28 Nov 2011

Apresiasi Terhadap Sastra(wan)



Ekspresi kemarahan masih terpancar di wajah teman saya ini. Ia merasa benar-benar gondok dan dibodohi. Ia baru saja diundang menjadi pengisi acara di sebuah kampus yang diselenggarakan oleh sebuah lembaga kebudayaan. Bungkusan bermotif batuk kenang-kenangan dari panitia tersandar di sudut rak bukunya.

“Saya hanya diberi sebuah buku dan sertifikat sebagai pembicara,” ujarnya masih dengan ekspresi kemarahan. Saya bisa memaklumi kemarahan saya ini. Pasalnya, ia diundang secara resmi oleh lembaga tersebut untuk menjadi salah seorang pengisi acara bersama dua narasumber lain. Undangan itu bersifat formal, dan terlihat begitu profesional. Mereka mengirimkan proposal dan meminta kesediaan teman saya membikin makalah. “Saya memang tak membuat makalah. Tapi saya lihat makalah Afrizal Malna demikian tebal dan tentu digarap dengan serius.”

21 Nov 2011

Tukang Sring

Saya tidak tahu kata yang benar untuk menunjukkan apa yang ingin saya ceritakan ini. Saya mendengarnya “sring”, namun dalam kamus bahasa Inggris imut warisan leluhur di kamar saya ada kata “string” dengan arti mengikat dengan tali, tali rami, tali gitar. Kata “sring” tak ada dalam kamus bahasa yang saya cari. Kata “string” sementara waktu lebih dekat dengan apa yang hendak saya maksud, namun karena saya lebih nyaman, maka saya akan menggunakan kata “sring” saja. Siapa tahu, anda, pembaca yang terhormat akan membantu saya mengungkapkan bahasa mana yang tepat sehingga saya bisa menggantinya dalam tulisan ini nanti. Bantulah saya. Bahasa asing itu seperti mantra buat saya: susah dirapalkan, susah pula untuk diingat.

16 Nov 2011

Skripsi

Bentar lagi nih, beneran deh..

Hampir dua tahun belakangan saya suka tegang dan stres membayangkan kuliah. Ketika ada teman mengajak main atau tidur di kosnya, ke luar kota, aku langsung berpikir, “skripsi neee…” Hanya sampai pada tegang dan stress. Tapi itu skripsi tetap saja tak diapa-apain.

Ingat usia men, ane sudah hampir 29 tahun. Kebayang gak kalau ke kampus ketemu sama abg-abg imut dan unyu-unyu itu. Rasanya menyesal dilahirkan buru-buru. Belum lagi ane tak bisa menyesuaikan dandanan dengan mereka. Kalau ane disuruh pake celana pensil, rambut diminyakin, pake parfum, atau baju dimasukkan ke dalam, alamak, ane lebih memilih makan di burjo tanpa bakwan aja deh.

13 Nov 2011

Pasangan




Sering kita mendengar—dari siapa dan dari mana itu tak penting—komentar tentang sebuah pasangan. “Si Anu dan si Itu kok aneh ya. Mereka suka begini lo…” Tak jarang pula komentar takjub bisa saja meluncur. “Ih, hebat ya si Nunu dan Nini. Mereka tuh kreatif banget..” Atau: “Saya dengar si Itu dan si Ini lagi bikin anu lo…” Di belakangnya selalu ada decak kagum dan kalimat-kalimat pujian seperti: hebat, dasyat, monumental, keren, ajaib, luar biasa, keren, mantap, inspiratif, maknyus, super. 

2 Nov 2011

Penghargaan Sastra Balai Bahasa Yogyakarta: Menyoal Penerbit dan Apresiasi Terhadap karya


Senin malam, 17 Oktober 2011 Balai Bahasa Yogyakarta memberikan penghargaan untuk kumpulan cerpen Sepotong Bibir Paling Indah di Dunia karya Agus Noor. Dua nominasi lainnya adalah kumpulan cerpen Mata Blater karya Mahwi Air Tawar dan novel Dendam di Bumi Mangir karya Antonius Darmasto. Dalam rangkaian kegiatan itu juga diberikan penghargaan bahasa yang tidak ada pemenang. Tidak ada penghargaan terhadap penerbit seperti sebelumnya. Menurut panitia, hanya ada 15 buku sastra terbitan penerbit Yogyakarta yang masuk pada tahun ini. Pemberian hadiah ini dilangsungkan di Gedung Balai Pamungkas dengan konsep acara yang cukup padat.