Lantaran kamar
saya yang gelap disebabkan jendelanya terhalang tembok tetangga, 24 jam lampu
listrik di kamar saya terus menyala. Jika lampu listrik dimatikan, kamar saya
menjadi demikian gelap dan terasa lebih pengap.
Saat tidur pun,
lampu harus tetap menyala. Jika lampu mati, alamat saya tak akan bisa bangun
pagi. Beberapa teman saya pernah terkecoh waktu ketika tidur di kamarku. Afris
dan Ipang pernah terlelap hingga sore, demikian juga halnya dengan Andika.
Suasana kamar saya yang lembut dan dingin meskipun tanpa AC membuat mereka,
termasuk saya, suka terbuai suasana. Ini tentu tak bagus. Sirkulasi udara
buruk, dan cahaya tak pernah masuk membuat kamar saya menjadi agak lembab
justru di musim kemarau. Enak buat tidur, kata Kiting jika sesekali datang
kemari. Apalagi kalau Jusuf An datang dimari, wah sungkan aku. Namun untung pula aku punya teman yang sama sekali tak peduli apa pun mengenai dunia ini jika sudah pegang Hp dan mendengar dangdut koplo. Yup, Si Fahmi itu.