dengan sedikitkonsep keluarga dalam agama dan organisasi yang diikuti. “Tapibukan biografi.” Tegasnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-bottom: 0cm;"&gt;Jika sodara-sodarasekalian kelak suatu hari menemukan novel dengan judul yang demikian,plisss.. belilah, belilah… itu adalah novel sepupuku yang berencanamembangun keluarga kecilnya dengan konsep agama yang sudah sangatmatang. Menulis novel untuk berdakwa, Astaga betapa mulianya. Cumaaku tekankan dengan keras kepadanya, plis deh jangan pakai namaMulhendriarman el-Manafy atau sejenis itu.&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-bottom: 0cm;"&gt;Semoga Anda semua maumendoakan kebahagiaan al muqarom ini. Semoga Tuhan berkenanmemberkahi. Dia sudah menunaikan pernikahan sesuai keyakinannya.Tinggal waktu yang akan menentukan. Kita selalu berharap yang terbaikuntuknya, di mana pun dia kini. Ah, dia tengah berbulan madu.&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-bottom: 0cm;"&gt;“Gak usah beli ranjang,bahaya..” kata Beben sok tahu. Da Hen tersenyum.&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-bottom: 0cm;"&gt;“Kenapa begitu?”tanyaku dengan lugu.&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-bottom: 0cm;"&gt;Beben dan Da Hen terkikiksemakin kencang.&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="RIGHT" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;i&gt;Yogyakarta, 10 Oktober2011  &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Selamat datang, selamat bersandar di sini,sebelum anda pergi lagi&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32296052-3170181936074368311?l=indriankoto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indriankoto.blogspot.com/feeds/3170181936074368311/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32296052&amp;postID=3170181936074368311' title='8 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32296052/posts/default/3170181936074368311'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32296052/posts/default/3170181936074368311'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indriankoto.blogspot.com/2011/10/da-hen.html' title='Da Hen'/><author><name>indrian koto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-uRkLBQYmfPk/TpMYWhX7coI/AAAAAAAABHE/ynxoEK1qYDY/s72-c/253585_208436735868504_100001065386183_632636_913968_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32296052.post-2223615971920767646</id><published>2011-10-02T02:38:00.002+07:00</published><updated>2011-10-02T02:44:46.188+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngoceh di Blog'/><title type='text'>Mobil</title><content type='html'>&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-3doy-O27AbA/Todq5FhW_PI/AAAAAAAABGk/8d39l_N5aRk/s1600/DSCN1801.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-dT9z_0jXjR4/Todrb4eQtZI/AAAAAAAABGo/7UjTAZjtajM/s1600/DSCN1878.JPG" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://2.bp.blogspot.com/-dT9z_0jXjR4/Todrb4eQtZI/AAAAAAAABGo/7UjTAZjtajM/s320/DSCN1878.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;Aku merasa anehsaja ketika punya bayangan gimana kalau tiba-tiba aku punya mobil? Sampai hariini aku tak punya keinginan bisa memilikinya. Kalau misalnya suatu ketika akulagi jalan tiba-tiba dikasih dan disuruh membawa mobil oleh malaikat berwajahmanusia aku pasti bakal nangis-nangis gimana caranya agar aku bisa terimamentahnya saja. Apa sebab? Pertama, aku tidak bisa nyetir. Jadi tak mungkinlahaku bisa bawa mobilnya pulang, dodol. Kedua, aku gak mau si Arek Njomplang itemdan jelek datang ke tempatku sambil senyum-senyum. Aku betul-betul merasadihina kalau sudah begitu. Ia seperti meledek aku yang imut ini sebenarnyaompong.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;Rasanyangomongin si Arek Njomplang ini tak ada habisnya. Dia orang yang paling ajaibsedunia. Penyuka dan rela mati demi dangdut koplo. Dia orang yang penuh kejutandan hanya bisa menangis kalau sudah benar-benar sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;Tapi mungkinlebih baik aku membicarakan mobil saja. Aku tak bisa menyetir mobil. Kalau adayang ngasih saya mobil cuma-cuma itu sama saja meledek dan menghina saya, yangpasti tak bakal mampu membelinya. Selain itu saya suka mabuk kalau di kendaraanpribadi macam itu. Sumuk. Saya tak suka. Jadi saya berpikir saya tak inginpunya mobil, tak bisa nyetir, gak bisa beli, takut selalu kehabisan mobil,ditambah pula tak kuat lama-lama di dalamnya. Aku juga tak ingin merepotkan siFahmi dengan urusan teknis. Minta diantar ke sana ke mari yang tentu dia dengan rela hatimelakukannya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;Mobil itu mengeluarkanasap yang bisa merusak alam semesta, bikin macet, bikin sebel pejalan kaki,bikin iri pengendara motor kalau hujan. Mobil itu seperti identitas, sebuahstatus. AKu tidak suka dengan stratifikasi sosial macam begini. Masa saya harusmenulis buku seperti Marx dan bagaimana menyelamatkan “kita”, kelas sosial takbermobil dari godaan kapitalisme dan senyum manis si Arek Njomplang.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;Aku lebih sukatak punya mobil ketimbang kehilangan si Arek Njomplang. Namun begitu akutergoda juga bisa memiliki kawan yang bermobil duh, betapa borjuisnya daku. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: center;"&gt;***&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;“Lingkungan kitaini benar-benar tidak meningkat,” kataku pada Mahwi ketika kami main keWonosobo, ke rumah &lt;a href="http://semuaguru.blogspot.com/"&gt;Ucup&lt;/a&gt;. “Masa kita tak punya teman yang bermobil.”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;Mahwitertawa-tawa lalu mulai berpikir keras menolak logikaku. Ucup mesem-mesem.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;“Ada, mas Ismet, Mas Joni,Kang Aguk…”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;“Maksudku kawanyang setiap sore ngajak nongkrong pake mobil gitu..”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;“Ada, ada.” Ucap Mahwicepat. “Arek Njomplang.”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;Sialan, dialagi. “Tapi diakan cuma hobby nyetir.”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;“Kita doakansaja supaya dia cepat punya mobil dan ngajak kita jalan-jalan.”&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;Kali ini Ucuptertawa-tawa, aku yang mesem-mesem.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;Semoga saja.Amin!&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;“Mari berdoaagar kita punya teman yang mengajak kita jalan-jalan pake mobil dan teman kitasi Arek Njomplang segera punya mobil,” saran Ucup dengan suara yang tenang.“Kita mulai dengan sholawat bersama-sama..”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: center;"&gt;*** &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-3doy-O27AbA/Todq5FhW_PI/AAAAAAAABGk/8d39l_N5aRk/s1600/DSCN1801.JPG" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://2.bp.blogspot.com/-3doy-O27AbA/Todq5FhW_PI/AAAAAAAABGk/8d39l_N5aRk/s320/DSCN1801.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;Sepertinya Tuhanmendengarkan kami. Ketika aku ikut ke Surabayamenemani Ucup diskusi buku Mimpi Rasulnya bersama Mahwi, kami akhirnya bisamelihat kotadengan jalannya yang padat tetapi teratur itu. Tak hanya sekedar bertemu MardiLuhung, naik kereta bersama Mashuri, bertemu Alex Subandi, Imam Muhtarom danjalan di UNAIR. Ini ajaib, kami ternyata punya teman yang bermobil dan mengajakkami jalan-jalan naik mobilnya. Dia &lt;a href="http://crystalistgita.blogspot.com/"&gt;Gita Pratama&lt;/a&gt;, bidadari berhati teduh yang sengajaditurunkan Tuhan di bumi pelabuhan nan panas itu. Utang saya pun lunas padanya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;Sepanjang harikami diajak berkeliling bersama Diana AV Sasa dan Wina Bojonegoro disopiri CakBagus yang selalu ceria. Keliling kota, ke rumah Hos Cokroaminoto, ke MuseumSampoerna, lewat Jembatan Merah hingga menyeberang jembatan Suramadu dansinggah di Madura, makan martabak di Bangkalan, di rumah Dani yang mengurusAzzura Education Center. Madura men. Mampus kali ini si Irwan Bajang yangkemarin nyebrang Suramadu dibonceng Edy Firmansyah dan dengan banggamengipas-ngipaskan tiket penyeberangan yang tiga rebu itu. Dendamku terbalaskansudah. Keinginan balas dendamku yang mulia ini diridhoi oleh Mbak Sasa, Gita,Nawi dan semoga saja &lt;a href="http://akubuku.blogspot.com/"&gt;Gus Muh&lt;/a&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;Bukan, bukan,ini bukan mau pamer. Jika saja doaku naik diajak teman, jalan naik mobil,barangkali keinginan kami yang lain bisa terkabulkan. Jika kami hanya berharapsuatu kali diajak teman naik mobil kami telah mendapat lebih, mutar-mutar kota, ke Madura, ditutupdengan karaokean. Sungguh sebuah berkah saya bisa melihat aksi panggung nanheboh persembahan biduan Surabaya terkini yaitu Gita Sahara, Wina Anjela, DianaSastra, ditemani Ucup ‘Sodiq’, dan Cak Mahwi. Bukannya mengingat suara emasYetti A KA, Pranita Dewi dan Ira Wangsa, aku justru teringat Arek Njomplang.Aku rindu dia, lebih dari sekedar mengetahui referensi terbarunya mengenaidangdut koplo, tapi kerinduan sepenuh doa: jika doa kami terkabulkan bisa diajakteman naik mobil, siapa tahu si Arek Njomplang segera bisa punya mobil.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;“Amiiinnn…”Mahwi dan Ucup menjawab bersamaan.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;Aku senang.&lt;a href="http://irwanbajang.com/"&gt;Irwan Bajang&lt;/a&gt; tumbang sudah. Utan lunas. Doa terkabulkan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;“Mari kata tutupdengan Sholawat dan berdoa untuk kawan Arek Njomplang…” ucap Ucup lamat-lamat. Alhamdulillah ya, semoga jadi sesuatu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: right;"&gt;Surabaya, 1 Oktober 2011&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Selamat datang, selamat bersandar di sini,sebelum anda pergi lagi&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32296052-2223615971920767646?l=indriankoto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indriankoto.blogspot.com/feeds/2223615971920767646/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32296052&amp;postID=2223615971920767646' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32296052/posts/default/2223615971920767646'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32296052/posts/default/2223615971920767646'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indriankoto.blogspot.com/2011/10/mobil.html' title='Mobil'/><author><name>indrian koto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-dT9z_0jXjR4/Todrb4eQtZI/AAAAAAAABGo/7UjTAZjtajM/s72-c/DSCN1878.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32296052.post-3974331166749610286</id><published>2011-09-25T18:49:00.000+07:00</published><updated>2011-09-25T19:12:05.061+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngoceh di Blog'/><title type='text'>Bola Lampu</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Lantaran kamarsaya yang gelap disebabkan jendelanya terhalang tembok tetangga, 24 jam lampulistrik di kamar saya terus menyala. Jika lampu listrik dimatikan, kamar sayamenjadi demikian gelap dan terasa lebih pengap.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Saat tidur pun,lampu harus tetap menyala. Jika lampu mati, alamat saya tak akan bisa bangunpagi. Beberapa teman saya pernah terkecoh waktu ketika tidur di kamarku. Afrisdan Ipang pernah terlelap hingga sore, demikian juga halnya dengan Andika.Suasana kamar saya yang lembut dan dingin meskipun tanpa AC membuat mereka,termasuk saya, suka terbuai suasana. Ini tentu tak bagus. Sirkulasi udaraburuk, dan cahaya tak pernah masuk membuat kamar saya menjadi agak lembabjustru di musim kemarau. Enak buat tidur, kata Kiting jika sesekali datangkemari. Apalagi kalau &lt;a href="http://semuaguru.blogspot.com/"&gt;Jusuf An&lt;/a&gt; datang dimari, wah sungkan aku. Namun untung pula aku punya teman yang sama sekali tak peduli apa pun mengenai dunia ini jika sudah pegang Hp dan mendengar dangdut koplo. Yup, Si &lt;a href="http://fahmi-amrulloh.blogspot.com/"&gt;Fahmi&lt;/a&gt; itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Lembali ke masalah lampu listrik, Lampu menjadi vital dan mesti ada, sama halnya dengan air galon. Tanpa keduanya itu,kiamat kecil tengah menghadang saya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Bola lampubukanlah perkara sederhana bagi saya. Saya memerlukan lampu yang wattnya besar.Bola lampu putih menjadi pilihan final, karena katanya lebih hemat ketimbangbola lampu bulat. Saya percaya saja. Lampu ini selain membantu menerangi kamar siang-malamjuga berguna untuk hal-hal lain, jika misalnya saya membaca. Minimal bola lampudi kamar harus 20 watt.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Bola lampu putusamat menjengkelkan. Harga bola lampu tidaklah murah. Saya harus mencari lampuyang selain hemat listrik, dia juga harus tahan lama. Selain bola lampu kamar,saya juga bertanggung jawab untuk bola lampu dapur merangkap kamar mandi, lampudi ruang tengah, dan teras. Tiga lampu yang harus selalu diantisipasi. Untukyang tiga ini kadang-kadang kami anak-anak kos cukup kerepotan, sehingga lebihsering menggantinya dengan bola lampu kecil dan murah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Nah, beberapawaktu yang lalu lampu di kamar saya mati. Padahal bola lampu ini baru sayaganti beberapa bulan yang lalu. Sering memang, barang-barang yang kita butuhkankehilangan fungsi di saat-saat yang kurang menguntungkan. Apa boleh buat,inilah resikonya mengkomsumsi barang-barang sejenis itu. ia membantu kita dalambanyak waktu, dan dibikin repot di lain waktu. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Saya membeliPhilip yang konon terus terang, terang terus. Alasan lainnya, kata si penjualdi selatan kos saya, dan isu yang saya dengan bola lampu ini lebih awet. Tapitidak berlaku untuk kamar saya. Begitu bangun, saya menghadapi serangankegelapan, celakanya saya sudah terbangun di siang hari, lantaran diam-diamlampu di kamar saya itu putus. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Sial. Pas takpunya uang pula. Seharuan saya bergelap-gelap dan memutar otak bagaimanacaranya agar lampu di kamar kembali menyala. Tak cukup di situ, malamnya lamputeras kos ikut-ikutan putus tanpa sebab yang jelas. Jadilah dua bola lampu yangmenghembuskan nafas terakhir. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;Saya ingat,kemarin ada yang baru ganti lampu, nanti malam akan saya pakai saja itu dulu,menjelang saya punya uang. Benarlah, malamnya saya meluncur ke lemahdadimengambil bola lampu itu. paling tidak kamar saya aman dulu. Bola lampu itu takterlalu terang, tapi cukuplah membuat senja di dalam kamar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Saya pulangmalam itu juga dengan hati riang. Sial, begitu sampai, ternyata lampu di ruangtengah sudah pula koit. Apa daya saya, kamar remang, ruang tengah dan terasgelap gulita. Dengan jengkel akhirnya saya datang ke kedai listrik di selatan,mencari bola lampu. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;“Yang ini sajamas. Bola lampu lokal ada garansinya setahun.” Kata penjual.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Alamak, ini yangsaya cari.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Saya akhirnyamembeli satu lampu itu dan lampu kamar saya pindah ke ruang tengah. Di kos sayasekarang, jika anda lewat m,alam-malam masih saja remang-remang kekurangancahaya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Ternyata lampulistrik menjadi begitu penting dan suka mati di saat-saat yang tak terduga.Saya tetap menyimpan bola lampu yang terus terang terang terus itu. sayamendengar di sekitar UGM ada dokter lampu yang dengan uang 10-15 ribu lampukita kembali menyala. Siapa tahu saya akan mencobanya. Jika saja bisa, tentuakan menarik, lampu dapur-kamar mandi akan saya pindah tugaskan ke teras, lampukamar akan saya tempatkan di sana, biar mandi malam-malam tetap seru.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Ini baru rencanasaja. Karena saya sekarang saya disibukkan dengan pikiran lain, listrik bulanini belum dibayar. Nah kan? Sebulan terakhir hanya ada saya dan teman baru,Waris yang dikos. Agus, dan Wawan mudik ke Makasar sejak sebulan lalu, jadimereka tak ikut bertanggung jawab soal ini. Padahal, sendiri atau berlima dikos ini, bayar listriknya tetap saja lebih dari seratus ribu. Dan &lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL" lang="AR-SA"&gt;tulisan ini dibikin &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;menjelang tanggal dua puluh.&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL" lang="AR-SA"&gt;Lampu&amp;nbsp; listrik&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: right;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Yogyakarta,September 2011 &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Selamat datang, selamat bersandar di sini,sebelum anda pergi lagi&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32296052-3974331166749610286?l=indriankoto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indriankoto.blogspot.com/feeds/3974331166749610286/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32296052&amp;postID=3974331166749610286' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32296052/posts/default/3974331166749610286'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32296052/posts/default/3974331166749610286'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indriankoto.blogspot.com/2011/09/bola-lampu.html' title='Bola Lampu'/><author><name>indrian koto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32296052.post-2574181667994076110</id><published>2011-09-19T01:12:00.000+07:00</published><updated>2011-09-19T13:49:51.057+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngoceh di Blog'/><title type='text'>Filosofi Kamar Kos</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;   &lt;m:dispdef&gt;   &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;   &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;   &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;   &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;   &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;   &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;  &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt;&lt;/m:wrapindent&gt;&lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: center;"&gt;&lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;   &lt;m:dispdef&gt;   &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;   &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;   &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;   &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;   &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;   &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;  &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt;&lt;/m:wrapindent&gt;&lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-9nvfWWb-EkU/TnY0TJZ23DI/AAAAAAAABGU/gvFpflgtR_I/s1600/kos.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://2.bp.blogspot.com/-9nvfWWb-EkU/TnY0TJZ23DI/AAAAAAAABGU/gvFpflgtR_I/s320/kos.