16 Nov 2011

Skripsi

Bentar lagi nih, beneran deh..

Hampir dua tahun belakangan saya suka tegang dan stres membayangkan kuliah. Ketika ada teman mengajak main atau tidur di kosnya, ke luar kota, aku langsung berpikir, “skripsi neee…” Hanya sampai pada tegang dan stress. Tapi itu skripsi tetap saja tak diapa-apain.

Ingat usia men, ane sudah hampir 29 tahun. Kebayang gak kalau ke kampus ketemu sama abg-abg imut dan unyu-unyu itu. Rasanya menyesal dilahirkan buru-buru. Belum lagi ane tak bisa menyesuaikan dandanan dengan mereka. Kalau ane disuruh pake celana pensil, rambut diminyakin, pake parfum, atau baju dimasukkan ke dalam, alamak, ane lebih memilih makan di burjo tanpa bakwan aja deh.


Rasanya waktu mengejar-ngejar ane kemana pergi. Lebih tepatnya, waktu buat nyelesain skripsi. Teori udah kelar, meski tetap bangga menerima IP di bawah 3, paling tidak gak perlu bangun pagi, menggarap tugas, presentasi, dan ketemu ABG unyu yang wangi dan tubuh mereka yang terus menggoda. Sukur-sukur ane ingat, “angkatannye adik gue nih… bocah, bocah…”

Lumayan mempan mengusir keinginan yang tak masuk akal. Sekarang coba bayangkan, seandainya iseng, ABG unyu itu tiba-tiba nembak ane dan kalau ditolak dia mau lompat ke Kali Code, artinya mau gak mau ane harus terima misalnya. Ohh.. apa yang harus hamba lakukan, Tuhan?

Bagaimana kalau dia SMS malam-malam dan kebetulan saya sendirian, gimana nerjemahin bahasa keren mereka itu? Kalau diajak jalan-jalan misalnya, bisa semamput ane jika ditarik-tarik di seputar Amplaz, “Beb, liat baju yang itu deh beb. Distro yang itu..” Belum lagi kalau ngomong mereka punya istilah yang nauzublillah, kongkow dengan teman-temannya bisa-bisa ane cuma garuk-garuk kepala doang.. makin parah kalau dia nyuruh dandan, pake sepatu, kaos distro yang ramai, celana pinsil, rambut di berdiriin dan pake minyak ampuunnn… paling repot kalau diajak foto buat abdet PP di FB. Mampus ane, gimana mau nyembunyiin gigi ompong ini kalau ekspresi selalu harus tampak bahagia dan tertawa? Belum lagi jika tangan harus di jidat, di bibir, pipi, wajah dibikin seekspresif mungkin. Waduh.. kalau begini lebih baik ane garap skripsi aja deh.

Kalau ada yang dengar ane lagi garap tugas akhir begini, selalu ada celoteh yang rasanya mau bunuh diri: “S2 di mana Mas?”

Ane harus bisa. Ane harus lulus.

***

Rabu 16 November 2011 ini akan menjadi momen paling menegangkan dalam perjalan hidup ane setelah sunatan. Ane akan mempertanggungjawabkan skripsi di hadapan dua penguji. Istilahnya munaqosah. Keren ya.

Mengingat tanggal itu rasanya badan ini panas dingin. Apa yang harus diomongin, apa yang harus dijelaskan?

Dalam masa menjelang masa-masa ujian tiba, ane lebih banyak melamun di depan komputer. Gimana kalau misalnya begitu ane mulai berhadapan dengan penguji, ketika keringat sebesar salak jatuh di dahi, salah satu dosen sakit perut. Ia mencret dan keajaiban tiba, “Udah, gak usah munaqosah,” katanya. Atau, keajaiban lain datang. Mereka, para dosen tiba-tiba menyalami saya, “Hebat, luar biasa, sampai kami tak sanggup membacanya. Anda selesai, dan bisa diwisuda. Jatah kuliah anda memang sudah habis.” Tak apa. tak apa. diusir macam itu pun akan membuat saya sujud syukur.

Ane juga membayangkan, rebana ditabuh, penari semilohai menyemangati dari luar ruang sidang. Begitu ane selesai, mereka menghambur menyerbu ane. Rebutan memeluk dan mencium dan memperlakukannya seperti artis yang baru ngetop dari youtube.

Tapi kenyataan akan berkata lain. Kita tunggu saja.

***

Nah ini die men, Rabu 16 November 2011, jam 8 pagi hari dimana masa depan ane ditentuin. Semalaman ane gak bisa tidur. Subuh-subuh sudah terbangun duluan, untuk pertama kalinya enam bulan belakangan.

Jam delapan kurang ane sudah berada di depan ruang dosen yang masih terkunci. Deg-degan, apalagi adik-adik kelas banyak yang nunggu juga. Mampus gua kalau diliatin begini. Jam bergerak dengan lamban. Hatiku berdebar semakin kencang. Jam setengah sembilan lebih proses sunatan, eh, munaqosah berjalan tidak setegang yang ada dalam kepala. Seperti sunatan, sakitnya tak seberapa, tapi gemetarnya itu lo.

