24 Feb 2010

catatan ngawur

empat jam dua puluh delapan menit aku di warnet, hanya untuk menunggu video bisa diuunduh ke Facebookku. sampai saat ini aku tak tahu akan berapa lama lagi aku menunggu.

mengungguh, mengapa banyak orang-termasuk aku-tidak suka dnegan kata menunggu? menunggu rasanya sebuah pemborosan. padahal aku bukanlah seorang yang irit waktu. kupikir, aku memang sedang menipu diriku sendiri.



seberapa sering aku menipu? empat jam terus berlalu. aku ngantuk. dari semalam aku baru tidur 2-3 jam saja. rencananya tadi sehabis jam delapanan aku mau tiduran di kamar, membaca-baca buku murah yang baru kubeli di Jusuf Agency minggu kemarin. sebelumnya aku makan. sialan, aku harus marah dengan kebiasaan pedagang yang menyajikan makanan begitu lamban. lapar tak bisa ditawar. tak aku tak mungkin kabur.

lalu aku ke warnet. tidak banyak yang kulakukan selain memboros-boroskan waktu saja. sekarang waktu terus bergulir. aku tak tahu, catatan ini layak dibaca atau tidak.

2 komentar:

bajang mengatakan...

layak2 aja
saya saja membacanya sampai habis
hehehe

Tentang kuli Pelabuhan mengatakan...

wah terima kasih. ini apresiasi luar biasa ini. hehhe