BEGITULAH.
Inis yang sudah lama menghilang kini kembali ke rumah. Semua orang
meributkan kejadian itu. Kedatangan dan kepergiannya sungguh jauh
berbeda, bagai langit dan bumi. Dulu ia pergi dengan keadaan paling
murung dan dikutuk banyak orang: melompat jendela, di hari Selasa, di
tengah malam pula. Kini dia pulang dengan kesempurnaan seorang wanita.
Cantik dan kaya.
"Berubah
sekali dia tampaknya. Jengatnya putih berkilat, gelang dan kalung
bergelantungan di badannya. Senang benar tampaknya hidup dia," kata Mak
Tando pagi itu di kedai Guru Abek sambil mengunyah lontong gulai
cubadak. Lepau itu tampak ramai sepagi ini, oleh orang tua dan gadis
muda.


