25 Des 2011

Facebook dan Kematian



Beberapa minggu yang lalu saya melihat dinding seseorang yang menjadi teman di facebook. Kami sepertinya tak saling kenal. Saya memperhatikan dindingnya yang masih bersisa ungkapan kerinduan. Aku baru sadar pemilik ‘rumah’ itu telah meninggal. Usianya masih muda.  Aku mencari-cari ke bawah, beberapa sapaan akrab, penuh rindu masih ada bersisa di situ. Beberapa sapaan seorang gadis makin ke bawah kulihat semakin banyak. Tepat, November 2009 dia meninggal dan kau tahu gadis itu pacar almarhum. Status terakhir almarhum menyebut soal waktu pernikahan mereka dengan menyebut tanggal setahun ke depan dan mengatakan “Mulai sekarang, waktu berjalan mundur.”

Itu dia tulis malam hari, siangnya ia kecelakaan dan koma selama lima hari. Tulisan itu sekaligus sebagai ‘pertanda’ kepergiannya. Saya lihat facebook sang pacar yang tak berteman dengan saya: ia memakai pakaian pengantin, beberapa bulan lalu baru menikah.

21 Des 2011

The Illusionist: Seperti Badut Pasar Malam

Tanggal Rilis : 16 June 2010 (Belgium)
Jenis Film : Animation | Comedy | Drama
Diperankan Oleh : Jean-Claude Donda, Eilidh Rankin and Duncan MacNeil


Secara umum beginilah seharusnya saya bercerita tentang film The Illusionist yang dalam bahasa Aslinya di Belgia sana judul aslinya adalah: L’ILLUSIONNIST. resensi ini saya curi di downloadfilm.com. Yang saya kutip adalah yang bertanda miring.  


Pertemuan antara The Illusionist (Jean-Claude Donda) dan Alice (Eilidh Rankin) memang tak pernah direncanakan. Namun pertemuan ini juga yang telah mengubah hidup Sang Ilusionis yang semula sudah tak berarti lagi. Sejak bertemu Alice pula Sang Ilusionis seolah kembali menemukan makna hidupnya.

19 Des 2011

(Sekali Lagi) Pilem Horor Indonesia


Saya kira saya akan kapok nonton pilem-pilem horor Indonesia yang terus diproduksi tahun-tahun terakhir. Entah kenapa, godaan untuk tahu dan berharap yang ini akan berbeda dengan yang sebelumnya memperkuat keinginan saya. Hal lain adalah, saya mencintai produksi dalam negeri dan berharap ia memberikan sesuatu yang baik untuk saya.

Berikut beberapa pilem yang saya tonton belakangan ini. Pilem-pilem yang saya dapatkan di warnet ini, memang banyak bertema horor. Dan saya lihat belakangan K2K memproduksi makin banyak pilem horor dengan pemain yang terbatas, dan naskah yang seolah hanya punya garis besarnya saja. Artinya, posisi naskah sangat renggang dan goyang, serupa improvisasi di komedi OVJ. Beberapa pemain bisa saja dihilangkan atau ditambahkan sedemikian rupa. Beberapa naskah, seperti yang saya tulis diresensi sebelumnya, diambil, minimal inspirasi ceritanya dari pilem-pilem yang dianggap bagus menurut selera mereka. Seting cerita diganti menjadi Indonesia dengan persoalan yang harapannya sangat lokal, tapi sangat tidak Indonesia.

Saya heran, kenapa pula saya bikin-bikin pengantar semacam ini. Baiknya kita lihat saja pilem-pilem berikut ini:

11 Des 2011

Honor



1
Ungkapan klasik tentang “terimalah honor sebelum keringatmu mengering,” (emang ada filosofi macam begitu?) rasanya jauh dari dunia tulis-menulis, apalagi sastra, kacangan pula macam saya. Buku-buku sastra kalau pun diterbitkan belum tentu akan membuat si penulis memiliki anggaran untuk merancang liburan dari hasil penjualan. Beberapa penulis, memilih mempromosikan sendiri bukunya. Untuk yang ini pun nasibnya berbeda-beda. Nama dan siapa, menjadi demikian berharga. Penulis yang dianggap belum punya nama, meskipun karyanya bagus, tak bagus pula promosi, alamat lebih banyak memeras keringat, dibanding mereka yang sudah dikenal, pintar pula strategi dan pemasaran, selamatlah ia, nasibnya tak seburuk penulis kacangan kelas kampung dan namanya tak dikenal. Bah, kenapa karya kemudian menjadi pembicaraan paling akhir dalam dunia publikasi?

5 Des 2011

Rencana Lomba Rensensi Buku


Pengantar

Saya berjualan buku. Semula saya jualan di acara-acara sastra tertentu. Saya juga menjualnya secara online di blog jualan buku sastra serta membuat group di FB dan juga punya akun FB sendiri.

Tadinya saya hanya menjual buku-buku sastra yang memang saya punya stoknya. Buku-buku tersebut terutama terbitan Akar Indonesia dan Framepublishing. Selebihnya ada beberapa kawan yang ikut menitipkan bukunya maupun buku yang diterbitkan oleh mereka. jika boleh berencana, tahun 2012 nanti saya akan mencoba memperbaiki lapak, kontrak kerjasama setahap demi setahap.

Sejauh ini saya belum bisa benar-benar mengurus blog dan group FB (Jualan Buku Sastra) ini dengan profesional. Bahkan Facebooknya pun lebih sering menganggur. Saya hanya memfokuskan pada buku-buku yang ada dalam kardus di kamar saya. Pesanan-pesanan buku baik di group FB maupun SMS seringkali saya abaikan. Nah, ini salah satu bagian yang ingin saya rombak. Saya akan lebih bersedia untuk memperpanjang sayap dengan melakukan kerja sama dengan toko buku di shopping misalnya jika ada pesanan buku-buku tertentu.

Keinginan saya sebenarnya sederhana saja. Saya ingin menjual buku-buku sastra alternatif. Maka pesanan buku di group lebih banyak saya abaikan. Bisa saja saya melayani permintaan semua teman-teman yang mencari buku, selama buku itu masih bisa ditemukan di toko buku, ini yang mungkin akan saya lakukan di waktu-waktu ke depan. Bukan membiarkan juga sebenarnya, di group itu saya ingin memberikan kebebasan untuk kawan-kawan menjual dan membeli buku. Jika ada yang pesan, dan kebetulan ada kawan lain yang tahu buku tersebut, sebuah kerjasama telah terjalin antar teman-teman saya. Sementara saya bisa lebih fokus pada buku-buku yang memang susah dicari di toko buku.