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Aku selalu mengatakan dan setengah memaksa kawan-lawan untuk percayakalimat sakti yang kukarang-karang ini: “kosmu adalah kepribadianmu.” Hem,maksudku bukan soal kerapian dan bagaimana menata isinya. Justru itu palingbisa dipakai untuk melihat kepribadian. Misal, kalau kamar kosmu bentuknyaseperti kamar kosku, dengan sekejap mata bisa dipastikan kau adalah orang pemalas.Bantal yang bau, sarungnya gak pernah dicuci, debu dan sampah di mana-mana,pakaian menumpuk dan jadi sarang nyamuk, gelas kopi bertebaran sudah cukupdijadikan alasan untuk memberikan dakwaan kepadamu: Pemalas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sebenarnya ke teman-teman aku gakpernah mengatakan yang itu. Aku tidak mau mereka menilaiku pemalas, meskipunseluruh teman-temanku yang bisa dihitung dengan jari tangan dan kaki itu sudahsangat tahu bahwa aku ini orangnya pemalas. Tapi aku kan ceritanya orang yangegois, jadi tak akan membicarakan hubungan kepribadian dengan dalemnya kamar. Gengsidong mengakuinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Nah kepada teman-teman ini, aku mengatakan,“kebiasaanmu berpindah-pindah kos menentukan karaktermu.” Sederhana sajalogikanya, kalau kamu suka pindah-pindah kos, berarti kamu orang yang enggaksetia dan pembosan. Itu uuga berhubungan dengan pasangan. Tentu saja &lt;a href="http://irwanbajang.com/"&gt;Irwan Bajang&lt;/a&gt; (&lt;i&gt;karena permintaannya dengan mengiba-hiba saya link deh. Gratis bung, gak usah disogok&lt;/i&gt;), temanku yang mengurus percetakan buku itu yang jadi mangkelmendengarnya. Bagaimana tidak, dalam setahun saja dia bisa pindah kos tigakali. Belum sempat aku main ke kosnya yang satu, eh dia sudah pindah pula kekos yang lain. Ditambah lagi dengan kenyataan dia orang yang sangat setiadengan pacarnya, si Yayas. Dari dulu, setau saya ituuu aja pacarnya. Jadi analisakusebenarnya sudah jelas-jelas salah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sayangnya, ya itu tadi, aku sudahditakdirkan jadi orang yang egois sehingga terus-terusan memaksa teman-temanmempercayai bahwa kebiasaanmu kos menentukan kepribadian seseorang. Kiting,temanku yang keriting itu mesem-mesem saja ketika saya mengatakan itu padanya.Ceritanya, itu adalah pertahanan terakhir saya untuk memaksanya tetap tinggal kosdi tempat yang lama, berhadapan pintu kamar denganku. Posisi yang betul-betulmenguntungkan buatku dan apes buat bocah itu. Aku dengan sesuka hati masuk kekamarnya, mengambil air minumnya, mencuri receh yang dikumpulkan, mencomot rotiuntuk bekal dia (dulu) sebelum kerja. Kepergiannya jelaslah sebuah kiamat keciluntukku, tapi berkah tak terhingga baginya. Apa boleh buat, kalimat filosofiskusudah tak bermakna untuk menahan dia. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kiting tetap pergi dan berpesan,“jangan percaya kalau kebiasaan pindah-pindah kos itu bagian dari karakter.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;“Situ kan suka pindah-pindah kos, seperti situ sama cewek.” Kataku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Enggak To, kan kita sudah sejak2006 sudah bareng-bareng. Jadi, saya setia,” kata Kiting memelas. “Sangkingsetianya saya, sampai seusia ini saya enggak mau pacaran.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Tapi situ suka memainkan perasaanperempuan. Situ deketin, habis itu situ tinggalin.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dia diam, pintu dikunci dantinggallah saya sendiri, Sampai kini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Syukur alhamdulillah, setelah hampirsetengah tahun dia pindah badannya tampak semakin sehat dan agak segar. Bahkanpunya pacar pula. Dan syukurnya lagi, aku masih tetap hidup hingga kini dantetap tinggal di kos yang itu juga.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Selama di Yogya, menurut keyakinanpribadiku sendiri nih, aku adalah orang yang jarang sekali pindah-pindah. Awalnyaaku tinggal hampir dua tahun di Sewon. Karena kampus jauh aku numpang pula dikos Ucup dan Mahwi di Nologaten beberapa bulan lamanya. Pada akhirnya aku kosbareng mereka. pilihan itu sungguh sebuah keterpaksaan, karena sudah tak beranimasuk ke kamar mandi kalau ibu dan bapak kosnya kebetulan lagi di dapur. Untukmenjaga-jaga tak diusir, aku titip pesan sama Ucup, kalau nanti aku punya uang,aku akan kos di sana.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Benarlah adanya, aku kos di sana. Kamarnyabesar tetapi pengap. Aku tak sendirian, untuk urusan kos enam bulan itu,sengaja kugandeng Da Hen, kakak sepupuku untuk melunasi lebih dari separoh uangkos. Kami tinggal di sana. Berbagi kasur tipisnya, berbagi rak buku dan berbagiisi dompetnya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Aku pindah setelah gempa. Kebetulanpula teman-teman ingin punya kontrakan. Aku menggandeng Ucup, takut diaterpengaruh Mahwi yang akhirnya menikah (sialnya Ucup pun sudah punya anaksekarang), dan kawan-kawan lainnya untuk mengontrak rumah enam kamar di sekitarkali Gajah Wong. Begitu melihat tempat ini aku jatuh cinta. Biasalah, aku sukabegitu. Padahal kamar mandinya jelek, kakusnya seperti sarang penunggu Jogja.Awalnya kami cuma bertiga, Aku, Ucup dan Ridwan. Lama sekali kamar yang enambiji itu baru terisi semua. Itu problem juga bagi kami. Problem terbesar adalahmengangsur uang kontakan yang enam juta itu, tentu saja. Nyaris saja kamidiusir. Pak kos mana yang sudi menyewakan kembali kontrakan yang takdibayar-bayar. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kebetulan, bulan-bulan terakhirKiting ini tinggal bersama kami, jadilah dia yang mencari tempat kos baru.Teman-teman lain sama paniknya dengan kami, di mana akan tinggal setelah ini.Kiting menemukan tempat di Sapen, tempat si Daeng bertahun-tahun tinggal disana. Awalnya aku dan Kiting sekamar berdua di kamar sempit itu. Rumah ituhanya ada lima kamar saja. Beruntung ketika teman di depan kami pindah, akumenggantikan posisinya hingga kini. Kamar yang hingga Kiting pergi barukusadari adalah sebuah kamar yang gelap, pengap dan lembab.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sebenarnya, kalau dipikir-pikirbukan soal kepribadian itu yang membuatku memaksakan diri tetap tinggal disini. Selain urusan teknis, hal itu juga dikarenakan aku orangnya malas. Malaspindah-pindah, malas beres-beres, malas bertemu tempat baru. Ditambah lagi, kosdi sini lumayan murah dan kita lebih merdeka. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Tapi aku tetap memaksa kalian untuk percaya, “kebiasaan pindah kos,mencerminkan kepribadian seseorang” agar keberadaan saya di sini menjadi lebihfilosofis dan terkesan gagah. Tapi soal isi kamar dan kepribadian, jangandiambil dulu ya? Mungkin suatu saat aku belajar mengakuinya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: right; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;17 September 2011 &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Selamat datang, selamat bersandar di sini,sebelum anda pergi lagi&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32296052-2574181667994076110?l=indriankoto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indriankoto.blogspot.com/feeds/2574181667994076110/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32296052&amp;postID=2574181667994076110' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32296052/posts/default/2574181667994076110'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32296052/posts/default/2574181667994076110'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indriankoto.blogspot.com/2011/09/filosofi-kamar-kos.html' title='Filosofi Kamar Kos'/><author><name>indrian koto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-9nvfWWb-EkU/TnY0TJZ23DI/AAAAAAAABGU/gvFpflgtR_I/s72-c/kos.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32296052.post-7409963181899766107</id><published>2011-08-31T18:21:00.001+07:00</published><updated>2011-08-31T18:21:14.183+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>Kepada Amigos-Puisi</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt; &lt;w:WordDocument&gt;  &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;  &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;  &lt;w:TrackMoves/&gt;  &lt;w:TrackFormatting/&gt;  &lt;w:PunctuationKerning/&gt;  &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;  &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;  &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;  &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;  &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;  &lt;w:LidThemeOther&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;  &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;  &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;  &lt;w:Compatibility&gt;   &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;   &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;   &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;   &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;   &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;   &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;   &lt;w:DontVertAlignCellWithSp/&gt;   &lt;w:DontBreakConstrainedForcedTables/&gt;   &lt;w:DontVertAlignInTxbx/&gt;   &lt;w:Word11KerningPairs/&gt;   &lt;w:CachedColBalance/&gt;  &lt;/w:Compatibility&gt;  &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;m:mathPr&gt;   &lt;m:mathFont m:val="Cambria Math"/&gt;   &lt;m:brkBin m:val="before"/&gt;   &lt;m:brkBinSub m:val="--"/&gt;   &lt;m:smallFrac m:val="off"/&gt;   &lt;m:dispDef/&gt;   &lt;m:lMargin m:val="0"/&gt;   &lt;m:rMargin m:val="0"/&gt;   &lt;m:defJc m:val="centerGroup"/&gt;   &lt;m:wrapIndent m:val="1440"/&gt;   &lt;m:intLim m:val="subSup"/&gt;   &lt;m:naryLim m:val="undOvr"/&gt;  &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt;&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt; &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"  DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"  LatentStyleCount="267"&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading"/&gt; &lt;/w:LatentStyles&gt;&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt;&lt;style&gt; /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable	{mso-style-name:"Table Normal";	mso-tstyle-rowband-size:0;	mso-tstyle-colband-size:0;	mso-style-noshow:yes;	mso-style-priority:99;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-parent:"";	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;	mso-para-margin-top:0in;	mso-para-margin-right:0in;	mso-para-margin-bottom:10.0pt;	mso-para-margin-left:0in;	line-height:115%;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:11.0pt;	font-family:"Calibri","sans-serif";	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-ascii-theme-font:minor-latin;	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";	mso-fareast-theme-font:minor-fareast;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-hansi-theme-font:minor-latin;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}&lt;/style&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt; &lt;o:shapedefaults v:ext="edit" spidmax="1026"/&gt;&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt; &lt;o:shapelayout v:ext="edit"&gt;  &lt;o:idmap v:ext="edit" data="1"/&gt; &lt;/o:shapelayout&gt;&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-4QjrtlWJD44/Tl4Y_vNCkLI/AAAAAAAABE8/N-Kypg0q_kE/s1600/190002_101099006641221_100002233654391_9297_7076524_n.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="179" src="http://1.bp.blogspot.com/-4QjrtlWJD44/Tl4Y_vNCkLI/AAAAAAAABE8/N-Kypg0q_kE/s320/190002_101099006641221_100002233654391_9297_7076524_n.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;b&gt;Kepada Amigos &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;aku mencintaimu &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;bukan lantaran tak ada lagi yang bisa kucintai.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;aku ingin menjagamu sepanjang waktu&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;memelihara yang sedikit ini&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;tapi matamu, seperti yang lain, seakan tak bisamempercayaiku&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;aku takut kemana-mana, jika kau bisa melupakanku.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;aku terbiasa begini, &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;membuatku gampang menangis.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;aku tak menginginkan banyak&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;ketika pulang, kau menyambutku di depan pintu&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;membiarkan aku sejenak memeluk dan menyampaikan kerinduanku&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;sepanjang malam, aku ingin kau bisa terus lelap di sampingku&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;kau terlalu manja dengan kemiskinan ini&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;membangunkanku pagi-pagi dan memintaku menyiapkan makan&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;tanpa kusempat melipat mimpi&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;aku mencintaimu&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;bukan lantaran tak ada lagi yang kumiliki&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;aku ingin melindungimu, menjadi yang pertama kautemui&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;ketika membuka mata di pagi hari.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;aku selalu mencemaskanmu dan menjadi begitu pencemburu&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;sebab bisa saja kau tiba-tiba meninggalkanku&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;aku terbiasa denganmu&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;dan tak ada lagi yang kuinginkan&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;jika saja kau tahu apa yang kuingin&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;niscaya tak akan mengurangi apa pun darimu&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;kau datang dan memelukku&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;membiarkan aku mengusapmu dan melepaskan kesedihanku&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;setelah kau, aku tak punya siapa-siapa lagi&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;untuk berbagi&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Selamat datang, selamat bersandar di sini,sebelum anda pergi lagi&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32296052-7409963181899766107?l=indriankoto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indriankoto.blogspot.com/feeds/7409963181899766107/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32296052&amp;postID=7409963181899766107' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32296052/posts/default/7409963181899766107'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32296052/posts/default/7409963181899766107'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indriankoto.blogspot.com/2011/08/kepada-amigos-puisi.html' title='Kepada Amigos-Puisi'/><author><name>indrian koto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-4QjrtlWJD44/Tl4Y_vNCkLI/AAAAAAAABE8/N-Kypg0q_kE/s72-c/190002_101099006641221_100002233654391_9297_7076524_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32296052.post-6969932827586280018</id><published>2011-08-30T00:14:00.001+07:00</published><updated>2011-08-30T01:07:08.112+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tulisan malas'/><title type='text'>Idul Fitri pun Sama Berantakannya dengan Mudik</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_cp_-sAUQhow/SpYvHsQORbI/AAAAAAAAAhU/-HNjIL427rk/s400/danasimpleman-ag1.gif" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="241" src="http://1.bp.blogspot.com/_cp_-sAUQhow/SpYvHsQORbI/AAAAAAAAAhU/-HNjIL427rk/s320/danasimpleman-ag1.gif" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;Akhirnya diputuskan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1432 Hijriyah atau tahun 2011 jatuh pada hari Rabu, 31 Agustus 2011. Saya sudah menduga demikian, tapi saya sudah keduluan berniat lebaran selasa 30 agustus ini. Apa boleh buat, saya sudah membayangkan besok akan shalat Ied di masjid lapangan halaman SD Muhammadiyah Sapen, karena masjid UIN atau Laboratorium Agama Masjid UIN Sunan Kalijaga mesti mengikuti peraturan pemerintah. Saya bisa saja besok bangun subuh-subuh, seringkali bahkan saya belum tidur sepicing pun sampai waktu itu tiba. Saya bisa sahur lalu tidur sepanjang hari sampai bedug magrib bergema. Lagi pula, ubu lebaran keempat sayadi luar kampung. Tak akan banyak yang saya jelang dan salamin, paling hanya calon mertua, makan opor ayam di sana, pulang dan bisa kembali tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;Rasanya ia menjadi tidak sesederhana itu. Meski pun di Yogyakarta ini saya tak 'mengalami' lebaran semeriah di kampung halaman (setiap perantau pasti berpikir demikian), jadi tak soal lebaran akan jatuh pada hari apa dan tanggal berapa. Untuk saya iya, tak terlalu ada masalah. Tapi kaitannya dengan lingkungan sekitar saya, daerah saya tinggal, bafi bangsa ini, pasti punya kaitan dikit-dikit. hehe..&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;Saya ngawur nih. Begini, saya tidak terlalu soal dengan waktu, tapi kalau dipikir-pikir, lebaran tahun-tahun belakangan kok sama semberawutnya dengan mudik ya? Mudik misalnya, ia seolah-olah menjadi berita yang seksi dan layak diberitakan. Hanya diberitakan. Mislanya tentang ongkos yang melonjak, penumpang yang tak mendapat tiket, jalan yang rusak, ruas jalan mana yang macet, kecelakaan yang dialami para pemudik, dan bla-bla-bla lainnya. Ya kecopetanlah, ya ketipulah, yang anulah, inilah itulah. Ia menjadi sekedar diberitakan sepanjang tahun. Seperti banjir di awal tahun yang menghajar Jakarta, misalnya. Begitu terus. berulang terus. &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;Lalu kita menyebutnya tradisi. Mudik itu tradisi. Banjir juga tradisi? Oke, itu tradisi. Tapi selesaikah ia dengan sekedar demikian? Sekedar kodumentasi berita? Saya pikir-pikir kita punya menteri perhubungan, Menteri Pekerjaan Umum, dan sejumlah menteri yang dekat-dekatdengan itu. Lha, masa iya tiap tahun kita harus antri mudik terus? Solusinya apa? Jalan keluarnya seperti apa? Masa iya hal-hal semacam ini harus kita katakan, "ya demikianlah adanya." Waduh..&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;Nah berkaitan dengan Idul Fitri 2011 yang kemudian oleh pemerintah jatuh pada rabu 31 Agustus ini. Bayangkan, jika seluruh bangsa Indonesia ini nasionalis sejati. Artinya, ketika pemerintah bilang A, semua akan melakukan A, pasti kondisinya lebih menyedihkan. Orang-orang yang akan merayakan lebaran hari selasa tentu sejak awal sudah sangat sibuk, mengurus banner, memasang poster shalat, mengatur jadwal takbir dan lainnya. Mereka menunggu sampai jauh malam. Ternyata keputusannya lebaran hari rabu. Mereka yang sudah menyiapkan semua sejak senin malam, tentu harus meminta anak-anak dan remaja yang hendak takbir mengganti seragam pulang ke rumah lalu mendirikan shalat taraweh. Fyuh.. Meskipun di Yogyakarta, senin 29 Agustus malam tetap ramai dengan gema takbir, tapi saya menjadi khawatir kalau yang saya pikirkan itu terjadi.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;Mereka yang menunggu keputusan pemerintah pun, artinya mereka yang menetapkan lebaran sesuai dengan anjuran pemerintah juga lumayan repot. Rapatnya selesai hampir jam delamapan malam, atau malah lebih ya? Oke, misal lebarannya hari rabu, mereka yang ada di ujung timur pulau ini, yang waktunya berjarak 2 jam dari kita yang ada di Indonesia Bagian Barat, akan kerepotan. Pemberitahuan pemerintah mereka terima jam sepuluh malam. Menunggu sampai segitu lalu bersiap-siap shalat taraweh. kok rasanya kasihan ya?&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;Atau bayangkan pula jika lebaran itu jatuhnya hari Selasa. nah, tentu takbiran menjadi tak meriah lagi. Masa jam sepuluh malam menyiapkan takbiran? Duh, rasanya kok jadi gak tega ya?