Pada akhirnya ane perlu berterima kasih pada banyak orang. Saya hanya menulis, mereka yang bekerja untuk saya. Aduh ada sederet nama dan buanyaaakk sekali jika dituliskan satu-satu. Saya agak gak enak menyebut nama, takutnya yang lain merasa diabaikan. Mereka yang sms menyemangati saya, yang menguji saya, yang memberikan oleh-oleh, membangunkan dan mengantar saya ke kampus dan menunggu selama proses itu, yang meminjami baju, yang bikin status di FB, yang jadi responden, semua deh. Juga yang baca tulisan ini. Intinya, saya berterima kasih pada semua orang yang saya kenal dan mengenal saya.

Jadi siapa bilang ujian skripsi itu susah? Hmm.. Awalnya sih emang berasa mau disunat, tapi begitu kelar, wow rasanya (konon) kayak malam pertama. So, cobain deh..

Mak… bentar lagi ane bakal di wisuda.. Anakmu jadi sarjana juga, Mak..

***

Rasanya ketika jalan ane merasa bangga setengah mati, seperti pertama kali punya tulisan dan dipublikasikan di media. “Awas, kandidat sarjana mau lewat, kandidat lo..” (sesekali ganti 'calon' jadi 'kandidat' juga boleh toh?).

Sepertinya orang-orang menjadi demikian ketinggalan info dan gak tahu perkembangan dunia. Mereka tak tahu, aku yang sedang makan, jalan dan merokok ini akan wisuda Insya Allah Desember ini. S.Sos gitu lo. Ih dasar gak gaul, gak ngerti apa-apa deh mereka ini. Lebay, katrok, norak, gak gaul, payah….

Ketika sadar bahwa tak semua orang peduli dengan ini malunya setengah mati. Saya memandang masa depan yang tiba-tiba nampak demikian kelam. Mungkin sebentar lagi hujan. Diri ini tiba-tiba merasa demikian petang...

Yogyakarta, 13-16 November 2011

12 komentar:

cilik mengatakan...

Koto pehtux!

kuli Pelabuhan mengatakan...

cilik banowati

artika maya mengatakan...

aku klik funny dan interesting.
km ini keren jg kalo nulis fiksi, tdk melulu puisi.

eniwei, poto km ini kyk lagi nahan lapar seminggu. bener bukan?

slmt deh ya kandidat sarjana. semoga amal ibadah km terus mengharumkan UIN.

lombokguide mengatakan...

Benatarr lagiii yakin deeeeehhh
Heheeee salam kenal yaaaaaaaaa
kUnjungaann baliknya donk

rusydi hikmawan mengatakan...

wedew temennya irwan bajang neh, sukses dah buat skripsinya. masa pujangga gak bisa selesein S1, cckckck.. pak koto, entar salam ma irwan bajang ya kalo ketemu

M. Faizi mengatakan...

Selamat melawati masa yang tegang tetapi ternyata tidak tegang. Nanti bikin tulisan yang isinya membandingkan, lebih tegang mena ujian skripsi dan mengucapkan kata cinta untuk kekasih hati, ya...

sulisselaluoptimis mengatakan...

akhirnya bisa mampir juga ke blogmu.. Alhamdulillah ikut lega dan bangga atas kerja kerasmu koto. Selamat ya koto, bentar lagi kamu diwisuda jadi sarjana sosiologi. Sukses selalu ya.. Let's keep on fighting !! Hidup adalah perjuangan tanpa henti.. salam semangat selalu

kuli Pelabuhan mengatakan...

Artika Maya: Kan baru belajar. Blog situ kan salah satu tempat ane belajar banyak.. heheheh.... Itu foto diperankan oleh model. hehehehe


Lombokguide: ih blognya keren deh.. sudah beberapa kali lo saya kunjung balikk.. gak tau ya. gak tau ya??

kuli Pelabuhan mengatakan...

@Rusydi: wah selamat pagi temannya bajang.. Kalau ketemu disalamin deh. atau nongkrong diblognya juga dong..

Ki Faizi: Mengucapkan kata cinta mah enteng sekali Ki. Masalahnya mencari perempuan yang pas dan mau mendengarkan ungkapan cinta yang berbunga2 dariku..

@Bu Dosen Sulis: Salam, salam bu dosen. kereen.. Selamat ngeblog lagi, berarti email dan paswordnya amsih ingat. hehe.. oh ya, Ki Faizi di atas oomnya Umam loo.. hehehe

Anonim mengatakan...

yo wes lah nek ngono bang, sya tak lekas slesaikan sekripsi.. biar tahu rasanya malam pertama.. hi..hi... lagian juga sudah semester akut.. udah dua dugid....

Muhammad Zikri Waldi mengatakan...

bang, lapor ciek a,. nan dek awak dak sudah2 juo nyo do ,. haha,.

indrian koto mengatakan...

Anonim: mantap gan.

Zikri: cara yang paling oke, bayangkan sajo. hahaha