23 Jun 2011

Menonton Film Horor Indonesia

Ihh.. Kok Bisa (Gak) Serem Sih...
   Beberapa hari ini saya sedang menonton film (selanjutnya disebut pilem) horor Indonesia. ada 20-an lebih yang saya dapat di warnet, sesuai kapasitas flash. Biar enak bacanya, saya bagi-bagi jadi beberapa genre dengan pembagian a la saya. Saya akan mempostingkannya dan membagikannya per genre.
            Untuk sesi pertama ini saya akan membahas pilem horor, tentu dengan cara saya. Ini bukan resensi, atau semacam kritik. Katakanlah catatan sehabis menonton. Sifatnya sangat subjektif. Saya juga tidak memberikan keterangan detail tentang masing-masing pilem karena tidak dimaksudkan untuk kajian serius dan ilmiah.
Bahasan saya mungkin tak bisa dijadikan penilaian, karena selera setiap orang tentu berbeda. Jadi apa yang saya katakan belum tentu benar, anda harus mengujinya sendiri. Caranya? Baca judulnya dan cari pilemnya.
             

13 Jun 2011

Film yang Kutonton (3): Spring, Summer, Fall, Winter, And Spring, The Isle

Dua Cerita di Atas Danau
(Menonton The Isle dan Spring, Summer, Fall, And Spring)

 Cuap-cuap di Pinggir Danau
          Beginilah awalnya sebelum saya sempat menonton Spring, Summer, Fall, Winter, And Spring. Ceritanya begini, teman saya (sebut saja namanya Andika) pulang ke Malang, saya dititipkan motor. Sebuah keberuntungan bagi saya untuk beberapa hari ke depan. Malam, seperti biasa, saya tidak bisa tidur dan terngiang-ngiang ucapan kawan (entah siapa) bahwa di Merapi Online, kawasan jalan Adi Sucipto, kawasan dekat Ambarukmo Plaza, punya koleksi film yang banyak. Nah, mainlah saya ke situ. Memang, untuk warnet, Merapi Online saya rasa agak mahal dibanding warnet yang lain, tapi mengingat lokasinya di pinggir jalan, hal itu tentu saja menjadi mungkin, apalagi kawasan Jalan Adi Sucipto merupakan kawasan bisnis yang cukup sibuk juga di Yogyakarta. Sebelum ini saya pernah beberapa kali ngenet di sini, tapi tak terlalu paham koleksi filmnya.
            Dimulailah petualangan saya. Awalnya tentu saja saya buka facebook dan buru-buru main City Ville yang akhir-akhir ini menjadi kegemaran saya. Membangun kota sesuka hati dan menggantungkan sepenuhnya hidup pada tetangga, tanpa ada perang sangat menyenangkan. Namun akhir-akhir ini saya mulai bosan main City Ville, terlalu mengandalkan tetangga dan melulu meminta tolong. Ah, jadi apa saya kalau selalu minta dan minta. 


2 Jun 2011

Keliling Sumatera Barat (3): Masih di Pesisir Selatan Sumatera Barat

(Nyaris) Keliling Sumatera Barat:
"Terjebak" Perjalanan yang Mengasyikkan (3)
 

Tak lama, perjalanan di sepanjang kawasan Pesisir Selatan Sumatera Barat dilanjutkan. Pertama-tama, kata Angga sang sopir tunggal kami, kita akan berhenti di Painan, Ibu kota Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Dia akan memasang pemancar radionya. Dia memang sengaja membawa radio panggilnya itu untuk berbicang-bincang dengan kawan-kawannya di berbagai pelosok wilayah. “Sekalian menguji frekuensi,” ujarnya diplomatis. Komeng bengong, Anton sibuk lagi dengan urusan perutnya.
            Komeng dan Anton memperhatikan radio panggil milik Angga saling lirik dan cekikik.