&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;Sebagai masyarakat sebuah bangsa yang selalu beruntung, saya jadi berpikir, untung juga aku tak mudik jika begitu. Untunglah lebaran tetap ada tahun ini. Bagaimana kalau tiba-tiba keputusannya, Idul Fitri tahun ini dibatalkan. Hayoo..&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;Meski begitu, tawaran dari LAPAN perlu menjadi perhatian pemerintah. Benar waktu puasa dan lebaran adalah soal keyakinan masing-masing dan tak perlu diperbincangkan, tapi kalau begini terus, kok rasanya juga gak enak ya? maksud saya, ada solusi pemerintah, bagaimana agar lebaran bisa dijalankan dalam satu waktu yang pasti dan bersama-sama, biartak meunda-nunda. Untunglah, kita bangsa yang tak terlalu mengikuti pemerintah, sehingga meskipun lebaran jatuh pada hari rabu 31 agustus, malam selasa gema takbir masih tetap berkumandang.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Jadi.. Selamat lebaran. Mohon maaf lahir dan bathin.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Selamat datang, selamat bersandar di sini,sebelum anda pergi lagi&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32296052-6969932827586280018?l=indriankoto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indriankoto.blogspot.com/feeds/6969932827586280018/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32296052&amp;postID=6969932827586280018' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32296052/posts/default/6969932827586280018'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32296052/posts/default/6969932827586280018'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indriankoto.blogspot.com/2011/08/idul-fitri-pun-sama-berantakannya.html' title='Idul Fitri pun Sama Berantakannya dengan Mudik'/><author><name>indrian koto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_cp_-sAUQhow/SpYvHsQORbI/AAAAAAAAAhU/-HNjIL427rk/s72-c/danasimpleman-ag1.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32296052.post-5153895221387003153</id><published>2011-08-27T23:19:00.002+07:00</published><updated>2011-08-27T23:19:46.837+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='yang hidup yang dicatat'/><title type='text'>Kenang-Kenangan Untuk Amigos Kucing Persia Berbulu Tebal milik saya</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-gPf-7uco9VU/TlkY7B75llI/AAAAAAAABEE/JnLXBmaNuDw/s1600/190002_101099006641221_100002233654391_9297_7076524_n.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="179" src="http://3.bp.blogspot.com/-gPf-7uco9VU/TlkY7B75llI/AAAAAAAABEE/JnLXBmaNuDw/s320/190002_101099006641221_100002233654391_9297_7076524_n.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;a href="http://indriankoto.blogspot.com/2011/04/berita-kehilangan-amigosku-ilang.html"&gt;Amigos&lt;/a&gt;, namakucing persia berbulu tebal yang saya pelihara 8 bulan belakangan. Jumat, 19 Agustus kemarindia hilang untuk kedua kalinya, dan kurasa ia tak akan kembali pulang.Sebelumnya dia pernah hilang di bulan april lalu, dan “nyasar” ke rumahtetangga belakang kosku, nyaris selama seminggu. Selama itu pula ia pastinyakurang makan, terkurung dan ketika kembali ke rumah dia tampak begitu stres,terpukul dan ketakutan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Tetangga kami“menyelamatkan” kucing itu dan nyaris mau berpindah tangan jika saja saya takjadi menempel pamflet di beberapa tempat di sekitar kampung saya tinggal.Untunglah, tetangga saya yang lain memberitahukan kalau kucing kami ada dirumah tetangga kami yang itu. Saya lega, Amigos, kucing persia saya yangberbulu tebal telah kembali ke rumah. Saya akan menjaganya lebih baik, itu janjisaya ketika itu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Ia tampak lebihkurus, bulunya gimbal-gimbal, garis matanya terlihat jelas dengan kotoran yangbertebaran di wajahnya. Ia nyaris tak mengenali saya dan sensitif pada apa pun.“Kami memandikannya, memberinya makan dan minum susu. Setiap hari kami lepas diruangan tengah,” jelas tetangga saya itu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Saya harusmenjaganya seharian, karena dia menjadi demikian liar, mencari celah untuklari. Dia mulai pipis di tiap tempat. Sejak itu pula dia menjadi begitu egois,pipis di setiap tempat, seolah ingin memberi garis batas pada apa dan siapapun. saya membiarkannya sebagai bentuk permakluman. Dia telah kembali, pikirsaya ketika itu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Saya menyayangiAmigos kucing Persia berbulu tebal itu. saya rasa dia juga menyayangi saya.Kami lebih banyak berinteraksi dengan gaya manusia. Teman dekatnya hanya sayasatu-satunya. Kata pacar saya, Amigos tampaknya mengagumi saya sedemikianhebat, karena mengikuti gaya hidup saya yang tidak sehat. Teman-teman saya yanglain mengatakan Amigos saudara kembar saya: pemalas dan suka tidur. Saya hanyaketawa, kurasa Amigos juga demikian.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Amigos mungkinmelihat hidup kami seperti kompetisi. Kami sama-sama tidur ketika azan subuhberkumandang. Sebelumnya saya duduk di depan komputer dia sibuk keluar masukkamar. Kami akan bangun nyaris di waktu yang bersamaan, sore hari. Saya kekamar mandi, cuci muka, jika sedang baik tentu saja langsung mandi, amigossegera ke tempat minum. Selama saya di kamar mandi, Amigos Kucing Persiaberbulu tebal saya itu akan menunggu di depan pintu. Saya keluar dia melompatke kotak makan. Saya pun demikian setelahnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Dia punyabeberapa tempat tidur spesial untuk jangka waktu tertentu. Pertama, tempatistirahat yang cukup santai adalah di tumpukan koran rak buku saya. Dia akantidur di sana sepanjang saya da di kamar dan bekerja di depan komputer. Tempattidurnya yang kedua adalah kardus buku di atas rak buku. Padahal kalau saja Amigos,kucing persia berbulu tebal, itu tahu kardus tersebut berisi buku sepupu sayayang bicara soal konsep-konsep negara islam, habis si Amigos dilaknat khilafah.Tapi sepupu saya memakluminya, mungkin khilafah juga. Dia akan tidur di sanajika ingin aman dari serangan apa pun. ketika saya lagi banyak tamu di sianghari misalnya, Sementara dia ingin istirahat tanpa mau disentuh. Dan palingsering adalah ketika saya meninggalkan kamar dan Amigos ada di sana. Ketikapulang, pastilah dia sedang mengintip saya dari balik kardus yang sudha reyotdan penuh bulu-bulunya itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Tempat tidurketiganya adalah di lantai di samping kasur saya. Persis di sampaing saya. Diaakan berbaring di sana ketika subuh, ketika saya sedang dan akan istirahat.Aih, seperti seorang kekasih ia menunggu saya di sini ranjang. Tetapi untunglahAmigos kucing lelaki. Temannya teman saya yang punya laundry pernah bilangbegini: “Temanmu itu pelihara anjing ya? Kok banyak bulu di seprey?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Tak sekali punAmigos kucing persia berbulu tebal saya ini berniat naik ke kasur.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Terakhir ini,sebelum hilang dia punya tempat tidur yang sudah lama diincar-incarnya. Di ataskursi biru yang saya gunakan untuk duduk kalau menulis. Karena kabarnya sayangsedang berencana merampungkan skripsi, komputer saya turunkan dari meja dansaya taoh di meja kecil, agar kutip mengutip berjalan aman. Saya kembali dudukdi lantai, Amigos memiliki tempat kekuasaan baru.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Amigos sepertitak rela kursi itu dipakai. Kalau dia sedang di luar kamar dan kebetulan sayaduduk di kursi itu ia menatap saya dari pintu kamar. Begitu saya bergeraksedikit saja dari kursi itu, ia berlari sekuat tenaga dan hap… kucing Persiaberbulu tebal itu bertengger manis di atas kursi. Pura-pura tidur tentu saja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Amigos sedangbirahi. Padahal, pacar saya bilang dia baru saja punya anak. Empat orang.Setelah hilang di bulan april saya bawa dia ke rumah pacar saya. Di sana banyakkucing perempuan, meskipun masih famili sama Amigos. Tapi pacar saya punyakucing lain. Persia juga meski tidak berbulu lebat. Amigos kawin dengan kucingitu, saya belum berani melihat anak-anak Amigos hingga hari ini. Saya tahu, Amigosmeninggalkan anak sebelum pergi, dan meninggalkan sisa pipis di setiap sudutrumah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Hari terakhir iadi rumah itulah anaknya lahir. Saya bisikkan kepadanya, “Selamat Amigos, kautelah jadi ayah.” Sebagaimana seekor kucing, ia tak pernah merespon kata-katasaya itu. setidaknya saya telah mengatakan kepadanya sebelum dia hilang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Saya mengenanghari terakhir itu dengan baik. Kami saya-sama terbangun menjelang buka puasa.Kami melakukan rutinitas yang biasa. Yang tak biasa adalah saya keluar denganmotor, berencana ke kantor pos. dasar Amigos, kucing persia berbulu tebal itutak mau ditinggalkan, ia melompat dan lari ke rumah tetangga saya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Saya lupamengatakan kalau Amigos suka bermain di rumah tetangga saya. Di rumah yanghancur karena gempa atau kebakaran setelahnya ada banyak coro dan tikus. Adabanyak rumput yang bisa dipilih Amigos untuk obat herbal. Biasanya ia akanpulang setelah satu sampai dua jam. Tetangga saya itu juga tak pernahmempersoalkannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Saya pergi kekantor pos, sementara Amigos memperhatikan saya dari balik pagar rumahtetangga. Kami bertatapan untuk yang terakhir. Sungguh, saya tak memilikifirasat apa pun saat itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Saya merindukanAmigos, kucing persia saya yang berbulu tebal itu. Selalu!&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Selamat datang, selamat bersandar di sini,sebelum anda pergi lagi&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32296052-5153895221387003153?l=indriankoto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indriankoto.blogspot.com/feeds/5153895221387003153/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32296052&amp;postID=5153895221387003153' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32296052/posts/default/5153895221387003153'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32296052/posts/default/5153895221387003153'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indriankoto.blogspot.com/2011/08/kenang-kenangan-untuk-amigos-kucing.html' title='Kenang-Kenangan Untuk Amigos Kucing Persia Berbulu Tebal milik saya'/><author><name>indrian koto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-gPf-7uco9VU/TlkY7B75llI/AAAAAAAABEE/JnLXBmaNuDw/s72-c/190002_101099006641221_100002233654391_9297_7076524_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32296052.post-3184407284694783279</id><published>2011-08-25T05:46:00.000+07:00</published><updated>2011-08-25T05:46:09.837+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tulisan malas'/><title type='text'>Bisakah Menjual Buku Sastra Mengandalkan FB dan Blog?</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-yR3vasviZeE/TlV-sFP3NPI/AAAAAAAABDM/DpKUrbAotM0/s1600/Diskusi045.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://3.bp.blogspot.com/-yR3vasviZeE/TlV-sFP3NPI/AAAAAAAABDM/DpKUrbAotM0/s320/Diskusi045.jpg" width="213" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;"Bisakah &lt;b&gt;menjual buku sastra dengan mengandalkan FB dan Blog&lt;/b&gt;?" itulah yang beberapa waktu terakhir saya pikirkan. Buku sastra, sebagaimana kita tahu, memiliki banyak problem dan kerumitan. Mulai dari persoalan penerbitan, royalti, distribusi hingga nasib buku (laku dan tak laku). &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Namun begitu, buku-buku sastra tetap lahir dan diterbitkan di tiap daerah. Ada banyak penerbitan yang muncul menerbitkan karya-karya sastra dengan beragam genre, beragam usia, beragam personal. Namun kemduian saya merasakan, soal berikutnya adalah distribusi. Toko buku tak selalu punya ruang untuk menampung banyak buku sastra yang lahir tersebut. Jadilah, sebagian besar buku sastra yang terbit (apalagi di daerah) tetap menumpuk, dibagikan ke kawan dekat berharap ada apresiasi atas karya tersebut dan lain sebagainya.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;Saya ingin sekali terlibat dan turut membantu buku-buku sastra yang tak sempat masuk ke toko buku, tak sempat dibicarakan oleh publik. saya ingin sekali terlibat mempromosi dan menjualkannya. Meski pun dbermodal semangat dan sering mood-mood-an saya menampung beberapa buku sastra yang terpantau di blog &lt;a href="http://pustakapelabuhan.blogspot.com/"&gt;pustakapelabuhan&lt;/a&gt;. Saya juga membuat group Jualan Buku Sastra di &lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?fbid=2396586118641&amp;amp;set=o.116965865058228&amp;amp;type=1&amp;amp;ref=nf#%21/groups/116965865058228/"&gt;FB&lt;/a&gt; .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari yang lalu, saya membuat blog: &lt;a href="http://jualbukusastra.blogspot.com/"&gt;jualbukusastra&lt;/a&gt;, rencananya blog ini akan memposting semua buku-buku yang saya punya. jadi blog pertama akan saya gunakan untuk memposting buku-buku sastra yang terpantau oleh saya, dengan catatan buku sastra tersebut tidak terlalu mendapat respon baik oleh pasar, maupun publik dan apresiator, sementara blog kedua untuk memposting buku yang saya jual. Sementara Group di FB untuk info jual beli dan info buku baru terbit. &lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Demikian. Beri masukan dong Agar saya bisa &lt;b&gt;menjual buku sastra dengan mengandalkan FB dan blog&lt;/b&gt;. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Selamat datang, selamat bersandar di sini,sebelum anda pergi lagi&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32296052-3184407284694783279?l=indriankoto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indriankoto.blogspot.com/feeds/3184407284694783279/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32296052&amp;postID=3184407284694783279' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32296052/posts/default/3184407284694783279'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32296052/posts/default/3184407284694783279'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indriankoto.blogspot.com/2011/08/bisakah-menjual-buku-sastra.html' title='Bisakah Menjual Buku Sastra Mengandalkan FB dan Blog?'/><author><name>indrian koto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-yR3vasviZeE/TlV-sFP3NPI/AAAAAAAABDM/DpKUrbAotM0/s72-c/Diskusi045.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32296052.post-8434775371466444689</id><published>2011-08-22T00:07:00.000+07:00</published><updated>2011-08-22T00:10:11.086+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='yang hidup yang dicatat'/><title type='text'>Pelajaran Hari Ini: Cara Cepat Membuat Link Blogspot</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.kutukutubuku.com/2008/_res/picture/10264-nge-blog_dengan_hati.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="http://www.kutukutubuku.com/2008/_res/picture/10264-nge-blog_dengan_hati.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;http://www.kutukutubuku.com/2008/_res/picture/10264-nge-blog_dengan_hati.jpg&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Ketika mencari keyword &lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;“cara cepatmembuat link blogspot”&lt;/b&gt;, entah bagaimana ceritanya aku nyasar ke situs bernama&lt;a href="http://allnewesttech.com/"&gt;allnewesttech&lt;/a&gt;. “Kok ada ya situs yang membahas masalah teknologi (tech) dengansangat detail, runut, intens, dan fokus. Gak ada kerjaan banget sih,” pikirku.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;Ceritanya, aku lagi main ke tempat teman. Si teman ini sedang doyan-doyannyangeblog. Heran deh. Tiap ketemu, dia nyaris selalu bilang, “Aku lagi sibukkoto, menulis paling tidak 10 berita setiap hari untuk blogku.”&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;Pernah dia suatu waktu, ketika sedang gila-gilanya, mungkin tepatnya barutergila-gila ngeblog, dia datang ke kosku dan berteriak di depan pintu, “Gila,blogmu pagerank-nya tiga bro.”&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;Aku hanya bisa melongo. Orang aku gak ngerti &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;pekreng&lt;/i&gt; yang dia maksud.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;Lalu dengan kemurahan hati bagai seorang nabi dia berniat memberikan daku beberapapelajaran mengenai blog dan dunia di seputarnya. “Sebenarnya sih kita sudahtelat nih bro untuk mengerti blog.” Aku manggut-manggut aja, meski taksepenuhnya mengerti.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;Dia bercerita soal bagaimana blog ternyata bisa dijual dan bla-bla-blalainnya. Lagi-lagi aku hanya manggut-manggut.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;“Jadi gimana bro?” Dia kembali bertanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;“Apanya?” Tanyaku bingung.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;“Tertarik ngeblog lagi gak?”&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;Lha, akukan masih terus ngeblog, meski tidak intens, pikirku.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;“Harusnya kamu perlu belajar &lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;“caracepat membuat link blogspot” &lt;/b&gt;Bro, untuk blog &lt;a href="http://pustakapelabuhan.blogspot.com/"&gt;pustakapelabuhan&lt;/a&gt;mu itu lo,” katanya.Tuhkan, gara-gara dia nih, sampai aku harus nulis pakai ditebalin segala. Kwkwkwkw..Soalnya doi kan habis ngajarin, jadi kudu dipraktekin deh.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;Nah, sekarang ini, ketika tulisan ini dibuat aku ada di tempat dia. Tentu sajadia kembali memberikanku beberapa petuah bijak dengan doktrin-doktrin tertentu.Dia membuka-buka situs dan astaga, ternyata ada banyak situs yang fokus padasatu tema tertentu. Dia memperlihatkan beberapa situs yang ngomongin teknologi&lt;i&gt;(tech)&lt;/i&gt;, atau kesehatan &lt;i&gt;(health)&lt;/i&gt;. Heran deh, kok ada sih orang yang mau membahashal yang begini sih? Udah gitu bahasa inggris pula. Ribet kan?&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;“Aku ngeblognya di warnet sih.”&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;Dia mesem-mesem. “Iya sih. Yang penting tetap ngeblog deh, katanya lagi.Yang penting kamu harus bisa dulu belajar &lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;“caracepat membuat link blogspot”. &lt;/b&gt;Jangan lupa, ditebalin tuh.”&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;Iya, iya. Cerewet ah.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;Demikianlah, dia mempersilahkan aku mengacak-acak laptopnya. Dia bersandarke tembok sambil terkantuk-kantuk. “Habis minum obat nih,” katanya lemah.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;Aku buka-buka apa saja sih sambil ngetik. Dia semakin lemas dan tampakbosan. Rasain, salah sendiri ngajarin aku yang tolol dan katrok ini. Lalu akubuka-buka blog-blog aneh macam &lt;a href="http://belajarsepanjangjalan.blogspot.com/"&gt;belajarsepanjangjalan&lt;/a&gt;. Ih,apaan sih, belajar kok sepanjang jalan. di kamar dong, baca buku.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;Akukan hanya belajar mengenai &lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;“caracepat membuat link blogspot” &lt;/b&gt;kok malah jadi lihat-lihat situs unik, unyumacam &lt;a href="http://choconutinn.com/"&gt;choconutinn.com&lt;/a&gt; sih.