15 Agt 2006

3 sajak tentang hidup, cinta, maut dan luka...

Tentang Maut

batu-batu berguguran dari tubuhmu
serupa gerimis yang lepas dari tampuknya
dan cinta hanyalah bahagia yang pura-pura

sungguh sederhana,
begitu saja kau pahami hidup
sebatas dada, menyusun onggokan
peristiwa di nian batang tubuhmu



kau bukan tak tahu
bahwa usia bukan milikmu
dan cinta hanyalah milik-nya

dalam hujan, terus saja saja kau
tanam senja di halaman
tubuhmu
gerimis yang menjelma hujan batu.

yogya, 2006



Tentang Cinta

gurat wajah
sehelai usia yang tanggal dari tangkainya
tahun tahun yang diperam terasa asam
cinta adalah kemuraman
yang kurang ajar
tubuh adalah nisan
bagi peristiwa-peristiwa
kekal dan tak kekal
dan bahagia tak lagi berarti apa-apa
dari hal remeh dan tak penting
lainnya.

poetika, 2006


Tentang Cinta II
dian hartati

kau tumbuh dari
sepucuk sore yang busuk
sesuatu berloncatan dari dadaku setelahnya
kemudian pecah menjadi hujan
sejak itu aku berhamburan
selalu ada yang gugur dari tidurku
hingga aku tak adalagi
dan cinta tak ditakdirkan
untuk satu waktu saja
sebuah kisah melebihi apapun
dan kegilaan mana pun
kau dan sebuah petang
adalah takdir yang langit ciptakan
untukku
melebihi musim
rumahlebah, 2006

Tentang Malam

malam dan koloni-koloninya
bersepakat melemparku
hingga membeku di ujung kabut

ini musim tangis dan air mata
langit tengah mencipta duka baru
yang kau baca di koran pagi
dengan sekerat rti tawar

tubuhku melahirkan birahi
membentang di sepanjang jalan
yang terkapar tanpa bentuk
interlude-interlude terus dimainkan
dan sesekali diselingi iklan
tentang bah, demonstrasi, perseteruan
dan segala yang purba

orang-orang seperti malam dan koloni-koloninya
menggali kubur di sepanjang mataku

rumahlebah, April 2006

Lelaki Sial

betapa malang dirimu
yang tak punya kepandaian apapun
selain mengutuk musim
tang berlarian di sepanjang jalan

berapa harus kau bayar
hidup yang sia-sia
dengan hanya menceracaukan
kutuk dan serapah
;bapak yang begitu kurang ajar
bersepakat dengan ibumu menciptakan
sebuah takdir yang tak kau kehendaki

lalu apa lagi
jika bunga-bunga pada pakaianmu
terus tumbuh
seekor ular kecil sembunyi di sana
dan sedikit nakal menggelitiki
kelaminmu
;hidup adalah warisan
yang terus diturunkan

selalu saja tubuhmu kosong
setiap kali ada yang menziarahi
kelayapan di mana saja kau ini hari
kau gantungkan impian pada sepotong malam

kau terlihat begitu kasihan dan kesepian
yang tak memiliki kepandaian apa-apa
selain mengutuk waktu
yang terus berlarian
disepanjang tubuhmu yang kosong.

2006

Tidak ada komentar: