(Membaca Kesastraan Yogya Hari Ini)
Saya merasa agak kaget dengan “kenekatan” Mahwi Air Tawar, seorang sastrawan muda ketika menulis di Minggu Pagi No 05 Th 64 Minggu V April. Tulisan yang berjudul “Perihal Penghargaan Sastra” tersebut secara umum mempertanyakan tanggung jawab penyelenggara hadiah-hadiah sastra di Yogyakarta beberapa tahun belakangan.
Begitu membaca tulisan ini, saya sudah berpikir akan ada banyak tanggapan yang dialamatkan padanya. Sisi baiknya, akan terjadi sebuah dialog yang menarik, di sisi lain, kekhawatiran saya—dan itu menjadi benar—respon tersebut akan lebih membicarakan soal lain-lain.
Rasanya tak sabar saya ingin ikut terlibat dalam diskusi itu. Saya yakin diskusi ini akan bergulir beberapa minggu ke depan. Saya menjadi berpikir apa yang saya omongkan akan menjadi sia-sia belaka dan justru akan menimbulkan polemik baru.