&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Selamat datang, selamat bersandar di sini,sebelum anda pergi lagi&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32296052-8434775371466444689?l=indriankoto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indriankoto.blogspot.com/feeds/8434775371466444689/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32296052&amp;postID=8434775371466444689' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32296052/posts/default/8434775371466444689'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32296052/posts/default/8434775371466444689'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indriankoto.blogspot.com/2011/08/pelajaran-hari-ini-cara-cepat-membuat.html' title='Pelajaran Hari Ini: Cara Cepat Membuat Link Blogspot'/><author><name>indrian koto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32296052.post-6037724041828682666</id><published>2011-08-12T23:54:00.004+07:00</published><updated>2011-08-22T02:17:10.477+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pilem'/><title type='text'>Tentang Pilem Indonesia Silahkan Tonton dan Nilai Sendiri</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;b&gt;1. Bintang Kejora (1986)&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-tTR1zHTT4Fc/TkVL1-grlkI/AAAAAAAABBY/Dpi_6Br8B74/s1600/rini-s-bono-bintang-kejora.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-tTR1zHTT4Fc/TkVL1-grlkI/AAAAAAAABBY/Dpi_6Br8B74/s1600/rini-s-bono-bintang-kejora.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;JUDUL FILM&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : BINTANG KEJORA&lt;br /&gt;SUTRADARA&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : CHAIRUL UMAM&lt;br /&gt;PRODUKSI&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : PT. ARIYO SAKANUSA FILM&lt;br /&gt;PRODUSER&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : ISMED D TAHIR&lt;br /&gt;TAHUN PROD&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : 1986&lt;br /&gt;JENIS&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : FILM DRAMA KOMEDI&lt;br /&gt;PEMAIN&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : &amp;nbsp;EL MANIK, RINI S BONO, MANG UDEL, IKRANEGARA, RONNY M TOHA, PAUL POLLI, AMI PRIYONO, NETTY HERAWATI, MANG DIMAN&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tentang film Indonesia yang satu ini membuat saya agak terkaget-kaget. Dahlia (Rini S. Bono) gadis kampung yang tomboy itu tak laki-laku. Semua keluarga cemas akan nasibnya. Sampai datanglah si penipu keliling itu dengan beragam profesinya (El Manik): Si Bintang Kejora. Udah, begitu aja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;b&gt;2. Dia Bukan Bayiku&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-_l8QtIKm5Ak/TkVMYrCXiZI/AAAAAAAABBc/99Dl_aBoPqc/s1600/dia-bukan-bayiku.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-_l8QtIKm5Ak/TkVMYrCXiZI/AAAAAAAABBc/99Dl_aBoPqc/s320/dia-bukan-bayiku.jpg" width="319" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Film ini digarap di Malaysia akhir tahun 80-an. Berkisah tentang suami istri yang dimainkan Rano Karno dan Marisa Haque yang ternyata anaknya tertukar ketika melahirkan di rumah sakit. Si bayi ini harus di operasi, tapi pihak rumah sakit mengharapkan persetujuan dari orang yang diduga orang tua aslinya.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Cerita tentu berpusing-pusing di soal membujuk si orangtua asli untuk mau menengok anaknya. Lalu, sebagaimana gaya pilem kita, ditutup dengan sedikit kemudahan. Demikian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3. Puspa Indah taman Hati (1979)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-Iti3C7MWlc8/TkVNM01KdrI/AAAAAAAABBg/ysZpqKxHO28/s1600/puspa-indah-taman-hati.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="317" src="http://3.bp.blogspot.com/-Iti3C7MWlc8/TkVNM01KdrI/AAAAAAAABBg/ysZpqKxHO28/s320/puspa-indah-taman-hati.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;JUDUL FILM&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : PUSPA INDAH TAMAN HATI&lt;br /&gt;SUTRADARA&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : ARIZAL&lt;br /&gt;PRODUKSI&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : PT. TIGA SINAR MUTIARA &amp;nbsp;FILM&lt;br /&gt;PRODUSER&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : TOMMI INDRA&lt;br /&gt;TAHUN PROD&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : 1979&lt;br /&gt;JENIS&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : FILM DRAMA&lt;br /&gt;PEMAIN&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : RANO KARNO, YESSY GUSMAN, IIS SUGIANTO, SOEKARNO M. NOOR, NANI WIJAYA, DEWI IRAWAN, KAHARUDDIN SYAH, CHRISYE, PONG HARYATMO, TINO KARNO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&amp;nbsp;Ini lanjutan Gita Cinta dari SMA yang memperkenalkan nama Ratna-Galih itu lo.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Kali ini kisah Galih dengan Marlina mahasiswa baru yang cantik dan anak orang kaya pula.&amp;nbsp; Rasanya seperti pilem musikal. Dan kita bisa melihat Yogyakarta di puluhan tahun lampau. Tidak seperti kebanyakan FTV yang banyak mengambil latar di Yogya, tampilan Yogya beberapa menit di pilem ini membuat saya menjadi begitu tua, seakan memiliki kenangan di masa yang jauh itu.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Dwilogi ini sepertinya cukup populer di zamannya, demikian juga lagu-lagu yang dinyanyikan sepanjang pilem. Kehidupan penyanyi di masa yang hanya didominasi TVRI tentu saja berbeda dengan penyanyi saat ini. Sebagai perbandingan bisa pula kita lihat Cinta 2 hati.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Di Puspa Indah taman Hati diceritakan Ratna yang sudah menikah tapi suaminya menikah lagi. Jelas ia tak bahagia. Begitulah. Sementara Marlina di Jakarta terus saja ngambeg. Apa yang akan Galih—si penyanyi terkenal itu, yang lagu-lagunya dinyanyikan oleh Chrisye itu—lakukan berikutnya? &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Saran saya sih tentang film Indonesia yang satu ini sih, nonton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;4. Cinta 2 Hati&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-0GOXmBtqfHM/TkVOJj0NQBI/AAAAAAAABBo/VbEprZNH-g4/s1600/cinta-2-hati1-detail.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-xeNdTObiTw4/TkVNhVwyooI/AAAAAAAABBk/c4SBcrnwMXc/s1600/cinta-2-hati1-detail.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="213" src="http://2.bp.blogspot.com/-xeNdTObiTw4/TkVNhVwyooI/AAAAAAAABBk/c4SBcrnwMXc/s320/cinta-2-hati1-detail.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Production Company: Wanna B Pictures&lt;br /&gt;Genre: Drama/ Comedy&lt;br /&gt;Director: Benni Setiawan&lt;br /&gt;Starring: Afgan, Olivia Jensen, Tika Putri, Deddy Mizwar, Dalton, Jaja Mihardja, Ayu Diah Pasha, Jody Sumantri, Roy Tobing, Dwi Yan&lt;br /&gt;Length: 105 mins&lt;br /&gt;Date of release: 1st April, 2010&lt;span id="fullpost"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Afgan main film bo. Gimana aktingnya? Gimana ceritanya? Yang pasti nyanyi-nyanyilah, apalagi coba.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Gayanya tentu seperti pilem Rhoma Irama. Perjalanan karir seorang Alfa, eh Afgan dan liku-liku hidupnya dan cinta. Si Alfa dicintai oleh dua cewek. Tentu yang satu mesti mengalah dan harus berakhir perih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;5. Queen Bee (2009)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-AXCLXwshKi4/TkVPn0h6taI/AAAAAAAABBs/BIPwVy3B9yE/s1600/71553_film_queen_bee.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://2.bp.blogspot.com/-AXCLXwshKi4/TkVPn0h6taI/AAAAAAAABBs/BIPwVy3B9yE/s320/71553_film_queen_bee.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Apa hubungan paku dengan kepala negara?&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Bukan, bukan. Itu gak penting. Tidak pula terlalu penting kisah-kisah populer lainnya. Hal yang paling utama dan paling menonjol dalam Queen Bee sebenarnya adalah: “Berikan kepercayaan kepada anak muda untuk berbuat sesuatu untuk bangsanya.”&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Yup. Jika saja saya tidak melihat ada keterkaitan ini dengan seluruh rangkaian pilem yang diproduksi tahun 2009 ini, pasti di bagian-bagian awal cerita saya menyerah. Menilik kehidupan calon presiden dan keluarganya dan problematika sehari-harinya tentu tidak sederhana untuk bisa ditampilkan dalam sebuah pilem yang ditujukan dan sedang berbicara untuk generasi muda.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Kisah berat yang ditampilkan dalam sajian populer tentu tidak membuat nyaman semua orang. Setidaknya pilem ini menyuguhkan hal lain. Menyuguhkan sesuatu yang berbeda dan berbicara dunia anak muda dalam ranah yang sebenar-benarnya. Jadi, Queen Bee harus diberi kepercayaan. Ia berbicara soal nasionalisme tidak dengan bentuk-bentuk yang vulgar. Kita percaya, perubahan terletak di bahu anak-anak muda. Merdeka!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;6. I Know What You Did On Facebook (2010)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-99g450Hl-sM/TkVQVtlB_1I/AAAAAAAABBw/aOer6OGdDcg/s1600/facebook_poster.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://3.bp.blogspot.com/-99g450Hl-sM/TkVQVtlB_1I/AAAAAAAABBw/aOer6OGdDcg/s320/facebook_poster.jpg" width="220" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Directed by&lt;/b&gt; Awi Suryadi &lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Produced by&lt;/b&gt; Shankar RS&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Written by&lt;/b&gt; Alberthiene Indah, Adithya Adji, Awi Suryadi&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Starring&lt;/b&gt; Fanny Fabriana, Edo Borne, Kimi Jayanti, Agastya Kandou, Yama  Carlos, Imelda Therinne, Restu  Sinaga, Fikri Ramadhan&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Music by&lt;/b&gt; Ricky Lionardi&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Cinematography&lt;/b&gt; Roby Herbi &lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Editing by&lt;/b&gt; Ramatyo Wicaksono &lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Studio&lt;/b&gt; Sisterbros Nationtainment/Digital Film Maker&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Running time&lt;/b&gt; 90  minutes &lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Saya kira bicara tentang film Indoneisa, &lt;i&gt;I Know What You Did On Facebook&lt;/i&gt; ini bisa menjadi titik berangkat kita jika mau memperbaiki mutu film kita ke depan. Semua sudah komplit ditampilkan. Memberikan pesan moral, tapi tidak mesti membawa-bawa nama tuhan apalagi dengan gaya tragis, perjuangan yang membabi-buta. Dia punya unsur komedi, tapi tidak sekedar lelucon klasik. Ada adegan ciuman, buka baju kayak film-film kita sekarang, tapi semua pas pada tempatnya. Ada juga teror dan horor, jauh lebih menegangkan dari jenisjenis hantu berbalut kain putih.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Nanti saya dikira tukang sanjung pula kalau sudah begini. Tapi itulah kenyataannya. Semua sudah pas dengan kadar masing-masing. Cerita menarik dan memancing untuk diikuti sampai akhir. Cara pengambilan gambar dan semacamnya juga sudah tertata. &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Maka, jika kita berangkat dari I Know What You Did On Facebook untuk menata film Indonesia ke depan, tiga atau lima tahun ke depan, saya kira, kita benar-benar mampu menciptakan film yang benar-benar berangkat dari realita masyarakat kita. Tak perlu lagi kita memberi embel-embel kisah nyata. Film ini berjalan lumayan lembut seperti beberapa film Indonesia yang digarap tidak dengan buru-buru. Saya ingin mengatakan, film ini jelas punya ‘cerita’, tidak sekedar mengulang-ulang kisah yang sama dan melulu itu-itu juga. Meski pun demikian, beberapa hal tetap saja menjadi janggal, karena terlalu banyak hal yang ingin dimasukkan, terlalu banyak hal yang ingin dipadatkan. &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;I Know What You Did On Facebook, saya kira mampu mempermalukan kawan-kawan seusianya yang dilahirkan di tahun 2010. Meski embel-embel judul tambahan tak perlu lagi dipaksakan atau mengusung soal isu keperawanan. Percaya deh, penonton kita cerdas kok mengambil kesimpulan. So, I like this movie. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;7. Ketika Cinta Bertasbih&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-SC3iUiCtLgc/TkVTLzlu3zI/AAAAAAAABB0/C1AjSGG4m6o/s1600/movie-kcb.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="239" src="http://3.bp.blogspot.com/-SC3iUiCtLgc/TkVTLzlu3zI/AAAAAAAABB0/C1AjSGG4m6o/s320/movie-kcb.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Soal mahasiswa Indonesia di Mesir? Bertemu dengan teroris? Atua mau lihat bagaimana jadi seorang sastrawan terkenal dengan bukunya yang best seller? Tonton film yang diangkat dari novel Habiburrahman el eh, Kang Abik. Masa gak kenal? Film ini memang dibikin dua seri kok. Sutradaranya Chairul Umam lo. Pemainnya dipilih berdasarkan audisi. Didi Petet dan Deddy Mizwar juga terlibat. Shutingnya di Mesir beneran. Ambisinya jelas, Ayat-ayat Cinta mesti lewat.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kualitasnya? Hmm.. saya tak harus menjawabnya, bukan?&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Ciuman sebagai hadiah? Dan bahkan untuk sebuah ciuman harus dibicarakan lewat telepon. Subhalallah. “Ibu bukan hadiah, itu musibah.” &lt;br /&gt;Gara-gara telepon dimatikan jelaslah Eliana anak pak dubes itu marah. Marahnya itu bisa diketahui oleh seluruh mahasiswa di Mesir. Maka berdakwalah Mas Azzam kita di atas bis sepanjang perjalanan Alexandria hingga Kairo. &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Entah alasan apa pula tiba-tiba tokoh kita ini ingin menikah. Hanya karena Pak ali bilang ada cewek yang mau nikah, si Mas Azzam kita langsung datang ke ustadz yang dimainkan oleh Kang Abik kita itu. Kata Mas Azam kita karena firasat dia berniat meminang Ana siapa gitu, yang namanya selalu disebut panjang-panjang itu.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Di balik itu semua saya jadi kesian sama si Furqon. Kenapa dia jadi begitu menderita ya? Sudah dulu aja. Nanti saya diomeli kalau nulis ini terlalu banyak. Saya tak bisa lagi berkomentar tentang film Indonesia yang satu ini.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;8. Alangkah Lucunya (Negeri Ini)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-jIdk0evt-nA/TkVUlBevPoI/AAAAAAAABB4/UAKfmL4pk-Q/s1600/film-alangkah-lucunya.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="250" src="http://2.bp.blogspot.com/-jIdk0evt-nA/TkVUlBevPoI/AAAAAAAABB4/UAKfmL4pk-Q/s320/film-alangkah-lucunya.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Saya kira tak perlu lagi diceritakan jalan cerita tentang film Indonesia yang satu ini. Pembicaraan soal film Alangkah Lucunya (Negeri Ini) sudah bergaung mengalahkan filmnya sendiri. Pemainnya sudah bermain maksimal dan keren. Namun bolehkah kita membicarakan “karakter” dan kecenderungan Oom Deeddy Mizwar atas kritik-kritik sosial di dalam filmnya? Saya rasa iya. Dengan orang-orang di belakang layar, para pemain yang sudah sangat luar biasa, dengan sponsor yang nempel di sana sini, film ini seharusnya bisa berbicara lebih dalam lagi, lebih kuat lagi. Kritik-kritik sosial yang vulgar seharusnya bisa diminimalisir. Fokus cerita pada anak-anak jalanan yang mencopet sudah sangat bagus, tapi masa ia demi pesan moral harus mengorbankan logika dan kecenderungan umum? &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kita memang membutuhkan film-film yang berisi, namun sekiranya isinya itu bisa ditata dengan baik, ditata sedemikian manis, betapa dia akan menjadi sangat hebat. Idealisme, kritik sosial, agama, nasionalisme, dipadukan dengan jalinan cerita yang apik dan logis, akan semakin mempercantik dan menggugah selera siapa saja. &lt;br /&gt;“Adalah itu pendapat saya yang adalah bisa salah.” &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;9. Laskar pemimpi (2010)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-X_D_Rd9dRPM/TkVW6va4UPI/AAAAAAAABB8/4W4uEndfQ4Y/s1600/poster-laskarpemimpi.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-X_D_Rd9dRPM/TkVW6va4UPI/AAAAAAAABB8/4W4uEndfQ4Y/s320/poster-laskarpemimpi.jpg" width="223" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Jenis Film Comedy, Musical, Perang&lt;br /&gt;Pemain Project Pop, Dwi Sasono, Shanty, Gading Marten, T Rifnu Wikana, Masayu Anastasia, Marcell Siahaan, Candil &lt;br /&gt;Sutradara Monty Tiwa&lt;br /&gt;Penulis Eric Tiwa, Monty Tiwa&lt;br /&gt;Produser Chand Parwez Servia&lt;br /&gt;Pt. Kharisma Starvision Plus.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tentang film&amp;nbsp; Indonesia yang disutradarai oleh Monty Tiwa ini mengambil setting tahun 1948 dengan latar peristiwa di Yogyakarta. Barangkali film ini ingin dikenang sebagai new Naga Bonar yang mengambil peristiwa perang dan memadukannya dengan konsep komedi.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Projek Pop didaulat sebagai pameran utama ditambah beberapa artis kawakan lainnya sebagai nilai jual komedi ini.&amp;nbsp; Anggota pasukan Kapten Hadi (Gading Martin) yang terdiri dari semua personil Projeck Pop bersama Kopral Jono (Dwi Sasono) yang berasal dari latar budaya dan latar belakang sosial berencana membebaskan ayah, dan pacar mereka yang ditahan Belanda. Sudah kebayang bukan konyolnya latar belakang pembebasan tersebut.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Di perjalanan mereka juga bertemu dengan Letkol Soeharto yang diperankan oleh Marcell Siahaan yang entah karena apa tokoh ini dimasukkan ke dalam cerita, karena secara garis besar, bagian-bagian ini sebenarnya tidaklah terlalu penting. Dugaan saya sekali lagi, meskipun tidak berniat sebagai film perang, tetapi mereka tetap ingin memunculkan sosok asli dari sejarah kebangsaan kita. Apalagi dengan munculnya T. Wisnu Wikana yang main dalam trilogi Merah Putih nan heboh itu, meski dengan karakternya yang nyaris sama akan tetap mengingatkan penontonnya, setidaknya film ini menjadi alternatif di antara genre horor dan komedi norak dan sensual. &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kita tetap bisa mengulum senyum melihat Kapten Jono dengan pacarnya Masayu Anastasia, Shanty dengan karakternya yang belakangan selalu perempuan keras dan tangguh. Saya kira, masih okelah, kita tidak terlalu dibikin pusing dan tegang melihat dua kali tokoh-tokoh kita dikepung pasukan KNIL mereka tetap masih bisa menyanyi. Mungkin film ini tak sebesar impiannya, tapi dibanding Merah Putih yang serius dan ambisius, tapi logika ceritanya tak bedah jauh dengan Laskar pemimpi ini.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Merdeka, dan kukira tiga jempol tidak terlalu mubazir lah. Diproduksi oleh starvision.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;10. Kun Faya Kun (2008)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-512-6XM9ovU/TkVYV_8kT_I/AAAAAAAABCA/vcoKqweHNd4/s1600/kun+fayakun2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://4.bp.blogspot.com/-512-6XM9ovU/TkVYV_8kT_I/AAAAAAAABCA/vcoKqweHNd4/s320/kun+fayakun2.jpg" width="240" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pilem ini punya potensi untuk menjadi dasyat jika saja pesan utamanya tidak ditampilkan dalam ekspresi yang berlebihan. Kekuatan doa, mungkin itulah amanat terbesar dari mereka yang ada di belakang layar. Pilem dibuka dengan siraman ruhani dan sudah bicara soal persoalan kemanusiaan dan jalan keluar yang masuk akal: berdoa. Oke, mulailah doa berjalan pada keluarga miskin, di mana sang kepala keluarga bekerja sebagai penjual kaca keliling.