Saya merasa beruntung punya teman-teman dasyat yang memilih bertahan di kampung halaman dengan melakukan hal-hal yang tak terduga. Visi memajukan masyakarat inilah yang saya kagumi pada mereka. Orang-orang macam ini memang tak banyak, dan selalu susah untuk dicari. Inilah yang ingin saya ceritakan pada anda, tentang orang-orang dasyat yang masih saja terselip di antara banyak orang yang meikirkan dirinya sendiri.
Orang pertama yang akan saya ceritakan adalah Angga Yusya Putra. Lelaki kelahiran 6 Agustus 1983 ini adalah teman satu sekolah dengan saya waktu di SMK 5 Padang. Ia juga sempat kuliah di ITENAS tahun 2002 lalu memilih menetap di rumahnya yang berada persis di pasar kecil dan nyaris satu-satunya kecamatan kami, Surantih.
