31 Mar 2012

Jangan Berangkat di Hari Selasa

BEGITULAH. Inis yang sudah lama menghilang kini kembali ke rumah. Semua orang meributkan kejadian itu. Kedatangan dan kepergiannya sungguh jauh berbeda, bagai langit dan bumi. Dulu ia pergi dengan keadaan paling murung dan dikutuk banyak orang: melompat jendela, di hari Selasa, di tengah malam pula. Kini dia pulang dengan kesempurnaan seorang wanita. Cantik dan kaya.

"Berubah sekali dia tampaknya. Jengatnya putih berkilat, gelang dan kalung bergelantungan di badannya. Senang benar tampaknya hidup dia," kata Mak Tando pagi itu di kedai Guru Abek sambil mengunyah lontong gulai cubadak. Lepau itu tampak ramai sepagi ini, oleh orang tua dan gadis muda.

Menunggu




Keriuhan terjadi di jalan-jalan. Mahasiswa membakar ban, jalan-jalan diblokir, ban dibakar, semprotan gas airmata terus dikucurkan. Pagar jebol, kaca pecah, pentungan dan kejaran aparat. mahasiswa dan polisi sama-sama terluka. dan saya masih di depan televisi menunggu apakah harga Bahan Bakar Minyak ini akan tetap naik atau tidak.

Duduk dan hanya menunggu.
 

4 Mar 2012

(Nyaris) keliling Sumatera Barat-5

SLTP N 3 Batangkapas
V
Taluk dan Ingatan Masa SMP
Ini tentang perjalanan yang dicatat berdasarkan ingatan. Kami memulai perjalanan pada Kamis 18 November 2010 dari kampung kecil saya di Lansano, ketika itu masih merupakan Kenagarian Taratak. Hari ini, Kenagarian Taratak, kampung kecil di pinggir jalan raya yang terletak di sepanjang jalan antara Kenagarian Taluak dengan Nagari Surantih ini telah dibagi menjadi 3 kenagarian. Apa? Tiga kenagarian boo. 
Daerah yang dihuni 7.681 orang pada sensus tahun 2010 ini dengan luas wilayah 4.900 ha/m2 telah menjadi Kenagarian Poto Taratak, Pasar Taratak dan kenagarian Lansano. Aih. Taratak dan Lansano kini memiliki pemerintahannya sendiri-sendiri. Apa yang menyebabkan kampung dengan sumber daya nyaris kosong ini berani memecah wilayahnya kembali seperti pola di zaman orde baru? Saya tak tahu, dan saya belum bisa menjawabnya sekarang.
Barangkali perjalanan harus kita teruskan.
Sampai di mana kemarin? 
Kulirik Anton memejamkan mata, berusaha untuk tidur, Komeng melongok tajam ke jendela, Angga dengan manis mengendarai mobil. Oke baiklah, kita lanjutkan kalau begitu. Sepanjang empat bab sebelumnya kita baru berjalan dari Lansano, Taratak, dan baru akan masuk ke Taluak. Belum sepuluh kilo perjalanan.