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sungguh menguras tangis melihat betapa perihnya perjalanan si Agus Kuncoro, yang memainkan perannya cukup apik, untuk bisa menjual kaca agar anak-anaknya bisa makan. Si istri yang sabar, diperankan cukup manis oleh mbak Desy ratnasari yang memang manis, tentu menambah-nambah dasyatnya kemasan ini. Kita diajak melihat bahwa uang yang boleh jadi baut kita tidak ada artinya, ternyata begitu penting bagi keluarga ini, dan tentu ada jutaan keluarga yang hidupnya lebih memprihatinkan dari ini.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Apa maksud dari kemiskinan ini? Tentu saja untuk memperlihatkan betapa tokoh-tokohnya sangat sabar menghadapi itu semua. Jika sudah sabar dan tetap tawakkal dan terus berdoa? Kesuksesan akan datang saudara-saudara. Maka mari tawakkal dan berdoa. &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Saya agak menyesalkan bagian penutup dari pilem ini. Apa daya. Ini pilem dengan siraman ruhani. Pilem yang diberikan sebagai ilustrasi agar kita terus bertaqwa. Kalau sudah begini apa mau dikata. Ya sudahlah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;11. Sang Murabbi (2008)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-D_WY0GlRHT8/TkVYdgeNSwI/AAAAAAAABCE/SrYTcw-8T_Q/s1600/images.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-SQOmo43qzMk/TkVZj33LjJI/AAAAAAAABCM/_56kYfBU_iE/s1600/images.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-SQOmo43qzMk/TkVZj33LjJI/AAAAAAAABCM/_56kYfBU_iE/s1600/images.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Orang PKS bikin pilem. Pilem Sang Murabbi ini berceita perjalanan Ust. Rahmad Abdullah yang berjuang di jalan dakwa dengan konsep tarbiyahnya. Subhanallah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;12. Rumah Dara (2010)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-zY54H4XFu44/TkVZuuv5a2I/AAAAAAAABCQ/jHfI_-I6X34/s1600/jul11.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="212" src="http://4.bp.blogspot.com/-zY54H4XFu44/TkVZuuv5a2I/AAAAAAAABCQ/jHfI_-I6X34/s320/jul11.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Salah satu tentang film Indonesia dengan triller yang agak menarik dan dikemas agak serius. Adegan berdarah-darahnya agak keterlaluan. Sadis dan kejam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;13. Minggu Pagi di Victoria Park (2010)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-x83OVobTCNM/TkVZgXJ8CqI/AAAAAAAABCI/85wpj2A9XCE/s1600/5pk6whqa.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="245" src="http://2.bp.blogspot.com/-x83OVobTCNM/TkVZgXJ8CqI/AAAAAAAABCI/85wpj2A9XCE/s320/5pk6whqa.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Saya rasa sudah banyak yang membahas pilem ini. Saya Cuma merasa heran, konflik yang ada dalam film adalah persoalan keluarga, yang sebanrnya bisa juga dikembangkan dengan sangat ruwet, ditutup dengan ending yang agak menjengkelkan. Sudah! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Selamat datang, selamat bersandar di sini,sebelum anda pergi lagi&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32296052-6037724041828682666?l=indriankoto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indriankoto.blogspot.com/feeds/6037724041828682666/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32296052&amp;postID=6037724041828682666' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32296052/posts/default/6037724041828682666'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32296052/posts/default/6037724041828682666'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indriankoto.blogspot.com/2011/08/pilem-indonesia-silahkan-tonton-nilai.html' title='Tentang Pilem Indonesia Silahkan Tonton dan Nilai Sendiri'/><author><name>indrian koto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-tTR1zHTT4Fc/TkVL1-grlkI/AAAAAAAABBY/Dpi_6Br8B74/s72-c/rini-s-bono-bintang-kejora.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32296052.post-3557512811682030794</id><published>2011-08-11T01:43:00.005+07:00</published><updated>2011-08-22T02:15:13.591+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='yang hidup yang dicatat'/><title type='text'>Abu Bakar: Menyingkir  Pameran Tunggal Seni Rupa</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-U0Os7VuFaFA/TkLRcGcR55I/AAAAAAAABBQ/TJsneNuQuvw/s1600/menyingkir+1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="211" src="http://4.bp.blogspot.com/-U0Os7VuFaFA/TkLRcGcR55I/AAAAAAAABBQ/TJsneNuQuvw/s320/menyingkir+1.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Abu Bakar: Menyingkir&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pameran Tunggal Seni Rupa &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;Pembukaan: Kamis, 11 Agustus 2011 pkl. 19.30 Wib&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Dyan Anggraeni&lt;br /&gt;dan Baca Puisi Dolanan Abu Bakar (Nur Wahida Idris, Ahmad Kekal Hamdani, Retno Iswandari, dll)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diskusi:&lt;br /&gt;Jumat, 12 Agustus 2011 pkl. 15.30 Wib&lt;br /&gt;Tema: Karya dan Intensitas Perupa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembicara:&lt;br /&gt;Rain Rosidi, Abu Bakar, Yusuf Siregar (moderator)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangkring Art Project&lt;br /&gt;Nitiprayan No. 88 RT 01 RW 02&lt;br /&gt;Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, DIY&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;)* Pameran Abu Bakar: Menyingkir ini berlangsung tanggal 11-25 Agustus 2011&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Selamat datang, selamat bersandar di sini,sebelum anda pergi lagi&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32296052-3557512811682030794?l=indriankoto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indriankoto.blogspot.com/feeds/3557512811682030794/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32296052&amp;postID=3557512811682030794' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32296052/posts/default/3557512811682030794'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32296052/posts/default/3557512811682030794'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indriankoto.blogspot.com/2011/08/abu-bakar-menyingkir-pameran-tunggal.html' title='Abu Bakar: Menyingkir  Pameran Tunggal Seni Rupa'/><author><name>indrian koto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-U0Os7VuFaFA/TkLRcGcR55I/AAAAAAAABBQ/TJsneNuQuvw/s72-c/menyingkir+1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32296052.post-8876430265096197980</id><published>2011-08-06T17:55:00.003+07:00</published><updated>2011-08-22T01:20:16.967+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pilem'/><title type='text'>Daftar Film Indonesia Terburuk versi Sendiri</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;   &lt;m:dispdef&gt;   &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;   &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;   &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;   &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;   &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;   &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;  &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt;&lt;/m:wrapindent&gt;&lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-3mQp0AkvPKk/Tj0dc82vT3I/AAAAAAAABBM/EZ5dbtvd9Os/s1600/uli_auliani_akibat_pergaulan_bebas_5.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="191" src="http://3.bp.blogspot.com/-3mQp0AkvPKk/Tj0dc82vT3I/AAAAAAAABBM/EZ5dbtvd9Os/s320/uli_auliani_akibat_pergaulan_bebas_5.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;CatatanPembuka:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; Saya sudah pernah berjanji di blog KuliPelabuhan ini, meskipun Anda mungkin tak membacanya, bahwa saya akan menulis tentang &lt;b&gt;Film Indonesia Terburuk&lt;/b&gt; sesuai segmen sesuai keinginan saya saja.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Tiba-tiba sayamalas memakai segmen-segmen macam Drama, Komedi, Horor dan lain-lain itu. Sisapilem Indonesia yang saya tonton sepanjang Mei kemarin hanya terbagi dalam 3segmen saja. Pertama, yang ada judulnya di bawah (postingan sebelum ini) dankedua Pilem-Pilem yang cukup menjengkelkan saya. Jadi menjengkelkan ini jugaversi saya sendiri, sekaligus biar terkesan gagah dan gampang dicekidot dimesin pencari. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;1. Not ForSale Keperawanan Tidak Untuk Dijual (2010)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-YuyFpKbDUGE/Tj0cq6z-VrI/AAAAAAAABA0/rt_PvL_yk_o/s1600/69eedbefe2b9fef6d9fe812b386e2bd8.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="213" src="http://3.bp.blogspot.com/-YuyFpKbDUGE/Tj0cq6z-VrI/AAAAAAAABA0/rt_PvL_yk_o/s320/69eedbefe2b9fef6d9fe812b386e2bd8.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dari judulnya aja sudah ketahuankira-kira bagaimana film Indonesia terbaru ini bercerita. Meskipun pesan moralnya sangat jelas,“wahai anak muda dunia ketiga, hati-hatilah. Jangan tukar keperawananmu denganBB dan laptop.” Tapi benarkah pesan moral itu sebenarnya muncul dengansungguh-sungguh di dalam film-film kita.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Not For Sale jelas macam Virgin, danfilm sejenis. Gambaran-gambaran verbal sudah tergambar sejak awal. Ada tokohbaiiiiik dan jahat, ada orang miskin dan orang kaya. Nah, sambil terheran-heranria, kita akan diajak bertualang dalam dunianya anak muda kita yang glamour.Sayangnya generasi clubbing ini di dalam film kita sekarang tak beda jauhdengan gaya tutur dalam film di zaman disko masih terkenal. Kita tinggalmengganti mejeng jadi nongkrong. Maksud saya, film-film dengan tonjolan sensualini tetap saja seperti dulu. Menggembar-gemborkan nilai sosial dalam jualan,tetap saja memunculkan adegan ngawur yang mengingatkan kita pada Malfin Sheina,Liza Chaniago, Sally Marcelina waktu berjaya. Tanggung dan terasa betul-betulditempelkan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Si Mei, tokoh utama kita yang baikhati, dan pendiam. Miskin pula. Hapenya jadul. Nah kan. Anak baik itudikeluarkan sekolah karena dia dituduh jadi pelacur. Gak ada perlawanan apapun. dia diselamatkan oleh Sasha (Arumi Bachsin, satu-satunya yang aku taunamanya). Mulailah petualangan klasik ini. ayah tidak kerja, rumah disita,membuatnya terjepit. Lalu bagaimana?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Lihatlah bagaimana si Mei (LeylareyLesesne atau si Chindy Anggrina?) berperan dengan sangat susah untuk bisamenjadi anak yang santun. peristiwa-peristiwa unik muncul deh. Putus sekolah,lingkungan ‘kotor’, bunuh diri, pembunuhan, soal lesbian, soal cowokpsycho,&amp;nbsp; kekerasan, kecanduan narkotika,dilecehkan, clubbing lagi, clubbing lagi, punya hutang, ketemu cowok baik-baik,diselamatkan, kencan pertama, merasa ditipu, balas budi, broken home, teman-temanyang baik, masuk penjara, lalu bla-bla-bla… Brrrr… Capek deh… Si tokoh utamakita yang baik hati, lugu dan polos itu menyerah. “Jual gue, Shas..” katanya.Lalu adegan di kamar, betapa perihnya hati tokoh utama kita ini. Dia harusmenyerahkan keperawanannya dengan hati yang teriris-iris. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Lalu apa? Di bagian akhir, tokoh-tokoh utama kita mati dan hanyabersisa satu! Lho? Lalu hubungannya dengan judul dengan jalan cerita? Mana anetau. Jadi kata film ini kalau kamu ditolak cewek, iris urat nadi, kalau sudakekepet jual perawan, kalau tekanan semakin keras, bunuh orang aja, kalau adayang teman yang jual perawan karena menyelamatkan kamu over dosis aja, kalauada teman yang mati karena over dosis, bunuh diri aja… capek deh.Saya menilainya sebagai salah satu film Indonesia terburuk.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;2. The SexiCity&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-4QZPMdV0Un0/Tj0c77OkdUI/AAAAAAAABA8/IPqb0WhpP-E/s1600/foto_adegan_film_the_sexy_city-20100320-001-anto.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="221" src="http://3.bp.blogspot.com/-4QZPMdV0Un0/Tj0c77OkdUI/AAAAAAAABA8/IPqb0WhpP-E/s320/foto_adegan_film_the_sexy_city-20100320-001-anto.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Judul kecil film Indonesia terbaru ini adalahPersahabatan, Cinta dan Keperawanan. Anjrit kok banyak sekali ya cerita dengantema-tema semacam ini ditawarkan. Jalan cerita pun tak jauh berbeda. Secarakeseluruhan alurnya tak jauh beda dengan Not For Sale yang saya bilang menirustandar Virgin yang lebih dulu nampang. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kenapa sih orang film kita sibuksekali membicarakan soal keperawanan? Mereka sendiri yang menampilkan betapaglamournya kehidupan di kota besar, mereka sendiri pula yang kemudianmenginginkan tokoh-tokohnya menjaga perawan. Kita lihat, apa ada yang berudahsetelah itu? Tidak. Tokoh-tokohnya tetap saja menyerah oleh kondisi yanglagi-lagi sama.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bayangkan pula, kehidupan yangditampilkan bukan latar kehidupan masyarakat yang ketat dan penuh aturan. Apaperawan sedemikian berharga di kehidupan yang sibuk dengan party danmabuk-mabukan itu? Bukan soal penting atau tidaknya perawan. Apa film-filmsejenis ini ingin mengatakan, “lu boleh hidup bebas, tapi perawan harus tetapdijaga.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sampaikah pesan-pesan semacam inibagi masyarakat kita yang jauh lebih kompleks seperti sekarang? Maaf ya TheSexi City, gue gak kesel amal u doang. Gue sebel aja kok ya begini saja teruskita berpikir. Kalau memang mau bicara moral dan etika atau mau lebih seriusmenjadi pelindung generasi muda kan bisa riset yang lebih halus dan tajam danmasuk ke cerita yang lebih sederhana. Lu tau kan lingkungan sekitar tokoh-tokohkita ini sangat rentan pada karakter. Lu tau kan bagaimana gaya hidup generasisekarang. Sekarang bagaimana nih ceritanya tokoh yang baru tiba di Jakarta,sendirian ini diusir dari kos karena sudah nunggak tiga bulan. Bicarakeperawanan pun kita tak harus bicara secara verbal macam itu kan. Tokoh yangharus menjual keperawanannya saya kita sudah cerita basi. Lagi pula kenapaselalu Jakarta yang dijadikan latar kasus macam begini. Jakarta sudah menampungbanyak dosa. Soal virginitas ada di mana-mana. Clubbing tersebar di berbagaikota, minuman tersebar di kaki lima. Jakarta harusnya tidak sekedarmembicarakan lu masih perawan atau enggak.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tolong, jangan suguhi kami lagidengan pesan-pesan moral macam begini. Asal lu btau ya, seberapa banyak sihorang-orang yang sibuk clubbing macam begini? Kepada siapa sih sebenarnya filmini ditujukan? Seperti sex education yang mengajari seluk-beluk bagaimanacaranya lu gak hamil kalo ML, lalu bilang, “harus perawan ya..” &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sungguh-sungguh bernilaikahkeperawanan bagi perempuan dalam masyarakat kita tanpa perlu bertanya kamumasih perjaka gak? Sudha, sudah, kesal gue. Saya agak serius, karena film inilumayan serius dan beberapa pemainnya pun orang-orang yang cukup serius didunia film. Duh, pascakolonial, duh semangat postmodern, duh globalisasi, duhIndrian Koto yang cerewet. Kasian deh lu!Sekali lagi, film ini bagi saya masuk dalam daftar film Indonesia yang terburuk.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;3. AkibatPergaulan Bebas (2010)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-Q8XRaXiuV7A/Tj0dEIHFbaI/AAAAAAAABBA/dK6ETLDFaD0/s1600/4idj5z.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="230" src="http://3.bp.blogspot.com/-Q8XRaXiuV7A/Tj0dEIHFbaI/AAAAAAAABBA/dK6ETLDFaD0/s320/4idj5z.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-vv5U22Hy_GM/Tj0c0x2VDuI/AAAAAAAABA4/ZVDK76KBsxE/s1600/adegan_film_akibat_pergaulan_bebas-20100427-002-wawan.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;b&gt;Film Indonesia terbaru&lt;/b&gt; yang satu ini dibukadengan suasana yang ramai di clubbing, musik yang mengajak semua pengunjungbergoyang, di sela-sela itu terjadi transaksi narkoba. Dua orang gadisberangkat ke hotel. Yang satu ke tempat oom-oom, minum banyak, pipis di mangkukyang disediakan. Yang satu bercinta dengan seorang lelaki dengan es batu, lalupulang ke kos dalam keadaan mabuk. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Kita gak mungkin gini-gini teruskan? Kuliah kita mesti selesai kan?” Kata satu cewek sambil tiduran di ranjang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Ya enggaklah. Kuliah kita harusselesai.” Jawab cewek yang satu sambil buka baju.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Tapi dari mana duitnya?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Ya lu usaha lah. Jadi model kayakgue,” balas si cewek dengan BH hitam sambil ikutan berbaring. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Di tempat yang lain, seoranggadis—yang habis party tentunya—juga pulang ke rumah. Melewati sebuah jembatan,perkampungan padat yang lengang. Di rumah si ibunya sedang ngamuk pada si bapakyang tak berdaya di atas ranjang. Gadis kita ini mendengarkan semua itu denganerasaan hancur. Tentu ia sangat sedih pada si bapak yang tak berdaya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Paginya, di sebuah tempat yang lain,seorang gadis baru bangun dari tidurnya. Ia mencari si Mama dan si bibipembantu bilang tidak pulang dari semalam. Papanya seperti menyembunyikanrahasia mereka. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Selanjutnya adegan yang seharusnya bisa ketebak sendiri. Soal jadiperempuan simpanan, hidup mewah tapi hati tersiksa. Lalu kampus. Si istrisimpanan yang disiksa secara fisik. Si teman yang dibiayai temannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Si gadis, salah satu dari cewek tadi, yang tajir dan kaya malamharinya lagi-lagi mendengar bokap-nyokapnya bertengkar. Soal arisan, soalbelanja ino-itu, soal bajingan dan tentu soal koruptor. Di gadis tidak tahanlagio. Ia ngamuk.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Pindah ke tempat lain, di sebuah club malam, si Kanya yang modelmemperkenalkan Dinda, temannya yang semalam mabuk bareng dia yang pingin jadimodel itu ke seorang lelaki yang mau jadikan dia model. Dia mau jadi modelkarena butuh duit, mau mencari biaya untuk menyelesaikan kuliah. Lalu si cowokmau meniduri si gadis. Ditanya, masih perawan apa enggak. Si Dinda marah danngamuk sama Kanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Musik mengalun. Musik yang sepertidi awal cerita tadi itu. Diperkosa kawan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Inilah fragmen awal film AkibatPergaulan Bebas.&amp;nbsp; Saya tidak bolehberkomentar sebab teman saya pernah bilang, “kamu menulis apa sih? Tidak jelasrsensi pilemmu.” Tapi bukan karena itu saya tidak berkomentar. Saya rasa,menonton pilem ini kalian semua juga akan secapek saya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Jika mau jujur pilem sejenis inimenawarkan pesan yang mkuat. Paling kecil misalnya, bagaimana peran keluargadalam membentuk kepribadian anak-anaknya, persoalan hidup remaja kota besar,bagaimana pergaulan ikut mempengaruhi seseorang. Sayangnya yang ditampilkanadalah bagian-bagian yang sesungguhnya tidak penting dan melulu begitupenyajiannya. Hampir tidak pernah ada gambaran yang berbeda tentang keluargayang berantakan. Persoalan orang kaya dan orang miskin menjalani hidup, soaltransfer uang di rekening yang rasanya terlalu dibuat-buat. Soal tata suarayang seperti di dubbing. dan selalu mengeksploitasi tubuh.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bukankah penonton yang ingin dibidikadalah orang-orang yang secara fisik dekat dengan kehidupan ini. Lalu kenapa dipilem ditampilkan dengan cara yang verbal? Para pemain sendirilah yang merasagugup menjalani peran mereka tersebut. Film dengan banyak hal-hal yangsebenarnya sangat menarik jika dieksplorasi dengan apik semacam ini, jadikehilangan gregetnya akibat logika-logika yang tidak masuk akal. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Film yang baik tentu mesti diimbangidengan eksekusi yang baik pula. Dengan begitu pesan benar-benar bisa terbungkusrapi, terekam di benak penonton. Anak muda kota besar tidak sekedar clubbingdengan konsep yang itu-itu juga. Penonton pilem kita menjalani hidup jauihlebih rumit dari sekedar yang ditampilkan di pilem. Jadi sia-siala pesan yangsudah didesain sedemikian susah payah itu, jika tetap saja yang menonjol soal-soalremeh. Ambisi untuk menyampaikan banyak hal membuat pilem sejenis ini menjaditidak jelas ujung-pangkalnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dan lagi-lagi, perempuan sepertiDinda, yang berusaha tidak menjadi pecun, tiba-tiba harus kehilangan apa pundari dirinya. Bukankah dua pilem di atas semacam Not For Sale dan Sexi Citysudah menampilkannya juga tadi? Apa yang membedakan jika sudah begini? Lalu apayang bisa dibawa penonton yang mayoritas anak-anak muda itu? &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Saya, dan tentu mereka di belakanglayar dan anda pembaca saya yang budiman tak sedikit pun berniat seperti ini.Sama sekali tidak. Seolah itulah pesan-pesan yang terus muncul di pilem-pilemkita belakangan ini yang bertema sama belakangan ini. Clubbing, persaingan,narkotik, selingkuh, dan jual diri.Dari kesamaan tema dan alur bagi saya dia lagi-lagi bagian dari film Indonesia terburuk.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;4. SweetHeart&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-4POMjMjpqLg/Tj0dKUx3K3I/AAAAAAAABBE/pLtxxGAHDU8/s1600/film_sweet_heart-20100923-001-uji.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-4POMjMjpqLg/Tj0dKUx3K3I/AAAAAAAABBE/pLtxxGAHDU8/s320/film_sweet_heart-20100923-001-uji.jpg" width="239" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tidak habis pikir saya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kenapa bisa begitu ya? Apa maksudini semua? &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kalau bukan untuk menulis ini tidakbakal saya menghabiskan waktu menonton pilem yang dibuka dengan adegan orangmandi dan soal yang begitu-begitu terus. Yang beda apa? Genk sekolah? Kekerasandi sekolah? Kisah cinta anak remaja? Perselingkuhan? Impian-impian untukterkenal? Atau keperawanan? Ember, ember, saya perlu ember.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;5. Tipu KananTipu Kiri&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-U5JIygI1xFE/Tj0dNk9E_FI/AAAAAAAABBI/LCoZ_hcQ0Ro/s1600/tipu+kanan+tipu+kiri+2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://4.bp.blogspot.com/-U5JIygI1xFE/Tj0dNk9E_FI/AAAAAAAABBI/LCoZ_hcQ0Ro/s320/tipu+kanan+tipu+kiri+2.jpg" width="240" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Saya selalu merasa cemas setiap kaliTiti Kamal main pilem apalagi di genre komedi. Entahlah. Buat saya, dalampilem-pilemnya, dia benar-benar sedang berakting.&amp;nbsp; Di pilemnya dia yang aku tonton yang munculitu ya Titi Kamal yang berperan jadi siapa, tapi bukan sebagai siapa yangdimainkannya. Maksudnya lagi, ketahuan sekali kalau dia memang membikin-bikin.Jadilah Titi Kamal yang heboh, dengan tingkah laku yang unik, norak dan tentusaja rada garing. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kali ini dia main pilem di Malaysia.Ceritanya tentang Wulan, si Titi yang artis terkenal dan punya kontrak takboleh menikah, hidup dengan suaminya yang bekerja di Malaysia. Karena kontraksi Titi eh Wulan inilah kisah berjalan dengan sangat pelik. Sangat pelik.Masalah hati, Cik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sayang sekali penyelesaiannyalagi-lagi berpusing di soal klasik. Macam mana lagi, cerita dah udai dah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Demikianlah sekelumit tentang Film Indonesia terburuk versi saya, tentu saja&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Selamat datang, selamat bersandar di sini,sebelum anda pergi lagi&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32296052-8876430265096197980?l=indriankoto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indriankoto.blogspot.com/feeds/8876430265096197980/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32296052&amp;postID=8876430265096197980' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32296052/posts/default/8876430265096197980'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32296052/posts/default/8876430265096197980'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indriankoto.blogspot.com/2011/08/pilem-pilem-yang-cukup-menjengkelkan.html' title='Daftar Film Indonesia Terburuk versi Sendiri'/><author><name>indrian koto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-3mQp0AkvPKk/Tj0dc82vT3I/AAAAAAAABBM/EZ5dbtvd9Os/s72-c/uli_auliani_akibat_pergaulan_bebas_5.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32296052.post-2887245530740075860</id><published>2011-07-15T01:11:00.000+07:00</published><updated>2011-08-22T01:22:27.166+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pilem'/><title type='text'>Film dari Luar yang Masuk Daftar Film Bagus</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-bUjYIUsNOp8/Th8u27iOS8I/AAAAAAAAA-M/8uLny6hvpG4/s1600/Aftershock_still_2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="234" src="http://1.bp.blogspot.com/-bUjYIUsNOp8/Th8u27iOS8I/AAAAAAAAA-M/8uLny6hvpG4/s320/Aftershock_still_2.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;b&gt;After Shock (China, 2010)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Ini merupkan daftar film bagus yang bagi saya takarannya luamayan oke. Bercerita tentang nasib sebuah keluarga pasca gempa bumi. Cerita bergerak maju ke puluhan tahun yang akan datang. Fokusnya adalah anak kembar cowok-cewek yang tertimpa bangunan dan harus dipilih siapa di antara mereka yang harus diselamatkan. Untung mereka tidak lahir di Bali ya? kan jadi kembar buncing.&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sang ibu memilih menyelamatkan anak lelakinya, karena hanya suaranyalah yang didengar sang ibu. Namun, anak perempuan itu masih hidup dan diselamatkan oleh keluarga polisi yang tak punya anak. Kemarahan terbawa olehnya sampai ia tumbuh besar dan tak berniat sama sekali untuk mengenang masa lalu apalagi menemui sang ibu.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Namun kenyataan berkata lain. Ia kembali dihadapkan pada keluarganya setelah sebuah gempa kembali melanda China. Pertemuan pertama setelah puluhan tahun. Anda membayangkan apa pada pertemuan ibu-anak dan sepasang saudara tersebut? Anda perlu menonton film ini. Film kolosal ini hadir seperti sebuah potret dan tak berniat menghukum siapa-siapa, sehingga kesedihan pun muncul dengan semestinya, tanpa perlu dieksploitasi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span id="fullpost" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;b&gt;DogThoot (Film, Yunani 2009)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-cuy6g-ZjO2U/Th8vhC7OBTI/AAAAAAAAA-o/CnpOhHdDU7Q/s1600/dogtooth-audiencereactions.png" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="170" src="http://4.bp.blogspot.com/-cuy6g-ZjO2U/Th8vhC7OBTI/AAAAAAAAA-o/CnpOhHdDU7Q/s400/dogtooth-audiencereactions.png" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-tXpPlEdvwWA/Th8wASFo-AI/AAAAAAAAA-w/BC_2JX38WqQ/s1600/pisaucukur-wallpaper800x600.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Film aneh yang menceritakan sebuah keluarga yang terdiri dari ayah-ibu dan tiga orang anaknya, satu cowok, dua cewek. Mereka tinggal di dalam rumah tersebut tanpa ada kontak dengan dunia luar sama sekali. Hanya sang ayah satu-satunya yang meninggalkan perkarangan rumah setiap hari.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Anak-anak itu tumbuh dengan sangat kaku, menerima doktrin tunggal meski sebenarnya palsu. Mereka tumbuh sebagaimana manusia lainnya tapi ada yang hilang dalam diri mereka. Hanya ada satu orang dari luar yang pernah masuk ke rumah ini, selain seekor kucing.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Sudah banyak resensi seputar film ini. Di kampung halamannya film ini mendapat perhatian serius, jga dalam pestival. Tontonlah gambar monoton, adegan kaku, pengulangan peristiwa, kisah yang tidak jelas ujung-pangkalnya ini. Anda pasti pusing dan kebingungan. Ketika semua berakhir, anda membutuhkan beberapa saat untuk diam, berpikir lalu berkata, “lho. Lho, lho..”&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Yang saya pikir kemudian adalah film kadangkala memandang dunia kelewat absurd ya. Apakah setiap karya harus kita bicarakan konsep dan lata belakangnya? Bagi saya film, sebagaimana karya lainnya, adalah soal apa yang tampak, persetan dengan ideologi di belakangnya dan pesan apa yang ingin disampaikan. entahlah, saya bingung menempatkan apakah ini film masuk dalam kategori daftar film bagus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pisau Cukur (Malaysia, 2009)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-tXpPlEdvwWA/Th8wASFo-AI/AAAAAAAAA-w/BC_2JX38WqQ/s1600/pisaucukur-wallpaper800x600.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://4.bp.blogspot.com/-tXpPlEdvwWA/Th8wASFo-AI/AAAAAAAAA-w/BC_2JX38WqQ/s320/pisaucukur-wallpaper800x600.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Pilem Malaysia, tentang dua orang perempuan cantik, seksi dan populer yang berusaha menggaet orang kaya sebagai pasangannya. Selalu ada usaha yang dilakukan. Perempuan pertama sebagai penyiar televisi, ia mempunyai pacar seorang lelaki kaya, bos media pula, yang beristri satu. Gadis yang satu lagi baru saja ikut acara televisi Siapa Ingin Berkhawin Dengan Milyader (kira-kira gitu deh), kalah, merasa dipermalukan di mana-mana, tetapi terus berusaha menggaet lelaki kaya di setiap waktu dans etiap kesempatan. Dua orang yang bersahabat ini melakukan perjalanan naik kapal ke Thailand. &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Pilem ini hampir keseluruhannya terjadi di atas kapal. Mulai dengan upaya pendekatan ke oom-oom atawa pakcik, bertemu laki-laki muda, handsom, misteri kematian,d an penyadaran akan cara berpikir tokoh-tokohnya.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Ini pilem ringan yang tentu mengabaikan banyak logika. Cukup menghibur dan tentulah semua berakhir bahagia. Anda akan bisa mengira-ngira bagaimana kisah ini akan berakhir. Meskipun bergenre komedi tapi sedikit membosankan. Akting mereka terlihat terlalu heboh dan ramai. Bagi saya ini belum bisa dikategorikan ke dalam daftar film bagus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Fantastic Mr Fox (Animasi, 2009)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-46a0ABcX8LA/Th8vh05eo3I/AAAAAAAAA-s/qaA3to0nZKk/s1600/fantastic_mr_fox_concept_art_01.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="213" src="http://4.bp.blogspot.com/-46a0ABcX8LA/Th8vh05eo3I/AAAAAAAAA-s/qaA3to0nZKk/s320/fantastic_mr_fox_concept_art_01.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Film kartun yang agak membosankan bagi saya karena beberapa hal yang malas saya tuliskan di sini. Intinya adalah kecenderungan umum film-film kartun hollywood. Bah! Padahal filmnya tidak buruk-buruk amat lo. Apalagi ia mengusung isu lingkungan. Masalahnya saya lagi benci saja dengan penuturan film-film kartun jenis begini.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Duh malangnya kau Mr Fox, Rubah pencuri!&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Gnomeo And Juliet (2011)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-37iQCmR7nWA/Th8u9JQWVLI/AAAAAAAAA-Y/FlmUsAl6xMQ/s1600/gnomeo-juliet-movie-photo-28.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="173" src="http://1.bp.blogspot.com/-37iQCmR7nWA/Th8u9JQWVLI/AAAAAAAAA-Y/FlmUsAl6xMQ/s320/gnomeo-juliet-movie-photo-28.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Ini lagi. Kebanyakan pilem kartun yang diproduksi dan besar itu lagi-lagi menggunakan cara ini. Seperti dalam pelajaran bahasa dan sastra Indonesia. Ada peristiwa dan konflik, kemudian konflik memuncak lalu penyelesaian. Hasilnya? Happy ending-lah kayak gak tahu saja gaya pilem-pilem populer a la Hollywood.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Layaknya Fantastic Mr Fox yang jadi nominsi oscar itu, demikianlah nasib Gnomeo And Juliet dalam kacamata saya hari ini. Dia diciptakan untuk membenarkan kecenderungan pilem-pilem drama Amerika. Apa daya. Dan Gnomeo And Juliet tentu saja nanti akan dapat oscar jika tidak mau sekedar nominasi saja. Dan untuk melengkapi gaya produksi pilem Amerika terkini tentu saja pilem ini dibikin dengan konsep 3D.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bagian yang saya suka adalah fragmen di mana patung Williem Shakepiere (gimana sih nulis namanya?) melakukan dialog dengan Gnomeo yang terdampar sampai ke kuburannya itu. Ini yang tetap saya suka dari gaya bercerita mereka. Semua bisa diparodikan dengan enak, dan berkelas tentu saja.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Lalu bagaimana jalan ceritanya? Saya kira sudah sangat banyak analisis dan puji-pujian soal itu. Tak mesti masuk kategori daftar film bagus sih menurut saya.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;The Tree (2010)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-47Sbv8kg3dY/Th8u1Wgo2nI/AAAAAAAAA-E/yDqpXRrNAnE/s1600/site_28_rand_1726514991_the_tree_large.gif" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="178" src="http://4.bp.blogspot.com/-47Sbv8kg3dY/Th8u1Wgo2nI/AAAAAAAAA-E/yDqpXRrNAnE/s320/site_28_rand_1726514991_the_tree_large.gif" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; kisah sebuah keluarga kecil yang menjalani tahun-tahun awal kehidupan sepeninggal kepala keluarga. Empat orang anak dan istri yang merasa canggung dan bingung memandang hari depan mengalami ketegangan psikologi masing-masing. Sebatang pohon di samping rumah cukup mampu mengikat mereka dalam sebuah dialog tidak langsung.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Lewat pohon ini peristiwa masa lalu, hari ini dan akan datang pilin-berpilin. Kesedihan, harapan, dan doa muncul di antara daun-daunnya. Anak perempuan ini merasa bisa berdialog dengan ayahnya. Si ibu pun diam-diam menghibur diri dengan cara itu.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sebuah drama yang cukup manis tanpa banyak kejutan dan dengan peristiwa yang dibuat-buat. Pilem ini hanya ingin menampilkan sebuah kehilangan dan bagaimana orang melewarti hari-harinya pasca kehilangan itu. Soal tetangga yang cerewet. Soal kebiasaan kita yang merasa akrab dengan sesuatu tanpa berpikir dampak buruk dari itu semua. Tentang kesepian, hubungan keluarga dan tema-tema humanis lainnya. Dan lihatlah, pohon yang dipertahankan oleh bebrapa anggota keluarga ini pada akhirnya dipaksa hancur, tidak oleh manusia tetapi oleh angin besar yang seringlkali melanda Australia.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Yup, pilem ini berlatar Australia. Saya suka, apalagi dibagian akhir tahun ketika perjalanan ke pantai. Jadi benar, jika ada penyair gombal mengatakan natal di Australia penuh salju, gantung saja leher orang itu. Natal dan tahun baru adalah liburan musim panas bagi mereka, sehingga pantai menjadi hiburan paling diminati. Tak ada salju di tahun baru.&amp;nbsp; Film ini saya rekomendasikan deh sebagai salah satu yang masuk dalam daftar film bagus.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Where In The World Is Osama Bin Laden (2008)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-qc7SoxO11VQ/Th8wR3M-55I/AAAAAAAAA-0/rYtHiSn3wYI/s1600/APspurlock460.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="192" src="http://2.bp.blogspot.com/-qc7SoxO11VQ/Th8wR3M-55I/AAAAAAAAA-0/rYtHiSn3wYI/s320/APspurlock460.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-WxT_eTKR9hM/Th8wa6Q_KUI/AAAAAAAAA-4/qPj1xpI5Bo0/s1600/A-Man-Who-Was-Superman-2008-K-Movie.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Film dokumentar, perjalanan seorang Amerika yang istrinya baru saja hamil untuk melacak keberadaan Osama Bin Laden. Perjalanannya di mulai dari Mesir dan berakhir di Pakistan. Dia melakukan perjalanan ke beberapa negara untuk melihat bagaimana situasi Timur Tengah dan melihat respon masyarakat di negara-negara tersebut mengenai peran dan posisi Osama Bin laden.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pilem ini memperlihatkan kecenderungan Amerika memandang islam. Meskipun tidak berkaitan secara langsung, tetapi kita bisa melihat betapa cemasnya orangtua Amerika akan nasib dan masa depan anaknya ketika teror masih saja terus berlangsung di dunia dan kebencian terhadap Amerika masih terus menyala. Kita juga bisa melihat bagaimana Amerika begitu ketat dan hati-hati terhadap Timur Tengah.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Maka lihatlah perjalanan yang parodik dan kadang mengharukan ini. Tidak terlihat masyarakat yang keras dan mencurigakan itu. Tidak banyak yang menokohkan Osama. Sebagian orang mengatakan ia tak ada. Sebagian lain mengatakan dia layak mati. Yang lain mengutuk dia. Yang lain pula merasa dia seorang pahlawan karena berani melawan kekejaman Amerika.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Kami tidak memusuhi anda sebagai warga Amerika,” berkali-kali kalimat ini dilontarkan masyarakat Mesir, salah satu negara lain di Afrika, Palestina, Afganistan, Arab Saudi, dan Pakistan. Dia dijamu dan diajak berbincang oleh mereka. karena memang, ini adalah perang ideologi. Di Israel justru respon kaum Yahudi agak berbeda dan mencemaskan.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kita bisa melihat hitam-putih wajah Osama dan bagaimana Amerika hari ini memandang teroris. Where In The World Is Osama Bin Laden cukup menghibur, kocak, sendu, dan mengagetkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;A Man Who Was Superman (Korean, 2008)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-WxT_eTKR9hM/Th8wa6Q_KUI/AAAAAAAAA-4/qPj1xpI5Bo0/s1600/A-Man-Who-Was-Superman-2008-K-Movie.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://3.bp.blogspot.com/-WxT_eTKR9hM/Th8wa6Q_KUI/AAAAAAAAA-4/qPj1xpI5Bo0/s320/A-Man-Who-Was-Superman-2008-K-Movie.jpg" width="224" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Apakah Superman benar-benar ada dan muncul dalam kehidupan kita?&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Ya, kita adalah Superman itu, Lee Hyun-suk mengajarkannya kepada kita bagaimana semestinya menjadi seorang superman. Lewat tokoh dengan masa lalunya yang buruk, ia tertembak waktu kecil dan di kepalanya tersimpan peluru, ketika dewasa keluarganya mengalami kecelakaan mobil dan dia satu-satunya yang selamat. Demi sang anak, demi masa lalunya, dan demi bumi untuk masa depan, dia menjadi superman.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Siapakah yang gila di zaman yang demikian absurd ini? Apakah Lee Hyun-suk yang terobsesi ingin menyelamatkan dunia dan menyelamatkan masa lalunya, ataukah kita yang diwakili Soo-jung yang apatis memandang hidup, yang merasa tak ada yang bisa kita ubah lagi di bumi ini, bahwa semua memang sudah begitu adanya, bahwa kita adalah manusia yang lahir, tumbuh dan menghidupi diri dari perbudakan demi perbudakan? &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “kekuatan tidak bisa membuka pintu besi yang besar, hanya diperlukan kunci yang kecil untuk membukanya,” demikian kalimat penutup di pilem ini. Lee Hyun-suk yang merupakan pasien rumah sakit jiwa, yang dengan misinya menyelamatkan dunia dari monster yang adalah oleh dan diri kita sendiri, menunjukkan kepada kita, kita sudah terlalu gila. Dunia sudah semakin acakadut dengan embel-embel apa pun.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kupikir aku mulai jatuh cinta pada pilem-pilem Korea, meski tidak untuk kisah-kisah cinta yang menguras berember-ember air mata. Aku harus mengakui, dia tetap bisa masuk ke dalam daftar film bagus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Saw 7&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-M22SSKGTkMg/Th8u0MK3sZI/AAAAAAAAA-A/P9ygG3zG0zg/s1600/Saw+7+Asian+Poster.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-M22SSKGTkMg/Th8u0MK3sZI/AAAAAAAAA-A/P9ygG3zG0zg/s320/Saw+7+Asian+Poster.jpg" width="225" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Benar-benar seperti sebuah serial, untuk menikmati Saw VII kita perlu menonton episode-episode awal. Tetap berdarah-darah dan sadis, dan saya nyaris tak bisa menikmatinya. Berkali-kali saya mundur dan melewatkan adegan-adegan kekerasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Butterfly Effeck 3 (2009)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-PdQ55J6EVFg/Th8u9zSZKiI/AAAAAAAAA-c/Erqmu5yLTOo/s1600/medium_butterfly-effect-3-1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="235" src="http://3.bp.blogspot.com/-PdQ55J6EVFg/Th8u9zSZKiI/AAAAAAAAA-c/Erqmu5yLTOo/s320/medium_butterfly-effect-3-1.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Ini agak berbeda dengan dua film yang sebelumnya agak ngepop dan gampang ditelusuri, Butterfly Effeck 3 ini agak berat dan serius. Hasilnya tak terlalu bagus, karena agak membingungkan dan merusak cara berpikir. Tapi saya tetap suka cerita ini dan masih menunggu kalau-kalau yang keempat masih diproduksi. &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kali ini tokoh utama kita menjadi informan polisi yang berusaha mengubah masa lalunya. Awalnya ia kembali untuk menyelamatkan sang kakak ketika rumahnya terbakar ketika ia masih remaja. Ia lalu mencoba mencari tahu siapa pembunuh pacarnya di masa lalu. Dari sinilah perubahan-perubahan masa depan dialami tokoh utama kita. Tegang dan mengagetkan. Agak susah menempatkan film ini ke dalam daftar film bagus, dibandingyang sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sex Is Zero 1 (2002)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-BocKr1Fvnyw/Th8u2MzS3iI/AAAAAAAAA-I/XSR-EJMKyuk/s1600/005af9a1e8c9febf.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="213" src="http://4.bp.blogspot.com/-BocKr1Fvnyw/Th8u2MzS3iI/AAAAAAAAA-I/XSR-EJMKyuk/s320/005af9a1e8c9febf.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sial betul nasib tokoh utama kita, Eun-sik. Jadi bulan-bulanan di mana-mana. komedi sex ini terkesan sangat realis. Saya suka, tidak hanya karena gadis-gadis Korea melepaskan pakaiannya di depan saya, tapi juga peristiwa yang sederhana membuatnya sangat menyenangkan untuk dibaca. Tak perlu berpikir. Ini benar-benar ringan, lucu tapi juga mengharukan. Tentu juga agak menjijikkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sex Is Zero (2002)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-LeBNxxZawIk/Th8u-eJPleI/AAAAAAAAA-g/k_2Diq0KsBA/s1600/photo45246.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="213" src="http://3.bp.blogspot.com/-LeBNxxZawIk/Th8u-eJPleI/AAAAAAAAA-g/k_2Diq0KsBA/s320/photo45246.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tokoh-tokohnya masih sama. Kecuali tokoh utama perempuannya sekarang bernama Kyeong-ah. Sama noraknya. Kebiasaan-kebiasaan lama juga sama. Tetap membuat saya tersenyum sambil menahan tangis. menurutmu, layakkah kita masukkan dia ke dalam daftar film bagus?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Selamat datang, selamat bersandar di sini,sebelum anda pergi lagi&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32296052-2887245530740075860?l=indriankoto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indriankoto.blogspot.com/feeds/2887245530740075860/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32296052&amp;postID=2887245530740075860' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32296052/posts/default/2887245530740075860'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32296052/posts/default/2887245530740075860'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indriankoto.blogspot.com/2011/07/pilem-pilem-dari-luar.html' title='Film dari Luar yang Masuk Daftar Film Bagus'/><author><name>indrian koto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-bUjYIUsNOp8/Th8u27iOS8I/AAAAAAAAA-M/8uLny6hvpG4/s72-c/Aftershock_still_2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32296052.post-5904631294242525756</id><published>2011-06-23T01:02:00.001+07:00</published><updated>2011-08-22T01:31:50.913+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pilem'/><title type='text'>Menonton Film Horor Indonesia</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Ihh.. Kok Bisa (Gak) Serem Sih...&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-UOOXtgy_V-I/TgIwWk5WXII/AAAAAAAAA7I/eWjft4h3e_8/s1600/ENNO-LERIAN-SELIMUT-BERDARAH-4.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="262" src="http://1.bp.blogspot.com/-UOOXtgy_V-I/TgIwWk5WXII/AAAAAAAAA7I/eWjft4h3e_8/s400/ENNO-LERIAN-SELIMUT-BERDARAH-4.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-lCRM6A-kbbI/TgIxQowchvI/AAAAAAAAA7M/JO0FkNHwXEo/s1600/Rahma-Azhari-Rayuan-Arwah-Penasaran-7.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-UOOXtgy_V-I/TgIwWk5WXII/AAAAAAAAA7I/eWjft4h3e_8/s1600/ENNO-LERIAN-SELIMUT-BERDARAH-4.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp; Beberapa hari ini saya sedang menonton film (selanjutnya disebut pilem) horor Indonesia. ada 20-an lebih yang saya dapat di warnet, sesuai kapasitas flash. Biar enak bacanya, saya bagi-bagi jadi beberapa genre dengan pembagian a la saya. Saya akan mempostingkannya dan membagikannya per genre.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Untuk sesi pertama ini saya akan membahas pilem horor, tentu dengan cara saya. Ini bukan resensi, atau semacam kritik. Katakanlah catatan sehabis menonton. Sifatnya sangat subjektif. Saya juga tidak memberikan keterangan detail tentang masing-masing pilem karena tidak dimaksudkan untuk kajian serius dan ilmiah. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Bahasan saya mungkin tak bisa dijadikan penilaian, karena selera setiap orang tentu berbeda. Jadi apa yang saya katakan belum tentu benar, anda harus mengujinya sendiri. Caranya? Baca judulnya dan cari pilemnya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;A. Ihh… Kok Bisa (gak) Sereem Sih….&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;1. Pengabdi setan (1983)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-KbHFZsGADY8/TgIqalVdRPI/AAAAAAAAA7A/StaRhALMeec/s1600/PengabdiSetan.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-KbHFZsGADY8/TgIqalVdRPI/AAAAAAAAA7A/StaRhALMeec/s1600/PengabdiSetan.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sesekali kita tetap perlu menonton film Horor Indonesia lama semacam ini. Ya, sambil ngakak lihat gaya generasi 80-an. Saya sudah menonton pilem yang dibikin pas saya lahir ini berkali-kali. Sekarang baru saya tahu judulnya: Pengabdi Setan. Dulu saya dibuat takut dengan pilem ini, apalagi sampai pada adegan mayat yang dibangkitkan dari kubur. “Bangkiiitttt… Bangkiiittttlah…” Saya lumayan ngakak melihat konyolnya adegan-adegan dan teknologinya yang jadul itu. Tapi ngomong-ngomong apa ia teknologi pilem yang sekarang semakin canggih bisa menghasilan pilem dengan kualitas yang membuat kita merasa cukup puas?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sebelum saya ngomong panjang-lebar gini, ada yang tahu gak pilem yang saya maksud ini? Itu loh, tentang keluarga Pak Siapa Gitu yang dimainkan oleh WD Muchtar dengan dua anaknya (standar orba, satu cewek satu cowok) sepeninggal sang istri. Lalu ada orang jahat yang menyamar jadi pembantunya, entah karena alasan apa, dan mengganggu kehidupan mereka. Ujung-ujungnya si setan terbakar dan meledak. Selain Suzzana, perempuan yang menjadi antagonis di pilem ini (siapa namanya?) selalu menyeramkan bagi saya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sampai cerita selesai saya makin ngakak. “Duh gimana sih ceritanya,” pikir saya, “kok ngawur.” Tiba-tiba saya diingatkan dengan pilem-pilem horor yang terus diproduksi sampai sekarang, tak ada bedanya dengan hantu di pilem-pilem dulu. Mungkin jenis hantu, artistik dan tata cahayanya semakin bagus. Soal pemain jangankan yang lokal, dari Jepang dan Korea pun bisa diangkut. Bahkan artis luar itu bisa saja dipajang hanya untuk mempertontonkan “cara mandi yang benar” atau kalau tidak disuruh memamerkan “BH dan celana dalam yang ideal bagi anda.” Pilem yang diproduksi tahun 1983 ini jika dijadikan acuan perkembangan pilem, tentu saja kita akan mendapatkan pilem-pilem horor yang menantang dan membuat kita terjungkal karena takut.&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Saya masih senyum-senyum setelah kata SEKIAN sudah tak terpampang di layar komputer. Saya merasa lucu dengan teror di pilem jadul ini. Namun ketika saya mengingat pilem-pilem horor Indonesia saat ini, senyum saya seketika lenyap. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;2. Raped By Saitan (Diperkosa Setan)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-zPoKEi-0haY/TgIqXiZsIOI/AAAAAAAAA64/ax5r-wzYSVI/s1600/Film+Rayuan+Arwah+Penasaran+Video+Rahma+Azhari+Adegan+Mandi.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-R9PhMea-ymk/TgIsWTGEFwI/AAAAAAAAA7E/KxoPSVEh7uY/s1600/film+diperkosa+setan+%255Braped+by+saitan%255D.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-R9PhMea-ymk/TgIsWTGEFwI/AAAAAAAAA7E/KxoPSVEh7uY/s1600/film+diperkosa+setan+%255Braped+by+saitan%255D.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Ingat Teguh Yulianto yang berjaya awal-awal tahun 90-an bareng Reynaldi dan Ibra Azhari? Pernah menonton film horor Indonesia horor sensual di tahun-tahun itu juga, bukan? Nah, di Raped By Saitan, doi balik lagi boo jadi anak muda. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Judulnya serem ya. Tapi isinya gimana? Isinya playboy kampungan yang nongkrong di kedai pinggir jalan. Orang desa ke kota mencari kerja. Ada kantor yang entah bergerak di bidang apa. Ada bos yang cakep, muda lagi (kayak sinetron aja ya). Rumah besar. Cinta yang tak masuk akal. Tinggal di luar negeri. Pesta ulang tahun. Kolam renang. Fyuuhh.. gitu-gitu deh. Hantunya? Hmm.. jika sekarang kita sering disuguhi dan tentu mulai muak dengan pocong, di sini kita bertemu dengan semacam vampire. Semacam Vampire. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Ceritanya sederhana. Si tokoh utama kita datang dari Pekalongan (duhh.. yang dari luar Jakarta selalu saja terlihat kampungan) baru kos di kamar si playboy yang mati gara-gara &lt;i&gt;ngeple&lt;/i&gt; dengan vampire betina. Si tokoh utama, kita yang mengingatkan saya pada ibu serem di pilem Pengabdi Setan, selalu diperkosa oleh si hantu yang tak berwujud itu. Tokoh kita ini ini bekerja di sebuah kantor entah bisnis apa. Bosnya bernama Raymond, muda cakep dan sudah kaya dari sononya. Marsha (Chyntiara Alona), tokoh utama kita bernama Marsha, pacaran dengan Andre. Berputar-putarlah kisah di seputar itu. Jalan cerita seperti yang saya ceritakan di awal tadi, seperti ingin mengembalikan tradisi pilem Indonesia sebelum gulung tikar. Persis seperti pilem-pilem 90-an, adegan percintaan terjadi tanpa harus buka baju. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Sepertinya orang-orang di belakang layar pilem ini orang-orang “dari masa lampau” sehingga mampu betul menampilkan peristiwa gaya lama. Alur ceritanya, konfliknya, tokoh-tokohnya, musiknya: persis pilem Indonesia menjelang bioskop bangkrut. Teguh Yulianto mungkin ingin reuni dengan mereka yang sering mejeng di bioskop ditahun-tahun dia jaya dulu. Bahkan adegan pembuka saja langsung ada suara cewek merintih-rintih. Jadi hati-hati dengan volume. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Heran deh kok masih ada pilem yang dibikin kayak begini, ya? &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;3. Selimut Berdarah (2010)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-C8gTIUE-4Eg/TgIqViyHd_I/AAAAAAAAA6w/bRxPL7p17Xo/s1600/selimut_berdarah.png.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-C8gTIUE-4Eg/TgIqViyHd_I/AAAAAAAAA6w/bRxPL7p17Xo/s1600/selimut_berdarah.png.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tidak hanya artis bokep Jepang yang masuk dalam pilem horor Indonesia. Ketika saya menonton film horor Indonesia berjudul Selimut berdarah, salah satu Artis panas Korea ikut terlibat. Sebagaimana pilem yang mengusung Miyabi, Sora Aui dan yang lainnya itu, mereka dipakai lebih untuk pemanis jualan belaka. Maka lihatlah pembuka pilem ini, kita seperti diajak pada gaya pilem adult Jepang yang dimulai dengan si artis aksi di depan kamera dengan bikini memamerkan sensualitas tubuhnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Lalu ceritanya bagaimana? Apakah menurut anda itu penting? Sebagai rujukan utama saya ingatkan anda pada sebuah pilem India yang diperankan oleh Aamir Khan berjudul Ghajini. Ceritanya tentang seseorang yang setiap bangun tidur selalu lupa segala sesuatunya. Kayak Drew Barrimore dong. Nei, nei, yang ini lebih ekstrem, tentang balas dendam, &lt;i&gt;Cyn&lt;/i&gt;. Dia menjadi pelupa karena pernah disiksa dengan kejam. Dia mengalami penyakit syndrom apa gitu yang pokoknya ingatannya menjadi sangat pendek. Rada-ada ilmiah deh. Hidupnya ke depan hanya untuk membunuh dan membunuh. Dinding kamar, meja, lemari, kaca semua berisi kata-kata perintah. Tak cukup itu, badannya pun harus ditatto dengan nama musuhnya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Jadikanlah Ghajini sepenuhnya penuntun anda untuk masuk ke pilem Selimut Berdarah. Anggap saja ini versi Indonesianya. Lagian dalam pilem kita, India kan kerabat yang paling intim. Jika pilem India memiliki unsur dramatisasi yang menguras berember-ember air mata, di Selimut Bardarah, seperti yang sudah saya bilang di awal yang menampilkan artis Korea bernama Han Song Ho, maka gayanya pun rada-rada Korea. Maksud saya, agak sadis, dan menampilkan kekejaman dan darah di mana-mana. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Lalu Eno Lerian dan Pingkan Mambo berperan jadi apa di film horor indonesia ini? Lalu apa pula peran Oom Roy Marten? Eitt, sabar. Bentar. Saya kan sudah bilang, referensi utama anda tetaplah pilemnya Aamir Khan tadi itu, meskipun beberapa bagian sudah menjadi (gaya khas) pilem Indonesia. Jika di pilem India banyak logika tak masuk akal, anda bayangkan sendirilah di pilem kita jadinya macam apa. Ya jelas tentang balas dendam atas kematian belahan jiwa. Pilem ini cukup menegangkan dan membuat anda ketakutan sambil mesem-mesem. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Lha, trus ngapain artis koreanya? Dia muncul di scane awal sebagai dengan BH dan CD di pantai menemani kita membaca teks-teks yang berisi nama pemain, siapa produser dan sutradaranya, penata musik dan editor. Berikutnya, nasib dia tak lebih baik dari Pingkan mambo. Ngapain si Pingkan Mambo, berperan sebagai apa dia? Kalau saya ceritakan nasib artis Korea dan Pingkan Mambo ini, saya khawatir anda akan menangis karena kasihan atas peran mereka yang boleh saya digunting dan dibuang. Trus apa maksud Selimut Berdarah dalam judul pilem itu? Rasanya tidak ada kaitan apa-apa. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;4. Nakalnya Anak Muda (2010)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Mengherankan juga, judul pilem yang rada populer ini ternyata masuk dalam kategori pilem horor. Lebih aneh lagi kalau pas menonton film horor Indonesia yang gak seram-gak lucu-dan tak begitu menegangkan ini. Dari awal dimulai sudah kebayang bagaimana cerita ini akan berjalan. Jelaslah pamer cewek yang lagi renang, cewek bangun tidur, cewek mandi. Wuaaahh… sebel, sebel, sebel, kok orang mandi mulu sih? Balik lagi ke awal. Setelah ada yang renang, ada yang bangun tidur, tentu rumahnya mewah, lalu dugem, kenalan sama cowok-cowok dan ke villa yang jauuuuhhh di dalam hutan. Sampai di sini sudah tertebak seluruh cerita yang akan terjadi. Pasti akan ada bunuh-bunuhan dan semua akan mati. Separuhnya benar, separuhnya salah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Hebat benar ya pilem Jailangkung yang menginspirasi begitu banyak pilem sejenis. Perlu diingatkan, di pilem ini kita kudu mengabaikan logika. Ingat inti ceritanya: tentang 4 orang cowok yang kenalan sama 2 cewek dan pergi ke villa. Selalu saja ke hutan. Ya kempinglah, ya tidur di villa lah, kebayakan pilem horor kita begitu. Asap di mana-mana. Jangan protes kalau ada rumah bagus tapi tersembunyi di dalam hutan. Jangan pula kaget kalau ternyata rumah terpencil punya fasilitas lengkap. Trus ada air terjunnya tuh di sekitar villa, Air Terjun pengantin dong.. Jangan pula ditanya pekerjaan anak-anak muda ini.&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Kekejaman pertama terjadi ketika dua tokoh kita mau ke air terjun. Satu mati satu ilang. Yang ilang namanya Andin. Cewek. Yang sisa memutuskan pulang ke Jakarta. Mau lapor polisi, katanya. Wah tamat dong. Enggak jadi kok ke Jakarta-nya. Balik lagi ke villa karena ban mobil kempes. Mereka biasa-biasa lagi. Lupa kalau ada temannya yang mati di sekitar situ. Tiba-tiba sudah langsung malam. Kok gak nelpon polisi aja dari sana, kan ada sinyal. Grrrr… ini pilem thriller tau... &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Bayangkan kira-kiraapa yang akan mereka alami selanjutnya. Hanya tersisa dua tokoh saja: cowok dan cewek. Bodo amat siapa nama mereka. Pas diburu-buru si pembunuh, eh tiba-tiba sudah ada mobil di sekitar situ. Ih, pasti larinya jauh banget. Lho kenapa tadi siang gak lewat sini aja mas dan mbak? &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Sampailah di Jakarta. Lapor polisi. Lalu mereka pulang. Pulang ke mana? Entah ke rumah siapa, yang jelas rumah besar dong. Dan tentu saja lengang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Nah kan? Apa gue bilang. Abaikan logika. Yang harus tetap bikin kamu penasaran adalah, siapa sih pembunuh ini? Apa sih maunya dia? Tapi sumpah deh, ente sudah bisa menebak segala sesuatunya sejak awal. Jadi saya tidak perlu pakai rahasia segala deh. Yup, Si Andin, teman mereka yang ilang itulah si pembunuh. Dia mau balas dendam ceritanya. Balas dendam kenapa? Tahu gak se, empat cowok itu ternyata pernah memperkosa si Andin. Kok bisa?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Gini ceritanya. Di suatu pesta topeng, si Andin lagi mabuk dia diajak pergi sama si empat cowok itu. Di daerah sekitar villa itulah. Trus diperkosa. Si cewek masih perawan boo. Darah perawannya tercecer ke mana-mana. Atau si cewek lagi datang bulan kali ya. Karena mau lari dia dikejar terus tidak bernyawa. Lalu ia dibuang di air terjun yang dekat villa tadi itu, mungkin. Tapi dia selamat. Lari-lari pulang, tiba-tiba entah dari mana dia punya kekuatan untuk menjadi luar biasa, bisa membunuh, bisa ngangkat-ngangkat orang dan menghilang dengan cepat itu. Jangan pingsan dulu, ceritanya belum kelar.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Tadi kan kita sudah di kota, Jakarta nih. Begitu dua tokoh kita selamat dan istirahat dengan enjoy, si Andin, pembunuh kita udah sampai juga tuh di kota. Lho kok bisa? Huss.. Pilem thriller harus begitu. Balas dendam lagi, dong. Yang pasti ada adegan mandinya. Trus, trus? Si Andin akhirnya mati. Trus? Dua tokoh kita selamat. Trus? Selesai. Trus?&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Duh, film horor Indonesia. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;5. Rayuan Arwah Penasaran (2010)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-zPoKEi-0haY/TgIqXiZsIOI/AAAAAAAAA64/ax5r-wzYSVI/s1600/Film+Rayuan+Arwah+Penasaran+Video+Rahma+Azhari+Adegan+Mandi.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-zPoKEi-0haY/TgIqXiZsIOI/AAAAAAAAA64/ax5r-wzYSVI/s320/Film+Rayuan+Arwah+Penasaran+Video+Rahma+Azhari+Adegan+Mandi.jpg" width="224" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp; Kasihan betul nasib artis Jepang yang ini. Dia tampil di awal cerita pas makan es krim dan ciuman sama Ma Botak. Jelas, mereka nih sepertinya pacaran. Dia muncul lagi di seperempat bagian akhir ketika dia disandera sebelum akhirnya dibunuh. Dan terakhir dia muncul lagi sebagai hantu cantik yang menari-nari seperti pembukaan pilem bokep Jepang. Sudah. Itu saja. Tak ada dialog yang diucapkannya. Tak ada kata-kata apa pun yang perlu dihafal selain merintih “Aaaa… Aaaaa…” &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Bukan, bukan sedang bercnita dan bukan desahan nikmat, meskipun bunyinya rada-rada sama. Itu rintihan karena dia kesakitan dan ketakutan. Ketika kukunya dicabut ia merintih, “Aaaa.. Aaaa...” bukannya berteriak kesakitan. Ketika dilukai wajahnya dia merintih lagi, “Aaa… Aaaa…” &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Di pilem tidak ada penjelasan apa pun tentang identitas cewek yang diperankan si artis jepang. Pokoknya dia pacar tokoh utama kita. Tokoh utama kita, Mas Botak yang terlihat lemas di sepanjang pilem itu cinta mati sama cewek ini. Dikira kita penonton bisa maklum aja ketika tak ada dialog buat si cewek. Pasti karena dia tidak bisa ngomong Indonesia. Tapi soal identitas dia yang tak jelas dan bergulir di sepanjang pilem mau diapakan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sebagai misal, kenapa adik Si Botak kita itu benci sama si Ira, cewek Jepang yang berperan entah sebagai orang mana itu. Lalu bayangan-bayangan hantu dari orang mati terus muncul dan membuat kita kebingungan. Cerita semakin aneh dan ngawur ketika narasi mulai bercerita soal bom. Dan ngawur lagi ketika Rahma Azhari ikut main sebagai tokoh yang tentu saja boleh digunting dan dibuang tanpa mengubah apa pun dari cerita. Lalu kenapa dia masuk? Kan (seperti di omongkan dalam pilem) dadanya besar, selain itu nanti kan bakal ada adegan mandi. Jadi malang betul artis-artis perempuan kita ini. Entah kenapa pula, pilem horor kita mesti menampilkan cewek mandi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Nah anda tentu akan terbelalak kaget ketika sampai di ujung cerita. “Oh.. ternyata…” “Astaga…” Pilem rasanya berhasil menipu penonton dan semua dugaan mungkin salah. Wah capaian baru dong dalam pilem kita. Eit tunggu dulu, mereka yang sudah menonton &lt;i&gt;Sixth Sense&lt;/i&gt; tentu akan ngakak jika ada yang berucap begitu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Anda akan lebih ngakak lagi mendengar dialog-dialog yang puitis di berhamburan di sepanjang pilem. Apalagi jika anda mengikuti narasi yang dibacakan tokoh utama kita yang pura-puranya sedang menulis cerita tentang perjalanan kisah cintanya itu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Produksi pilem ini K2K, sama dengan Selimut Berdarah. Selain beberapa pemainnya yang sama, ada semacam upaya menampilkan horor dari sisi lain. Sayangnya mereka memilih jalan aman, meniru alur pilem yang sudah digarap orang-orang di luar sana. Kesannya sekedar memindahkan saja tempat dan mengganti beberapa bagian. Yang menarik adalah upaya mereka memasukkan tragedi bom ke dalam cerita meskipun&amp;nbsp; itu terasa semata-mata untuk mengejar dramatis. Sisanya kebocoran-kebocoran terpampang dengan sangat terang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Begitulah pengalaman saya menonton film horor Indonesia ini. adegannya Ada cewek mandi. Pemain-pemain tertentu yang dimasukkan semata-mata menjual sensualitasnya saja. Isu-isu feminis ternyata tak banyak masuk ke dalam sistem pilem kita ya. Hehe… Duh Rahma Azhari, satu-satunya adegannya yang alami ya pas mandi itu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Sementara, itu pilem yang "Ihh.. Kok Bisa (Gak) Serem Sih&lt;b&gt;".&lt;/b&gt; Pilem-pilem ini saya tonton minggu ketika bulan Juni ini. Kalau masih kuat dan berani nonton (berani melawan kantuk dan kekesalan maksud saya) nanti akan saya bagi lagi. Besok akan saya ceritakan genre yang lain. Anda semua pastinya punya pandangan yang berbeda dengan saya mengenai pilem yang saya jelaskan di atas atau pilem horor Indonesia lainnya. Anda juga boleh merekomendasikan pilem lain untuk saya. Saya tunggu respon baliknya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Sukses untuk pilem Indonesia. Berjayalah. Kita akan selalu mau menonton film horor Indonesia asal digarap lebih keren lagi. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Selamat datang, selamat bersandar di sini,sebelum anda pergi lagi&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32296052-5904631294242525756?l=indriankoto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indriankoto.blogspot.com/feeds/5904631294242525756/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32296052&amp;postID=5904631294242525756' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32296052/posts/default/5904631294242525756'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32296052/posts/default/5904631294242525756'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indriankoto.blogspot.com/2011/06/menonton-pilem-indonesia-1-ihh-kok-gak.html' title='Menonton Film Horor Indonesia'/><author><name>indrian koto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-UOOXtgy_V-I/TgIwWk5WXII/AAAAAAAAA7I/eWjft4h3e_8/s72-c/ENNO-LERIAN-SELIMUT-BERDARAH-4.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32296052.post-7216806623173051996</id><published>2011-06-13T01:03:00.003+07:00</published><updated>2011-08-22T01:18:58.719+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pilem'/><title type='text'>Film yang Kutonton (3): Spring, Summer, Fall, Winter, And Spring, The Isle</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Dua Cerita di Atas Danau&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;(Menonton The Isle dan Spring, Summer, Fall, And Spring)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-wSeFa8IQ2r8/TfT-KBUqHlI/AAAAAAAAA6Y/88u8rhBNEPk/s1600/269274Spring-Summer-Fall-Winter-and-Spring-poster.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://4.bp.blogspot.com/-wSeFa8IQ2r8/TfT-KBUqHlI/AAAAAAAAA6Y/88u8rhBNEPk/s320/269274Spring-Summer-Fall-Winter-and-Spring-poster.jpg" width="223" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-8lLaQ6A_Znw/TfT-KrTW3iI/AAAAAAAAA6c/egeANjtJwPY/s1600/images.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-8lLaQ6A_Znw/TfT-KrTW3iI/AAAAAAAAA6c/egeANjtJwPY/s1600/images.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;Cuap-cuap di Pinggir Danau&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Beginilah awalnya sebelum saya sempat menonton &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;i&gt;Spring, Summer, Fall, Winter, And Spring.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; Ceritanya begini, teman saya (sebut saja namanya Andika) pulang ke Malang, saya dititipkan motor. Sebuah keberuntungan bagi saya untuk beberapa hari ke depan. Malam, seperti biasa, saya tidak bisa tidur dan terngiang-ngiang ucapan kawan (entah siapa) bahwa di Merapi Online, kawasan jalan Adi Sucipto, kawasan dekat Ambarukmo Plaza, punya koleksi film yang banyak. Nah, mainlah saya ke situ. Memang, untuk warnet, Merapi Online saya rasa agak mahal dibanding warnet yang lain, tapi mengingat lokasinya di pinggir jalan, hal itu tentu saja menjadi mungkin, apalagi kawasan Jalan Adi Sucipto merupakan kawasan bisnis yang cukup sibuk juga di Yogyakarta. Sebelum ini saya pernah beberapa kali ngenet di sini, tapi tak terlalu paham koleksi filmnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dimulailah petualangan saya. Awalnya tentu saja saya buka facebook dan buru-buru main City Ville yang akhir-akhir ini menjadi kegemaran saya. Membangun kota sesuka hati dan menggantungkan sepenuhnya hidup pada tetangga, tanpa ada perang sangat menyenangkan. Namun akhir-akhir ini saya mulai bosan main City Ville, terlalu mengandalkan tetangga dan melulu meminta tolong. Ah, jadi apa saya kalau selalu minta dan minta.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Di sela-sela itu tentu saya mulai membuka folder. Saya terjebak di antara deretan folder yang punya banyak sub-folder lainnya. Koleksi filmnya antara lain, Barat 1 yang merupakan koleksi film-film barat yang berjudul dari angka dan huruf A sampai M (mungkin M atau sekitar2 itulah), Barat 2, koleksi film barat dari setengah alphabet kedua hingga Z, Indonesia, yang dengan malas-malasan saya buka foldernya dan tertawa sendiri melihat judul-judul yang dikoleksinya, lalu Asia yang mencampuradukkan koleksi film di seluruh Asia yang maha besar ini, mulai dari film Malaysia, Thailand, Iran, Piliphina, Korea (Aku masih bingung loh, ketika ngomong Korea, kita sedang ngomong yang utara atau selatannya, ya?), China, Jepang, dan entah apa lagi. Selain itu ada folder khusus untuk serial televisi yang tentu tak akan saya buka, Kartun, India, pilem Lawas, dan lain-lain deh. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Stress saya melihat koleksi film tersebut. Saya mengacak-acak koleksi filmnya yang sebagian besar tak ada subtitle bahasa Indonesia itu. Saya pilih-pilih film di Folder Barat, pusing.. beberapa judul yang saya kenal ada di sana, kendalanya adalah data yang sangat besar sementara flash saya Cuma 2 giga. Beberapa film animasi yang membuat liur saya meleleh. Kenapa tidak mencoba film Asia? Selama ini saya menghindari film-film mandarin yang dalam kepala saya selalu film-film laga kolosal, salju, pasukan kuda, kilatan pedang, pakaian indah, musik sendu, darah dan lain-lain. Saya tak suka itu. Saya tak bisa mengingat para tokoh yang banyak, itu pula salah satu alasan saya menghindari film-film perang yang melibatkan banyak pemain. Untuk film Thailand saya sudah dihajar rasa cemas akan darah, horor dan komedi norak. Bukankah di Indonesia tercinta ini, jenis pilem begituan juga digarap sepanjang tahun? Bedanya, pilem Thailand bebas memperlihatkan tetek dan putting susu perempuan dan adegan bercinta sungguhan, pilem Indonesia tak pernah bisa menampilkan itu meskipun keinginan untuk itu betapa besar. Begitu pun untuk pilem Jepang dan Korea, ah pasti hantu lagi, darah lagi, psycho lagi. Gak deh. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Nah kemudian saya memilih deretan pilem Asia terutama dari covernya. Entah kenapa saya melihat sebuah judul yang agak lain dengan cover yang sebenarnya buruk. &lt;i&gt;The Isle&lt;/i&gt;. Saya putar sebentar, pas di adegan perempuan telanjang di tengah hujan, di atas boat. Kugeser lagi, danau lagi, danau lagi. Saya teringat akan film Indonesia berjudul Jermal yang menurut saya agak baik penyajiannya itu. Lalu saya pindah ke Flash. Sampai di situ saya masih mengira ini film Thailand karena saya tak bisa membedakan tulisan Korea dan Thailand, alih-alih bisa membacanya pula.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Berikutnya, judul yang lagi-lagi menggoda saya, &lt;i&gt;Spring, Summer, Fall, Winter, And Spring.&lt;/i&gt; Hmm.. boleh juga nih. Saya langsung men delete Minggu Pagi di Victoria Park yang sebelumnya sudah masuk ke flash lebih dulu. Benar-benar tidak nasionalis saya ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;The Isle: Danau yang Pertama&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-NdkLhTyrezk/TfT-r6F15lI/AAAAAAAAA6g/O68o61JyoEE/s1600/The_Isle_MovieCap_4.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="192" src="http://3.bp.blogspot.com/-NdkLhTyrezk/TfT-r6F15lI/AAAAAAAAA6g/O68o61JyoEE/s320/The_Isle_MovieCap_4.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span lang="EN-US"&gt;Suatu kebetulan jika kemudian kedua pilem ini &lt;i&gt;The Isle&lt;/i&gt; dan &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;i&gt;Spring, Summer, Fall, Winter, And Spring.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;memiliki pusat cerita di atas danau. Film pertama yang saya tonton, tentu yang pertama saya intip itu, The Isle. Waktu sudah menunjukkan jam 5 pagi ketika saya mulai memutar pilem tersebut. Selanjutnya disusul dengan Spring, Summer, Fall, Winter, And Spring.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Suatu kebetulan pula akhirnya saya tahu bahwa ternyata kedua film tersebut disutradarai dan naskahnya ditulis oleh orang yang sama, Kim Ki-duk. Cukup mencengangkan saya. Dan yang paling mencengangkan tentu saja The Isle yang semua saya kira pilem Thailand ternyata adalah pilem Korea. Hmm..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;i&gt;The Isle&lt;/i&gt; berdurasi sekitar 1 jam. 25 menitan. Dimulai dengan kedatangan Hyun-Shik (yang dimainkan oleh Kim Yu-seok) di pinggir danau dan langsung menaiki boat yang dikendarai perempuan anggun misterius, Hee-Jin yang dimainkan oleh Seo Jeong. Pilem berjalan sangat dingin dan tanpa dialog. Kedua tokoh sama-sama diam sepanjang perjalanan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Rasa dingin berjalan terus hingga akhir cerita. Perempuan itu benar-benar tidak bicara di sepanjang pilem. Tokoh laki-lakinya juga pelit berkata-kata. Si Hyun-Shik diceritakan sedikit masa lalunya, di mana dia bermimpi dan tentu saja ia sedang membayangkan masa lalunya. Ia mungkin membunuh dan diburu polisi dan berada di tempat baru ini sebagai upaya melarikan diri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sentral cerita hanyalah di sepanjang danau yang dipenuhi rumah apung, semacam resort, di mana para pemancing tinggal berhari-hari di sana, atau sekedar melepaskan penat sambil memancing dan meniduri perempuan. Pelacur selalu datang dengan motor matic dan akan diantarkan oleh si bisu Hee-Jin ke alamat pemesannya. Hee-Jin di malam-malam tertentu juga bergerilya menjual kopi dan sepertinya menjajahkan tubuh. Lain waktu dia menjadi seorang yang sangat aneh, melakukan pembalasan-pembalasan atas para pelanggan dan orang yang tak disukainya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Terjadi hubungan ganjil antara Hee-Jin dengan Hyun-Shik. Hee-Jin cemburu pada pelacur yang tidur dengan Hyun-Shik. Ia berenang di tengah danau hanya untuk melihat bagaimana Hyun-Shik sedang terengah-engah “menghajar” si pelacur. Dia juga marah dan tak mau mengantarkan si pelacur ke tempat Hyun Shik, namun membawanya ke rumah-apung yang kosong dan mengikat tangan, kaki dan mulut dan menyekapnya di sana. Sayangnya si pelacur malam-malam keluar dan entah bagaimana pula ceritanya ia jatuh dan tenggelam. Mati dan sialnya kok ya langsung mengapung. Paginya si Hee-Jin membenamkan si pelacur bersama matic merahnya. Dramatisasi tubuh perempuan tenggelam muncul di sini. Hmm.. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Yang lupa saya ceritakan adalah si mucikari yang sebelumnya pernah mendatangi rumah-perahu Hyun Shik. Orang ini akhirnya datang lagi dan menghajar si cowok pendiam tapi jago ber &lt;i&gt;ohok-ohok&lt;/i&gt; ini. Berkelahilah mereka. Sialnya, si mucikari mati. Dia ditenggelamkan bersamaan dengan tubuh si pelacur tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-moVY8gcqKq4/TfT-sz5-bXI/AAAAAAAAA6k/dHH4pbIg218/s1600/The_Isle_MovieCap_6.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="186" src="http://1.bp.blogspot.com/-moVY8gcqKq4/TfT-sz5-bXI/AAAAAAAAA6k/dHH4pbIg218/s320/The_Isle_MovieCap_6.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;Terlalu banyak yang ingin disampaikan Ki-duk Kim pada filmnya yang dibuat tahun 2000 ini. Karena banyak hal yang ingin tampil dalam setting dan durasi yang singkat ini pula mungkin yang membuat penonton macam saya merasa heran dengan beberapa adegan. Tidak ada kejelasan yang detail, bagaimana ceritanya si Jin, perempuan bisu itu memiliki semua resort di tengah danau di perkampungan itu. Tidak pula tergarap dengan benar kenapa dia menjadi perempuan yang sangat aneh dan misterius apalagi memiliki kenekatan membunuh. Belum lagi endingnya yang memperlihatkan gundukan bakau yang kemudian seolah diasosiasikan sebagai gundukan bulu kelamin perempuan. Entahlah apa pula maksud tokoh-tokohnya yang menyiksa binatang. Sadis memang, ketika ikan di sayat kiri kanan badannya dan dimakan, si ikan yang masih hidup itu dilepaskan lagi. Ikat-ikat yang dicincang sampai hancur, kodok hidup yang dibelah dengan sadis, burung yang ditenggelamkan dan beberapa kekerasan lainnya yang membuat saya mual. Apalagi ketika adegan Hyun Shik memasukkan empat mata kail ke tenggorokannya lalu menarik tali pancing. Adegan yang membuat saya ingin muntah dan mual. Hyun Shik melakukannya ketika polisi datang. Mungkin upaya yang nyaris membunuhnya ini ditujukan supaya ia tak bisa menjawab pertanyaan polisi. Setelah di selamatkan si perempuan, di tengah kesakitan itu mereka bercinta. Masih bisakah kelamin lelaki hidup dalam kondisi payah macam begitu? &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kekejaman yang sama juga dilakukan oleh Hee-Jin di bagian-bagian akhir cerita. Hyun Shik yang tak tahan melihat sikap posesif Hee-Jin melarikan diri. Entah apa alasan Hee-Jin justru memasukkan mata kail ke kelamin dan menarik tali pancingnya. Kok ya kelamin sendiri yang disobek. Aneh deh.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Meskipun latar cerita sangat bagus. Alam yang tenang dan sendu. Suasana danau berkabut. Hujan yang sangat lembut terjadi bagus, logika-logika cerita yang sulit saya temukan di sini. Semua terjadi begitu saja. Aneh dan unik. Saya kira bukan tingkat kerumitan yang membuat saya bingung tapi memang beberapa logika yang tampaknya terabaikan di sini. begitulah &lt;i&gt;The Isle&lt;/i&gt;, ia selesai dengan alur yang tak habis diurai.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Spring, Summer, Fall, Winter, And Spring (2003): Danau kedua&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-39XXf91FaHA/TfT_AWUrYlI/AAAAAAAAA6s/e6hKKxW574g/s1600/spring_summer_fall_winter_and_spring_-4.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-QQ2gwJS2OTg/TfT-__OGiiI/AAAAAAAAA6o/RfjpIaLjpJ0/s1600/spring-summer-fall-winter-and-spring-2.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-QQ2gwJS2OTg/TfT-__OGiiI/AAAAAAAAA6o/RfjpIaLjpJ0/s320/spring-summer-fall-winter-and-spring-2.jpg" width="224" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Nah pilem ini relatif bisa saya nikmati karena alurnya yang memang sederhana dan tak punya pretensi yang macam-macam. Ki-duk Kim &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;menggarap &lt;i&gt;Spring, Summer, Fall, Winter, And Spring &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;sepertinya lebih makin piawai&amp;nbsp; untuk tidak terjebak pada pesan dan inti cerita yang macam-macam. Ceritanya adalah tentang seorang biksu tua yang tinggal dengan calon biksu di kuil mereka yang terletak di tengah danau yang dikelilingi bukit-bukit. Cerita dibagi menjadi lima bagian sesuai dengan musim yang ada dalam film ini. Setiap pergantian musim, tokoh calon biksu yang menjadi pusat cerita juga berganti. Dari anak-anak, ke masa remaja, lalu dewasa dan di masa tua. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Cerita ini seperti sebuah siklus dan perjalanan hidup seseorang. Film ditutup dengan adegan pembuka, seolah ingin mengatakan, seharusnya memang sudah begini fase hidup setia
